Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 14. Cemburu itu buatku bahagia


__ADS_3

Beberapa Hari-hari Flower dengan penuh gelisah. Flower sempat berfikir untuk mengakhiri hubungannya dengan Dave, dengan berani Flower mengatasi rasa gelisah ini.


Sore pun tiba Dave setelah dari kampus pulang sebentar ke rumah lalu ke rumah Flower.


"Selamat sore Om Andra " Sapa Dave dengan senyuman


"Sore Dave.. Ayo masuk.. Flower juga baru pulang.. Sepertinya lagi mandi" Om Andra mengajaknya ke ruang baca bisa dibilang perpustakaan yang ada di rumahnya.


"Iya om.." Dave mengikuti Andra.. "Banyak juga bukunya om.. " Sambil melihat sekeliling ruangan dengan buku yang tertata rapi dilemari buku yang ukurannya cukup besar


"Kalau kamu mau baca-baca buku bisa disini, kalau yang di lemari putih itu semua bukunya Flower dari kecil hingga sekarang" Andra memperlihatkan ke Dave.. Dan Dave menuju lemari itu. Sebuah Lemari kaca dengan ukiran putih, terlihat ada beberapa buku pelajaran sekolah, komik, novel bahkan majalah remaja juga ada disitu.


"Bagus Om Andra, nggak nyangka Flower juga suka koleksi komik" Seru Dave sambil tersenyum, 3 bulan mengenal keluarga Flower tidak terlalu sulit bagi Dave, karena orang tua Flower masih muda dan sangat terbuka


"Owh.. Itu.. Iya waktu SMP suka baca-baca Komik, semenjak SMA baru dia suka baca novel" Andra sambil menatap Dave dengan dekat


"Dave boleh buka lemarinya Om? " Dengan sopan Dave mengatakannya


"Boleh Dave.. Kamu baca-baca aja itu koleksi Flower. Om mau keluar dulu" Ucap Andra lalu meninggalkan Dave di ruang baca.


Di ruang baca ada meja, dan beberapa kursi, cendela kaca yang besar membuat cahaya masuk sangat terang. Dave mulai mengambil sebuah novel. Karena Dave jarang sekali membaca novel. Setelah beberapa menit, Flower datang menghampirinya.


" Sayang, kamu disini?? " Dengan senyuman dan langsung duduk di sebelah Dave.


"Hemms.. Kamu udah selesai mandinya, ini aku baca novel kamu,, papa kamu tadi mengajakku kesini" Seru Dave sambil menatap Flower dengan senyuman manis diwajahnya.


"Iih.. Kamu.. Senyumannya jangan gitu bikin aku takut! " Seru Flower dengan mencubit pipi Dave

__ADS_1


"Emang kenapa dengan senyumanku, terus aku harus gimana?" Tanya Dave sambil menatap dan memegang tangan Flower


"Suka sayang.. Tapi bikin aku takut.. Aku takut kehilangan kamu" Seru Flower sambil memainkan pipi Dave dengan kedua tangannya


"Kenapa kamu takut kehilangan aku??!,, " Tanya dengan berhati-hati


"Habisnya kamu gitu.. Aku sering liat kamu sama dia, dulu kamu cuek, sekarang kamu perhatian sama dia.. Tersenyum bahkan bisa tertawa. Dulu kan nggak!!! " Sambil cemberut dan menunduk


"Dia siapa sayang??! " Dave dengan menatapnya dalam


"Kak Sasya, aku nggak suka liat kamu sama dia, aku tahu dia suka sama kamu dari dulu waktu ospek dia mandangin kamu dengan tatapan suka.. Jadi aku nggak suka.. Buat aku gelisah.. " Flower membuka dirinya kalau dia cemburu


"Owh... Aku tahu sekarang.. Kenapa akhir-akhir ini sikap kamu dingin sama aku.. Kamu cemburu sayang?? " Sambil tersenyum melihat Flower yang cemburu


"Iih.. Kamu gitu.. Seballl "" Dengan ketus Flower menatap Dave


" Iya ngerti sayang.. Ya udah.. Kamu masih mau baca novel atau keluar? " Sambil tersenyum


"Ya udah.. Kita keluar.." Dave mengembalikan novel ke tempatnya


Mereka berbincang bersama di ruang TV sambil menonton acara talk show


"Dave.. Adek kamu ajak main kesini, kasian dia rumah sendirian" Bujuk Mariana


"Iya tante.." Dave melihat ke arah Mariana


"Aku aja belum kenal Ma.. Dah 4 bulan sama Dave, Flower belum pernah diajak ke rumah dia" Seru Flower..

__ADS_1


"Hemmss... Jadi kamu belum kenal adeknya Dave?? " Tanya Mariana dan Andra juga menatap Dave


"Bukan gitu tante.. Kadang Dave juga pengen ajak Flower ke rumah.. Tapi nggak enak sama om dan tante. Soalnya di rumah saya cuma ada adek.. Nggak ada Ayah Ibu" Jawab Dave


"Owh.. Gitu.. Ya udah ajak kesini kalau gitu. Kasian sendirian di rumah.. Biar kita juga kenal adek kamu" Seru Mariana


"Pasti tante.." Kata Dave dengan santai


"Soalnya ada yang belum mau dikenalin tante!! Sama teman aja juga belum mau, jadi kalau di kampus harus jaga jarak" lanjut Dave dengan melirik ke Flower


"Iih... Ngapain ngeliat ke aku Ma.. Ya bukan gitu.. Aaah.. Bingung.." Mukanya di tutup batal


"Emm.. Papa ngerti, jadi Flower belum bilang ke sahabatnya juga, soalnya minggu lalu Arneta datang waktu kalian nemanin mama belanja "Om.. Flower ada,, ?? Flower lagi belanja sama mama dan pacarnya. terus dia tanya, pacar om?? Siapa?? Papa jawab Dave.. Emang Arneta belum kenal.?? Owh.. Dave kenal om. Ya udah kalau gitu Arneta pulang aja. Habis itu papa bingung jadi lupa bilang ke Flower" Andra sambil melihat ke Dave dan Flower.


"Ah.. Papa.. Kenapa nggak bilang Flower.. Pantes aja akhir-akhir ini dia bilang sibuk terus.. Tadi pagi juga dijemput di mobil diam aja dia.. Uuffhh dia pasti kesel sama Flower" Sambil memukul bantal


"Harusnya kamu nggak boleh begitu sayang, mereka sahabat kamu jadi kenapa harus ditutupi. Seharusnya Edo, Arneta, Natasya dan Steve dikasih tahu. Walaupun dikampus kalian jaga jarak" Ucap Mariana dengan lembut


"Iya maa.. Flower udah salah.. Flower akan cerita sama mereka" Ekspresi sedih dan menyesal.


"Sayang besok ketemu mereka ya.. " Pinta Flower ke Dave sambil memegang tangannya


"Ok,, besok kita temui mereka" Tapapan Dave dengan bahagia


Mereka masih berbincang tentang Flower, dan Dave perlahan mengenal Flower lebih dekat. Kedua orangtua Flower masih sangat muda, jadi paham dan mengerti tentang situasi anak muda. Dan mereka menasehati dengan bijaksana dan penuh kasih sayang.


Bersambung......

__ADS_1


__ADS_2