Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 13. Kegelisahan hati Flower


__ADS_3

Kelas pagi ini dengan Mata Kuliah Matematika Bisnis, kali ini Flower kurang fokus ntah apa yang membuat dia gelisah dan seperti orang melamun.


"Anak gadis ini, kenapa sepertinya tidak fokus hari ini?? " Tanya Mrs. Marchella


"Owh.. Iya Mrs. " Flower dengan malu


"Kamu kenapa, tidak memperhatikan kelas saya? " Mrs. Marchella dengan menatap flower


".... Mrs. Maaf " Flower menundukkan kepala


"Sepertinya, dia sedang kasmaran Mrs. " Celetuk salah satu mahasiswa perempuan yang ada di sebelah kanan Flower.


"Tidak ada yang salah dengan perasaan cinta, semua orang pasti merasakannya, tapi di kelas saya harus fokus! " Mrs. Marchella kembali melihat Flower yang berjalan disisi kanannya.


"Baik Mrs.Marchella..." Jawab Flower


40 menit kemudian kelas selesai. Semua mahasiswa sudah keluar dari kelas. Tapi Flower masih diruangan sendirian. Tiba-tiba ada teman kelasnya yang memanggil.


"Flower.. Kamu kenapa masih disini??.. Ayo ke Kantin. " Ajakan Luna, Luna gadis gemuk tapi punya sifat percaya diri yang hebat, dia cukup baik dengan Flower.


"Iya,," Jawab Flower dengan lirih


"Flow....Aku perhatikan sebulan ini, kadang kamu senyum-senyum kadang tiba-tiba kamu melamun dan sedih" Luna sambil berjalan ke arah kantin


"Luna.. Kamu punya pacar?? " Tanya Flower ke Luna


"Iya, dulu punya, sekarang nggak" Jawab Luna dengan senyum


"Owh.. Kamu putus sama pacar kamu?? " Flower sambil berjalan disampinnya


"Iya putus. Tapi masih dekat, aku yang putusin dia,, Dia ingin mempertahankan hubungan kita. Tapi aku nggak kuat. Dia juga belum pacaran lagi. Tapi gadis itu selalu membuat ricuh" Luna bercerita tentang dia


"Owh... Gadis.. Pasti temen dekat cowok kamu itu? " Flower merasa begitu


"Iya, dia dulu teman satu kelas dengan dia. Tapi sekarang hubungan kita baik. Aku juga tidak marah lagi sama dia. Karena yang penting dulu kita punya perasaan yang sama. Udah cukup buat aku. Gadis itu sekarang udah punya pacar, tapi aku nggak balikan. Cukup berteman saja. Karena aku takut sakit hati. Cukup menyayangi sebagai teman lebih baik, dari pada kehilangan" Suara Luna yang lembut


"Iya, kadang perasaan takut itu selalu ada." Flower dengan melihat ke layar handphone nya yang ada foto dia dan Dave


Sepanjang berjalan mereka mengobrol tanpa sadar sudah di depan kantin. Dave dan teman-temannya sudah ada di kantin. Bukan hanya Jony, kali ini ada Beny, dan Sasya. Flower melihat, tapi langsung mengambil makanan dan minuman kemudian ke meja yang mereka pilih.


Dave melihat Flower dengan perasaan galau sudah beberapa hari Flower bersikap dingin terhadap Dave.

__ADS_1


Dave menelfon Flower dihadapan teman-temannya. Walaupun teman-teman Dave tidak tahu kalau Dave punya kekasih. Flower masih belum mengangkat panggilannya.


"Flower..Handphone kamu getar itu.. " Seru Luna yang ada di depannya.


"Owh.. Iya Lun.. " Jawab Flower.


Flower menjawab panggilan


"Hallo.. Sayang,,, kenapa?? " Flower sambil melihat ke arahnya.


"Kamu yang kenapa? Hemms.. Cerita sama aku" Tanya Dave dengan rasa cemas


"Nggak.. Apa-apa.. Lagi malas aja" Lirihnya sendu


"Ya.. Udah makan. Aku nggak mau kamu sakit" Dave dari jauh menatapnya dalam


"Iya, sayang!!...Nanti sore kerumah ya.. Papa mau ketemu" Flower dengan tangan kanan memegang botol minuman


"Ya udah....sampai ketemu nanti sore, Love you" Dengan lembut Dave mengatakannya


"Love You to. " Flower menutup panggilan


Lengannya kanannya di senggol Jony yang duduk di seblahnya. "Hemms.. Telfon rahasia lagi"


Karena Jony pernah dengar waktu Dave telfon begitu privasi. Tapi Dave hanya mengatakan Rahasia


"Iya Rahasia" Dave sambil melihat ke Jony dan menepuk pundaknya. "Aku mau ke toilet," Dave berjalan melewati Flower


"Jon... Dave punya pacar?? " Tanya Beny


Sasya hanya diam dengan ekspresi muram


"Ntahlah.. Sepertinya sebulan ini dia begitu Rahasia." Jony sambil mengangkat minuman


"Ya bagus dunk, ternyata dia bukan patung.." Seru Sasya


"Dia cowok normal... Pastilah.. Aku lihat sepertinya Dave perhatian sama ceweknya, setiap aku dengar kalau dia lagi telfonan sepertinya beneran sayang. Tapi aku juga nggak tau siapa ceweknya. Dia selalu bilang ini hanya aku dan dia, kamu nggak perlu tau" Dengan santai Jony menceritakannya


"Keren juga Dave... Tiba-tiba punya pacar. Iya kan Dave selalu nggak mau ikut campur urusan orang lain. Ya udah kita cukup tahu aja dia punya pacar" Beny tersenyum


Dave kembali dari toilet dan duduk lagi dikursinya

__ADS_1


"Kalian udah selesai makan? " Dave menatap teman-temannya


"Udah!.... Dave, kamu punya pacar?? " Sasya sambil menatap dengan rasa kecewa


"Iya punya. Pacaran baru 4 bulan ini" Dave sambil melihat ke teman-temannya


"Waiissh.. 4 bulan Brother?? " Jony melihat ke arahnya


"Hemms.. Iya kenapa? Kan aku normal.. Kalian pikir aku nggak bisa pacaran?! " Sambil dah tertawa sampai-sampai Flower mendengarnya


"Bukan gitu.. Sedikit penasaran. Tapi kamu Keren bisa menahan lama, aku aja sampai 2 kali pacaran" Seru Beny di depannya


"Emang pacaran harus berkali-kali,?? Bagi Dave bukan soal pacaran. Perasaan cinta Dave ke dia itu nyata. Awalnya Dave cuma mengungkapkan perasaan Dave. Tapi ternyata dia punya perasaan yang sama. Kita jalani dengan perasaan kita. " Ungkap Dave dengan nada serius


"Wooow...!! Kenapa nggak cerita ke Jony, bilangnya cuma aku dan dia. Selamat brother!! akhirnya merasakan kepanasan juga." Seru Jony sambil mengacungkan jempolnya


"Selamat Dave.. Ternyata kamu bukan patung, aku pikir kamu akan terus jadi patung" Sasya


"Iya.. Terimakasih Sya" Ucap Dave dengan senyum


Disisi lain Flower hanya melihat sosok Dave yang hari ini sepertinya bahagia, "apa yang membuat dia tertawa apakah karena temannya" didalam hati. Flower bergegas pergi dan Luna mengikutinya


"Flower, kamu kenapa diam saja?? " Tanya Luna yang dari tadi mempertahatikan Flower


"Bukan apa-apa, apakah dulu cowok kamu kalau bersama temannya begitu bahagia?? " Tanya Flower


"Iya kadang begitu," Seru Luna sambil berjalan


"Apa pacar kamu begitu? tadi yang telfon pacar kamu? " luna bertanya Flower


"Iya sepertinya, Iya dia yang telfon, aku nggak suka dia dekat dengan temannya, padahal dulu dia cuek dengan teman wanitanya, tapi sekarang berubah" Flower sambil merasa gemas sampai mengepalkan tangannya


"Lebih baik kamu tanyakan ke dia, dari pada salah prasangka seperti aku.. Dulu aku nyesel lebih percaya situasi.. Padahal cowok itu nggak bersalah. Tapi sudah terlanjur berpisah dan aku memilih berteman saja..."Ujar Luna dengan


senyuman


"Bener kata kamu, aku lebih baik tanya langsung ke dia, dari pada buat aku gelisah,, thank you Luna.." Flower mencubit pipi Luna yang cubby


Dan akhirnya mereka bercanda dan saling menggoda. Dave melihat mereka dan tersenyum.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2