Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 34. Aku, Hanya ingin mencintaimu


__ADS_3

Malam dengan seribu bintang


Udara dingin seakan menusuk


Rasa hati ini semakin bimbang


Karena aku akan pergi besok


"Sayang.... Malam ini aku tidur disini ya??" Karena besok malam Dave akan berangkat ke Amerika.


"Nggak!! Kamu bobo sana kamar kamu" Flower sebenarnya tidak ingin jauh dari Dave.


"Malam ini aja sayang. Besok malam aku dah terbang, Please!!" Tatapan kucing yang ingin dielus-elus.


"Nggak! Aku nggak bisa!! Sana ke kamar kamu." Flower mendorong suaminya untuk menyuruhnya pergi.


Seketika..... Mata Dave seperti mata elang yang sedang melihat mangsanya.


"Udah.. Jangan liatin aku kaya gitu. Keluar ya!!Kalau kamu kaya gini. Gimana, kalau nanti aku kangen kamu.. Emmmh.." Flower bibirnya manyun lalu menutup wajahnya, karena Flower dengan tatapan Dave, Bikin jadi dag dig dug


"Memang kenapa?? Aku suami kamu. Semalam aja sayang. Besok aku pergi jauh. Lama nggak ketemu. Emmmhhh" Dave menggunakan aegyo yang sama seperti Flower


"Aaaah... Terus kalau nanti aku jadi terbiasa pengen tidur sama kamu gimana???!! Kamunya nggak ada." Kaki Flower seperti anak kecil yang menginginkan es krim.


"Ya udah.. Kali ini aja kamu kasih aku kesempatan. Kan cuma bobo bareng, kaya waktu itu, malam sebelum kita menikah. Kita ngobrol sampai tertidur disitu. Itu tempat tidur saksinya." Dave berusaha menerjang.


"Yaaa kan beda sayang. Waktu itu perasaan aku masih aneh. Sekarang udah sadar sepenuhnya. Kalau kita sekamar. Uuuuuu nggak..Nggak bisa!" Flower dengan kekuatan melawan Dave dan dirinya sendiri.


"Emmm... Kamu gitu sama aku. Kamu tega, sama suami kamu. Waktu itu aja di acara wisuda bilang *suamiku aku mencintaimu*. Terus sekarang apa coba??" Dave mengeluarkan segala jurus.


"Iya suamiku tercinta, suamiku yang hebat, suamiku yang pandai menggoda istrinya. Aku mohon, keluar dari kamar ini. Waktu itu kan udah janji,, kamu di kamar depan. Terus aku di kamar ini. Kalau kamu gini terus, aku nggak akan kasih ijin kamu ke Amerika. Aku juga berhak berkuasa atas suamiku" Benteng pertahanan yang cukup kuat, Flower lawan!!


"Iya... Iya.. Ya. Udah kamu bobo. Aku ke kamar dulu. Kamu baik-baik nantinya. Jangan kangen sama aku. Nanti kalau kangen aku. Kamu sakit." Dave seolah meruntuhkan benteng.


"Tenang sayang. Aku nggak akan kangen sama kamu. Dan aku nggak akan sakit lagi. Ya udah. Sana keluar... Love You sayang" Dave ditarik keluar pintu.


Yesss...!!!!


Flower yang menang!!


Kalah lagi... "Liat kamu sehat udah cukup bagiku, kamu sehat seperti dulu dan selalu ingat aku. Aku bahagia. Dave hanya ingin mencintaimu Flower." Dave meninggalkan kamar Flower dengan perasaan rindu.

__ADS_1


"Selamat pagi Nona" Ellena menyapa ketika masuk ke kamar, tapi di kamar nggak ada, di kamar mandi juga nggak ada.


"Dave... Aku bakal kangen sama kamu sayang" Flower memandangi suaminya dengan perasaan mendalam.


"Emmsss.. Sayang kamu disini?" Dave membuka mata ada istrinya disebelahnya.


"Kamu sudah bangun sayang" Flower dengan tersenyum manis dan jarinya memainkan bulu mata Dave.


"Eeemmmhh... Dari kapan kamu disini??"


Dave penasaran Flower tidur dikamarnya.


"Dari Jam 1. Aku terbangun.. Lalu kesini, bobo sama kamu." Flower mulai memainkan rambutnya Dave dan tersenyum geli seolah ada yang lucu.


"Sini aku peluk.. Kita bobo lagi aja. Nggak ada jadwal juga" Dave memeluk Flower dengan hangat.


"Iya.. Tapi ada jadwal ke C.T.O pertemuan keluarga jam 9. Sekarang hampir jam 7. Ellena pasti juga sudah mencari Nonanya" Flower berusaha melepas pelukan Dave.


"Sebentar saja, 5 menit lagi. Jangan beranjak pergi. Aku kangen.. Aku kangen kamu.." Dave memeluk erat,, 5 menit adalah waktu berharga baginya. Dan mungkin tidak tahu dengan hari esok. Karena harus terpisah jarak dan waktu.


Flower meninggalkan kamar Dave. Flower bersiap untuk pertemuan keluarga. Biasanya dia merasa senang setiap ada pertemuan keluarga. Tapi hari ini suaminya akan pergi.


"Ini Nona.. Sudah saya siapkan" Ellena dengan sedih melihat Flower tapi tak berani bertanya.


"Flower mau mandi.. Kamu boleh keluar" Flower sedih.. Tapi kesedihannya tidak boleh Dave tahu.


Semua menu sudah tertata rapi dimeja makan. Seluruh keluarga sudah menanti Dave dan Flower. Padahal harusnya jam 9 pagi sampai jam makan siang belum datang juga.


"Sayang.. Ayo berangkat, kalau kamu diam kaya dulu lagi, gimana aku tenang disana. Kamu mengerti kan sayang." Dave panik dengan kondisi Flower yang tiba-tiba seperti awal di Baverlly


"Iya.. Aku tahu. Kamu aja yang ketemu keluarga untuk berpamitan. Aku nggak kesana. Terus nantinya aku juga nggak mau ketemu mereka, selama kamu nggak ada di rumah. Aku cuma ingin fokus kuliah dan pekerjaanku." Ntah apa yang dirasakan Flower saat itu.


"Iya aku ngerti. Aku nggak akan memaksa kamu, kamu istirahat dulu. Aku kesana untuk berpamitan. Dan aku akan langsung pulang." Dave dalam bimbang dan hati tak tenang pergi pertemuan keluarga.


"Yuken.. Bagaimana ini. Sepertinya Nona kamu tidak stabil lagi. Dave takut seperti waktu itu." Dave dengan bingung dan minta pendapat Yuken


"Apa kita ajak Nona saja Tuan. Nona bisa berkuliah disana." Yuken juga merasa khwatir.


"Aaaah... Flower kenapa harus begini." Dave bingung harus berbuat apa.


Setelah sampai di C.T.O

__ADS_1


"Akhirnya kalian datang juga, mana Flower?? Kamu sama Yuken saja??" Adi Wijaya


"Sepertinya Dave nggak akan pergi yah. Dave nggak bisa ninggalin Flower" Dave menceritakan yang terjadi tentang Flower.


"Ya sudah.. Nggak apa-apa, kamu nggak usah pergi. Yang penting kondisi Flower saat ini lebih penting" Adi Wijaya dengan bijaksana karena mereka keluarga besar sangat menyayangi Flower.


"Kamu pulang nak.. Kasian Flower menunggu, kamu juga sudah Insinyur. Tidak masalah kamu kuliah dimana, disini juga bisa" Yunita dengan perasaan sayangnya.


"Benar kata Ibu sama Ayah. Lagian Dave juga telalu berat. Di L.O Centro juga Dave yang handle, kalau Flower semua kasian juga. Jadi begini ayah, C.T.O kita percayakan sama Kak Calvin dan Kak Stella, Dave terlalu berat juga. Dave yakin Kak Calvin akan lebih hebat mengembangkan C.T.O" Dave dengan berkaca-kaca, karena saat ini yang utama adalah istrinya.


"Baik.. Nanti ayah akan pertimbangkan. Kamu pulang saja. Nanti ayah sampaikan ke keluarga." Adi Wijaya melihat anaknya bahagia sudah cukup baginya.


"Ibu Ayah.. Dave pamit dulu. Salam untuk seluruh keluarga." Dave pergi dengan rasa cinta dihatinya.


Duduk termenung diatas tempat tidur. Flower bingung harus gimana. Flower bingung, susah jauh dari Dave.


"Nona.. Melamun saja. Mari makan. Sudah siang. Nona pagi juga tidak sarapan! Ellena mengajak pergi untuk makan.


"Nggak.. Flower nunggu Kak Dave datang. Baru makan" Ucapnya dengan memeluk guling.


"Baiklah! Saya akan menyiapkannya di meja makan. Karena Tuan sudah perjalanan pulang." Ellena belum beranjak pergi.


Tiba-tiba Dave datang


"Sayang.. Kita Pergi... Ayo!! Kita pergi jalan-jalan." Dave menariknya dan mengajak keluar dari rumahnya dan membawa ke suatu tempat.


"Sayang ini kan kampus. Ngapain ke kampus??" Flower bingung dengan suaminya.


"Ayo kita turun dan ikut aku." Dave menggandeng istrinya.


"Ingat waktu disini??" Dave berdiri di tempat special.


"Iya aku ingat. Tempat ini buat aku berdebar" Flower tersipu malu karena ingat hal itu.


Kita memulai hubungan kita dikampus ini. Dan aku akan kuliah disini untuk S2 nanti. Dan kita bisa berangkat bareng, ke kantin bareng, ke perpustakaan bareng dan kamu harus liat aku rock climbing. Aku pengen kamu liat aku!!!


Aku "hanya ingin mencintamu"


Aku juga "hanya ingin mencintaimu"


TAMAT!!!

__ADS_1


__ADS_2