Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Mengikhlaskan


__ADS_3

Ane mengembalikan uang yang Ararka transfer padanya. Ane juga mengirim sebuah pesan pada Ararka.


Riane : Aku sadar kalau aku emang gak pantes buat kamu, kita langit dan bumi. Semoga kamu bahagia sama pilihan orang tua kamu, karena aku bukan orang yang tepat. Aku udah transfer balik uang kamu, gak ada yang perlu diingat lagi.


Ane menyimpan handphonenya, kemdian Daren duduk di sebelah Ane. "Siapa yang bikin adik kesayangan kakak begini?"


Mata Ane masih terlihat merah karena tangisannya dan isak tangisnya masih terdengar menyedihkan.


"Dewa kenapa? Selingkuh lagi?"


Ane menggeleng. "Ararka."


"Siapa Ararka, kamu gak pernah cerita sama kakak.'


Setelah menyeruput coklat hangat, Ane membetulkan handuk di kepalanya. "Pacar aku, kita baru putus."


Daren menyandarkan tubuhnya. "Jangan galau gitu, apalagi kakak, abis digugat cerai gak galau kok."


"Tapi kakak sampai overdosis karena banyak minum kan?"


Daren menghembuskan nafasnya pelan. "Iyan sama Mamanya emang berhak bahagia."


"Tapi kan kakak bisa cari uang yang banyak supaya ka Devi mau balik lagi sama kakak."


Daren meletakan handphonenya. "Emang gampang cari kerjaan Dek? Apalagi sekarang kakak mau cari pinjeman buat beli obat ibu, apalagi kakak lagi nganggur kayak gini. Kamu punya uang?"


Ane menggeleng, dia telah mentransfer semua uang yang telah Ararka transfer untuknya. Sekarang dia sudah tidak punya uang dan kerjaan.


"Ane juga nganggur Kak, kayaknya Ane harus balik kerja di club malam lagi."

__ADS_1


***


Ararka menatap tajam Ayahnya, di meja makan. Veronika menatap kagum lelaki yang memang disukainya itu. Perjodohan ini membuat Ararka frustasi, dia mencoba kabur beberapa kali, namun body guard Papanya ini selalu mengikutinya kemana pun dia berada.


"Kita percepat saja pernikahannya Pak Irawan."


"Veronika juga maunya begitu Pak."


"Gak sabar kepengen gendong cucu ya Pak."


Ibu Clara memperhatikan wajah Ararka yang tampak tidak suka dengan perjodohan ini. "Ararka, kamu gak keberatan dengan perjodohan ini?"


"Ke-" Ararka membuka mulutnya.


"Tidak!" ucap Wijaya. "Tidak keberatan sama sekali."


Ararka melihat sebuah pesan WA dari Ana tanpa membalasnya.


***


Ane melihat kedatangan Gavin dan Petro. Mereka duduk di kursi agak jauh dari Ane. Seorang pria tiba-tiba duduk di sebelah Ane. Lelaki tinggi itu merangkul bahu Ane.


"Bangsat!" pekiknya.


Ane menyingkirkan tangan itu, sungguh risih jiga ada tamu seperti ini.


"Gue pengen minum."


Ana menahan tangan laki-laki itu. "Kamu udah minum banyak, nanti overdosis!"

__ADS_1


"Jangan peduliin gue! Sini!"


Ane tetap menahan tangannya. "Kamu mau mati hah!"


Lelaki itu tertawa. "Gak ada yang peduli sama gue! Biarin gue mati!"


"Stop!"


Ane menarik lelaki itu karena mabuk berat, dia biarkan lelaki itu tidur di ruang gantinya dan mengunci lelaki itu. Ane kembali ke sofanya kebetulan tidak ada yang duduk di sana.


Ane melihat kedatangan Gavin dan Petro. Mereka menghampiri Ane.


"Lo udah putus?"


Ane mengangguk, mereka duduk di sebelah Ane.


"Kita sebenernya kasian sama Ararka, tapi mau gimana lagi, Papanya jahat," jelas Gavin.


Ane menunduk dengan matanya yang berkaca-kaca. "Aku juga bingung, aku baru ngerasain Cinta dari Ararka, Cinta yang tulsu tapi tidak saat aku mendengar penjelasannya."


"Penjelasan apa?" tanya Petro.


Ane mengusap air mata di pipinya. "Dia cuma jadiin aku bahan taruhan dan cuma jadiin aku wanita bayarannya, aku berusaha benci sama dia, tapi hatiku nolak, aku malah rindu sama dia. Aku berusaha buat lupain dia supaya dia bahagia sama pilihan orang tuanya."


Gavin dan Petro juga tahu kalau Ararka juga sangat mencintainya bahkan dia menentang syarat dari taruhan itu bahkan sampai bertengkar dengan dua sahabatnya itu.


"Lo juga lebih baik jangan menghubungi Ararka lagi karena lo bisa bahaya begitu pun Ararka."


Ane mengangguk dan mengusap air matanya, dia bangkit dari duduknya untuk masuk ke ruang gantinya karena dia mengunci seseorang di sana.

__ADS_1


Aku bukan rumah mu, aku hanya rumah singgahmu - Riane


***


__ADS_2