
"Saya terima nikah dan kawinnya Riane Samaira Binti Haris dengan mas kawin tersebut dibayar tunai."
"Gimana para saksi, sah?"
"Sah."
"Alhamdulillah."
Ararka mantap menikah siri dengan Ane, setelah mengucapkan ijab kabul, Ararka bersalaman pada paman Ane dan Ayahnya Ane yang datang dari luar kota. Pernikahan ini berjalan lancar. Walaupun Sang Ayah meninggalkan Ane dari kecil dan tidak bertanggung jawab atas anaknya, dia akhirnya mau jadi wali nikah untuk Ane, itu pun atas sogokan Ararka. Ane hanya akrab dengan Ayah tirinya yang sudah meninggal dunia.
Ararka merahasiakan pernikahannya dengan Ane, pernikahan ini pun mendadak karena beberapa hari lagi dia akan dijodohkan. Ane juga menyanggupi kalau dia akan dimadu, ini sangat sakit tapi inilah kenyataannya.
'Cinta memang sesakit ini,' batin Ane.
"Gue masih gak percaya Ar, lo terima saran dari gue."
Ararka menepuk bahu kiri Gavin. "Makasih sarannya bro."
"Lo sama Ane mau nginep di kontrakan ini? Ini kontrakannya kecil loh, di pedesaan lagi, mending balik ke kota di hotel aja."
"Gue bakal di sini sementara, nanti sekitar dua harian balik lagi ke kota."
"kak, selamat menempuh hidup baru, kalo aja Ibu udah bangun dari koma, dia pasti seneng banget kak," ucap Rahma.
"Ibu pasti seneng banget kan, oh iya, nanti Rahma pulang sama Om Gavin lagi ya."
Rahma mengangguk. "Tante Pia lagi kerja jadi gak ke sini"
Ane mengusap kepala adiknya itu. "Iya gak papa dek."
Gavin membawa kedua adik Ane untuk masih ke mobil, dan beberapa orang yang menikahkan mereka juga sudah pulang setelah memakan jamuan. Acara pernikahan ini sangat sederhana dan tertutup, pernikahannya pun digelar di sebuah desa. Ararka mencari sebuah kontrakan di desa ini kemarin.
Ararka menutup pintu rumahnya dan memeluk tubuh Ane dengan erat. "Aku hanya ingin kamu selalu sehat istriku."
__ADS_1
"Aku masih tidak percaya, kita sudah menikah."
Ararka memegang kedua tangan Ane. "Kita bakal sama-sama sampai tua nanti."
Ane berdiri di atas sofa lalu memegang kedua pipi Ararka dan mengangkatnya satu kecupan singkat di bibir Ararka membuat pria itu tersenyum hangat.
"Apa aku harus membalasmu, istri ku?"
Ane berpikir lalu menggeleng. "Aku mau masak, turunin aku dari sofa."
Ararka memeluk tubuh Ane. "Tidak mau, kamu yang naik sendiri, turun sendiri lah."
Ane cemberut, namun Ararka mengais tubuh Ane membawanya ke kamar dan menidurkan tubuh Ane di ranjang.
"Apakah ini malam pertama?"
"Kamu bukannya sudah mendapatkannya, itu pun memaksakan."
Ararka mengecup bibir Ane. "Tidak, ini akan menjadi malam pertama lagi versi halal."
***
Dilihatnya, Ararka membawakannya sebuah nampan berisi roti dan susu.
"Kamu gak usah repot-repot sayang, itu tugas aku nyiapin sarapan."
"Kata siapa tugas mu? Tugasmu melayaniku tidur saja Sayang."
Ane mengusap pipi Ararka. "Aku sangat beruntung mendapatkan suami super baik kayak kamu."
Ararka menarik pipi Ane. "Aku beruntung mempunyai istri secantik kamu."
"Ada yang akan seberuntung ini kah?" tanya Ane tiba-tiba tatapannya sendu.
__ADS_1
"Tidak ada yang lebih beruntung dari kamu."
"Dia akan sangat beruntung memiliki seutuhnya."
Ararka tersenyum hambar. "Kamu sudah memilikiku sayang."
Tiba-tiba air mata Ane jatuh. "Aku malah semakin Cinta sama kamu, aku semakin gak bisa jauh dari kamu."
Ararka berhenti saat membuka plastik roti tawar, dia juga ikut sedih dengan perkataan Ane, namun dia berusaha menguatkan istrinya kembali. "Pelangi akan Indah saat hujan reda."
"Apakah lama, hujannya?"
Ararka menggeleng lalu mengusap pucuk kepala Ane. "Cuma gerimis aja, hujannya sebentar."
"Apakah aku rumah untukmu?"
"Tentu sayang, sejauh apapun langkahku, aku akan kembali padamu."
***
Ararka dan Ane menghabiskan waktu bersama selama dua hari, tapi mereka juga telah kembali ke rumah Ane yang telah direnovasi oleh Ararka di kota. Rumah itu akan jadi rumah mereka.
Setelah sampai rumah dan menatanya dengan rapih, Ararka mendapat sebuah pesan dari ayahnya.
Ayah : Kamu dimana! Cepat ke sini! Ada keluarga Veronika!
Ararka : Aku sedang sibuk.
Ayah : Kalau kamu nekat mendatangi rumah kekasihmu, Ayah pastikan besok wanita itu akan mati!
"Sial!"
***
__ADS_1
Vote dan komennya ya...