Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Ancaman.


__ADS_3

Setidaknya kita punya cerita bersama walaupun tidak bisa saling memiliki - Ane.


***


Ararka menemui Ane di rumahnya, karena wanita itu tidak mengangkat video call-nya. Ararka segera memutar kuncinya karena dia juga memiliki satu kunci rumah Ane. Ararka mencari keberadaan Ane dan langsung memasuki kamar Ane.


Dia melihat Ane yang menangis memeluk guling, Ararka naik ke ranjang lalu memeluk Ane. "Ada apa Sayang?"


"Kamu belum tau?" Ane melirih mata tajam Ararka.


Ararka mencium bahu Ane beberapa kali. "Tau apa, hm?"


"Kamu mau dijodohin! Kamu tau?!" tanya Ane meninggikan suaranya.


Tatapan Ararka melemah. "Aku baru tau." Jawabnya bohong.


Ane duduk di ranjangnya disusul Ararka. Ane menggebuk-gebuk dada Ararka. "Kamu jahat! Kamu gak bilang sama aku! Kamu jahat!"


"Sayang, syutt! Sayang tenang!" Ararka memegang tangan Ane lalu memeluknya. "You are mine. Kamu milik ku, aku milikmu, soal perjodohan itu, aku pastikan semuanya gak bakal terjadi, aku mau nikahin kamu secepatnya."


Perkataan Ararka cukup meyakinkan bagi Ane, dia juga tampak lebih dewasa terlihat dari sikapnya dan juga perkataannya yang agak formal.


"Kamu janji, kan?" Ane memberinya jari telunjuk dan Ararka menyatukannya dengan telunjuknya.


"Janji, Sayang. Bagi aku, kamu lebih berarti dari apapun."


Ararka mencium pipi dan kening Ane. "Jangan khawatir, aku akan selalu ada di dekat kamu, aku gak akan pergi, karena kamu rumah."


"Rumah singgah?" Ane sedikit bercanda.


Ararka tersenyum kecil lalu mengusap kepala Ane. "Rumah selamanya, kamu tempat aku pulang."

__ADS_1


Ararka membuka kancing kemeja Ane.


"Aku lagi dapet."


Ararka meneguk salivanya dengan kuat lalu bangkit dari kasur. "Aku mau masak buat kamu."


"Masak? kamu bisa masak? Ayok kita masak bareng."


Ararka menahan bahu Ane. "Gak boleh, aku aja, takutnya tangan kamu kena minyak. Kamu tunggu di sofa."


Ararka membawa makanan enak berupa spageti, burger dan dua gelas coca cola.


"Makasih Sayangku."


"Sama-sama cintaku."


Ararka duduk di samping Ane lalu melahap makanan bersama. "Aku sengaja masakin kamu, kalau beli gak bakal istimewa."


"Sikap seseorang memang harus berubah lebih baik, aku juga ingin memperlakukan kamu seperti ratu ku, dengan berbicara lebih lembut seperti ini, bisa bikin kamu semakin jatuh cinta pada ku."


Ane menggigit burgernya lalu meminum coca cola-nya. "Tapi perasaan kamu gak bakal berubah kan?"


Ararka tersenyum kecil lalu mengusap pucuk kepala Ane. "Gak bakal berubah sedetik pun."


***


Seperti biasa, makan bersama keluarga besarnya tak senikmat makan bersama Ane. Ararka hanya makan sedikit demi sedikit karena selera makannya menurun ketika Sang Ayah mengobrolkan perjodohan dengan anaknya.


"Papa ingin kalian menikah di hari yang sama dengan wanita pilihan Papa."


uhuk.. uhuk..

__ADS_1


Mata Ararka memerah karena tersedak. "Ararka gak mau dijodohin!'


"Bob, mana potonya?"


Seorang body guard memberikan tiga poto kepada Wijaya, pria berumur 50 tahun itu memperlihatkan poto Ane pada Ararka.


"Gadis itu sangat malang karena berurusan dengan ku."


Ararka bangkit dari duduknya lalu menghentak meja makan. "Papa gak bisa maksa aku! Semua ancaman Papa gak berlaku buat aku!"


"Anda menantang saya? Anda yakin? Bahkan saya bisa membunuh anak saya sendiri apalagi orang lain."


Ararka duduk kembali di meja makan dengan tangan yang mengepal. "Bunuh aja Ararka! Lebih baik Ararka pergi!"


Ararka berjalan keluar namun para body guard menahan tangannya.


"Gak semudah itu Ararka, kamu anak kesayangan saya, kebanggaan saya, anak paling hebat dibanding kedua kakak mu ini yang tidak berguna. Kamu tangan kanan saya. Menurut lah pada Ayah mu, maka kekasihmu itu akan aman. Jika Papa mendengar kamu menikahinya di belakang Papa, maka Papa bakal nyingkirin dia selamanya di hidup kamu."


"AKU CINTA SAMA DIA PA! AKU CINTA SAMA DIA!"


"STOP! OMONG KOSONG! GAK BOLEH ADA CINTA DI SINI, MENIKAHLAH KARENA TAHTA!"


"BAWA ARARKA KE KAMARNYA!"


"PAPA MUNA! PAPA JUGA CINTA KAN SAMA MAMA! PAPA CUMA MIKIRIN EGO PAPA SENDIRI!"


***


Buat apa banyak harta, tanpa cinta?- Ararka.


**

__ADS_1



__ADS_2