Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 16. Munculnya gadis rahasia


__ADS_3

Pagi ini udara terasa sejuk, angin pagi membuat Flower tidur lebih lama. Sang waktu berjalan begitu cepat. Tak terasa Dave dan Flower sudah 6 bulan berpacaran.


Liburan semester hampir usai. Dave mulai memikirkan untuk Ujian Skripsi dan Flower akan memasuki semester 4 dengan jadwal perkuliahan yang begitu padat.


Walaupun masih dalam keadaan libur semester. Ada beberapa mahasiswa masih aktif dengan kegiatannya.


Dave mulai memakai Hardness dia bersiap untuk melakukan rock climbing. Dave semakin dikenal kalangan mahasiswa junior dan banyak gadis yang berusaha mendekati.


Suara gadis-gadis itu membuat semua riuh. Arneta menghubungi Flower yang kebetulan masih di rumah.


"Flower.. Buruan datang.. Jangan sampai Kak Dave digigit semut" Arneta yang mulai geram


"Ah.. Biarin saja, suka-suka dia!! Memangnya dia lagi ngapain?? " Awalnya masa bodoh tapi penasaran


"Dia di acara Rock Climbing A & E, disini ramai banget,, buruan datang di G.O. belakang! " Seru Arneta


"Hemm.. Katanya dia nggak ikutan.. Gimana sih!!" Flower cemberut


"Disini banyak gadis-gadis, apalagi junior!! Aku fotoin ya." Arneta mengirim foto Dave dan lainnya


"Haahhh!! Seramai itu?? Uuuufff.. Semalam telfon katanya nggak ikut. Ya udah aku kesana!" Seru Flower


"Serius kamu?? " Arneta tersenggol cewek di sampingnya membalas menatap tajam


"Tapi nggak deh!! Aku takut, tiap liat di Rock Climbing. " Flower menghela nafas.


"Ya udah.. Aku cuma kasih tahu itu,, byeee" Arneta menutup panggilannya


Dave mulai melakukan rock climbing dengan penuh semangat, Dave semakin percaya diri semenjak dekat dengan Flower. Bagi Dave, Flower adalah sebuah kunci yang membuka kehidupan Dave.


"Kak Dave.. Kak Dave....kak dave!!! " semua meneriakki ada juga " Kak Ben semangat!! " Semua riuh dan banyak terdengar suara perempuan.


"Jony, kamu sudah ketemu pacar Dave? " Sasya bertanya Jony yang duduk disebelahnya


"Belum, aku juga nggak ikut campur" Jony sambil melihat ke Dave yang sedang memanjat


"Aku cuma penasaran, dia seperti apa,, Dave semakin hari semakin keren, itu banyak junior yang melihatnya!" Seru Sasya


"Kamu masih suka Dave? Mending lupain deh!" Jony dengan menatap Sasya


"Apa sih kamu!! aku kan sudah punya pacar juga, tapi kalau aku suka Dave ya biar masa itu aja,, dia memang terbaik" Sasya dengan tegas

__ADS_1


"Baguslah!! Lebih baik kamu cintai pasangan kamu, dari pada mengejar yang tak bisa dikejar" Jony sambil melihat ke arah Beny


Dave selesai kemudian mulai turun. Rock climbing pagi ini memang menyenangkan dengan hal tak terduga


"Kak Dave..Kak Dave tampan...." Banyak suara cewek memanggil dan Dave hanya diam.


"Keren Brother!!! Banyak penggemar itu" Seru Jony


"Keren Dave" Beny menyapa


Dave membalas dengan tangannya "Kamu juga keren Ben" Mereka tersenyum


Setelah Dave dan Beny membuka kegiatan pagi itu mahasiswa lain mulai melakukan rock climbing.


Kemudian mobil Lamborghini Putih melaju ke arah G.O. dan dibelakangnya ada beberapa mobil lain yang mengikuti. Begitu mobil itu berhenti dekat arena, semua mata tertuju kepada mereka ada 5 cewek dan 4 cowok serta beberapa bodyguard yang mengawal mereka. Dengan outfit keren mereka terlihat sempurna bak super model yang sedang di atas catwalk.


"Sayang,, kamu nakal ya!!" Cewek itu melepas kacamata hitamnya di depan Dave kemudian melingkarkan kedua tangannya dileher Dave


Dave tersenyum manis, dan semua yang melihatnya terkejut.


"Ternyata, kamu berani kesini ya?? " Dave sambil melingkarkan tangannya ke pinggang cewek itu dengan tersenyum


"Kamu sudah bermain denganku." Cewek itu berbisik ke telinga Dave


Kemudian Dave mencium bibir cewek itu didepan umum untuk pertama kalinya.


Jony, Beny, Sasya, Alex, Jesica, dan semua yang ada disitu terkejut melihatnya


"Haii semuanya" Cewek itu menyapa ke teman-teman Dave sambil melambaikan tangan kanannya bak model


"Flower!!!!" Seru teman-teman Dave yang mengenalnya.


"Haii.. Dave apa kabar kamu, sayang? " Stella yang terlihat sexy memeluk Dave


"Huuuffhh!!! Kak Stella." Dave dengan ketus dan Stella melepas pelukannya


"Flower sayang." Arneta berpelukan


"Kak Stella,, Enaknya Dave kita apain ya?? " Tanya Yuken dengan bersiap didampingi beberapa Bodyguard


"Kalian jangan main-main!!!" Seru Dave

__ADS_1


"Bawa Dia!" Flower mengisyaratkan pada bodyguard itu membawa Dave


"Ayo kak Stela!! Arneta,, Kamu ikut aku!!" Tegas Flower


"Nggak usah gini juga!! Aku bisa jalan sendiri.. " Tegas Dave yang di rangkul Yuken dan dikelilingi beberapa bodyguard


"Sorry kak Jony, Kak Dave kita bawa dulu!" Edo dengan menepuk pundaknya


Tetapi semua teman-temannya mengikutinya dan khawatir tentang Dave


Akhirnya mereka sampai di suatu tempat yang lumayan jauh dari kampus. Dengan pemandangan yang mempesona. Dan mobil yang mengikuti mereka berhenti di halaman. Mereka begitu turun dan kebingungan, dalam hati mereka, kenapa Flower membawa Dave ke Villa. Villa itu tampak mewah dengan halaman yang luas dan dikelilingi kebun teh.


Flower yang sudah di dalam, dan semua masuk ke Villa itu. Mereka hanya berdiri kebingungan. Flower yang duduk di kursi besar sambil mengunyah permen karet dengan ekspresi yang aneh


"Kak Stela!! Ajak Dave ke kamarnya.. Suruh dia ganti baju!!" Flower dengan sikap tegas


"Flower... Kamu marah sayang??!" Dave sangat gelisah sepanjang perjalanan Dave begitu khawatir


"Ayo Dave! ikut kakak. " Stella mengajaknya dengan menarik lengan kanan Dave


"Kalian semua kenapa bengong?? udah duduk santai aja!! kalian nggak usah mikirin Kak Dave!" Flower dengan gayanya yang aneh.


"Mereka sahabat Flower. Ada Arneta, Natasya, Edo, Steve" kemudian lanjut Flower "mereka Ellena, Zea, Yuken, dan Baro adalah asisten Flower" Flower menyebutkan nama mereka ke teman-teman Dave dan mereka saling berkenalan


"Flower.. Aku bingung!!" Jesica menatapnya dengan cemas karena di Villa itu ada beberapa bodyguard dan pelayan


"Kak Jesica tenang saja!! Silahkan kalian minum dulu, Itu sudah disiapin sama pelayan" Terang Flower


"Nona, makanan sudah siap!! Waktunya makan siang. " Pelayan memberitahu Flower


"Arneta, ajak mereka semua ke ruang makan, nunggu kak Dave keluar kamar pasti lama.." dalam hati Flower sudah lewat jam makan siang. Flower juga sebenarnya tidak tega dengan teman-teman Dave yang mengikutinya sampai jauh.


Situasi di ruang makan


"Kakak-kakak semua, mari kita makan dulu." Arneta mengajak mereka makan dengan suara sopan


"Kita bingung..... Apa kita doyan makan!!" Seru Jony


"Udah kak Jony....kakak santai saja.. Ayo kita ambil makanan..." Edo dengan santai mengajaknya


Akhirnya mereka semua makan siang di ruang makan, tetapi masih bingung dengan situasi saat itu dan mereka tidak nyaman dengan keadaan di Villa itu.

__ADS_1


Bersambung......


__ADS_2