
"Ellena... Ellena.... " Flower keluar mencari Ellena
"Nona sudah keluar dari kamar." Sahut Ellena yang dibelakang Flower
"Ellena... Kamu kemana saja,, Flower capek ini, pegel pegel pengen massage pengen spa pengen ke salon" Ucap Flower seolah dirinya anak kecil..
"Baik Nona kita akan ke salon, Nona mau bersiap dulu?? " Tanya Ellena
"Udah siap ini.. Kamu panggil Baro sama Zea aja" Minta Flower sambil memegang tangan Ellena
"Siap.. Mari Nona.. " Ellena di gandeng tangannya, Flower merasakan rindu di gandeng Arneta tapi dia menahan diri
Ellena dan Zea usianya di atas Flower 3 tahun jadi seperti teman. Karena di Centro dulu juga selalu mengatakan teman dan belum mau dipanggil Nona. Karena saat itu baginya Tuan Muda belum ada disisinya.
"Ini salonnya?? " Tanya Flower yang masih didalam mobil
"Kenapa Nona tidak suka?? " Tanya Zea dan Ellena, karena Flower sudah terbiasa Ellena melihat dirinya ketika menggantikan baju. Jadi dia ingin Ellena saja yang menemani waktu Massage
"Bisa nggak ke tempat lain, disini pasti banyak orang dewasa" Dari yang Flower liat seperti salon wanita berkelas yang didalamnya hanya Nyonya, Flower masih merasa dirinya seperti remaja yang kesalon bersama Arneta dan Natasya
"Baro,, Kalau begitu kita cari tempat yang lain.. " Pinta Ellena yang duduk di samping Flower dan Zea duduk didepan samping Baro
"Nona.. Apa kita ke Blink saja disana bagus dan banyak gadis remaja suka pergi kesana. Disana serba modern, minggu kemarin saya kesana mengganti nail art. " Sahut Zea
"Ya udah.. Kesitu juga boleh.. Coba liat kuku kamu, bagus nggak?? " Flower mau melihat hasil gambar kukunya Zea
Dan mereka tiba di Blink Salon, Flower massage, spa, dan mewarnai kukunya dengan nuansa putih dengan sedikit motif bunga. Setelah selesai dia berjalan keluar banyak mata memandang dirinya baik wanita ataupun pria yang sedang menunggu kekasih nya. Kulitnya nampak begitu halus dan cerah, rambutnya yang pendek tampak diblow orang disekitarnya mencium aroma parfumnya floral menjadikan dirinya begitu feminine.
__ADS_1
Rumah begitu sepi kemana si kecil "Mr.Yudo.. .. Nona kemana? " Tanya Dave ke ruang Mr. Yudo. Mr. Yudo adalah orang kepercayaan kakek usianya 50an dia juga yang mengurus The King dan Baverlly, waktu di Villa Mr.Yudo yang menyambut Nona muda
"Sudah 3 jam pergi ke salon Tuan, tadi Ellena memberi tahu saya ketika mereka sudah berangkat" Jawab Mr. Yudo
"Owh.. Kenapa Ellena nggak telfon Dave, ya sudah kalau gitu saya mau ke kamar Dave. Beritahu Dave kalau Nona sudah pulang"
Dave lalu pergi dari Ruang Mr. Yudo
Setelah dari salon Flower ingin mampir ke rumahnya karena memang melewati rumahnya
"Gimana boleh saya pulang sebentar?? " Bujuk Flower
"Kalau masalah ini, apa kita tidak tanya Tuan Muda dulu Nona.. Saya takut.. Tuan Muda pasti khwatir tadi saya tidak bilang kalau kita pergi" Ellena dengan halus menolak
"Ya udah.. Kalau gitu kita pulang saja" Flower tatapan ke arah jalan. Dan jalan itu menuju arah rumah orangtua Flower
Dua puluh menit kemudian mereka sampai di Baverlly, dan Flower turun dari mobil dengan rasa kecewa sebenarnya Flower juga belum siap ketemu Andra dan Mariana tapi dia rindu rumahnya, rumah masa kecilnya dan kamarnya.
"Baik Nona.. Nanti saya sampaikan ke Tuan, "
Ellena pergi sambil menghela nafas, Ellena tahu tentang keadaan Flower apalagi kalau bertemu orangtuanya pasti akan sakit lagi.
"Ellena kalian sudah pulang, " Dave tiba-tiba datang dari mini bar
"Iya Tuan.. Nona sedang beristirahat dia ingin saya menyampaikan ke Tuan. Saat ini Nona tidak ingin diganggu. Karena tadi kita ke salon melewati jalan rumah pak Andra. Flower tadinya meminta untuk mampir sebentar. Tapi saya takut Tuan, tidak mengizinkannya. Karena keadaan Nona juga belum stabil saat ini. Saya khawatir kalau Nona bertemu orang tuanya akan jatuh lagi. " Ellena dangan tenang
"Iya kerja yang bagus. Tadi Dave juga di kampusnya sudah mengurus semuanya.. Yuken sudah merubah jadwal kuliah Flower, biarkan saja dia beristirahat. Dave mau ke ruang fitness" Ucap Dave
__ADS_1
"Baik Tuan.. " Ellena beranjak pergi.
Setelah selesai treadmill Dave melakukan panggilan ke Andra
"Sore om Andra.. Ini Dave" Dave sedang duduk dibangku dan mengelap keringat
"Owh.. Iya Dave. Kamu pakai nomor baru om jadi lama angkat telfonnya" Andra masih dikantor
"Om Andra.. Ada yang Dave mau bicarakan tentang Flower. Apa om Andra ada waktu?? " Dave bertanya dengan berhati-hati
"Om Andra masih di kantor" Ucap Andra
"Kalau tidak, nanti saya ke rumah om Andra" Dave dengan rasa bingung
"Kalau soal Flower bicara saja sama Om, jangan kerumah dulu. Kamu tahu sendiri, kondisi Mariana waktu itu" Andra dengan rasa khawatir
"Flower sakit Om.. Psikisnya kurang baik.. Dave nyesel Om, kenapa kemarin dari Villa tidak langsung ke Baverlly" Dave dengan baik memberi tahu
"Iya Dave.. Dari dulu Flower memang sensitif, bila Flower merasakan shock dia jatuh sakit, lalu gimana keadaan dia sekarang??" Andra dengan cemas
"Perlahan membaik Om.. Sudah mulai melakukan aktivitas seperti biasa. Dan sudah ke kampus. Sekarang sifatnya seperti Anak remaja 17 tahun , Dave ikuti saja apa maunya, yang penting Flower tidak sakit lagi. Dokter juga terus memantau Om. Hanya ini Om yang Dave sampaikan ke Om Andra,
Dave janji akan menjaga Flower. " Dave juga merasa khawatir
"Iya.. Om Andra percaya sama kamu. Kalau ada apa-apa bilang sama Om Andra" Andra dengan sendu dan berkaca-kaca karena merasa Dave pria yang baik, tapi juga membuat putrinya sakit
"Baik, Om Andra. Kalau gitu Dave tutup telfonnya, terimakasih" Dave menutup panggilan
__ADS_1
Dave merasa bahwa Flower saat ini adalah Nona Muda 17 tahun yang dia tinggalkan. Kondisi mental terganggu karena Dave, Dave merasa lebih sakit lagi. Dave tidak kuat melihat wanita yang dia cintai menderita.
Bersambung......