
Edo mengantarkan Dave dan Jony sampai ke depan rumah.
"Ini rumah kak Dave!! " Tanya Edo masih berada di mobil
"Iya.. Kita udah sampai. Kamu mau masuk ke dalam?? " Tanya Dave ke Edo
"Iya boleh kak, kak Jony nggak turun?? Ayo kak.. Semangat kak, seperti biasanya" Bujuk Edo
Di rumah Stevani sudah menunggu. Ketika membuka pintu langsung memeluk kakaknya dan menangis
"Kakak... Kakak baik-baik saja kan?? Maafin Stevani kak.. Stevani kemarin di C.T.O , Mau telfon kakak, tapi dilarang sama Kak Flower. Stevani takut.. Disana kak Flower udah histeris.. Makanya stevani nggak pulang ke rumah.. Takut juga kalau ketemu kakak.. Kan Stevani paling nggak bisa bohong " ucap Stevani masih memeluk kakaknya
"Ya udah kak Dave masuk kamar dulu.. Itu ada Edo sama Jony.. Suruh mereka masuk" Dave langsung ke kamar
"Kak Jony, Kak Edo.. Mari masuk kak" Stevani mengajak mereka ke ruang tamu
"Stevani.. Kak Jony minta maaf ya, kadang bercandain kamu sama Dave juga.. Kak Jony juga suka nyuruh-nyuruh kamu" Ucapnya sambil menunduk
"Kak Jony ngomong apa sih Kak, udah seperti biasa saja.. Lagian kak Dave juga menganggap kak Jony udah kaya saudara. Kak Jony nggak usah berfikir gitu" Mata stevani masih berkaca-kaca
"Stevani udah tahu kondisi Flower sekarang??" Tanya Edo
"Stevani kurang tahu.. Emang kak Flower sekarang dimana?? " Stevani berbalik tanya
__ADS_1
"Iya semalam Flower dibawa kak Stella. Katanya ke Baverlly, sama Yuken dan lainnya" Jawab Edo
"Owh.... Jadi Kak Flower dah di Baverlly, bakal susah nantinya kalau stevani ketemu, disana lebih ketat daripada di rumah Ayah,, kenapa nggak ada yang kasih tahu Stevani" Dengan menghela nafas
"Lowh... Emang Baverlly bukan rumah stevani?? " Tanya Edo dan Jony hanya mendengarkan
"Bukan lah kak.. Itu Rumah kakek. Baverlly itu di kawasan Timur C.T.O. Halamannya sangat luas ada berbagai macam fasilitas disana tapi sangat ketat aturannya, dulu aja mau ketemu kakek susah banget, makanya setelah kakek meninggal kak Dave kabur dari Baverlly. Kalau rumah Stevani ya ini Avilla permai, tadinya kak Dave cuma sewa rumah ini, akhirnya Ayah bayar rumah ini buat Stevani dan direnovasi, kalau Ayah Ibu sama Alaric ya di kawasan dalam C.T.O, disitu juga ada rumah keluarga kak Calvin dan Kak Stella nantinya. Itu bibi Iyut yang disini bersih-bersih, dia Asistennya Ibu. Tinggalnya juga disana rumahnya hampir sama kaya ini. Soalnya Kak Dave cucu kesayangan kakek, jadi dari kecil tinggalnya di Baverlly"
"Edo pikir.. Itu rumah Keluarga kak Dave??" Edo dengan bingung sambil melihat ke arah Jony yang dari tadi mendudukan kepala
"Bukan kak. Sebenarnya keluarga kita juga biasa saja. Cuma kalau soal perjodohan dari semua anak cucu sudah dijodohin. Itu udah aturannya apa gimana Stevani nggak ngerti. Stevani juga dijodohin tapi belum ketemu sama dia, masih kuliah di Luar negeri. Jadi bukan kak Dave aja yang dijodohin semua anak Ayah Ibu bahkan Alaric udah dijodohin." Jelas Stevani
"Owh.. gitu.. Edo pikir cuma kak Deve aja! Berarti emang susah ya nanti kalau pengen ketemu Flower di Baverlly, kita semua pasti kangen dia." Wajah Edo berubah muram
"Kalian.. Udah nggak usah ngobrolin Flower dulu.. Itu yang di Kamar belum keluar juga.. Stevani coba liat kakak kamu sana." Jony masih khawatir tentang Dave
Stevanin baru berdiri tapi Dave sudah keluar kamar berjalan ke arah mereka.
"Kalian masih disini, Dave kira Edo udah pulang?" Dave sambil melihat handphone
"Kak.. Kakak marah sama Stevani??" Sambil memegang lengan tangan kakaknya
"Nggak.. Kakak nggak marah sama kamu. Ini baru pesan Kak Stella belum di jawab juga sama asistennya.. " Ujar Dave
__ADS_1
"Kakak khawatir sama ka Kak Flower?? Apa Stevani telfon Ibu aja.." Stevani dengan melihat Dave yang muram
"Nggak usah. Ini urusan kakak. ini udah dibales sama Biyan. Mereka lagi di Baverlly " Ucap Dave
"Edo.. Kamu bilang sama Arneta dan lainnya.. Flower bukannya sengaja mematikan Handphone. Yuken yang pegang handphone Flower. Besok kalian ke L.O Centro janjian sama Yuken, minta anterin kalian ketemu Flower. Ini id card Flower buat masuk L.O Centro, kalian langsung saja bilang ketemu Yuken. Dave belum siap pulang ke Baverlly " Kata Dave
"Owh Iya kak..makasih Kak Dave.. Makanya tadi kita bingung nanti kalau ke L.O Centro ketat juga, Soalnya biasanya kita kesana sama Flower." Jawab Edo
"Kalau gitu Edo pulang dulu kak.. Mau ke rumah Arneta, dia pasti seneng kalau tau kita bisa kesana.. Kak Jon.. Stevani.. Edo pamit dulu " Edo lalu berangkat pergi ke rumah Arneta
"Dave.. Kasian Flower.. Kamu kenapa Nggak pulang aja.. Kamu kan sayang banget sama Flower!! " Ucap Jony dengan tatapan syahdu
"Belum Jon.. Belum saatnya Dave pulang ke Baverlly, Lagian begitu Dave pulang kesana nantinya malah Dave nggak bisa balik ke kampus lagi. Dave harus Ujian Skripsi dulu. Flower disana banyak penjagaan. Walaupun dia keras kepala nggak mau makan juga, tapi ada dokter disana yang standby. Sampai sekarang dia dikamar aja, nggak mau ketemu orang, bahkan Dave. Makanya Dave juga nunggu keadaan dia stabil. " Kata-kata Dave dengan tenang
"Iya kak.....Stevani aja takut banget hari itu. Dia histeris.. Terus ada kak Hanz sama Kak Kenzo baru dia tenang, makanya Stevani waktu itu pulang ke rumah Ibu dan kak Flower di rumah kak Stella sama kak Yuken dan lainnya. Tapi om Andra sama Tante Mariana diam saja kak.. Kakak kesana dulu saja, mereka juga nggak tahu akan seperti ini. Apalagi kak Flower anak satu-satunya. Kalau ada apa-apa kakak juga nanti yang disalahkan." Kata-kata Stevani membuat Dave terdiam
"Benar kata Stevani Dave.. Setidaknya kamu berkunjung kesana. Kamu harus tunjukkan kamu bukan laki-laki yang buruk.. " Sambung Jony
"Iya..Sepertinya Dave harus segera kesana"
Dave dengan matanya yang tanpa sadar sudah ada yang menetes dipipinya. Walaupun Dave laki-laki dia tidak bisa menahan dadanya yang sesak. Penuh penyesalan dalam dirinya, karena sudah menyakiti wanita yang dia cintai.
Bersambung.....
__ADS_1