
Malam pun datang diiringi hujan yang sangat deras. Dave menuju rumah Flower untuk menemui kedua orang tua Flower.
Sesampainya di rumah Flower hujan masih deras dan bibi Yum membuka pintu.
"Silakan masuk Den Dave.. saya panggilkan Bapak dan Ibu dulu" Bibi mengajak ke ruang Tamu lalu meninggalkan Dave yang duduk sendirian dengan wajah suram
"Pak Andra.. Ada Den Dave datang, dia di ruang tamu" Bibi yum memberi tahu Andra
"Iya suruh tunggu dulu, buatin dia kopi." Andra dengan tenang
"Siapa yang datang pa?? " Mariana baru keluar dari kamar mandi
"Dave ma.. Mama nanti bersikap bijaksana.. Kontrol emosi mama.. Jangan seperti kemarin" Ujar Andra kepada istrinya
"Tapi pa.. Mama nggak salah.. Mama sebagai ibu nggak rela anak mama satu-satunya disakiti" Mariana dengan emosi
"Kalau gitu mama di kamar saja nggak usah keluar, jadi tambah masalah nanti, anak kita saat ini sudah memilih tinggal di Baverlly. Dan dia pemilik Baverlly. Dan dia yang akan jadi mantu kita ma. Jadi mama tahan emosi mama. Lagian Kak Adi dan Kak Yunita juga nggak tau soal Dave, mereka juga sudah minta maaf. Ya udah papa keluar duluan. Mama redam dulu amarah baru ketemu Dave" Lalu Andra keluar dari kamar
"Sudah lama kamu Dave, gimana kabar kamu?? " Andra dengan sikap tenang
__ADS_1
"Kabar Dave, kurang baik om" Dave berkaca-kaca dan melanjutkan kata-katanya
"Dave kesini mau minta maaf sama om Andra dan tente Mariana, Dave nggak bermaksud mempermainkan perasaan putri om Andra. Kemarin kak Stella juga dah cerita apa yang terjadi di C. T.O, Dave akui. Dave yang salah om. Tapi sumpah om. Dari awal Dave kesini Dave sama sekali nggak tahu kalau Flower putri CEO D.L.A. Dave satu bulan yang lalu mendengar cerita dari Edo, Dave ikuti semua kegiatan Flower, dan Dave terkejut saat itu. Dave mulai sadar kalau Flower Nona Muda Baverlly, Saat itu Dave bingung harus gimana bilang ke Flower. Tapi Dave cinta sama Flower. Dave nggak bisa jauh bahkan pisah sama Flower. Tapi om Andra pasti tahu dari Ibu kalau Dave meninggalkan Baverlly bukan karena perjodohan itu. Sama sekali bukan, Dave dari kecil tinggal sama kakek. Dave selalu menurut apapun aturan dari kakek. Tapi setelah kakek meninggal Dave butuh jati diri Dave sendiri, Dave juga pengen hidup normal seperti remaja lainnya. Saat itu Dave SMA, Dave pergi dari Baverlly dan The King tahu itu, tapi Dave minta sama mereka untuk menjaga Nona Muda Baverlly. Dave daftar sekolah sendiri dan sewa rumah di Avilla Dave lakukan semua sendiri, Dave juga tidak berkomunikasi dengan siapapun, lalu Stevani tahu tempat tinggal Dave dan ikut kesana. Setiap kita di tanya orang, tentang orang tua. Kita selalu bilang orang tua kita di Luar negeri. Lalu Ayah membeli rumah itu dan Ibu mengirim asisten setiap hari. Tapi Dave nggak peduli. Dave cuma nggak mau orang melihat Dave Putra penguasa C.T.O. Di hari pertunangan itu Dave datang om. Dave datang tapi Dave nggak tahu yang mana gadis itu, dan tamu semua orang C. T. O nggak ada yang tahu. Kecuali Mr. Yudo saat itu melihat Dave. Dan Dave mengatakan ke dia. Kalau nanti ketemu calon istri Dave, bilang Dave pulang nanti kalau sudah lulus kuliahnya. Waktu itu Dave masih mahasiswa baru. Dave pikir nanti kalau pulang Dave nggak punya kesempatan lagi untuk masa muda Dave. Dave juga ingin melihat dunia luar selain aturan Baverlly dan C. T. O.
Makanya om, Dave udah nahan om. Dave jaga jarak sama semua perempuan yang ada di sekitar Dave. Dave.Tahan.Tapi begitu ketemu Flower. Baru satu tahun rasanya ada hal berbeda. Dari awal kan Dave cerita sama om tante dan teman-temannya Flower. Waktu di RC Dave ungkapin semua perasaan Dave. Ntah nantinya gimana Dave nggak bisa mikir lagi. Dan ternyata Flower memiliki perasaan yang sama. Tapi perasaan itu sekarang jadi bumerang untuk kita berdua. Dave nggak nyangka jadi begini. Yang awalnya Dave mau nikahin Flower dan mengajaknya keluar dari Baverlly. Tapi Flower malah sudah tahu lebih dulu."
"Jadi selama ini kamu tahu.. Tapi kamu nggak bilang" Mariana dengan marah
"Ma... Mama tenang dulu. Mama tenang Dave kan baru cerita. Biar Dave cerita dulu Ma" Andra berusaha menenangkannya
"Nggak apa-apa om. Tante Mariana berhak marah sama Dave. Dave akui Dave salah" Dave sambil berkaca-kaca dan menahan dadanya yang begitu sesak
"Sudah ma. Dia sendiri sudah menerima hukumannya. Dia sudah menerima rasa sakitnya Flower. Mama tenang." Andra dengan bersikap bijaksana walaupun dia juga sesak didadanya.
"Dave.. Om Andra paham, sejujurnya Om juga marah sama kamu, om juga merasa sakitnya Flower, tapi bagaimanapun kita adalah keluarga. Kamu menantu kita. Kalau soal Flower om sendiri juga belum menemuinya." Andra dengan rasa sesak berusaha tenang
"Maafin Dave Om Tante.. Dave nggak menyaka akan menyakiti semua Keluarga,"
Dave dengan ketidakberdayaannya menundukkan kepala dan menutup wajahnya dengan kedua tangannya
__ADS_1
"Lalu apa yang kamu lakukan nanti, Om Andra akan bantu kamu" Andra dengan tatapan yang syahdu
"Dave mau menyelesaikan kuliah Dave Om. Dave tinggal pengajuan Ujian Skripsi setelah itu Dave akan pulang ke Baverlly, Om Andra pasti tahu kalau sudah disana Dave tidak bisa lagi ke kampus dan bahkan harus ke Amerika, dan semua tanggungjawab Dave juga Flower. Flower sudah putus dengan Dave yang biasa. Dia memilih di Baverlly, Flower dengan segala aturan di Baverlly. " Dave dengan mulai tenang rasa sesak didadanya sedikit berkurang
"Iya Om tahu itu. Stella juga sudah kesini tadi pagi dan sudah menjelaskan semuanya. " Andra dengan melihat mata Dave. Mata Dave yang penuh rasa sakit.
"Awalnya om berfikir bila kamu sama Flower serius hubungannya. Om akan meminta kak Adi untuk memutuskan pertunangan Putri om dan Putra kak Adi, tapi semua malah begini. Flower pernah cerita. Karena tunangan Flower nggak pulang-pulang, nggak ada kabar juga cuma bilang kalau udah lulus kuliah baru pulang. Terus perasaan Flower ke Dave semakin hari semakin nggak bisa lepas. Kalau nantinnya dia pulang. Flower mau ajak Dave ketemu dia. Dan Flower akan bilang ke dia. Flower udah punya Dave dihati Flower.
Dan Om hanya memberikan kesempatan untuk Flower. Tapi sekarang jadi menyakiti hati Flower" Andra tidak bisa menahan diri dan meneteskan air matanya didepan Dave.
"Dave ngerti om. Kak Stella sudah cerita tentang itu semua ke Dave. Bagaimanapun Dave lebih awal mengungkapan perasaan Dave. Flower tidak bersalah akan hal itu, Dave yang salah Om." Dave dengan sikap yang tenang
"Makanya Tante marah sama kamu Dave. Marahnya tante, kenapa harus kamu yang jadi tunangan Flower. Padahal tante sudah setuju untuk membatalkan semua ikatan dengan Kak Adi. Tapi Ternyata kamu anaknya kak Adi. Tante masih belum menerima kamu sebagai tunangan Flower, tante bertahan karena papanya Flower mau menunggu menantunya pulang..." Mariana berdiri dan pergi dengan menangis
"Dave secepatnya akan pulang ke Baverlly Om. Terimakasih Om Andra masih memberi Dave kesempatan, semoga Flower juga masih memberi kesempatan buat Dave. Kalau gitu Dave pamit dulu Om, selamat malam" Dave menatap Andra
"Iya malam.. Hati-hati dijalan,, " Andra memeluk Dave
Sampai di tengah jalan Dave berhenti didalam mobil Dave menangis tersedu-sedu sepertinya kehilangan seseorang untuk selamanya
__ADS_1
Bersambung........