Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Emosi Ararka


__ADS_3

Ane di bawa ke sebuah kamar tamu, lalu pria itu menutup pintu kamarnya, Ane mundur perlahan melihat begitu liarnya pria itu.


"Delima, kamu balik buat aku kan, aku cinta banget sama kamu Delima, jangan tinggalin aku lagi, aku frustasi Delima."


Ane menghindar panik, dia meneguk salivanya kuat. "Tuan! Ini Ane! Tuan mabuk, lepaskan Ane!"


Raka memegang kedua pipi Ane dengan kuat. "Kamu gak pergi kan Delima, kamu gak meninggalkan Delima?"


Ane mendorong tubuh Raka untuk lari, namun Raka segera menangkap tubuh Ane lalu mendorongnya ke kasur.


"Delima, ini adalah malam spesial buat kita."


Ane panik, karena Raka menutup mulutnya dengan tangannya, dan membuka kancing kemeja Ane.


"Aku ingin menidurimu Delima."


Ane menggigit tangan Raka lalu berteriak dengan kencang. Setelah itu Ane mendorong wajah Raka yang sudah sangat menggebu berbuat asusila.


"TOLONGG!"


BRUK...


"KURANG AJAR!"


"BANGSAT!"


Baju belakang Raka ditarik, kemudian pria itu dilempar ke tembok. Dengan emosi yang menggebu-gebu Ararka menonjok kakaknya beberapa kali. Ane panik, takut Ararka menghabisi kakaknya.


"MATI AJA LO!"


"KURANG AJAR! MESUM SAMA ISTRI GUE!"

__ADS_1


"ABIS LO! GUE ABISIN!"


Aksara dan Arka segera masuk lalu melerai mereka berdua, setelah terlepas, Veronika dan Ghania ikut masuk. Ghania segera membangunkan suaminya lalu melihat luka memar.


"KENAPA KAMU LAKUIN INI KE SUAMIKU!" teriak Ghania.


"ADA APA INI!" teriak Veronika.


Semua diam, Ane duduk di ujung ranjang memegangi kancing kemejanya yang lepas. Ghania melihatnya tidak percaya. Veronika menghampiri Ane, lalu menjambak rambutnya.


"Lo tuh ****** ya! Lo udah tidur sama Kak Raka! Gila lo!"


Ararka menepis tangan Veronika. "Jangan sembarangan kamu!"


Veronika menatap Ararka tak percaya, sebab suaminya membela asisten rumah tangga yang baru saja kerja di sini. "KAMU BELAIN WANITA ITU! WANITA ITU YANG UDAH TIDUR SAMA KAKAK KAMU, KAMU BAHKAN HAMPIR BUNUH KAKAK KAMU!"


Veronika meraih tangan Ane. "Sini lo, harus gue telanjangin, terus gue upload di sosmed!"


"VERONIKA!" teriak Ararka.


"Aku tanya, kenapa kamu keliatan emosi wanita ini bersetubuh sama kakak kamu."


Ararka mengeraskan rahangnya. "ANE HAMPIR DIPERKOSA RAKA! BUKAN KESALAHAN ANE, DIA KORBAN!"


Aksara menghampiri mereka lalu memegang dada Ararka.


"GUE BAKAL HABISIN SI RAKA! BRENGSEK!"


Ararka mulai mencari keberadaan Raka, namun Aksara menahannya.


"KAK! LO UDAH GILA, KAKAK LO HAMPIR MATI TADI! LO KENAPA SE CEMBURU ITU!" teriak Aksara. "Lo suka sama Ane?"

__ADS_1


Veronika mengepalkan tangannya dengan keras.


"Aku bela kebenaran!" alasan klise Ararka.


"Bukan gini Kak, Lo kayak yang keliatan cemburu, sama gak terima perlakuan Raka. Ekspresi lo gak pantes ditunjukin buat Ane, lo pantes lakuin ini kalo istri lo, Veronika yang dilecehin!"


Ararka mengacak rambutnya frustasi. "Besok Ane harus berhenti kerja di sini, Pak Dadang bakal mulangin Ane ke rumahnya. Udah, lupakan peristiwa seperti ini."


Veronika membawa Ararka pergi masuk ke kamarnya di atas, begitupun orang-orang yang berada di kamar itu. Ane masih menangis trauma, dia memegangi dadanya yang hampir saja dilecehkan Raka.


"Aku harus pulang, aku gak mau di sini lagi, tempat ini begitu menyeramkan, hiks.. Hiks.."


Ane berjalan menuju kamarnya yang memang tidak jauh dai kamar tamu, setelah di kamar, Ane mengunci kamar dan naik ke atas ranjang. Dia membuka pesan WA.


Ararka : Besok harus pulang!


Ane : Omah gimana?


Ararka : Masih mikirin Omah? Tadi gimana hah! Suka, dimainin Kak Raka? Pengen?


Ane : Apa maksud kamu! Aku panik! Aku takut, sama sekali gak ada nafsu! Aku korban, bukan sama-sama suka!


Ararka : Aku bakal bikin peringatan lagi sama Si Raka!


Ane : Udah lah, kamu juga malam ini meniduri istri kamu!


Ararka : Aku gak mungkin lakuin itu! Aku gak suka!


Ane : Sudah, aku mau tidur! Aku capek berdebat sama kamu. Aku capek jadi istri yang disembunyikan.


Ane mendengar suara putaran kunci, dia melotot panik, siapa yang akan masuk ke kamarnya, peristiwa tadi saja membuatnya masih trauma.

__ADS_1


***


Vote dan komennya ya. ..


__ADS_2