
Pagi sudah mununjukan pukul 06.00 WIB. Sebuah alunan dengan nada merdu menyanyikan lagu cinta. Suara gadis 18 tahun benar-benar membuat yang mendengarnya jatuh hati. Dengan tersenyum mengucapkan selamat pagi mama dan mencium pipinya kiri mamanya, lalu memeluknya dari belakang.
Disisi lain di sebuah rumah, dengan cekatan tangannya menyiapkan sarapan pagi, dia adalah Dave, Dave Wijaya.
Dave pemuda berumur 20 tahun dan dia mahasiswa teknik arsitektur. Dia juga sangat tampan. Tapi sosoknya sangat tertutup.
Sambil mendengarkan musik kesukaannya tiba-tiba handphone berubah nada, ternyata sebuah telfon dari teman.
"Hallo, Sya..." Suara Dave yang datar.
"Dave, ingat hari ini jam 8 harus dah di kampus"
Sasya teman satu kelas dari SMA tapi di Kampus dia beda jurusan, sudah mengenal Dave dengan baik, tapi Dave selalu melihatnya hanya sekedar teman. Tapi dihati Sasya berbeda
"Ok!" Dave yang sudah membuat sandwich, menghiasnya pada piring putih, lalu meletakan di atas meja makan.
"Ya sudah. Kalau gitu, jangan sampai terlambat ya. Byee" Suara Sasya seperti ada kekecewaan dan menutup telfonnya.
Setelah siap sarapan Paginya Dave langsung ke kamar Stevani di lantai dua, (karena adiknya sudah gadis remaja di sangat berhati-hati menjaga privasi adeknya)
Tok.. tok.. (Mengetuk Pintu)
"Adek. Sudah siap-siap ke sekolah"
Stevani masih sibuk bebenah diri.. Tidak menghiraukan kakaknya..
tok.. tok...
"Adek....sarapan sudah siap. Buruan keluar kamar.., kakak nanti bisa terlambat" Teriak Dave memanggil adeknya
dan akhirnya pintu terbuka.
__ADS_1
"Iya iya... Kakakku yang tampan" Suara Stevani yang terkesan kekanakan.
Sambil menuruni tangga yang ada di rumah itu, dan kakaknya di belakangnya. Kakaknya tahu kalau bukan make up yang membuat adiknya berlama-lama di kamar, tapi handphone yang di genggam, karena adeknya pecinta kpop.
Setelah di meja makan Stevani langsung bergeming, "Aaa..kakak. kok Sandwich lagi sih kak?!"
"Bibi hari ini ijin. Nggak ada yang nyiapin kamu sarapan, udah bersyukur kakak masih mau bikin itu" Dave sambil minum kopi yang sudah mulai dingin
Stevani terbiasa dengan sarapan yang disiapkan Bibi Iyut, setiap pagi Bibi sudah membawakan sarapan dari rumahnya dan favorit Stevani adalah bubur daging.
Selesai mereka sarapan, Dave langsung mengambil tas ransel dan jaket karena setiap dia keluar selalu membawa jaket, berbeda dengan kamar Stevani yang berinteror wanita ada meja rias, lemari besar dan kamar mandi yang modern, dikamar Dave cenderung warna abu-abu tempat tidur dibawah, dan lebih banyak rak dengan buku, komik dan ada beberapa miniatur mobil, dia membuka lemari berwarna abu-abu gelap terdapat beberapa jaket dari jeans, hoodie, dan masih banyak lagi, walaupun kebanyakan warna gelap tapi ada juga yang berwarna putih dan dibawahnya ada beberapa pasang sepatu sporty yang tertata rapi.
Dengan mengendarai mobil Jeep mereka berangkat ke Sekolah Stevani, SMA Swasta ternama tapi tidak jauh dari Rumahnya.
sesampainya di Sekolah Stevani
Stevani mencium tangan kakaknya untuk berpamitan "Kakak Stevani Sekolah dulu ya?!" Terus meledek kakaknya "Kakak juga, kuliah yang bener!"
Tanpa menjawab Stevani hanya tertawa, dan turun dari mobil. Dave masih memandang adeknya berjalan masuk ke gerbang sekolah dan Stevani membalikan badan melambaikan tangannya "bye bye"
dan Dave lanjut berangkat ke Kampus.
Berbeda dengan suasana di rumah Dave,
di rumah si gadis bersuara merdu juga telah menikmati masakan mamanya, baginya mamanya sangat pandai memasak dan masakannya tidak kalah dengan restauran terkenal. Iya, dia gadis cantik berambut coklat panjang curly dengan poni menutupi dahi, kulitnya kekuningan sangat terawat, bibirnya merah muda nan imut, hidungnya yang mancung, bola mata coklat dan ada lesung pipi bila dia tersenyum. Iya dia adalah Flower, Flower Diandra, putri tunggal Andra Saputra dan Mariana. Kedua orang Tua Flower masih sangat muda belum ada 50tahun jadi mereka sering bercanda dan tampak harmonis.
Mariana "Sepertinya suasana pagi ini berbeda ya pa,,"
"Iya ma... Sepertinya begitu." Andra sambil meminum kopi
"Apa sih ma...pa.. biasa aja.." Flower dengan wajah tersipu sambil sarapan kroket kentang
__ADS_1
"Gimana persiapan masuk kuliah, dan sekarang bukan gadis SMA yang berseragam putih Abu-Abu lagi?" Tanya Andra dengan menatapa putrinys
"Iya seneng pa.. Kan nggak harus pake Sragam lagi" Jawab Flower
"Anak mama sekarang sudah gadis ya pa" Mariana berdiri dibelakang Flower sambil mengelus dan mencium rambutnya"
Dan Andra pun hanya tersenyum.
Setelah selesai sarapan Flower bergegas untuk mengambil tas dan berangkat ke Kampus karena hari pertama ke Kampus dia tidak ingin terlambat.
"Mama... Flower berangkat dulu ya" serta mencium dan memeluk mamanya
"Papa Flower berangkat, peluk pa..."
"Iya putri papa yang cantik,," sambil memeluknya
"do'a papa tebaik untukmu nak, semangat
kuliahnya dan jangan lupa ingat.. apa yang sering papa katakan.."
"Pasti papa.. Flower ingat nasehat papa.." Sambil tersenyum
Flower menuju ke mobil yang sudah terparkir di depan rumah...sebelum beranjak jalan.. flower melambaikan tangannya... Daaa Papa Daaa Mam.....
bersambung......
πΌπΌπΌπΌ
Tulisan pertama, dan sangat amburadul. Tapi dulu suka, bahkan sehari saja bisa berapa kali Up. Ini sebagai pengingat,. kalau ada tulisan ini.
Dave & Flower tokoh utama tulisan pertamaku.
__ADS_1
π₯°π