Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 10. Terlalu cepat baginya


__ADS_3

"Selamat pagi... adek kakak yang cantik" Dave menyapa sambil melihat Stevani yang datang untuk bersarapan.


Stevani sambil menarik kursi dimeja makan kemudian duduk sambil menatap kakaknya dengan ekspresi aneh.


"Pagi juga.. Kak" Seru Stevani. Mendadak mendapatkan sebuah hal jarang melihat kakaknya mengucapkan kalimat selamat pagi apalagi dengan wajah kakaknya yang sedang sangat berbeda dari biasanya.


Bibi Iyut menyiapkan bubur daging dimangkok dan di letakan di depan Stevani.


"Makasih bi.. " Tetapi pandangan matanya masih tertuju ke Dave


"Bi Iyut.. Ngerasa nggak? ada yang aneh dengan kakak? " Tanya ke Bibi sambil berbisik waktu bibi memberikan teh hangat.


"Sepertinya.. Kakak, lagi jatuh cinta" Seru bibi disebelahnya


"Masak sih bi,,??! " Stevani masih bingung


"Kapan itu Kakak telfonan sama orang,


bibi juga liat kakak telfonan sambil senyum-senyum.. Coba aja Stevani tanya kakak" Bibi Iyut pergi untuk bersih-bersih.


"Kakak... Punya pacar?? " Tanya Stevani dengan rasa penasaran.


"Emms... Emangnya kenapa kalau kakak punya pacar?? " Dave menjawab sambil pengirim pesan ke Flower.


"Oeh.. Ya nggak apa-apa.. Baguslah kalau kakak Laku.. Stevani kira, bakal ada bujang lapuk nantinya" Dengan nada bercanda dan tersenyum


"Enaak aja.. Kakak juga punya perasaan cinta.. kamu belum paham... Masih kecil" Sambil menatap dan melanjutkan sarapannya


"Iiih... Gini-gini Stevani tahu gimana rasanya jatuh cinta.. Susah tidur, gelisah, makan nggak enak, rasa khawatir dan cemburu" Ucap Stevani dengan lancar.

__ADS_1


"Cewek, kalau lagi jatuh cinta, emangnya gitu ya?? " Tanya Dave yang belum terlalu paham tentang perasaan wanita


"Iya.. Namanya perasaan suka, cinta dan sayang cowok cewek ya sama aja kakak.. Makanya belajar.. Belajar jadi cowok romantis, gentleman, dan perhatian. "


Stevani banyak tau dari drama Korea.. Stevani juga masa pubertas tapi hanya sebatas deg deg kan kalau ketemu cowok yang disuka dan curi-curi pandang.


"Adek.. Kakak.. Kamu sekolah emang belajar cinta-cintaan.. Tau banget.. Soal cinta" Seru Dave dengan tersenyum


"Ya udah, kalau ada apa-apa, bisa tanya ke Stevani kak.. Soalnya kadang Stevani was-was juga.. Kakak kurang peka sama cewek, takutnya dia bosan lagi, kalau kakak sikapnya begini.. " Stevani menatap serius


"Udah.. Kamu tenang aja.. Kakak juga nggak terlalu berharap.. Yang jelas, kakak bisa mengungkap perasaan dihati kakak.. Kakak dah lega.. Dah cukup buat kakak.." Dave sambil mengedipkan matanya


"Iiih.... Nakal... Baguslah kalau gitu.. " Stevani melanjutkan sarapannya


"Buruan habisin makannya.. Kakak tunggu di depan.. Nanti terlambat lagi" Dave sambil melihat handphone dan ke kamar mengambil jaket dan kunci mobil.


Dave kembali ke rumah setelah mengantarkan Stevani. Hari ini Dave tidak ada jadwal kuliah. Tapi kalau ke kampus pasti ketemu Flower dalam benak Dave. Tapi Flower belum membalas pesan Dave.


"Kamu sudah sarapan?? " Tanya Mariana sambil memegang pipi anaknya


"Udah ma.. O iya ma.. Papa kemana?? " Flower masih memeluk Mariana


"Papa udah berangkat tadi pagi-pagi sama pak Ben, katanya mau liat tanah di daerah pengembangan" Mariana mengatakan sambil menyiram tanaman


"Ya udah kalau gitu, flower mau mandi mau ke kampus.. " Flower bergeges pergi


Begitu masuk kamar telfon berdering ada panggilan masuk.


"Hallo..., dengan Flower disini" Ucap Flower dengan manis

__ADS_1


"Hallo juga.. Selamat pagi Flow " Dave tersenyum


"Kak Dave.. Emmss ada apa?? " Tanya dengan pelan


"Aku kirim pesan.. Nungguin balasan, tapi di buka aja nggak,, " Dengan nada bersedih


"Maaf... Flower baru bangun, tadi terus keluar nggak liat handphone" Suara flower sambil merayu


"Nanti ke kampus?? " "Kangenn" Dave udah mulai terbiasa


"Iya... Tapi kak.. Kalau ketemu di luar aja.. Nggak enak sama yang lain.. Gimana??


Kak Dave marah?? " Flower juga bingung semalaman sampai nggak bisa tidur


"Ya udah nggak apa-apa.. Terus ketemu dimana? " ekspresi Dave bisa cemberut


"Nanti siang habis kelas, aku kirim alamatnya... Jangan marah " Flower merayu


"Iya aku ngerti.. Ya udah sampai ketemu nanti ya.. " Suara Dave terdengar pilu


"Iya.. Ini flower mau mandi dulu mau siap-siap ke kampus.. Bye bye... "


"Bye bye" Panggilan ditutup


Ada rasa sedikit kecewa tapi bisa menerima dan paham. Kerena memang mereka belum mengenal dekat satu sama lain.


Flower mengirim pesan :


"Sayang, maafin aku.. Bukannya aku nggak mau kita ketemuan di kampus. Karena aku masih bingung dengan situasi ini. Aku belum ingin menunjukkan hubungan kita didepan orang lain. Aku harap kamu mengerti. Ini tentang kita dan hanya kita. Bagiku semua ini terlalu cepat. I miss you 😘😘"

__ADS_1


Setelah membaca pesan dari Flower. Dave jadi salah tingkah, karena ada kata sayang dan emoticon mencium didalam pesan itu. Dave berfikir sebenarnya sama-sama butuh waktu untuk lebih mendekatkan diri. Dan saling mengenal satu sama lain. Semua itu butuh waktu.


Bersambung....


__ADS_2