Hanya Ingin Mencintaimu

Hanya Ingin Mencintaimu
BAB. 11. Mulai terbiasa dengan sayang


__ADS_3

Flower bergegas ke kampus dengan penuh semangat. Tidak lupa menjemput Arneta.


"Pagi sayang... Ayuk.. Buruan " Flower menyapa dari dalam mobil


Kemudian Arneta masuk kedalam mobil dan duduk disebelah Flower.


"Ok.. Let's Go " Seru Arneta dengan semangat


"Flower, Parfum kamu beda?? " Tanya Arneta yang hafal tentang Flower


"Gimana, enak wanginya.. Sama yang biasanya enak mana?" Flower tersenyum


"Ini lebih ke Romantic,, hemms tumben kamu beli yang begini?? " dia bercermin menambahkan liptint dibibir sambil mengemut bibirnya


"Iya.. Dapat dari orang, ya aku pakai" Dalam hati Flower , Dave yang kasih.


"Eemm...enak sih..wanginya segaarr.." Lanjut menanyakan penampilannya "Menurutmu.. Gimana aku??! " Sambil masih bercermin


"Udah cantik sayang, malah jangan terlalu merah.. Aku, Nggak suka liatnya.. Kita mau kuliah, bukan mau mejeng di cafe " Flower sambil memutar musik di playlist.


"Iya.. Aku mau janjian soal.. " Arneta dengan eskpresi berbeda


"Janjian??!!, kamu punya pacar?? " Tanya Flower


"Bukan! Teman aja..., " Jawab Arneta sambil menatap Flower


"Teman kampus?? Aku kenal nggak?? " Flower sambil melihat Arneta


"Iya anak kampus, kamu nggak kenal. Dia anak baru tapi seusia kita" Senyum-senyum


"Terus kak Kenzo, udah nyerah gitu aja?? " Tegas Flower ke Arneta


"Ya kan kak Kenzo udah dewasa, terus pasti aku banyak saingannya.. Jadi takut ah.. Tapi tetep Kak Kenzo di hati Arneta" Ekspresi ceria


"Ya udah kalau gitu.. Lagian kamu yang punya perasaan.. Yang penting baik-baik jangan kaya dulu sampai nangis-nangis" Flower mengingat waktu itu Arneta patah hati


Dave tetap ke kampus walaupun nggak ada kelas tapi dia menjaga jarak dengan Flower sesuai keinginan Flower. Dia hanya ingin melihat dari kejauhan.


kelas Flower sudah selesai tapi masih ada kelas kedua. Flower ke kantin. Tapi di kantin sudah ada Dave sama Jony.


Flower mengambil minuman dan kue lalu duduk agak jauh dari Dave.


"Brother, tumben nggak ada kelas tapi ke kampus" Tanya Jony


"Emang nggak boleh? " Dave sambil makan snack yang diberikan Jony


"Dave.. Liatin apa kamu,??! " Tanya Jony


"Bukan apa-apa,, " Dave melihat Ferdy duduk di depan Flower

__ADS_1


Dimeja Flower, Ferdy mendekati tapi ada juga mahasiswa lainnya disebelah Flower.


Ferdy menyapa "Flower tiap makan sendirian aja?? "


Flower sebenernya juga mulai risih, makanya waktu itu minta kak Kenzo nemenin Flower di Kampus biar Ferdy mundur. Tapi tetap aja. Ferdy sebenarnya tampan, dan juga terkenal tapi Flower nggak suka kalau ada dia.


"Iya kak.. Kan cuma makan, kenapa harus butuh teman" Ucap Flower kepada Ferdy


Dave tiba-tiba keluar dari kantin, dan menghubungi Flower. Dan Flower melihat ponsel kalau Dave yang telfon


"Hallo..Sayang, aku lagi makan. Kamu lagi dimana?? " Flower beraksi di depan Ferdy, jelas tau kalau Dave di situ. Tapi dengan ini bisa menebang akar sebelum merambat


"Aku di luar kantin, biar Jony nggak denger" Dave melanjutkan percakapan "Dia ngapain?" Maksudnya tentang Ferdy


"Iya sayang, aku makan sendirian. Tapi ini banyak senior aku , sama teman kelas...Aku kangen kamu.. Jangan lupa nanti jam 2" Flower sambil senyum-senyum dan melihat depan ternyata Ferdy yang mulai gerah


Dave masih cemas " Kamu juga, harus ingat aku"


"Pasti sayang, ya udah aku makan dulu. Bentar lagi ada kelas " Flower sambil tersenyum


"Iya,, inget aku.. Love You" Dave melihat ke arah Flower


"Love you to" Ekspresi bahagia


Flower masih tersenyum.. Dan Ferdy melihat dengan jelas.. "Flower.. Punya pacar?? "


"Owh.. Gitu " Ferdy menunduk.. Dia playboy tapi sama Flower seperti bawa perasaan


Jony tiba-tiba dah dibelakang Dave..


"Telfon siapa sih?? Tumben telfon aja sampai keluar kantin"


"Ada lah.. " Dave sambil tersenyum.


"Aku ada kelas, kamu enak hari ini nggak ada kelas" Jony sambil berjalan disebelah Dave


"Iya.. Malah asyik kalau ada kelas.. " Dave datar.. Kalau ada kelas bisa ketemu Flower terus di kampus.


"Ok.. Brother.. Jony mau ke kelas dulu" Sambil menepuk pundak Dave.


"Iya.. Aku juga mau pergi dulu.. " Dave sambil berjalan ke parkiran.


Dave sudah menunggu di rumah flower dan sudah berbincang dengan Mariana


"Owh.. Berarti tadi kamu ke Kampus dulu?? " Tanya Mariana


"Iya tante.. Ini kopinya saya minum tante" Tanpa canggung


"Dave.. Kamu sudah makan?? Ini tadi tante masak rendang" Mariana sambil membuka beberapa toples berisi mede dan lainnya

__ADS_1


"Sudah tante, terima kasih" Sambil tersenyum


"Om Andra pulang jam berapa ya tante? "


"Hari ini ke luar kota, di daerah kawasan baru. Sepertinya malam baru pulang, udah nggak usah sungkan di rumah Tante, seperti sahabatnya Flower tiap kesini dah kaya anak-anak tante.. Biasanya mereka ngumpul sabtu sore. Pada berenang, kadang Natasya dan Arneta nginep, Edo sama Steve pulang. Mereka dah seperti saudara buat Flower "


Sambil melihat ke Dave..


"Iya tante, flower juga cerita begitu. Dave baru kenal Edo sama Arneta aja tante. "


Dave dengan tersenyum melihat ke arah Mariana


Mariana sangat terbuka. Walaupun pertama kali Dave berkunjung ke rumahnya. Tapi membuat Dave terasa nyaman. Sebentar berbincang tapi menjadi dekat.


"Nah.. Itu flower sudah pulang, " Mariana sambil melihat ke kaca jendela.


Flower masuk langsung ke ruang tamu,


"Sayang, mobil kamu kenapa di luar?! Mama... Udah ngobrol apa aja sama Kak Dave?? "


" Ya.. Biar diluar nggak apa-apa.. Kan mau kita mau keluar" Ucap Dave dengan menatap Flower


"Iya.. Ya udah tunggu aku ganti baju dulu,, mama Flower nggak makan ya, tadi udah makan di kantin.. "


"Iya.. Mama ngerti sayang.. Ya udah sana ganti baju Dave udah nunggu kamu dari tadi" Dengan bicara lembut


" Dave.. Nanti pulangnya jangan malam-malam ya" Sambil melihat ke arah Dave


"Iya tante.. " Dave dengan lembut dan tersenyum


Mereka pergi ke suatu tempat, yang lumayan jauh dari rumah Flower, di mobil mereka bercerita


"Sayang, maafin aku.. Kamu marah?? " Flower melihat ke arah Dave


"Aku nggak marah, cuma khawatir sama kamu" Tangan kiri Dave sambil memegang rambutnya


"Padahal waktu itu aku ngajak Kenzo biar dia nggak ngedeketin aku, akhir-akhir ini, dia suka duduk di depan aku lagi. Kesel juga" Flower menghela nafas


"Iya, aku ngerti. Makanya tadi aku telfon kamu.. " Dave berusaha menggenggam tangan Flower


"Hayooo....kamu lagi nyetir sayang" Flower melihat ke Dave


tangan kiri Dave menggenggam tangan kanan flower.. "Aku percaya sama kamu"


Flower tersenyum.. "Udah lepasin.. Kamu nyetir sayang,, " Dan pelan pelan dilepas..


Flower bernyanyi mengikuti musik yang di putar Dave.. Begitupun Dave senang mendengarkan suara Flower.


Bersambung.......

__ADS_1


__ADS_2