Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 32. Suamiku aku mencintaimu


__ADS_3

"Sayang... Kamu beneran mau pergi?? Kalau aku kangen gimana??" Flower dengan rasa sedih mendalam karena Dave akan melanjutkan pendidikannya ke Amerika.


"Sayang, kalau nanti kamu libur kan bisa nyusul aku, sekalian kamu jalan-jalan. Lagian aku cuma dua tahun disana. Itupun juga sama Yuken" Dave sebenarnya juga bimbang tapi demi masa depan dan sebagai penerus Group C.T.O dia masih harus banyak belajar.


"Ya udah.. Aku juga masih kuliah, paling juga dua tahun lagi baru kelar. Gara-gara kamu juga, waktu itu ngurangi kredit aku. Jadi berapa tahun aku kuliahnya" Flower mengelus suaminya yang tidur diatas pangkuannya.


"Bukan gitu sayang, waktu itu kan kamu sakit. Terus kita banyak pekerjaan. Aku nggak tega liat kamu nanti capek, apalagi kalau sampai sakit" Dave dengan memenggang hidung istrinya.


"Ya udah.. Sana balik ke kamar kamu, besok kan kamu Wisuda. Terus kita udah janjian sama teman-teman pergi ke Puncak." Tapi dalam benak Flower dia masih ingin dekat dengan suaminya.


"Iya.. Kamu pasti capek dari pagi udah ke kampus, ke Centro, pulang masih aku gangguin" Dave merayu jarinya merambat ke bibir Flower


"Udah aaah... Jangan cari kesempatan. Sana keluar. Flower mau bobo" Flower memindahkan kepala Dave ke bantal dan beranjak ke kamar mandi


Flower keluar kamar mandi, tapi sudah tidak melihat suaminya ditempat tidur.


"Hampir saja.... " Flower mulai merasa setiap dekat Dave tidak bisa mengontrol dirinya. Bagaimanapun Dave orang yang dicintai. Selama dua bulan menikah tetap saja berbeda kamar.


Pagi menyapa dengan sinarnya, Ellena sudah di kamar Flower membuka Gorden dengan perlahan. Waktu sudah menunjukan pukul 7 . Tapi Flower belum bangun.


"Tidak seperti biasa.. Apa Nona terlalu capek" Ellena berfikir kegiatan Flower beberapa sangat banyak sehingga dia tidak membangunkannya. Tapi jam 9 adalah acara wisuda suaminya dan setelah itu berangkat ke Puncak.


"Nona.. Selamat Pagi... Nona Flower.. Bangun Nona.. Ini sudah siang" Ellena berusaha membangunkan Flower dengan pelan


"Ellena.. " Suara Flower dengan pelan memanggil. "Ellena.. Ini sudah jam berapa?? Kenapa terang sekali" biasanya Flower bangun jam 5 pagi.


"Sudah jam 7 lebih Nona. Ellena sudah membangunkan Nona. Tapi Nona sangat lelap tidurnya" Ellena lalu menyiapkan dress yang akan dipakai Flower


"Ya udah nggak apa-apa, nanti biar Kak Dave berangkat duluan. Flower masih ngantuk" Flower masih belum beranjak dari tempat tidurnya, memeluk guling lebih erat membuatnya nyaman.


"Baik.. Kalau begitu Ellena akan memberi tahu Tuan" Ellena belum sampai keluar tapi Dave sudah masuk ke kamar.

__ADS_1


"Pagi sayang... Kenapa kamu masih belum siap??" Dave mendekati istrinya


"Maaf Tuan.. Saya keluar dulu" Ellena lalu meninggalkan kamar Flower


"Aku capek.. Ngantuk sayang. Kamu berangkat duluan saja. Lagian acara jam 9."


Pelukan guling ini nyaman sekali dalam hati Flower ingin memeluk suaminya.


"Ya udah kalau gitu. Aku berangkat dulu. Nanti ingat. Kamu harus datang dan duduk paling depan. Biar liat aku dengan jelas." Dave mengelus rambut istrinya.


"Udah.. Sana.. Jangan pegang gitu. Ngapain harus duduk paling depan. Kan nanti keliatan dari layar. Nah itu Dave Wijaya gitu...***"


Flower mulai merasa aneh bila dekat Dave


"Aku berangkat dulu kalau gitu. Kamu cepetan mandi terus sarapan. Minum vitamin kamu. Aku sayang kamu.. Love you.." Dave memberikan ciuman dikening Flower lalu pergi meninggalkan Flower.


Di aula hotel berbintang Dave sedang bersiap dan teman-temannya juga ada Jony, Beny, Sasya. Sedangkan Alex dan Jesica belum menyelesaikan skripsinya jadi belum ikut wisuda tahun ini.


"Nona silahkan.. Ini tempat duduk Nona" Ellena mencarikan tempat duduk yang nyaman dan Ellena duduk disebelahnya


Flower penasaran melihat sekitarnya, karena sudah banyak tamu undangan yang duduk. Dia tidak bisa mengenali Adi Wijaya dan Yunita


"Sepertinya dikursi paling depan Nona. Beliau hadir dengan Yuken. Berangkat bersama Tuan" Ellena menjawab pelan karena sudah benyak orang yang duduk disebelah Ellena


"Kenapa kamu tadi nggak bilang, kalau Ayah Ibu berangkat sama Kak Dave" Flower tampak kecewa karena bangun siang dan bermalas-malasan


Acara wisuda sudah dimulai.


Prosesi wisudawan memasuki tempat.


"Ellena... Kak Dave lewat" Flower tersenyum melihat dibarisan suaminya. Dave tampak tegang, Dave berjalan tanpa senyuman.

__ADS_1


Profesi sesuai susunan acara. Berjalan dengan baik dan lancar. Dave Wijaya mendapatkan predikat cumlaude. Dengan hasil yang sangat memuaskan. Adi Wijaya dan Yunita dengan bangga mendampingi putra diatas podium. Dave menyandang gelar baru Ir. Dave Wijaya. Flower melihat dengan sangat bahagia. Bahwa dia tidak salah mencintai seseorang.


"Flower sangat bahagia, bisa mencintai seorang Dave Wijaya" dengan haru Flower mengatakannya dan Ellena yang disamping tersenyum.


Acara selesai dan semua berjalan dengan lancar, Dave yang sudah melihatnya dari layar proyektor, dia tahu istrinya duduk dimana, Dave berusaha menuju kursinya tapi Flower dan Ellena sudah pergi lebih dulu.


"Dave.. Kamu lari aja.. Kenapa sayang?? Yunita yang menghampiri anaknya


"Dave.. Nyari Flower Ibu.. Ibu sama Ayah liat Flower??" Dave sambil melihat sekitar dan tamu sebagian sudah keluar dari pintu utama sebagian sedang berswafoto dengan teman atau keluarga masing-masing.


"Mungkin sudah keluar dulu, ayo kita keluar, nanti kita cari diluar" Adi Wijaya berjalan disebelah kiri Dave


"Yuken.. Kamu cari tahu Nona ada dimana??"


Dave masih bingung karena banyak sekali tamu undangan serta wisudawan wisudawati yang berdiri sekitar Dave.


Kemudian terdengar seseorang menyanyikan lagu  I Like You So Much, You 'll Know It


by Ysabelle.


Suaranya Flower membuat orang berbalik badan, mata melihat kesisi timur tidak jauh dari podium. Beny dan Jony sudah ada didepan Flower mereka merekamnya. Sasya dan lainnya juga datang mendekat.


Seketika mendengar suara Flower Dave langsung berlari ke arahnya. Dan kedua orang tua Dave menyaksikan kebahagiaan putranya. Mereka menyadari bahwa putra benar-benar mencintai Flower. Mereka merasa orang tua yang paling bahagia.


Lagu sudah selesai Flower nyanyikan, kemudian Flower mengungkapkan perasaannya:


"Awalnya aku hanya melihat bayangan semu,


Perlahan bayangan itu menghilang dan berganti. Kulihat dibalik lemari buku ada mata tak memandang ada tangan tak menyentuh ada bibir tak berucap. Mungkin aku terlalu dini untuk melihat apa itu sebuah cinta. Di perpustakaan kampus kita. Iya... Itu sebuah awal bagiku untuk mengenal dirimu. Hanya seorang Dave Wijaya, yang suka panjat tebing dan tidak banyak bicara. Tapi kenapa hati ini selalu penasaran tentang dia. Takdir selalu ada. Tuhan sudah merencanakan. Tapi aku tidak sadar. Dan hari ini aku mengatakan bahwa aku tidak salah mencintai seorang Dave Wijaya. Suamiku aku mencintaimu"


Dave langsung ke atas, tempat Flower berdiri dan memeluknya. "Aku sangat mencintaimu. Aku sangat mencintai Flower Diandra. Terima Kasih sudah mencintai Dave Wijaya."

__ADS_1


Teman-teman Dave kemudian bersorak dan bertepuk tangan. Semua yang berada disana melihat dua insan saling mencintai.


bersambung.......


__ADS_2