Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 18. Retaknya hubungan Dave dan Flower


__ADS_3

Selama di kamar itu Flower menangis hingga tertidur, Dave hanya menemani disebelahnya sambil menggenggam tangan Flower. Satu jam kemudian Flower bangun dengan wajah pucat dan matanya masih bengkak karena menangis.


"Sayang.. Kamu sudah bangun??" Tanya Dave


Karena selama dikamar Flower hanya menangis tanpa berkata apapun


"Kamu jahat.. " Flower dengan tatapan yang tajam


"Iya... Aku jahat.. Maafin aku.. " Dave menatapnya dengan rasa bersalah


"Kalau aku bukan calon istri kamu, tapi kamu harus menikah dengan dia. Apa kamu ninggalin aku?? Tanyanya dengan air mata mengalir ke pipinya


"Bukan gitu maksud aku sayang.. Aku akan tetap mempertahankan hubungan kita.. Kan aku selalu bilang aku nggak akan lepasin kamu" Dave juga mulai terasa sakit di dadanya. Sampai-sampai ada yang menetes dipipinya


"Aku kecewa sama kamu. Aku benar-benar kecewa sama kamu, " Flower dengan suara serak


"Maafin aku sayang.. Maafin aku.. Aku tahu aku salah.. Aku nggak nyangka akan seperti ini " Dave menatap dalam-dalam


"Bagimu.. Aku lebih penting dari tunangan kamu?? Kamu nggak tahu gimana perasaan tunangan kamu saat itu.. Dia sendirian..menunggu tunangannya....dia nungguin kamu....tapi apa..apa Dave.. apa yang kamu lakukan sekarang!!" Dada Flower terasa sesak


"Iya.. aku salah.. Terserah kamu, mau apain aku.. Aku salah.. Dan apapun keinginan kamu.. Tapi aku mohon maafin aku..." Dave dengan menangis


"Baik... Kalau kalau begitu kita putus.. Kita putus.... " Ucap Flower dengan Tegas


"Aku mohon sayang.. sayang... " Dave bingung


"Saat ini aku bukan tunangan kamu, tapi aku hanya sekedar pacar.. Seorang pacar yang juga akan ditinggalkan dia karena menikahi calon istrinya... Lucu kan Dave.. Tapi kamu nggak ngerti.. Sakit Dave.. Sakit perasaan aku" Flower beranjak ke kamar mandi..


Menyalakan shower dan menangis sejadi- jadinya.


Dave terpuruk di depan kamar mandi.. Dan menangis.. Saat itu Dave merasa laki-laki paling buruk..


Dave mendengar suara terjatuh di kamar mandi. Dave berteriak dan mendobrak pintunya dengan kencang!


Dave mengangkat Flower membawa ke tempat tidur. "Sayang... Maafin aku... Sayang..Flower.. Bangun sayang"


Stella akhirnya masuk ke dalam kamar dan disusul Arneta juga Natasya..


"Dave.. Kenapa Flower?? Kenapa bisa begini" Stella

__ADS_1


"Sayang.. Bangun.. Sayang..sayang... " Dave yang masih menangis


Arneta memberikan handuk.. Dan Natasya berusaha menyadarkan...


Setelah sadar dari pingsannya


"Kamu.., " Flower dengan lirih hanya melihat dengan tatapan buruk..


"Sayang.... " Dave masih menangis..


"Dave kamu keluar dulu!! Biar Flower ganti baju, bajunya basah semua.. " Stella dengan tegas..


Tanpa berkata Dave langsung keluar kamar. Dan terpuruk disisi pintu kamar


"Flower kamu pasti belum makan dari pagi.. Kamu pucet gini?? " Arneta dengan menangis


"Aku nggak apa-apa.. Kenapa kalian nangis?" Ucap Flower yang suaranya serak


"Ya udah.. Sini ganti baju dulu" Natasya menyiapkan bajunya..


Setelah berganti pakaian,


"Flower.. Makan dulu.. Kakak suapin.. " Stella yang sedang memegang mangkok berisi bubur daging


"Rambut kamu sampai basah gini sayang," Natasya yang mengerikan rambut Flower


"Kakak.. Flower nggak mau ketemu sama Dave.. Flower mau pulang" Pintanya ke Stella


"Iya.. Nanti kita pulang.. Biar Dave berfikir jernih disini.. Kamu pulang sama kakak dan Yuken" Tegas Stella


"Kita ikut ya kak.., " Pinta Arneta


"Kalian disini aja.. Nemenin Dave.. Dave juga butuh teman.. Flower pulangnya ke Baverlly,, " Ucap Stella. "Nanti kita pulang ke Baverlly ya... Biar Om Andra nggak khawatir" Lanjut Stella ke Flower


"Iya kak.. Lagian aku dah putus sama kak Dave" Ujar Flower..


"Kalian putus..?? " Arneta dengan perasaan


"Aku bukan lagi Flower Diandra yang dia kenal.. Tapi Aku Nona Muda menunggu tunangannya pulang" Sambil menangis tersedu

__ADS_1


"Kak Stella ngerti perasaan kamu" Stella dengan matanya berkaca-kaca


"Jangan nangis terus.. Kita jadi sedih " Ucap Arneta


"Kita sayang kamu.. Udah ya.. jangan nangis lagi" Peluk Natasya


"Kalian ngobrol dulu.. Kakak siap-siap dan panggil Yuken" Stella beranjak keluar


Dave bersandar disisi pintu kamar Flower dan dikelilingi teman-temannya.. Dave hanya diam tanpa kata..


Dan Stella menatap Dave sambil berkata


"Dave dan Flower sudah putus, tidak ada lagi status pacar Flower Diandra!


Yuken siapkan diri kamu ketika ketika Tuan Muda pulang" Stella lanjut berbicara "Ellena, Zea dan Baro kalian siap-siap ikut kak Stella ke Baverlly. Mulai sekarang kalian harus ikuti kemana saja Nona Muda kalian pergi"


"Dave.... Kak Stella bawa Flower pulang ke Baverlly. Sesuai janji kamu.. Kita tunggu kamu pulang nanti," Stella dengan mengelus rambut Dave, bagaimanapun Dave adalah adiknya Stella


Mereka pergi...dan Dave masih diam tanpa kata masih belum beranjak dari sisi kamar Flower


"Kak.. Dave dari pagi juga belum makan.. Kakak Makan ya" Arneta mendekati


"Iya Dave.. Balikin tenaga kamu.. Kalau kamu sayang sama Flower.. Siapin diri kamu. Dan kamu segera pulang" Ujar Jony disebelahnya


"Dave.. Apa yang kamu rasain sekarang.. Kita juga paham.. Tapi jangan hukum diri kamu sendiri" Beny dengan menatap syahdu


"Kak Dave,, Ini buat kak Dave Dari Flower Diandra gadis yang membuat kak Dave jatuh cinta, kakak simpan baik-baik ini,, Natasya paham tentang Flower saat ini dan apa yang dia rasakan.. Dia udah lama menanti kak Dave.. lebih baik kak Dave makan terus istirahat dan besok pagi pulang secepatnya,,


kalau gitu natasya ke kamar dulu, Arneta ayo ke kamar" Natasya menarik tangan Arneta dan beranjak pergi ke kamar


Dave hanya menggenggam sebuah kalung berlian dengan ukiran bunga (Dave memberikan kalung itu untuk Flower dihari ulang tahunnya)


"Dave, benar yang di katakan Natasya.. Kamu harus berfikir jernih.. Makan dan tidur.. Besok pagi-pagi kita semua pulang" Ucap jesica


"Kalian Nggak usah khawatir. Dave mau ke kamar, kalian istirahat saja. Sudah malam, Maaf kalau buat kalian khawatir," Dave berjalan pergi meninggalkan teman-temannya


"Udah.. Ayo kita tidur.. Semua tidur... Dave baik-baik saja" Ucap Jony


Malampun menjadi sunyi. Dave berbaring di tempat tidur, terdiam dengan tatapan kosong lalu memejamkan matanya dan masih menggenggam kalung Flower.

__ADS_1


Bersambung.......


__ADS_2