Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 23. Nona muda Baverlly


__ADS_3

Pagi berembun dibalik jendela,


Flower melihat mentari perlahan menyapa.


Embun pagi menyelinap didedaunan,


Mata jauh memandang muncul rasa kerinduan


Tak ada yang tahu bahwa Flower sangat merindukan Dave.


Tetapi luka dihati Nona Muda masih belum terobati.


"Selamat pagi Nona.." Sapa Ellena dengan senyuman


"Pagi Ellena, " Flower masih menatap luar seolah menantikan seseorang


"Nona.. Mau mandi?? Akan saya siapkan pakaian Nona" Ellena lalu ke ruang ganti mengambil dress, pakaian dalam, serta aksesorisnya.


Dan beberapa pelayan merapikan tempat tidur, juga menyiapkan air hangat untuk mandi.


"Ellena.. Apakah ada gunting disini?? " Tanya Flower dengan datar


"Maaf Nona.. Kalau boleh tahu untuk apa gunting itu?? " Karena Ellena menyadari sudah satu minggu Nona muda hanya berdiam ditempat tidur dan hari ini dia baru beranjak dari tempat tidur walaupun hanya berdiam memandang luar dari balik jendela dia takut Nona muda berbuat hal lain.


"Flower ingin memotong rambut,, bisa kamu ambilkan gunting" Flower dengan suara pelan


"Kalau Nona ingin merapikan rambut saya akan panggilan Alea (dia hair Stylish di Baverlly) . Ucap Ellena sambil menatapnya


"Ya sudah.. Kamu panggil dia" Ucap Flower


Beberapa saat kemudian


Flower sudah berbeda rambutnya. Yang tadinya rambutnya panjang dengan gaya shaggy layer, sekarang dengan model rambut shaggy bob sebahu.


"Ellena, apakah rambut Flower sudah rapi? " Tanya Flower karena dari tadi dia memejamkan mata. Baru kali ini Flower dengan rambut yang pendek.


"Sudah Nona, Nona sangat cantik" Ellena sambil mengarahkannya kedepan cermin.


Kemudian Flower membuka mata dia melihat dirinya yang berbeda


"Ellena, Flower mau ke kampus, hari ini sudah masuk kuliah" Ucap Flower


"Baik Nona.. Jadwal kegiatan Nona hari ini sudah ada di Zea, nanti Nona ke kampus dengan Zea dan Baro" Ellena dengan senyum, (Ellena adalah asisten dia selama didalam Baverlly sedangkan kegiatan diluar adalah Zea dan Baro, semua jadwal sudah diatur Yuken)

__ADS_1


"Flower nanti sarapan di ruang makan saja, Flower mau mandi dulu, kamu boleh keluar" Flower mulai membiasakan dirinya di Baverlly


"Baik Nona.. Dengan senang hati saya akan menyiapkannya" Ellena dengan tersenyum karena dia merasa bahwa Nona Muda sudah menerima dia sepenuhnya.


Ellena meminta pelayan dapur menyajikan menu pagi, Ellena hanya merapikan dimeja makan


"Nona.. Silahkan.." Ellena menarik kursi dan mempersilakan Nona muda untuk duduk


"Ellena, temani saya makan" Karena Flower belum terbiasa sarapan pagi duduk sendirian biasanya dengan orang tuanya


"Maaf Nona, saya tidak bisa" Ellena menolak dengan lembut


"Ellena seperti biasa aja kalau kita di Centro" Ucap Flower melihat kearah Ellena


"Tapi kita di Baverlly Nona.. Bukan di Centro" Ellena menjawab tenang


"Baik.. Flower mengerti " kemudian makan dengan perlahan. Rasa zuppa soup pagi ini mengingatkan seseorang. Dave suka zuppa soup.


Setengah jam sudah Flower menghabiskan waktunya untuk makan pagi.


"Ellena.. Tolong bilang sama Koki, lain kali tidak usah masak zuppa soup. Kecuali kalau Tuan Muda pulang, mereka boleh menyajikannya." Pinta Flower dengan pelan


"Baik Nona, saya akan memperhatikan makanan Nona. Nanti akan saya buatkan daftar menu khusus untuk Nona" Ellena dengan tersenyum


Selama perjalanan ke kampus, Flower melihat jadwal kegiatan hari ini. Flower duduk dibelakang, Baro menyetir dengan hati-hati dan Zea duduk disamping Flower


"Zea.. Ini kegiatan bisa dirubah tidak? " Tanya Flower masih bimbang


"Apakah ada yang salah tentang jadwal hari ini Nona?? " Tanya Zea


"Flower cuma ingin mengikuti jadwal kuliah, Flower belum mau ketemu siapapun" Jawab Flower lalu memberikan arsip itu ke Zea


"Baik Nona, nanti saya akan menghubungi Yuken" Zea lalu menelfon Yuken


"Nona.. Nanti jadwal akan dirubah, untuk kegiatan lain Nona tidak bisa merubahnya".


Ucap Zea sambil melihatnya


" Baik.. " Ucap Flower


Flower sampai di kampus, Baro membuka pintu mobil dan Flower turun dari mobil dengan penampilan berbeda, dia bukan lagi Flower Diandra pacar Dave, dia masih belajar meyakinkan dirinya kalau sudah berpisah dengan Dave. Dia hanya punya hubungan dengan Tuan Muda yang tak kunjung pulang itu.


"Mari Nona," Zea mulai mengajak berjalan ke dalam kelas. Dan semua mata tertuju pada Flower. Tapi mereka masih mengira Flower adalah pacar Dave pemain Rock Climbing.

__ADS_1


"Zea, Flower mau kamu ikut masuk ke dalam kelas, Baro menunggu di luar saja" Ucap Flower


"Baik Nona " Ucap Zea dan Baro menunggu di luar


Baro berjalan disekitar Kelas. Dari Kejauhan Alex melihat dan menghampirinya


"Baro.. Kamu masih ingat Alex?? " Alex menyapa


"Iya,, kamu yang di Villa, ada apa?? " Ucap datar


"Kamu disini ngapain?? Nyari Dave?? "


Tanya Alex


"Tidak, sedang menunggu Nona dan Zea di kelas" Ucap Baro masih datar


"Owh.. Jadi Flower udah masuk kuliah, boleh kita ketemu?? " Alex meminta dengan sopan


"Maaf tidak bisa. Nona tidak ingin bertemu dengan siapapun" Ucap datar


"Ya udah kalau gitu. Dave juga ada di kampus. Dia juga nggak boleh ketemu?? "


Alex masih penasaran


"Maaf tidak bisa, kalau ada yang nekat, saya panggil The King walaupun Dave adalah Tuan Muda, selama dia belum pulang ke Baverlly dia hanya orang biasa di hadapan Nona" Ucap Baro dengan tatapan tajam


"Iya.. Ya udah.. Kalau gitu saya pergi, maaf mengganggu" Alex pergi dengan ketakutan


Jam perkuliahan sudah selesai, Flower meninggalkan kelasnya dengan Zea. Banyak mahasiswa lain mulai bergosip. Dan Flower tidak ingin mendengarnya.


"Zea.. Bilang ke Yuken. Flower mau pindah kampus, kalau bisa yang jauh dari sini" Ucap Flower


"Baik Nona" Zea sambil melihat sekelilingnya


Dave dari jauh melihat mereka karena Dave sudah dapat informasi dari Alex


"Dave.. Apa kamu hanya akan seperti ini??" Tanya Jony di belakangnya


"Ntahlah.. " Jawab Deva dengan tatapan rindu


"Dave.. Baro seram tadi.. Aku aja deg-degan!" Alex dengan rasa tak biasa


Flower sudah berada di mobil dan bersiap pergi, dia melihat kalau Dave melihat dirinya. Rasa terlalu sakit, tak ingin melihatnya lebih lama. Dia melepas kaca mata hitamnya, dan berlalu hanya seperti mimpi baginya.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2