Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Perjodohan sepihak


__ADS_3

"Sayang, papa nyuruh aku pulang."


Ane melihat ke arah suaminya sambil melipat bajunya. "Iya gak papa, mungkin Papa kamu mau nemuin kamu sama istri keduamu."


Ararka duduk dekat Ane. "Kamu cemburu?"


"Gak! Pulang cepetan!"


"Tapi kamu gak boleh ngambek."


Ane masih dengan raut wajahnya yang kesal. "Aku sudah tau konsekuensinya, aku ikhlas."


"Kamu jangan cemburu, walaupun aku menikahinya, aku tidak akan menyentuhnya."


Ane menutup lemari pakaiannya lalu dia duduk di meja rias.


"Sayang? kamu tidak membalas pembicaraanku?"


"Namanya juga cowok, kalau udah di kamar dan telanjang, mana mungkin tidak tergoda."


Ararka berjalan ke arah Ane lalu menopang rahang Ane dan mencium bibirnya. "Kamu menggemaskan kalau sedang cemburu."


"Cepet pergi, nanti Papa kamu marah ihh!"


"Iya, aku akan pergi. Besok hadiah dari aku akan datang."


"Hadiah apa?"


"Mobil?"

__ADS_1


Ane menggeleng cepat. "Aku gak bisa pake mobil!"


"Kalau aku pulang ke rumah lagi, aku carikan supir pribadi untuk istriku tercantik ini, aku gak mau kamu kepanasan, kalau kamu mau ke mall atau jalan-jalan bareng temen kamu nanti diantar Pak Supir."


Ane memegang kedua pipi Ararka. "Aku gak butuh mobil, aku hanya butuh kamu Ar."


Ararka mengusap rambut istrinya penuh Cinta. "Sabar Sayang, suatu saat nanti kita akan sama-sama terus."


"Kamu janji Ar?"


Ararka tersenyum kecil. "Tentu."


Ane menatap punggung Ararka dengan lirih. "Besok pernikahannya, aku sakit sekali!"


Ane berbaring di ranjang dan memeluk guling dengan air mata yang jatuh dari matanya. "Aku sangat sakit."


Sebelum Ararka pergi, Ane memang sekilas membaca pesan Papa Ararka yang menyuruhnya pulang karena besok hari pernikahannya.


***


Setelah sampai di rumah megah berlantai delapan itu, Ararka memarkirkan mobilnya. Dia berjalan masuk ke rumahnya. Dia duduk di samping Ayahnya di depan meja makan. Ada Ibu dan Ayah Veronika, calon istrinya.


"Tempatnya sudah Ayah siapkan, undangan sudah tersebar, Ararka, kamu jangan kemana-mana sampai hari H."


Ararka menaruh garpunya lalu melihat sang ayah. "Aku ada meeting."


Sang Ayah menghela nafas pelan. "Adikmu Rayan, akan mengurusnya."


"Tidak bisa Ayah! Ini urusan ku!"

__ADS_1


Sang Ayah mendecak lalu melihat keluarga Veronika dengan rasa malu. "Ararka memang keras kepala, Ayah berharap Veronika bisa lebih sabar menghadapi Ararka."


"Tentu Om, Ararka bakal nurut sama aku," ucap Veronika dengan percaya diri. Ararka hanya mengerutkan keningnya.


Ararka melihat layar hand-phone-nya dan melihat sebuah pesan dari istrinya.


Riane istriku : Jangan lupa makan, aku merindukanmu.


Ararka : Aku akan segera pulang, malam ini.


Ararka memasukan hand-phone-nya lalu melanjutkan makanannya.


"Bagaimana kalau kalian honeymoon ke Amerika?" tanya Ayah Ararka.


Mata Veronika berbinar. "Aku setuju banget Om! Sayang, kita mau ke Amerika!"


Ararka mendecak. "Aku gak mau."


"Sayanggg! Aku mau jalan-jalan," rengek Veronika.


"Lo aja sendiri!" tegas Ararka membuat Veronika cemberut.


"Ararka! Veronika calon istrimu, jangan membentaknya!"


"Mungkin Ararka belum terbiasa dengan anak gadis ku," ucap Ibu Veronika.


Veronika memang sangat dimanjakan kedua orang tuanya, apapun yang dia mau selalu dikabulkan, adan kali ini Veronika ingin menikah dengan Ararka yang kebetulan rekan kerja Ayahnya. Veronika sangat manja dan keras kepala, apapun yang membuatnya kesal, dia akan marah, dan jika dia tidak mendapatkan apa yang dia inginkan, dia akan berontak.


***

__ADS_1


vote dan komennya ya


__ADS_2