Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 31. Pesta pernikahan penuh haru


__ADS_3

Pesta malam ini sangat romantis, alunan musik mengiringi lagu cinta. Dave dan Flower tiba di aula pernikahan semua mata tertuju padanya. Mereka bergandengan mesra, ada beberapa orang yang mengikuti. Melawati para tamu undangan, mereka senyum penuh pesona, membuat keluarga besar bahagia.


Malam ini adalah resepsi pernikahan Stella Wijaya dan Dr.Hanz Brahmana, Stella adalah kakak ke-2 Dave. Dia juga seorang tuan putri dikeluarga Adi Wijaya. Stella lulusan Amerika dan dia adalah Wakil Direktur di C.T.O


Semua keluarga besar Adi Wijaya berkumpul, dan keluarga besar dari Andra Saputra juga ada. Karena Stella menikah Dr. Hanz..


Dr. Hanz Brahmana adalah putra pertama


Dr. Eka Pradana dan Ayuna, dan Ayuna sendiri adalah kakak dari Andra Saputra. Ayuna biasa dipanggil Flower dengan sebutan Mami.


"Mami.... Flower kangen..." Flower menyapa Ayuna diatas pelaminan karena Flower dan Dave.


"Mami juga kangen banget., waktu kamu menikah. Mami kecewa" Ayuna saat itu berada di luar negeri, dia tidak tahu tentang Flower.


"Ah... Mamiii.. Lagian ada Kak Kenzo, pasti udah dikirim fotonya." Flower masih merayu dan memegang tangan Ayuna


"Mami juga marah sama Kenzo dan Hanz , mereka nggak kasih tahu Mami" Ayuna dengan kesal


"Mami.. Sekarang mamii udah punya menantu. Udah.. jangan ngambek sama Flower" Flower mencium Ayuna


"Iya.. Itu Papi kamu juga waktu mami pulang dijemput di bandara. Papi bilang (Kemarin pernikahan Flower). Terus mami bilang, Udah nggak usah cerita. Kenzo udah kirim fotonya. Habis itu mami cuekin semua. Apalagi Stella. Mami juga kesel." Dengan wajahnya kesal melirik Stella


"Aaa... Udah dong, Mami Flower yang paling cantik.. Terus mana Oleh-oleh dari Jepang??" Flower mengadahkan tangannya.


"Ya ada.. Di rumah. Mami pikir kamu sibuk. Nggak ada waktu buat kesini" Ayuna masih dengan bibirnya yang sewot. Ayuna dulu juga seorang putri, selalu dimanja dan punya hobby travelling. Dia sangat ingin punya anak perempuan. Karena kedua anaknya laki-laki (Dr.Hanz dan Dr. Kenzo) jadi menganggap Flower seperti anaknya sendiri. Mereka berdua suka belanja bareng, jalan-jalan dan sangat menyayangi Flower.


"Iya.. Iya.... Kenalin ini suami Flower, Dave Wijaya" Flower ngenalin suaminya ke mami, tapi Ayuna dari dulu kesal setelah pertunangan itu.


"Iya.. Mami.. Saya Dave Wijaya" Dave berusaha menjabat tangan Ayuna

__ADS_1


"Owh.. Jadi kamu anak itu. Mami belum bisa menerima kamu" Tapi Ayuna tetap mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan


"Sudah.. Mami.. Nggak enak sama Keluarga Adi, besan kita juga disini. Dave putra mereka" Dr. Eka berusaha melerai istrinya


"Udah.. Ah... Mami Papi.. Udah tenang, bagi Flower dia Dave yang Flower kenal. Jangan bahas yang lalu. Kalau gitu kita ke Kakak dulu.." Flower berusaha membuat tenang Ayuna dengan memeluknya lalu mereka ke Stella dan Dr. Hanz


"Kakak... Cantik banget!! jadi pangling,, selamat ya kak. Semoga kita cepat dapat ponakan" Flower sambil tersenyum manja


"Iya iya.. Kakak sayang kamu Flower. Kamu juga ya bahagia sama Dave. Kakak pikir kalian nggak datang" Stella dengan senyuman cantik


"Iya kak.. Flower pasti bahagia sama Kak Dave.


Kak kita juga nggak bisa lama-lama. Maaf ya kak.." Flower dengan memegang tangan Stella seolah tak ingin pisah


"Akhirnya ya kak.. Setelah lama Dr. Hanz menunggu kakak. Kalian menikah juga. Dave bahagia liat kakak bahagia" Dave berfikir dulu Stella dan Dr. Hanz sama-sama kuliah di Luar negeri. Tapi Stella masih lanjut pendidikan, dan baru pulang beberapa bulan yang lalu.


"Kak Hanz.. Kakak harus kasih kado buat Flower, waktu itu kakak belum kasih apa-apa" Flower dengan manja


"Emang adik kakak mau kado apa??" Hanz mengelus rambut Flower


"Kadonya Baby Cantik.. Itu biar mami nggak ngambek.. Masak tadi kesal sama Flower. Jadi kalau ada Baby Cantik pasti mami bahagia." Dengan tersenyum dan melirik ke arah Ayuna


Dr. Hanz langsung tersenyum..


"Kamu ini, ada ada saja.. Kamu baik-baik.. jaga kesehatan kamu. Dan kakak juga bahagia liat kamu dan Dave bahagia." Hanz masih khawatir tenang kondisi Flower dan memeluk Flower


Lalu Dave membalas ucapan Hanz karena air mata Flower tak bisa ditahan


"Iya kak Hanz... Kakak nggak usah khawatir. Dave akan jagain Flower. Kakak juga harus janji sama Dave, buat kak Stella bahagia. Selamat menempuh hidup baru dan segera ada kabar baik, biar Flower seneng" Lalu Hanz berganti memeluk Dave, Stella meneteskan air mata karena tidak bisa menahan

__ADS_1


Flower menghampiri Yunita, Ibunya Dave. Tapi Dave masih berdiri didepan Dr.Hanz


"Ibu.. Flower kangen. Ibu jangan nangis. Flower baik-baik saja. Flower juga sehat. Buktinya bisa kesini." Flower memeluk Ibu mertuanya


"Iya... Sayang. Kamu jaga kesehatan kamu, kamu harus bahagia sama Dave. Ibu selalu berdoa yang terbaik untuk kamu dan Dave." Yunita masih memegang tangan Flower


"Nangis lagi.. Tiap ibu ketemu Flower, Ibu nangis lagi.. Ibu jangan bikin Dave sedih. Dave selalu jagain Flower. Ibu nggak usah khawatir. Ibu kayak nggak kenal anak Ibu saja" Dave yang tiba-tiba datang tapi Yunita masih memeluk Flower dan mengelus rambut Flower


"Kamu yang nggak ngerti Ibu kamu, dari kalian menikah itu, Ibumu sangat sedih. Tahu sendiri perasaan Ibumu, setiap ada apa-apa selalu dipikirkannya. Iya... Sekarang Flower sehat, mulai sibuk dengan pekerjaan kalian. Tapi tetap, kamu harus menjaga perasaan Flower." Adi Wijaya yang mendekati Dave


"Iya.. Dave..ngerti ayah. Ya udah jangan pada nangis lagi. Harusnya kita bahagia, itu nanti kalian siap-siap punya cucu. Ibu sama Ayah sekarang udah tinggal menikmati hari tua kalian. Jalan-jalan sana keluar negeri. Lagian Alaric juga udah besar." Dave berusaha menenangkan suasana


"Iya sayang.. Ibu kangen kamu Dave.. Kapan kamu pulang ke rumah Ibu. Dari kecil kamu tinggal sama kakek kamu. Ibu merindukanmu setiap hari. Sekarang Ibu hanya ingin melihat kalian berdua sehat dan bahagia. Sesekali kalian menginap di rumah Ibu ya." Yunita larut dalam kesedihannya. Memeluk Dave dengan hangat


Dari Dave umur 7 tahun. Dave sudah tinggal di Baverlly. Mereka bertemu hanya di hari minggu. Dan setelah Dave pergi dari Baverlly, Dave tidak pernah berusaha menghubungi Ibunya. Tapi setiap Ibunya berulang tahun, Dave mengirim kado melalui Stevani.


Dave sudah tidak bisa menahan lagi, air mata sangat berharga untuk Ibunya. Ibu yang melahirkannya.


"Ayah.. Flower nggak bisa lama-lama disini.. Ayah Nggak apa-apa kan?? Sebenarnya masih kangen kalian semua" Flower dengan matanya yang merah setelah menangis


"Iya.. Ayah mengerti. Kamu jaga kesehatan kamu. Jangan terlalu sibuk. Kalau Dave macem-macem, nanti ayah yang akan jewer telinganya" Mendengar kata-kata Adi , Flower mulai tersenyum


"Waaah...ternyata banyak pendukung Flower. Ayah.. Nggak usah Khawatir.. Dave aja sakit ngeliat Flower nangis, masak iya Dave macem-macem" Dave suka bercanda dengan ayahnya


"Iya.. Ayah percaya sama kamu. Kata Yuken, kamu tadi Ujian Skripsi??.. Ayah bangga sama kamu. Walaupun kamu hidup sendiri dan ayah nggak mau tahu tentang kamu. Tapi kamu buktikan, bahwa kamu anak yang hebat dan menjaga kehormatan keluarga Wijaya" Adi Wijaya memeluk Dave. Anak yang dirindukannya.


"Iya ayah.. Itu juga karena cinta kalian untuk Dave. Dave tahu kadang Stevani juga cerita tentang kalian. Jadi Dave harus bisa membuat kalian bangga sama Dave. Dave nggak bisa lama-lama disini. Flower dari pagi udah banyak kegiatan. Ayah Ibu jaga kesehatan kalian. kita pergi dulu" Dave merasakan kasih sayang kedua orang tuanya dan beranjak pergi dengan rasa haru.


Bersambung.........

__ADS_1


__ADS_2