Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 33. Sahabat tak tergantikan


__ADS_3

Sore hari dikala sang mentari pergi meninggalkan pagi. Puncak sore ini sangat istimewa, semua sahabat berkumpul bahkan ada yang membawa kekasih mereka, dengan mesra menatap langit disore itu.


Diteras belakang Villa, semua sedang berkumpul kecuali Dave dan Flower yang masih berada di kamar. Mereka tampak riang dengan canda tawa, ada yang bermain gitar dan menyanyi, ada juga yang sedang membuat barbeque.


"Arneta!! Kamu gitu ya sama Flower!! Tega kamu!!" Flower datang dengan emosi, melemparkan sebuah kertas kehadapan Arneta, yang saat itu Arneta sedang asyik bermain kartu dengan Jony, Beny dan Jesica.


"Sayang.. Kamu kenapa?? Kamu tiba-tiba marah gitu??" Arneta tampak bingung dan membuka kertas itu. dan yang lain melihat dengan mata, seolah bertanya, apa yang sedang terjadi.


"Kamu liat baik-baik!! itu, kamu kan yang nulis. Flower hafal tulisan kamu!!. Kenapa kamu tega sama aku??" Flower masih emosi dan berkaca-kaca.


Tiba-tiba Dave berlari dan meraih Flower


"Sayang.. Dengerin aku... Ini bukan seperti yang kamu pikirkan. Aku nggak punya hubungan apa-apa sama Arneta. Itu tadi dari Jony sayang"


"Sayang.. Kamu nuduh aku, iya.. ini tulisan aku. Tapi kak Jony yang nyuruh aku. Sumpah!! Kamu percaya kan sama aku??" Arneta hampir menangis.


"Dave!! Dia Dave.. Aku nggak yangka, kalian tega sama aku??" Flower menangis.


"Flower itu tadi Jony yang nyuruh bikin tulisan, bener Jony" Jony mendekati Arneta dan membaca tulisan itu.


"Tapi disitu nggak ada nama kak Jony. Flower hafal tulisan dia. Kamu bener-bener tega sama aku. Aku kecewa sama kamu" Flower makin menjadi-jadi dengan tatapan tajam.


"Sayang.. Kamu tenang. Ini semua salah paham. Nanti kamu sakit lagi sayang. Aku mohon. Aku sama Arneta nggak ada hubungan apa-apa. Itu dari Jony sayang." Dave ingin memeluk selalu dihindari.


"Sayang.. Flower.. Sabar dong. Mungkin ini cuma salah paham" Natasya dengan lembut mendekati Flower.


"Jadi kamu juga belain dia!!" Flower nunjuk ke wajah Arneta yang mulai nangis.


"Flower... Aku nggak salah. Aku cuma diminta buat tulis itu sama kak Jony. Flower kamu nggak percaya sama aku??" Arneta dengan rasa khawatir air mata mengalir deras.


"Udah Arneta,, Flower cuma salah paham aja. Jangan nangis ya" Edo yang datang berusaha membuat dia tenang.


"Owh.. Edo...Bagus!! Kamu juga belain dia do.. Kalian keterlaluan. Aku benci sama kamu Arneta. Aku kecewa sama kamu" Flower menangis dan pergi, lalu Dave mengejarnya.


"Natasya, Edo kalian percaya kan sama aku. Flower benci sama Arneta" Arneta menangis dengan ketakutannya.


"Udah Arneta jangan nangis gitu. Kita jadi sedih. Jony minta maaf ya sama kamu. Gara-gara kak Jony, jadi begini" Jony mengusap air mata Arneta.


Dan yang lain bingung dengan keadaan sekarang ini.


"Steve... Kamu percaya aku kan?? Steve!" Arneta melihat Steve seolah menjauh.


"Steve nggak ngerti. Siapa yang benar.. Steve liat Flower dulu" Steve pergi dari Arneta dan yang lain.


"Edo.. Kamu percaya kan sama aku. Itu Steve nggak mau liat aku." Arneta mulai menangis deras tak terbendung lagi.

__ADS_1


"Maaf Arneta.. Kita mau liat kondisi Flower dulu. Apalagi dia baru sembuh. Kita khawatir. Kamu sama yang lain dulu ya" Edo dan Natasya pergi meninggalkan Arneta.


"Arneta hanya ditemani Jony, Beny, Jesica, Alex, Sasya, pacar Sasya dan pacar Beny


"Udah kamu jangan nangis. Kak Jony yang salah. Maafin kak Jony ya.." Jony memeluk dengan lembut.


"Tapi Arneta sedih kak. Flower sahabat Arneta yang paling dekat. Arneta nggak pernah dimarahin sama Flower. Tapi tadi Flower beneran marah sama Arneta. Waktu dia di Baverlly Arneta udah merasa kehilangan Flower. Terus sekarang dia marah sama Arneta Kak. Kita dulu kemana-mana bareng. Makan bareng. Dia ke toilet Arneta yang temenin. Tapi gara-gara tulisan ini. Dia beneran marah sama Arneta. Arneta nggak mungkin seperti itu sama Flower. Flower udah kaya kakak buat Arneta. Kak Jony tahu kan gimana perasaan Arneta waktu dia ke Baverlly. Arneta sayang sama Flower." Menagis lebih tersedu-sedu.


"Arneta diam.. Cup.. Cup... Mungkin Flower salah paham. Biarin dia tenang dulu." Jesica berusaha menghiburnya.


"Tapi kenapa yang lain juga nggak percaya sama Arneta. Apalagi Steve. Mata Steve seolah juga marah sama Arneta" Arneta tidak berhenti menangis.


"Udah jangan nangis lagi.." Alex yang didekat Jesica


"Arneta sayang kamu Flower. Tapi kamu nuduh Arneta. Kamu nggak pernah marah sama Arneta. Kamu selalu sayang sama Arneta. Tapi sekarang kamu benci sama Arneta. Kak Jony... Arneta harus gimana biar Flower percaya, kalau tulisan ini dari Kak Jony." Tanpa sadar tangisan Arneta mengguyur dada Jony.


"Happy birthday to you...


Happy birthday to you..


Happy birthday....


Happy birthday.... ....


Happy birthday tou you.......... 🎂🎂"


"Kamu beneran nggak marah sama Arneta??" Arneta masih takut dengan hal tadi.


"Gadis bodoh! Siapa yang marah sama kamu??!Flower dan yang lainnya cuma ngerjain kamu.


Hari ini ulang tahun kamu sayang" Flower mencium dan memeluk Arneta.


"Arneta selamat ulang tahun. Maafin kak Dave. Itu tadi Flower yang minta buat Jony bikin itu." Dave dengan senyum.


"Aaaaa... Jadi kak Jony juga ikutan mereka, buat ngerjain Arneta??" Arneta melihat Jony masih disamping Arneta.


"Iya... Kak Jony.. Nah itu mereka berdua yang nyuruh. Tapi kak Jony juga sayang sama Arneta. Selama Dave nggak ke kampus. Kamu yang nemenin kakak. Selamat ulang tahun. Udah jangan nangis terus" Jony membawakan hadiah "ini kado buat kamu, semoga Arneta suka"


"Makasih ya kak Jony" Arneta membalas dengan senyuman.


"Ini dari kak Dave.." Dave ngasih Tas brand ternama dan Arneta suka itu karena liat dari katalog Flower.


"Ini dari Genk Kayangan. Maafin Steve ya gadis bodoh. Steve tadi cuma akting dikit. Gimana bagus nggak..? Udah mirip aktor belum?? Selamat ulang tahun. Kamu sahabat yang paling kita sayangi." Stave memeluk dengan rasa haru.


"Iya.. Dari sorot mata kamu beda. Makanya aku takut. Kalau kamu juga marah. Makasih kadonya" Arneta tersenyum.

__ADS_1


"Edo juga minta maaf. Habisnya kita bingung mau kasih kejutan apa. Itu dibuka kotaknya itu, dari kita berempat. Tapi yang milih tetap Flower" Edo juga sangat menyayangi Arneta.


"Selamat ulang tahun sayang. Maaf Natasya tadi juga dapat peran dikit. Natasya sayang Arneta. Buka kotaknya. Natasya juga penasaran" Natasya duduk di depan Arneta.


"Aaaaa....Takut.. Ntr dikerjain lagi" Arneta masih bingung.


"Ya udah. Bener nggak mau kadonya?? Kalau gitu buat Flower aja" Flower bercanda.


"Jangan!! Kan buat Arneta hadiahnya." Dan setelah dibuka hadiahnya kunci Mobil.


"Gimana suka?? Itu Flower yang pilihin" Flower tertawa.


"Ini cuma kunci mobil" Arneta masih bingung.


"Dasar gadis bodoh. Itu kamu dapat kado Mobil. Gimana suka nggak??. Makanya tadi Steve pura-pura ngejar Flower. Padahal kita Liat mobil baru kamu, di Garasi dalam." Steve menyayangi Arneta seperti adiknya sendiri.


"Beneran?? Serius?? Mobil yang aku pengen?" Arneta penasaran. Karena di antara sahabatnya Arneta belum punya mobil sendiri, Flower tahu Arneta pernah nunjuk gambar mobil, yang dia ingin beli.


"Iya.. Kak Jony dan lainnya juga udah ditunjukin sama Dave, makanya yang lain juga akting semua itu. Ayo kita liat aja" Jony mengajak Arneta ke garasi.


"Eeh..... Kalian sadar nggak sih?? Perhatian kak Jony ke Arneta sepertinya tanda-tanda" Flower berbisik ke Edo, Steve, dan Natasya.


"Iya sepertinya begitu," Edo sambil melihat ke Arneta dan Jony.


"Terus gimana menurut kamu Steve??" Flower bertanya ke Steve.


"Ya nggak apa-apa, cocok sama gadis bodoh. Dia orangnya baik dan perhatian, juga lebih dewasa" Steve memandang karakter Jony.


"Kalau menurut Natasya mereka cocok sih. Tapi Arneta bukannya katanya ada gebetan?"


Natasya hanya mendengar setiap Arneta cerita lagi dekat sama seseorang.


"Katanya sih gitu.. Tapi nggak tahu" Flower masih berbisik.


"Eeehheeemm.. Eheems.. Sayang.. Kita pergi yuk" Flower narik tangan Dave dan berbisik


"Kita tinggalin Arneta, biar berdua sama kak Jony"


"Emms.. Kenapa??" Dave berisik balik ke Flower.


"Kamu nggak paham sama sahabat kamu, ayo!!!" Flower menarik Dave untuk pergi.


"Arneta.. Kamu belajar sama Jony. Kita semua pergi dulu." Dave pergi dengan yang lainnya.


sahabatnya pergi meninggalkan garasi mobil, hanya tertinggal Arneta dan Jony berdua.

__ADS_1


"Yesss.. Misii kita berhasil!!" Seru mereka berempat *gank kayangan*


Bersambung......


__ADS_2