
"Kita harus mengakhiri hubungan ini, Riane?
Begitu mencintai dia sampai lupa kalau dia tidak mencintaiku-Riane
***
Malam ini, Ane dan Ararka menikmati malam di sebuah pasar malam. Ane duduk dengan Ararka melihat komedi putar. Kebetulan tempat ini tidak jauh dari rumah Ane. Setelah memakan es krim, Ararka melihat tetesan air yang menetes di pipinya.
"An, aku mau bilang sesuatu."
Ane mengangguk cepat. "Bilang aja Sayang?"
Ane mengamati tatapan Ararka yang tiba-tiba gelisah. "Ada apa? Aku buat salah sama kamu?"
Gerimis mulai membasahi, Ane memegang tangan Ararka untuk membawanya meneduh, namun pria itu menahan tangannya membiarkan hujan membasahinya.
"Aku udah gak cinta sama kamu."
Ane menatapnya tidak percaya, lalu mendorong dada Ane. "Kamu bohong kan!" ucapnya terlihat sangat menyakitkan. "Kamu bohong!" Ane menggebuk-gebuk dada Ararka. "Kamu udah janji sama aku, hiks.. hiks.. Kamu udah ngancurin aku, ngancurin masa depan aku! Seenak jidat kamu bilang udah gak cinta sama aku! Lebih baik kamu bunuh aku daripada kamu nyakitin aku kayak gini! Ararkaaa! Aku benci kamu! hiks.. hiks.."
"Aku mau kita putus. Aku taruhan sama Gavin dan juga Petro, sekarang aku udah dapetin kamu, dan dapet saham buat perusahaan aku. Kamu salah kalau nganggap aku beneran jatuh cinta sama kamu. Kamu dan aku gak pantas bersatu, harusnya kamu sadar diri."
"KAMU BOHONG! KAMU JAHAT!"
__ADS_1
"Uang yang aku transfer cuma buat bayar kamu karena kamu udah menuhi kebutuhan **** ku. Sekarang himpas, kamu hanya wanita bayaran."
Hujan membuat badan mereka basah, Ararka pergi begitu saja, sedangkan Ane menangis dan terduduk di guyuram hujan. Ane menggulung bajunya. "Sakit Bu, Ibu.., harusnya Ane dengerin kata Ibu hiks.. hiks.. sakit banget Bu.. hiks.. hiks.."
Jangan terlalu mencintai seseorang, kalau orang itu pergi, rasanya bakal sakit banget, tersiksa banget, sesak banget.
Kata-kata Ibu sepintas memberikan penyesalan pada Ane, dia terlalu mencintai Ararka. Saat berpacaran dengan Dewa, Ane belum pernah merasakan hubungan sesayang ini. Hubungan yang lagi berjalan manis ini hancur seketika karena Ararka yang tiba-tiba berubah dan memutuskan cintanya.
***
Ararka menghentakkan tangannya pada stir mobil.
"ARGHHH! GILA! SANDIWARA GILA!"
"An, aku cinta sama kamu tapi aku takut kamu dalam bahaya."
***
Ane memasuki rumah kontrakannya, dia menutup pintu rumah lalu duduk di sofa. Ane bahkan langsung berbaring tanpa mengganti bajunya yang basah. Sungguh keterlaluan sikap Ararka padanya, padahal Ane sangat mencintainya.
"Ar, kamu jahat Ar.."
Tok..
__ADS_1
Tok..
Seorang lelaki masuk ke dalam rumah Ane, dia langsung menghampiri Ane yang menggigil.
"An! Kamu kenapa?!" tanyanya panik.
"Kak Daren?"
Kakak Ane membangunkan adiknya, Ane memang memiliki seorang kakak bernama Daren. Dia bekerja di sebuah pabrik di luar kota, namun dia sekarang telah habis kontrak. Dia menganggur sekarang, dan uang hasil bekerjanya pun untuk memenuhi kehidupan adik dan Ibunya. Apalagi kemarin Sang Ibu operasi dua kali.
Daren memeluk adiknya itu. "Kamu kenapa, Dek? Siapa yang bikin kamu kayak gini?" tanyanya lirih.
"Kakak.. hiks.. hiks.." Ane merengek kencang.
Daren terus menenangkannya. "Udah Dek, kakak bikinin air anget, nanti cerita ke kakak, siapa yang bikin kamu kayak gini, biar kakak bikin perhitungan sama dia."
***
Ararka melihat kedatangan Veronika dan kedua orang tuanya, dia beranjak dari kursi di depan meja makan.
"Ararka duduk, kamu masih ingat ancaman Papa?"
***
__ADS_1