
Arneta, Edo, Steve dan Natasya sudah ke L.O Centro menemui Yuken untuk membuat janji bertemu Flower tapi semua sia-sia.
Arneta mendapatkan chat tentang pertemuan dengan Flower dibatalkan. Arneta berusaha berlari tapi melihat mobilnya sudah berlalu dan disisi jalan lain ada Dave masih berdiri di antara teman-temannya. Kemudian mereka tertuju ke Arneta yang berlari dengan menangis kencang. Edo berlari mengejar Arneta, Arneta sampai terjatuh...
"Arneta.. Udah jangan nangis.. Diliatin banyak orang .... " Edo dengan sedih
"Aku nggak peduli apa kata orang.. Baca itu pesan dari Yuken.. Flower mau pindah.. Edo coba bayangin kalau dia benar-benar pindah ke Jerman.... Flower... Aku nggak bisa jauh dari kamu.. Aku kangen!!!" Arneta makin tesedu-sedu
" Apa kamu bilang barusan?? " Dave kaget mendengar kata-kata Arneta
"Semua ini gara-gara kak Dave! Flower jadi berubah gara-gara kak Dave! Arneta benci sama Kak Dave!!" Arneta lalu berlari pergi
"Biar aku yang kejar dia.. Kamu sama Dave" ujar Jony
"Gini kak, dari waktu itu kan kita ke L. O nah terus kata Yuken, minggu depan saja nanti bertemu Flower. Saat masuk kuliah. Terus kita udah tenang, nah Minggu Yuken chat digroup kita kalau hari selasa nanti bisa buat jadwal ketemu setelah pulang kuliah. Tapi ini barusan kita pas ada kelas Yuken chat ke kita dibatalin janjinya. Flower sibuk mau pindah, Visa dan lainnya udah diurus buat ke Jerman. Nah waktu kak Alex telfon tadi, kita dah lari kesini tapi ternyata Flower dah pergi. Emang dari dulu keinginan Flower kuliah di Jerman. Kita bingung kak." Ucap Edo
"Ya sudah kalau gitu,, Dave akan pulang.. Demi kalian semua, sepertinya Dave yang akan pergi. Ayo kita ke Arneta" Jawab Dave
Diperjalanan Flower berubah pikiran, dia ingin bertemu seseorang tapi masih bingung dengan hatinya
"Zea, kegiatan Flower setelah ini?? " Tanya Flower
"Tidak ada Nona, Nona mau pulang atau masih ada yang di tuju? " Jawab Zea
"Tidak jadi.. Kita pulang saja" Flower sangat ingin seperti dulu. Tapi sulit baginya dia memilih mengikuti aturan yang ada
Arneta di taman kampus dekat gedung seni, dia ditemani Jony, Jony juga merasakan hal yang sama seperti Arneta
"Makasih Kak, Arneta cuma sedih aja" Sambil menatap ke langit mendung disiang itu
"Ya sama-sama.. Jony juga udah persiapan kalau nantinya Dave pergi, karena memang setiap pertemuan pasti ada perpisahan, tapi kenangan akan tersimpan dalam hati kita" Ucap Jony dengan bijaksana
"Iya kak.. Tapi Arneta cuma pengen ketemu sekali aja udah cukup kak, waktu itu terlalu mendadak dan Arneta belum tau kalau di Baverlly sangat ketat. Arneta nyesel kak, setidaknya hanya pelukan perpisahan, sudah cukup buat Arneta. " Dan air mata Arneta masih mengalir
__ADS_1
"Iya kak Jony ngerti, kamu yang sabar. Jony yakin Flower hanya butuh waktu, karena memang sulit buat dia menerima kenyataan, walaupun pahit tapi tetap harus dia jalani. " Jony dengan menatap langit yang akan menurunkan air
"Dave akan pulang, demi kalian semua!!" Seru Dave dari belakang
"Maafin Arneta kak, Arneta terlalu emosi tadi" Arneta menatap ke Dave
"Jadi kamu serius akan pulang?? " Jony dengan tatapan sedih
"Sepertinya memang harus pulang" Dave menghela nafas
"Terus nanti kakak Skripsinya gimana?? Arneta nggak bermaksud gitu sama kak Dave. " Arneta menunduk
"Iya kak.. Terus kuliah kakak gimana, tinggal selangkah. Edo berfikir Flower nggak mungkin ke Jerman. Tapi dokumen pemindahan bener, ini barusan ada temen Edo tadi di sekertariat kampus. Kalau Flower keluar dari kampus" Edo menunjukkan
"Jadi Flower akan benar-benar pindah dari kampus kita, padahal dia anak yang manis, sopan dan tidak banyak gaya, seperti adik buat Jony. Makanya Jony selalu bujuk Dave buat nemenin dia, eh malah begini" Ucap Jony
"Bukan salah kamu Jony. Emang udah takdir. Ya udah, Dave siap-siap mau pulang. Biar Nona Muda lebih tenang. Baru seminggu di Baverlly rambutnya aja udah pendek. Dave malah stress, kalau nggak ada yang ngendaliin dia. Kalian tenang aja. Dave punya ide. Dave janji buat kalian semua ketemu sama Flower." Ucap Dave
"Iya.. Jony juga pengen ketemu Flower.. Tadi pakai kacamata hitam jadi nggak liat jelas. Rambutnya pendek tetep cantik Dave.. Malah terlihat Fresh.. Ya udah sana kamu pulang, calon istri kamu udah nunggu lama." Ujar Jony dengan suara sejuk
"Iya.. Padahal Flower nggak pernah rambutnya pendek?? kecuali waktu bayi botak,, tapi dari umur 5 tahun sampai dewasa, sekarang pertama kali dia berambut pendek. Baguslah tampil beda.. Jadi penasaran. Kak Jony fotoin nggak?? " Seraya, Arneta karena setidaknya dia bisa melihat Flower
"Ini fotonya dari Alex tadi.. Tapi nggak terlalu jelas. Aku kirim ke kamu" Jony.
"Ya udah, Dave mau ketemu dosen dulu. Habis itu pulang ke Baverlly. Dave pergi dulu. " Dave meninggalkan mereka
Jony, Edo dan Arneta masih membicarakan tentang Flower dan Dave. Disisi lain mereka akan sedih karena tidak bisa dekat dengan Dave, tapi akan bahagia bisa bertemu Flower walaupun sudah berbeda keadaannya.
Baverlly di sore ini cukup sejuk setelah hujan. Flower sedang berenang di kolam renang yang ada di dalam rumah ditemani Ellena.
"Handuknya Nona.. " Ellena memberikan handuk putih dan memakaikan kimono biru
"Ellena, malam ini Flower tidak menerima tamu siapapun yang datang, baik keluarga C.T.O ataupun keluarga D.L.A" Dengan tatapan mata tajam
__ADS_1
"Baik Nona, nanti saya bilang Yuken. Mari Nona..." ajakan Ellena.
Flower beranjak ke kamar mandi yang di dalam kamar. Suara alunan musik yang syahdu mengiringinya. Gemercik air yang berjatuhan dari shower membuatnya terasa segar. Tak berselang lama ada seseorang orang yang datang dan duduk di kamar itu. Kemudian Flower keluar kamar dengan kimono biru muda dengan rambut terikat handuk keluar dari kamar mandi. Dan dia tercengang melihat seseorang itu dengan tatapan teduh tapi sangat dalam
"Nona.. Maaf.. Tuan Muda memaksa untuk masuk ke dalam" Ucap Ellena
"Kamu keluar Ellena, biarkan saja dia" Flower dengan bibirnya yang beku dan seakan ada yang mengganjal ditenggorokan, dadanya mulai terasa sesak"
"Aku sudah pulang, masih tidak mau menganggap aku ada?? " Dave dengan tatapan menyilaukan.
Dave Beranjak dari tempat dia duduk mengarah ke Flower dan Flower seketika mematung, nafasnya mulai terasa berat dan sangat sesak.
"Kamu, kamu, ...... kamu jahat Dave" Dengan suara terbata matanya memerah dan air mata mengalir
"Iya aku jahat.. Dan aku laki-laki paling buruk" Dave perlahan mendekat,
Flower berusaha untuk mundur tapi langkahnya terasa berat
"Aku.. Aku... " Belum lanjut dia berkata Flower Pingsan dan Dave berusaha meraihnya.
Flower terjatuh di Tangan Dave. Dave memeluknya... Dan berteriak memanggil Ellena
"Flower.. Bangun sayang,, Flower... Kamu belum bisa maafin aku,, " Dave dengan suara menyayat hati
"Tuan... Ellena mohon.. Tuan Muda keluar dulu.. Silakan Tuan Muda keluar" Ellena dibantu suster yang berusaha membuat Flower sadar.
Dave keluar dan ada Yuken menghampirinya.
"Tuan Muda, bisa kita bicara di ruang Tuan Muda..? " Yuken meminta Dave untuk ke ruang privasi Dave
Yuken menceritakan semuanya pada Dave. Dave tidak mengira akan membuat Flower begitu sakit. Flower masih butuh waktu untuk dirinya. Tekanan batinnya membuat Flower sakit. Dave datang disaat kondisi Flower belum stabil.
Bersambung.....
__ADS_1