Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 8. Mengikuti perasaan yang ada


__ADS_3

Hari ini hari terakhir pertandingan dan Dave masih ikut di sesi 3 pertandingan rock climbing, dia sedang sarapan setelah mengantarkan adeknya kesekolah. Masih ada 2 jam sebelum pertandingan dia dimulai. Tiba-tiba handphone berdering.


"Hallo.. " Karena no. Tidak dikenal Dave hanya mengatakan Hallo


"Hallo kak.. Ini Flower" Dengan suara sopan


"Hai.. Flow.. Apa kabar? " Tanya Dave


"Kabar baik kak.. Kakak gimana kabarnya?" Flower sambil menggigit kuku jarinya


"Baik.. Kemarin nggak ketemu kamu.. Kamu dimana? "Tanya Dave sambil tersenyum


"Owh.. Kemarin Flow nggak enak badan kak.. Jadi nggak ke kampus. " Jawabnya


"Kamu sakit?? " Dave merasa gelisah


"Nggak kok kak.. Cuma pusing aja. Kakak hari ini ada pertandingan?! " Flower mulai penasaran dengan kegiatan Dave


"Emm.. Iya. Nanti jam 10, kamu datang? " Dave tersenyum


"Belum tau kak.. Flower takut.. " Jawabnya dengan gelisah


"Takut kenapa? " Dave tiba-tiba penasaran sambil minum kopi


"Eeeee.. Takut liat kakak terluka" Flower beraksi lebih dulu


"huhhukk" tiba-tiba seperti ada nyangkut di tenggorakan Dave


"Kak Dave batuk?? Kak.. " Flower gelisah


"Nggak.. Kesedak aja.. Ni baru minum kopi" Sudah mulai biacara santai "Flower datang ya.. Kakak tungguin" Dengan suara merayu

__ADS_1


"Emm liat nanti ya kak,, o iya.. Simpan nomor handphone Flower ya kak.." Pinta flower dengan sopan


"Pastilah.. Kamu bisa dapat nomor handphone kakak?? " Dave bingung


"Tanya sama Kak Riel.. Mungkin kak Riel dapat dari Kak Jony. Kemarin aku tanya kak Riel bilang nggak punya.. Eh.. Tadi pagi-pagi dikirimin nomor kak Dave.. Kenapa kak? Flower ganggu kakak?! " Flower merasa tidak enak hati


"Iya.. Kamu ganggu kakak " Dave mulai bercanda


"Maaf kalau gitu. Flower nggak niat ganggu kakak" Flower ke cewe


"Iya.. Kamu ganggu perasaan kakak" Dave udah bisa nggombal


Dan Flower tersipu malu dengan kata-kata Dave "aah.. Kakak bisa aja.. Ya udah kalau gitu nanti aku telfon lagi kak.. Kakak semangat!! Byeee"


"Kamu juga.. Bye.... "


Dave melanjutkan sarapannya dengan senyuman manis. Sampai bibi Iyut ikutan tersenyum. Karena bukan hal biasa Dave seperti itu.


"Selamat pagi mama... Pagi papa.. " Andra dan Mariana heran Flower tidak seperti biasanya


"Flower kamu belum mandi sayang?!" Tanya papanya


"Males pa.. Emang kenapa? Bau ya pa?? "


"Nggak.. papa heran aja.. Biasanya sebelum sarapan kamu udah mandi duluan" Andra sambil menatap putrinya dengan heran


"Ya udah sarapan dulu.. Mama sama papa nungguin kamu.. Tadi mama ke kamar, kamu lagi telfon. Telfonan sama siapa senyum-senyum gitu" Kata Mariana


"Ada aja ma.. Rahasia" Sambil tersenyum malu


"Ma.. Sepertinya anak gadis kita perlu di periksa ma..? Jangan-jangan masih demam?? " Papanya suka bercanda

__ADS_1


"iiih.. Papa gitu deh.. Kaya mama papa nggak pernah muda aja" Flower lanjut meminum teh anget


"Sayang.. Kenalin ke papa sama mama.. Siapa dia, anaknya seperti apa? Hemms mama pengen mengenalnya" Mariana sambil melekan piring berisi Spaghetti.


Flower langsung menjawab "Apaan sih ma.. cuma temen,, bener ma...suerr.. Flower nggak punya pacar"


"Iya.. Sepertinya belum punya pacar ma.. Makanya nanti papa anterin ke dokter ya sayang" Papa meledek


"Papa gitu.. Emang perasaan Flower beberapa minggu ini terasa aneh, Flower juga bingung. sampai kepala Flower pusing, papa"


"Dia tampan?? Seperti pangeran yang kamu idamkan" Mariana sambil tersenyum melihat putrinya senyum-senyum


"Makanya bingung ma.. Dia jauh.. Jauh dari kriteria cowok idaman Flower.. Tapi kenapa Flower bisa berasa nyaman gitu kalau dekat dia. Padahal kenal dekat juga nggak, jarang ketemu juga dan dia terkenal cowok cuek dikampus. Makanya pas di kantin tiba-tiba ada rasa perhatian sama flower.. Flower jadi gelisah. Flower juga heran sama diri Flower. Gimana dunk ma.. Pa.. Tolongin Flower " dengan menutup wajahnya seolah menangis


"Sayang itu perasaan kamu, kamu nggak bisa menolak perasaan itu. Tapi dia suka nggak sama kamu? " Mariana sambil mengelus rambut anaknya.


"Iya.. Kalau sama Flower akhir-akhir ini dia perhatian ma, walaupun cuek sama orang lain. Barusan telfon juga gitulah... Aaah Flower masih harus berfikir jernih" Sambil menutup wajahnya


"Tapi ingat selalu nasehat papa ya sayang, kamu putri papa satu-satunya.. Kalau nanti kamu punya pacar, langsung kenalin dulu sama papa, ok!!" Papa sambil memegang tangan Flower


"Ok papa" Dan Flower sarapan dengan nikmat pagi itu. Tapi Flower tidak ingin ke kampus karena masih bingung dengan perasaannya dan khawatir akan melihat Dave.


Waktu menunjukkan pukul 10.00 WIB Dave sudah bersiap untuk pertandingan. Dia melihat sekitar tapi yang ada di depan mata Dave hanya teman-temannya.


"Dave, dah mau mulai.. Fokus,. Tetap hati-hati..kuat..." Beny sambil memberi dukungan.


Jony, Sasya, Jesica, Alex, dan Edo melihatnya dan memberi dukungan. Tapi Dave seperti menantikan seseorang. Jony merasa aneh melihat Dave dia menghampiri.


"Dave.. Fokus.. semangat!! Okey" Sambil mengepalkan tangannya.


Dave akhirnya selesai bertanding. Dan teman-temannya bersorak dan Dave berada diposisi kedua. Sebenernya bukan masalah hasil pertandingan. Tapi Dave benar-benar ada sesuatu yang di pikirkan. Dan flower sudah tahu tentang hasil pertandingan dari Edo. Tetapi Edo tidak tahu tentang Flower.

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2