
Kamu anggap apa, perasaanku ini? - Riane.
***
Pesta ini sangat megah dan mewah, terlihat di ujung sana, seorang pria tampan berjas hitam itu dituntun menemui mempelai wanita, mereka berjalan di atas altar menuju penghulu yang sudah siap menikahkan mereka.
Setelah latihan ijab kabul dan kemudian mengucapkan.
"Saya terima nikah dan kawinnya Veronika Clare binti Dermawan Haditama dengan mas kawin tersebut di bayar tunai."
Setelah para tamu dan saksi mengatakan sah, pengantin duduk di pelaminan, dan bersalaman dengan tamu undangan. Di ujung sana, seorang wanita cantik hanya melipat tangannya dan menyeka air matanya. Ane keluar dari ruangan itu dengan cepat, dia tidak kuat melihat pernikahan suaminya dengan orang lain.
"Dia sama sekali tidak terlihat tertekan! Hiks.. Hiks.. Dia menyukai pernikahannya! Hikss... Hiks.." batin Ane menangis perih.
Ane melepas high-heels-nya dan keluar dari gedung itu dengan matanya yang merah, dia berlari dan menabrak seorang pria tinggi tampan. Pria itu mengulurkan tangannya pada Ane.
"Kamu baik-baik aja?" tanyanya.
Ane bangkit, lelaki itu mengulurkan tangannya lagi. "Aksara, adik pengantin pria."
Ane tidak menjabat tangannya, dia berlari dengan kencang menuju tempat duduk di taman, Ane akan memesan ojek online untuk pulang. Namun Ane melihat adik Ararka yang mencoba menemuinya, lelaki itu berdiri di depan Ane.
__ADS_1
"Kamu salah satu tamu undangan kan? Kenapa lari dan menangis, apa kamu ditinggal pacarmu?"
Ane menggeleng, pria itu duduk di sebelah Ane. "Apa aku boleh meminta nomor mu?"
"Aku tidak punya HP."
Aksara tertawa tipis. "Mana mungkin zaman sekarang tidak punya HP, kamu takut pacarmu marah?"
"Aku sudah menikah."
Aksara memasukan handphone-nya. "Oh baiklah, andai saja kau tidak punya suami, tapi kamu boleh menghubungiku kalau kamu sudah janda."
Ane tersenyum miring. "Gak akan pernah! Suamiku sangat cinta padaku!" omelnya kencang.
'Bisa gawat kalau dia tau aku kakak iparnya,' batin Ane.
Ane bangkit dari duduknya saat ojol memberhentikan motornya. Ane pergi meninggalkan Aksara sendiri.
***
Ane melepar tasnya lalu meraih poto suaminya, dia memegang poto itu dengan tangan gemetar.
__ADS_1
"Kamu suka kan! Kamu suka dia kan!"
"Kamu cinta sama dia juga kan!"
"Dia sangat cantik! pasti kamu suka dia Ar! Kamu gak bakal pulang ke aku lagi?! Kamu usah lupain aku Ar?! Kamu loh yang ngotot pengen nikahin aku, setelah dapet kamu malah pergi gitu aja Ar!"
Ane mengirim sebuah pesan WA pada Ararka.
Riane : Selamat atas pernikahannya, semoga langgeng, selamat malam pertamanya!
Ane sangat sakit, tubuhnya terduduk seketika, membayangkan suaminya bercumbu dengan wanita itu alangkah sakitnya batin ini.
"Rasanya lebih sakit dari yang aku duga!"
Kalau bisa memilih, lebih baik hidup sederhana bersama suaminya, daripada banyak harta harus di madu, karena sakitnya hati tidak sebanding dengan uang yang diberikan. Tapi Ane harus sabar, semua akan Indah pada waktunya.
"Ararka, aku bakal cari cara supaya aku bisa deket sama kamu."
Ane melihat sebuah lowongan kerja di grup facebook, bahwa keluarga Wijaya sedang butuh asisten rumah tangga, dan perawat nyonya Wijaya, atau nenek dari Ararka.
"Kalau aku melamar jadi pengasuh nenek Wijaya, aku bakal liat suamiku terus," ucap Riane.
__ADS_1
***
Vote dan komennya ya...