Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 28. Flower mengidap identitas disosiatif


__ADS_3

"Sayang... Kamu sudah bangun..." Dave yang ada dideket Flower, karena dari sore masuk ke kamar sampai makan malam tidak keluar juga. Ternyata tidur, dan setiap tidur dia mengigau nama Dave.


"Kamu disini,, ini jam berapa?? " Flower merasa tidurnya sangat lama


"Ini jam 9 malam sayang, kamu makan ya! Tadi aku nungguin kamu nggak keluar kamar terus aku masuk kamar, ternyata kamu tidur. Kamu mimpi apa sayang?? Hemmss" Dave berusaha mencari tahu apa yang Flower rasakan


"Iya aku laper. Aku mau makan, kamu sudah makan??" Flower tidak mengatakan apa yang dia rasakan saat tidur


"Belum.. Aku belum makan.. Aku nungguin kamu" Dave sambil mengelus rambut Flower, lalu Flower bangun dari tempat tidurnya


"Ya udah ayo. Kita makan," Flower menarik tangan Dave dan menggandeng tangan kiri Dave ke ruang makan


"Makanan sampai dingin, belum disentuh, ayo duduk, kamu duduk sini " Flower menariknya dan menyuruh Dave duduk dikursi yang di tarik Flower


"Ok.. Ayo kita makan.. Kamu mau yang mana??" Dave mengambilkan makanan


"Aku itu aja, ayam goreng kremes" Jawab Flower dengan senyum


Mereka menikmati makan malamnya, dan kondisi Flower tampak membaik. Tapi Dave belum pernah mendengar kata Kak Dave atau sayang dari Flower. Karena memang sekarang dia merasa Nona muda 17.


"Dave.. Bagus nggak?? " Flower menunjukkan gambar bunga sakura dikukunya dan Dave kaget ketika Flower memanggilnya Dave bukan Kak Dave


"Emmmss... Bagus.. Cantik" Jawab Dave sambil minum


"Kok pake Emmmss sih?? Berarti jelek dong,, aaaa... " Flower merengek


Sepertinya Dave salah ngomong


"Bukan.. Kan aku baru minum sayang, iya bagus. Aku suka!!" Dave melihat dia tersenyum


"Beneran?? Ya udah ntar aku langganan di salon tadi." Flower sambil memandangi kukunya


"Sayang, besok kamu ke kampus ya, tadi aku udah urus semuanya, jadwal kamu juga dirubah sama Yuken" Dave berkata pelan


"Iya.. Aku besok ke kampus. Tapi Dave aku pengen celana jeans, rok jeans, masak aku pakai dress terus. Aku nggak suka... " Flower berubah cemberut.

__ADS_1


"Iya.. Besok aku siapin semuanya, khusus buat kamu" Dave sambil memegang tangan Flower


"Dave.... Boleh nggak aku pulang ke rumah.. Aku kangen boneka aku, aku kangen kamar aku.. Sebentar aja." Flower merayu


"Iya.. Boleh sayang.. Tapi aku yang anterin kamu ya, " Dave dengan senyum


"Kamu udah lulus belum?? Waktu itu kan ada yang bilang. Kamu pulangnya kalau udah lulus kuliah" Flower merasa dirinya Nona Muda 17


"Iya.. Belum. Tinggal ujian. Emangnya aku nggak boleh pulang, kan aku pengen ketemu kamu" Dave menjaga perasaan Flower.


"Terus kapan kita menikah?? Kan kamu udah pulang" Tanya Flower dengan ekspresi aneh


"Kamu mau kita menikah?? " Dave masih bingung dengan apa yang Flower pikirkan


"Iya.. Dulu kan katanya perjodohan itu.. Kalau kamu sudah pulang. Kita harus menikah. Apalagi kita udah tinggal disini" Ucap Flower


"Iya nanti kita bicarakan dulu sama orangtua kita. Aku juga masih ujian skripsi dulu" Dave merasa harus bilang para orangtua


"Paling tidak kita menikah secara hukum, lagian aku juga masih kuliah. Kamu tetep di kamar kamu, aku di kamar aku. Aku belum pengen punya anak" Flower tersenyum


"Dave.. Aneh ya.. Kita baru ketemu. Tapi kenapa aku merasa kita dah kenal lama. Aku jadi bingung. Terus kadang aku kesel liat kamu. Tapi kadang aku suka liat kamu, kalau nemenin aku tidur" Flower merasa dirinya aneh


Dave dengan mata syahdu menatap Flower


"Sayang.. Kamu jangan banyak berfikir dulu, kita jalani saja kehidupan kita di Baverlly, aku sayang kamu. Aku akan mencintai kamu selamanya" Dave dengan lembut dan mengelus rambut Flower


Tiba-tiba....


"Kak Dave.. Kak Dave tahu apa aku rasain sakit... " Flower berdiri dan berjalan ke kamar


Dave sekita panik dan merasa diposisi yang salah. Dave mengejarnya ke kamar


"Flower aku mau ngomong sama kamu, Flower buka pintunya sayang"


Dave menggunakan kuncinya dan membuka pintu

__ADS_1


"Flower... Sayang.. " Dave mendekat..


"Kak Dave jahat.. Kak Dave jahat.. Kak Dave nggak sayang sama Flower, " Flower memeluk guling dan menangis.


"Iya kak Dave jahat, Kak Dave nggak bisa liat kamu kaya gini sayang" Dave memeluknya dari belakang


"Kak Dave.. Kita udah putus. Sakit kak, hati Flower. Dan dirumah ini Flower akan melihat kakak terus. Laki-laki yang Flower cintai. Flower merasa sesak. Tapi Flower juga kangen sama kak Dave. " Flower menangis tersedu-sedu


"Iya sayang,, Kamu cerita sama kak Dave. Kamu ceritain semua apa yang kamu rasain. Kak Dave juga bingung harus berbuat apa, kak Dave sayang sama Flower. Kak Dave cinta sama Flower. " Dave menangis


"Tapi bagaimana dengan Nona Muda yang Kak Dave sakiti perasaannya, Flower sendiri bingung dengan hati Flower kak. Perasaan Flower aneh kak.. "


"Iya sayang... Nggak Apa-apa kamu tetap Flower, Flower yang kakak kenal, kamu di Baverlly sayang.. Kamu Nona muda Baverlly.. Kamu tetap Flower dan Nona Muda adalah Flower. Ingat itu sayang. " Dave memeluk erat dan berusaha menenangkannya.


Psikis Flower terganggu, dia mengidap identitas disosiatif atau kepribadian ganda. Flower merasa dirinya aneh, Setelah dari kejadian di Villa Flower menutup dirinya, dari rasa sakit hatinya. Sehingga tanda sadar muncul sosok Flower yang berusia 17 tahun.


"Kak Dave. Flower kangen, setiap hari Flower mimpi kak Dave terus!! " Yang tadinya Flower memeluk guling dan Dave memeluknya dari belakang. Akhirnya mereka saling memeluk.


"Kak Dave juga kangen banget sama kamu sayang, walaupun kita disini Dave Tuan Muda dan Flower Nona Muda. Tapi kita hanya kita, Dave dan Flower. Maafin kakak untuk pertunangan itu. Waktu kak Dave datang. Tadinya kak Dave pengen ketemu kamu. Tapi kak Dave nggak bisa menemukan kamu. Makanya kak Dave pesan Mr.Yudo kalau Dave pulang nanti setelah lulus. Kamu ngerti kan.. Kak Dave disini dari kecil penuh aturan kak Dave bukannya menghindari perjodohan, tapi kak ingin cari jati diri kak Dav........... "


Flower menutup bibir Dave dengan jarinya


"Ssstttsss .....Nggak perlu dilanjutkan!! Flower ngerti.. Flower dah tahu waktu kak Stella cerita, tapi Flower masih bingung dan susah mencerna apa yang dikatakan kak Stella.. Flower masih bingung dengan diri Flower sendiri... Flower kangen sama Kak Dave... Kangen banget!! "


"Kak Dave juga kangen banget sama kamu sayang" Dave sedikit merasa lega


mereka duduk berhadapan diatas tempat tidur dan Dave mengelus rambut Flower dengan lembut.


"Terus kapan kita menikah?? " Tanya Flower lalu menutup wajahnya


"Besok" Dave dengan tersenyum. Kalau cuma secara hukum lebih cepat lebih baik dalam hati Dave


Malam terasa damai mereka membahas kegiatan mereka, pekerjaan mereka dan masa depan mereka nantinya sudah tanpa sadar mereka berdua tidur di tempat tidur yang sama


Bersambung.....

__ADS_1


__ADS_2