
Setelah beberapa hari berfikir, Dave mengikuti alur perasaannya. Sudah satu minggu tidak melihat Flower. Dave tidak bisa menghubungi Flower karena maaf nomor handphone yang ada tuju salah. Nomor handphone Flower hanya khusus untuk menelfon Dave dan sengaja dinonaktifkan.
Pesta Penutupan Pertandingan di Kampus begitu meriah. Tapi Dave tetap tidak melihat Flower hanya melihat Arneta yang bersama Edo. Tapi Dave segan menanyakan kepada sahabatnya.
Dave pergi ke Sunday Cafe sendirian, dia meninggalkan teman-temannya begitu dengan Jony.
"Permisi..mau tanya,, ada Riel?" Tanya Dave ke seorang pelayanan Cafe.
"Iya.. Kak Real tidak ada. Ada yang bisa saya bantu? " kasir melihat ke arah Dave.
"Kalau Flower akhir-akhir ini, pernah kesini tidak kak? " Sambil seperti orang yang gelisah
"Maaf kak.. Sudah seminggu ini Nona Flower tidak datang ke Cafe". Jawab Karis cafe kepada Dave
" Owh gitu... Kak.. Boleh minta alamat rumah atau nomor telefon rumahnya? "
"Maaf kak.. Saya tidak tahu.. Hanya kak Riel yang mengetahui itu" dengan sopan kasir cafe menolak memberikannya karena itu privasi
"Ya sudah kalau gitu.. Terimakasih " Dave sedikit kecewa.
Dave akhirnya pulang dengan perasaan tidak tenang. Stevani baru pulang sekolah melihat kamar Dave pintunya terbuka terus memandang kakaknya dengan perasaan aneh.
"Hemmss.. Tumben jam segini di rumah..?? " Dengan ketus Stevani meledek
"Emang ga boleh kakak istirahat di rumah.. Udah jangan ganggu kakak.. Kakak capek! "
Menyuruh adeknya untuk keluar dari kamarnya.
Dave tertidur tapi dengan rasa gelisah. Tiba-tiba handphone berdering lama sampai nada 3 kalinya. Tanpa melihat layar handphone Dave menerima panggilan.
"Hallo" Dengan suara masih mengantuk dan setengah sadar
"Hallo.. Kak Dave" Flower dengan suara jernih
Dave kaget seketika mendengarkan suara itu dan belum sempat berbicara.
Flower berlanjut "Kak Dave.. Ini Flower.. Kakak Nyariin Flower ya? Kata kak Riel tadi kakak ke Cafe? "
"Haaaahh... (Suara Kaget) akhirnya kamu telfon juga, Dave telfon nomor handphone kamu nggak aktif.. Di kampus juga nggak liat. Cuma liat Arneta sama Edo. Kamu baik-baik??! Apa kamu sakit??! " Dave mulai gelisah
"Nggak.. Aku baik-baik kak.. Emang males aja ke kampus. Lagian nggak ada kelas. Jadi ya udah di rumah aja.. Kak Dave kenapa? " Lanjut Flower
"Dave ingin ketemu Flower, gimana bisa? " Seolah ada yang mendesak
Dengan santai Flower berkata "Emms.. Bisa.. Kita mau ketemu dimana?? "
"Flower maunya dimana? " Dave dengan nada semangat.
"Ya udah kita ketemu di RC Galaxi aja gimana? Sekalian makan malam. Soalnya ini dah sore juga"
__ADS_1
"Ok.. Jam 7 malam di RC Galaxi" Dave bersemangat
"Siap, nanti aku aja yang telfon Kak Dave.. Bye bye.." Flower mulai dag dig dug...
Flower bersiap siap mengenakan dress warna putih dengan aksesorisnya dan make up natural. Memakai sepatu putih soft dan tas slepang kecil berwana nude. Flower berpamitan dengan kedua orang tuanya.
"Mama Papa.. Flower pergi dulu ya.. Ada janji makan malam sama teman," Andra sampai tersenyum melihat anaknya yang tampil cantik menggunakan dress baru.
"Emang mau kemana sayang? .. Nie mama udah masak makanan kesukaan kamu.. Apalagi kamu baru sembuh sayang" Mamanya merayu. Tetapi Papanya berbeda
"Biarin ma.. Mungkin kalau Flower makan malam di luar, dia lebih sehat" Andra sudah mengerti situasi putrinya.
"Flower cuma ke Galaxi kok ma.. Cuma cuci mata dan sekalian makan malam." Flower sambil memeluk Mariana.
"Ya sudah hati-hati.. Ingat jangan kemalaman pulangnya".. Ucap Mariana dan Andra hanya tersenyum
" Siap.. Bye mama papa "
Dave datang lebih dulu dan menunggu di Lobi Galaxi dengan penampilan yang keren, kaos warna biru, dipadukan dengan jaket putih, dan celana jeans dengan sepatu putih soft. Dan dia selalu memakai jam tangan ditangan kirinya.
Setelah menunggu 15 menit Flower datang padahal waktu belum menunjukkan pukul 7. Flower pikir dia yang lebih awal ternyata dugaan dia salah. Dari parkiran dia masuk langsung di Lantai 3 dan Dave di lantai 1.
Flower masuk ke RC sendirian.
"Selamat malam nona.. Untuk berapa orang?" Tanya pelayan laki-laki yang berdiri di sisi pintu restauran.
"Baik.. Silakan nona" pelayan mengantarkan Flower ke sebuah ruangan VIP.
Flower mengeluarkan handphone dan membuat panggilan
"Hallo.. Kak Dave" Flower dengan rasa gugup
"Flower, aku dah di Galaxi. Kamu dimana?" Dave sudah tidak sabar
"Flower, di RC lantai 3. Nanti bilang sama pelayan Reservasi atas nama Dave Wijaya"
"Ok.. Aku kesana"
Dave langsung menutup panggilan Flower
Flower mulai deg deg gan.. Dan Dave langsung naik lift.
Begitu masuk pintu RC, Dave memberitahu pelayan kalau sudah reservasi dan Dave dianter ke ruangan VIP dan cuma ada Flower di ruang itu. Dave dengan tenang tanpa gelisah.
Begitu masuk dan melihat Flower. Dave mulai ada perasaan yang dahsyat. Menurut Dave tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.
" Kak Dave.. Duduk... " Flower lebih dulu menyapa.
" Kamu udah nunggu lama?? " Tanya Dave
__ADS_1
"Nggak.. Flower baru aja kok.. Kalau kak Dave ?!". Dengan wajah berseri
Sambil tersenyum Dave mengatakan " Iya udah 20menit di Lobby"
"Hemmss.. Kan Flow tadi bilang RC.. Ya udah.. Kak Dave mau pesan apa? "
Flower langsung memesan menggunakan tablet di sisi ruangan Tinggal pilih menu yang dipesan.
Sambil menunggu mereka berbincang tapi masih sedikit canggung.
"Flower, kamu sakit?? " Tanya Dave
"Emmss kemarin.. Tapi nggak apa-apa cuma demam" Jawab flower dengan santai.
Makanan sudah dihidangkan dan mereka sudah mulai akrab. Flower menampilkan dirinya apa adanya. Mereka menikmati malam itu dengan perasaan istimewa.
"Kak Dave punya pacar?? " Tanya Flower setelah selesai makan. Dan seharusnya itu pertnyaan Dave untuk Flower. Tapi Flower lebih dulu.
"Nggak.. Dave belum punya pacar" Dengan tersenyum "Kalau Flower, gimana? " Dave berbalik bertanya tentang pacar
"Belum juga.. " Sambil tersenyum
"Owh.. Gitu.. Terus yang waktu itu di Kampus?? " Dave penasaran
"Emsss.. Kak Kenzo." Mulai tertawa tipis..
"Dia itu sepupu aku.. Dia kakak Flower" Sambil menyeka mulutnya dengan tisue.
"Baguslah" Tanpa basi basi..
"Flower, coba liat tangan kamu." Dengan tatapan mata yang tajam dan berseri
"Emss kenapa?? " Tapi flower mengulurkan tangannya di atas meja.. Dan tersenyum
Dan tanpa lama tangan Dave menggenggam kedua telapak tangan Flower
Dengan serius Dave mengungkapkan perasaannya kepada Flower
"Flower, aku akan menggenggam tangan kamu dan aku tak akan melepaskannya. (Yang dimaksud adalah sebuah ikatan dan dia akan selalu menjaga perasaannya dan melindungi Flower)
"Aku sadar.. Aku tidak mengerti apa itu cinta,... apa itu mencintai,... tapi ini perasaan aku,..... Akhir-Akhir ini aku mulai gelisah setelah melihatmu di kampus,..... setiap melihat kamu ada sesuatu yang berbeda...."
"Dan waktu kita di perpustakaan aku nyaman, mendengar suara kamu waktu bernyanyi aku merasa damai,.... Aku tak butuh pengakuan apapun dari kamu,. ...aku hanya ingin kamu tahu apa yang aku rasakan.
Awalnya Flower tersenyum tanpa berkata dan Flower hanya menatap mata Dave yang penuh perasaan. Kemudian..
"Kak Dave.. Kita jalani apa yang ada diantara kita....Ini tentang kita... Tentang perasaan kita....Dan hanya kita....Aku juga merasakan hal yang sama...." Dengan wajah berseri dan mata berkaca-kaca.
Bersambung...
__ADS_1