
Satu minggu setelah pernikahan, Flower lebih bersemangat, dia tampak membaik dan lebih tenang.
"Pagi sayang.... " Dave menyapa sambil mengelus rambutnya
"Pagi sayang... " Flower memeluk Dave
"Gimana perasaan kamu pagi ini,?? " Dave menatap dekat
Flower melingkar tangannya ke leher Dave
"Aku baik.. Kamu nggak usah khawatir. Nanti malam di acara pernikahan Kak Stella sama Kak Hanz kita gimana? "
"Iya pasti kita datang.. Tapi kita nggak bisa lama, kamu udah banyak kegiatan sayang" Dave mengangkat Flower dari tempat tidur
"Iya benar.. Kemarin aku di kampus cuma ketemu Arneta sama Edo bentar doang," Flower cemberut
"Iya.. Nanti setelah Dave Ujian selesai. Kita undang mereka kesini. Yang penting kamu jangan sedih ya. Aku sayang banget sama kamu" Mencium kening Flower
"Ya udah.. Aku mau mandi Kamu keluar , Ellena suruh kesini" Tapi tidak ingin lepas dari gendongan Dave
Walaupun mereka sudah menikah secara hukum dan janji suci tapi mereka masih menjaga jarak. Mereka tidur di kamar yang terpisah. Tapi Dave selalu ke kamar Flower sebelum Flower bangun. Dia selalu memandangi wajah istrinya ketika tidur.
"Nona.. Jadwal hari sangat padat. Nona jangan lupa minum vitamin." Ucap Ellena tersenyum
"Ellena.. Kamu tidak usah khawatir.. Selama ada Dave aku bersemangat.. " Ucap Flower dengan senyuman. Dia berusaha melawan memory 17 tahun itu. Dia juga mulai mengobati luka hatinya.. Perlahan Flower bangkit meraih hidupnya
"Nona.. Hari ini memakai sepatu ini, baju ini dan aksesoris ini. Saya akan keluar dulu menyiapkan sarapan Nona" Ellena meninggalkan Flower.
Flower selalu terlihat feminine dan menawan
"Flower sudah siap... " Flower memandang ke Ellena
"Baik.. Mari Nona kiita berangkat.. " Ucap Ellena
Flower selalu ingin menyetir mobil sendiri dan Ellena hanya duduk disebelahnya. Kecuali kalau pulang Ellena yang kemudikan mobilnya. Baro dan Zea tetap mengikuti mereka dengan mobil lain.
Dave selalu bersama Yuken dan bodyguardnya. Hari ini adalah jadwal Ujian Skripsi. Tapi Dave akan benar-benar merindukan kampusnya. Karena setelah pernikahannya Dave sudah disibukan dengan segudang pekerjaan dan kegiatan.
__ADS_1
Begitu juga dengan Flower, tapi Flower masih punya kesempatan untuk bertemu sahabatnya di kampus
"Nona.. Hari ini Tuan akan melaksanakan Ujian Skripsi, apakah Nona akan datang?? " Ellena berjalan disebelah Flower
"Ntahlah. Lagian Flower ke kampus untuk kuliah Flower, Kak Dave setelah ujian juga ada meeting " Flower berjalan ke arah kelas
"Saya kira nona akan kesana, tadinya saya akan memesan bunga" Ucap Ellena
"Apakah begitu penting Ellena, lagian kita sudah menikah, tidak ada yang harus di umbar di kampus. Cukup waktu itu saja" Tegas Flower
"Baik nona.. " Ellena merasa Flower sepertinya sudah kembali pulih
Setibanya Dave di kampus.
"Dave... Semangat... Jony disini" Ucap jony sambil mengangkat tangannya. Dave hanya tersenyum ke arah Jony lalu masuk ke ruang sidang
"Jon.... Udah disini ternyata.. Kita nggak bisa liat Dave, " Jesica dan Alex yang baru datang
"Dave udah masuk ya?? Telat dong aku " Sasya dengan membawa sebuah kotak
"Udah diem, tunggu disini saja.. Itu Yuken ngeliatin kita terus. "Sahut Alex
"Udah ramai aja disini,, Dave gimana??" Beny yang baru datang
"Iya Dave Keren... Dave pakai jas warna Silver makin tampan" Jony dengan semangat bercerita.
"Terus kenapa Flower nggak datang?? " Ucap Sasya
"Kata Arneta, Flower sibuk banget ketemu 5 menit aja udah seneng, apalagi setelah mereka menikah. Pekerjaan Dave dan Flower menumpuk. " Kata Jony di sebelah Alex
"Jadi mereka sudah menikah,. Kenapa kita nggak dikasih kabar. " Jesica melihat ke Jony
"Aku nggak tahu. Aku belum ngobrol lagi sama Dave setelah dia pulang, aku dapat informasi dari Edo atau Arneta." Ucap Jony
Sidang skripsi Dave cukup memuaskan para penguji dan dosen pembimbing Dave berdiri memberi tepuk tangan. Kemudian Dave keluar dengan senyuman yang mempesona
"Brother... Selamat.... Hebat.. diantara kita kamu yang duluan.. Padahal aku udah cepat, nggak selesai-selesai" Jony
__ADS_1
"Iya Jon.. Kamu yang semangat, makasih ya kamu selalu dukung Dave" Dave dengan senyum dan menepuk pundak Jony
"Sayang!!" Dari kejauhan Flower melambaikan tangan dan Dave langsung lari ke Flower dan mengangkat pinggang Flower ke atas
"Kamu kesini??,,sayang kamu semangat aku " Dave kemudian menciun kening Flower
"Ini Hadiah buat kamu, Sayang aku pergi dulu. Kamu ngobrol dulu sama mereka. Kasian mereka.. Love You.. Byee byee" Setelah mencium pipi kiri Dave Flower beranjak pergi
Dave kembali ke Jony dan teman-temannya
"Kalian tadi disini lama nunggu Dave ,, Dave jadi terharu"
Karena sidang skripsi Dave sekitar 2 jam dan mereka menunggu di luar ruang sidang.
"Iya Jony yang lama.. Aku baru datang. Tadi aku bimbingan dulu" Ucap Beny
"Iya nggak apa-apa... Dave bahagia kalian teman - teman Dave yang setia.. " Dave senyum bahagia
"Kita kan udah lama berteman, walaupun kamu sibuk, setidaknya kita bisa ketemu disini, udah cukup buat kita" Jesica dengan lembut
"Alex.. Sorry.. Waktu itu Dave bukan pura- pura nggak liat kamu, Dave sibuk ngurusin Flower. Terus waktu itu ngurus dokumen Flower sama nyari Mrs Grecce.. Makanya waktu kamu panggil Dave,, pikiran Dave masih kacau karena kondisi Flower" Ucap Dave menatap ke Alex
"Iya.. Alex ngerti banget, sekarang kamu udah baikan sama Flower aja kita udah seneng liatnya. Ternyata emang takdir cinta kalian" Alex memeluk Dave
"Iya kamu benar, buat kamu juga makasih ya Jon.. Waktu itu kamu nyuruh Dave pulang terus. Dan liat Arneta waktu nangis sama Edo. Dave jadi tergerak untuk pulang. Dave bersyukur sama mereka membuat Dave berfikir. Misalkan Dave nggak pulang juga. Fatal akibatnya buat Flower, dan sampai sekarang Dave masih berusaha yang terbaik buat Flower" Dave dengan perasaan dalam
"Emang Flower kenapa Dave.. Tadi liat, Flower baik-baik saja?? " Jony penasaran
"Iya.. Setelah dari Villa itu, Flower sakit keras dan dia menutup dirinya, dan seolah dia Nona 17 tahun. Awal Dave pulang, dia liat Dave langsung pingsan. Terus Yuken ngajak ke ruang privasi Dave, dia cerita tentang Flower, Dave jadi tahu kondisi Flower. Dave langsung down waktu itu. Dave marah sama Yuken dan Ellena. Kenapa mereka nggak kasih tahu Dave dari awal. Kak Stella waktu itu cuma bilang Flower nggak mau makan. Jony tahu sendiri kan waktu di Avilla, asisten kak Stella chat cuma bilang gitu. Terus Dave masih santai saja nunggu Dave lulus dulu, Dave mikirnya disana Flower banyak yang jagain. Ternyata kondisi Flower parah dan bisa fatal kalau nggak ketemu Dave. Dokter bilang Flower harus ketemu Dave untuk mengulang memory Flower walaupun menyakiti hati Flower. Tapi nggak ada yang bilang sama Dave. Jadi Ellena dan Yuken yang ngurusin. Mereka bilang karena Dave belum pulang. Jadi Dave hanya orang biasa dalam pandangan orang Baverlly. Tapi perlahan Flower kondisi membaik dan Dave sabar aja ngadepin Flower. Kalau manggil tadinya kamu. Terus teriak kalau marah, ngambek juga, tapi kadang lucu jadi tahu masa dia diusia 17 tahun. Cuma Dave takut aja, kalau selamanya dia akan lupain memory dia sama Dave. Tapi sekarang dah membaik. Pertama bilang Kak Dave Jahat!! terus nangis.Dave seneng. Ternyata dia kembali. Habis itu dia ungkapin semua perasaan marahnya. Tapi Dave lega ternyata dia juga kangen sama Dave. Setelah itu besoknya kita menikah. Ya memang butuh waktu. Makanya waktu nikah di C. T. O begitu kita datang, keluarga langsung bergantian peluk Flower. Setelah selesai acaranya Dave bilang sama mereka tentang kondisi Flower. Pecah tangis mereka, dan makin disayang sama keluarga. Perlahan kondisinya membaik dan mulai seperti Flower yang biasa.
"Owh gitu. Kita jadi ikut sedih dengarnya. Iya Dave ini buat kamu, Kenang-kenangan dari kita semua. Kita tahu sekarang kita susah komunikasi sama kamu. Tapi setidaknya ini biar kamu ingat sama kita semua. Selamat berbahagia buat kamu sama Flower. " Ucap Sasya
"Iya Dave... Kita tetap teman-teman kamu Dave. " Jony memeluk Dave
"Jony, Sasya, Alex, Jesica, Beny, makasih semuanya, kalian memang teman Dave yang terbaik. " Dave berkaca-kaca
"Tuan.. Jadwal meeting... " Yuken menghampiri
__ADS_1
"Kalu gitu Dave pamit dulu.. Sampai ketemu lagi " Dave pergi meninggalkan teman-temannya dengan rasa haru
Bersambung......