
Sang mentari menyapa dibalik jendela,
Flower menatap langit yang cerah
"Pagi ini.. Apakah akan menjadi Pagi yang menyenangkan" Flower dengan suara pelan
Tiba-tiba pintu kamar terbuka
"Selamat Pagi ...Nona.... " Ellena masuk tanpa mengetuk pintu dan belum melihat Dave tertidur di kamar Flower
"Sssttt.... Kak Dave lagi tidur, " Flower yang menatap keluar jendela
"Maaf Nona.. Saya tidak tahu.. Kalau begitu saya........." Belum selesai lanjut bicara Dave sudah bangun
"Sayang.. Sudah jam berapa ?? " Tanya Dave
Lalu Dave melihat Ellena berdiri di samping Flower
"Ooh..Ellena kamu disini?? " Dave masih dengan suara ngantuk
Lalu Flower mengalihkan pandangan ke Dave yang masih di tempat tidur
"Baru jam 6 pagi sayang..... Kenapa?? Hemmsss " Dengan tatapan rindu
Dave lalu memakai jam tangannya dan melihat Handphone
"Ayo kita siap-siap.. Ke C.T.O.. ,
Lanjut ke Ellena "Ellena... Kamu panggil Yuken suruh ke ruangan Dave.. "
" Baik Tuan... " Ellena dengan rasa sopan
Dave turun dari tempat tidur
"Ellena....bantu Nona kamu tampil cantik hari ini, Dave mau mandi dulu "
"Baik Tuan" Ellena dengan senyum lalu ke ruang pakaian Flower
Dave mendekati Flower... "Sayang...aku mandi dulu.. Kamu juga siap-siap ya" Lalu mencium kening Flower dan pergi ke kemarnya
__ADS_1
Flower merasa bahagia walaupun dihati masih ada luka yang belum sembuh. Tapi dia berusaha bangkit yang terpenting baginya dekat dengan Dave. Tak peduli dengan Tuan Muda ataupun Nona Muda. Yang ada hanya cinta dan perasaan untuk Dave.
"Nona... Bagimana kalau memakai gaun ini??" gaun asimetris berwarna putih dengan layer organza, Ellena juga membawa beberapa lainnya
"Ellena..apa Nona Muda juga suka memakai dress??" Flower sadar terkadang diri Flower berubah kekanakan.. sebenernya Flower belum sepenuhnya sembuh
"Saya mengerti Nona.. Tapi Nona adalah Nona Muda Baverlly.. Walaupun dia anda dimasa lalu.. Dia menginginkan celana jeans. Padahal di Baverlly tidak ada wanita yang mengenakan celana jeans" Ucap Ellena
Dave sudah selesai mandi, Yuken dan Mr. Yudo sudah berada di ruangannya. Mereka membahas tentang rencana pernikahannya. Yuken dan Mr. Yudo juga setuju lebih baik lebih cepat mereka menikah dan sah secara hukum. Karena bagi Mr. Yudo dia susah saatnya menyerah seluruhnya kepada Dave. Karena wasiat dari kakek Dave. Ketika Dave dan Flower menikah. Mereka berdua yang berkuasa atas Barverlly dan lainnya. Jadi beban Mr.Yudo juga akan berkurang. Tinggal mengawasi mereka saja.
"Sayang... Aku masih bingung harus memakai dress yang mana" Flower menatap ke Dave yang baru datang ke kamarnya
"Ya udah.. Kamu pilih yang kamu suka. Apapun yang kamu pakai. Aku suka.. Kamu akan tetap cantik!" Seru Dave seraya mengelus rambutnya dan Ellena tersenyum merasakan kehangatan mereka berdua
"Ellena Flower pilih yang ini saja, Biar sama kaya Kak Dave, " Karena Dave mengenakan kemeja Tosca muda, akhirnya Flower memilih chiffon dress warna tosca dengan sedikit corak bunga putih. Dave masih menunggunya di kamar dan Flower keluar dari ruang ganti.
Dave seketika merasakan seperti ada hembusan angin yang lewat, saat melihat calon istrinya yang sudah tampil sangat cantik
"Gimana sayang, bagus nggak?? " Tanya Flower yang terlihat dewasa
"Kamu sangat cantik.. Aku suka" Dave dengan senyum
Didalam mobil Flower dan Dave duduk dibelakang, Dave tidak melepaskan tangan Flower. Dan Ellena duduk di depan dan Yuken yang menyetir Yuken tersenyum sesaat melihat Dave yang romantis.
Mereka tiba di C.T.O dan semua keluarga besar sudah berkumpul
"Selamat pagi semua!! Maaf kita terlambat" Dave menyapa semuanya
"Flower.. Apa kabar kamu sayang?? " Mariana memeluk
"Baik Ma.. Flower kangen banget sama Mama" Mereka saling mencium pipi
"Papa kangen sama Flower.. Sini sayang" Andra mendekap dengan hangat
"Ibu.. Apa kabar?? " Flower memeluk Yunita
"Ibu Baik sayang, kamu betah di Baverlly?? " tanya Yunita ke Flower. Dan Flower hanya menggangguk
"Flower.. Ayah juga kangen.. Kamu baik-baik saja kan?? " Adi Wijaya mengelus rambutnya
__ADS_1
"Baik Ayah... Flower baik-baik saja " Sambil. Berkaca-kaca
"Kak Stella kangen juga sama Flower.. Kamu udah seminggu nggak mau ketemu sama kakak" Stella menciumnya dan mengelus rambut Flower
"Kakak.. Stevani kangeen!!" Stevani menangis
"Udah ah.. Jangan nangis... Kak Flower juga kangen sama kamu, apalagi kita nggak bisa Chat lagi " Flower memeluknya hangat
"Hemmss... Dari semuanya.. Yang disini.. Kenapa semua Ke Flower.. Mana yang peluk Dave!!! " Dave berseru tapi bahagia melihat mereka
"Anak Ibu... Kemana saja.. Ibu kangen banget... " Yunita menjewer telinga Dave lalu memeluknya
"Buat apa nanyain kamu Dave!!! , lagian Telfon ayah aja nggak pernah. " Adi Wijaya yang mengomeli anaknya tapi tetap memeluknya
"Iya.. Kalau telfon ayah.. nanti Ibu nangis lagi.. lebih baik nggak telfon. " Dave menggoda Ayah dan Ibunya
"Kak.. Dave pasti lupa sama aku,, " Alaric mendekat..
"Iya dulu kakak masih kuat gendong kamu, sekarang badan kamu lebih gede dari kakak" Dave memeluknya hangat dan tertawa
"Dave.. Om senang akhirnya semua baik-baik saja" Andra mendekat
"Iya Pa.. Dave akan menjaga putri Papa" Dave memeluknya
"Dave.. Maafin tante waktu itu " Mariana
"Mama adalah ibu terbaik buat Flower, Terima kasih ma, mama sudah melahirkan dan membesarkan Flower dengan baik. Dave janji akan menjaga Flower." Dave akhirnya dipeluk Mariana
Setelah pertemuan mereka yang penuh haru
Pernikahan secara hukum dilaksanakan
dihadapan saksi dan pengacara serta kuasa hukum Baverlly
Dave dan Flower akhirnya menikah secara hukum dan wasiat perjodohan resmi ditandatangani oleh Dave dan Flower. Dave resmi sabagai pemilik Baverlly.
Mereka kembali ke Baverlly dengan gelarnya yang baru Tuan Besar Dan Nyonya Dave, akankah Flower bisa menjadi Nyonya Penurut sesuai aturan yang tertulis ataukah akan ada perubahan di Baverlly dibawah kekuasaan Dave Wijaya.
Bersambung....
__ADS_1