Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Tentang Ghania dan suami cuek


__ADS_3

berdehem lalu menemui mereka di dapur. Arka adalah anak ke dua dan dia kakak dari Aksara dan Ararka.


"Apaan sih lo!"


Arka melihat Ane dari atas sampai bawah. "Lo perawat baru Omah, tumben Papa cari perawat yang muda cantik lagi yang pasti gak bakal bikin bosen di rumah ini."


Aksara mendorong bahu kanan Arka dengan kencang. "Jangan macem-macem, dia punya suami."


Arka hanya terkekeh kecil. "Pasti suamimu tidak bisa menafkahkanmu kan sampai kamu bekerja seperti ini, bagaimana kalau menikah dengan aku saja."


Aksara menatapnya tidak percaya. "Hey, jangan nyolong start!"


Ane hanya diam dan fokus memasak. Dia bahkan menghiraukan dua pria tampan di sebelahnya itu.


"Ane, kamu kerja di sini pulang pergi atau nginep."


"Omah menyuruh aku buat tinggal di sini juga Tuan."


"Bagus!" ucap Arka.


"Awas lo sampai macam-macam!" tegas Aksara pada kakaknya.


Arka memegang timun lalu dia sodorkan pada Ane. "Suka ini?"


Ane melihatnya tidak percaya lalu dia menggeleng.


"Enak, mau tau rasanya?"


Aksara menepis tangan Arka. "Jangan mesum padanya Kak, kamu bisa berurusan dengan ku!"


Arka mendecak. "Gadis ini tipe ku, sana cari yang lain!"


"Aku melindunginya karena dia udah bersuami!"


Arka menghembuskan nafasnya pelan. "Aku tidak akan memukulnya tenang saja."


Ane telah mencuci sayuran itu lalu melihat kedua pria itu. "Tuan, saya sedang sibuk, mending Tuan tunggu di meja makan."


Mereka akhirnya pergi dari hadapan Ane namun seorang wanita cantik menghampiri Ane.

__ADS_1


"Butuh bantuan?" tanya Ghania.


"Saya bisa memasaknya sendiri Nyonya."


"Kamu kerepotan, kan Mbok Rima masih cuti."


Ghania membantu Ane memasak dan mencuci piring, sungguh baik hatinya Ghania pada Ane.


"GHANIA!" seorang lelaki memanggilnya dengan kencang.


"IYA MAS BENTAR!"


Ghania berjalan menemui suaminya di tangga, pria tinggi berbadan kekar itu memarahi Ghania.


"Kamu tuh, aku udah bilang ambilkan sepatu!"


"Iya mas bentar, tadi aku lagi bantuin Ane masak."


"Banyak alasan!"


Ghania hanya menahan tangisnya, sungguh susah melunakkan hati suaminya itu. Pria yang menikahinya dua tahun lalu itu memang sangat cuek dan dingin, namun rumah tangga mereka masih bertahan karena Ghania selalu sabar menghadapi sikap Raka. Ghania bahkan sudah jatuh Cinta pada suaminya itu walaupun atas perjodohan ini, akan tetapi Raka masih belum mencintainya katanya Ghania bukan tipe wanitanya.


Ane berjalan ke kamar Omah untuk membawa Omah ke meja makan. Ane masuk ke dalam kamar Omah, wanita tua itu tersenyum pada Ane.


"Kamu dateng tepat waktu, Omah baru aja bangun."


Ane membantu Omah bangun lalu membantunya duduk di kursi roda.


"sebenarnya Omah bisa jalan kalau hanya keluar kamar selebihnya kaki Omah udah gak kuat."


Ane tersenyum tulus pada Omah. "Gak papa Omah, Ane akan selalu ada buat Omah kapan pun Omah membutuhkan."


"Gadis mungil ini, andai aja cucu Omah perhatian kayak gini."


"Semua cucu Omah sayang banget ke Omah cuma mereka gak tau cara melakukannya mereka sulit mengungkapkannya."


Omah mengusap tangan Ane. "Gadis pintar, Omah lapar."


"Tenang aja Omah, Ane udah masak buat Omah."

__ADS_1


Ane membawa Omah menuju meja makan lalu membersihkan meja makan dengan tisu selanjutnya Ane mengambil sop di dapur. Ane kembali ke dekat Omah lalu menyuapinya. Mata Ane melihat Ararka dan Veronika, dia sempat tidak fokus lalu Omah memegang bahunya.


"Ane, ada apa?"


"E-enggak ada kok."


***


vote dan komennya ya


***


Ini sedikit gambaran Visualnya ya, aku bakal serius upate kok kali ini.. hehe..


maafin ya kalo kosa kata dan pembawaan kurang dipahami..


semoga kalian terhibur...


♥️


Riane



Veronika



Ararka



Arka anak kedua



Aksara si bungsu


__ADS_1


__ADS_2