Hanya Simpanan

Hanya Simpanan
Saling menyakiti


__ADS_3

Sendiri ku tak bisa, bersama ku tersiksa - Ane


Veronika mencium pipi Ararka di hadapan Omah dan Ane, segeralah Ane menunduk menahan perih di hatinya. Ane sungguh tidak menyangka atas sikap Veronika yang tidak tahu tempat untuk mengumbar kemesraan. Mau bagaimana lagi, Ane sudah terikat kontrak kerja dan tidak bisa berhenti begitu saja ditambah Ane kasihan pada Omah.


"Apa-apaan sih!" Ararka menjauh dari Veronika dan berdiri di sisi Ane.


"Sayang, kenapa kamu ngehindar gitu!"


"Kamu tuh kayak anak kecil saja," ucap Omah membuat Veronika memutar matanya malas.


"Emang kenapa Nek, iri?" ucapan konyol itu membuat Ararka mengusap dahinya, menghadapi sikap Veronika seperti menghadapi seorang anak sekolah dasar.


"Sayang, aku sama temen-temen aku mau shoping dulu, mana kunci mobil?"


Ararka dengan semangat memberikan kunci mobilnya.


"Udah nikah masih aja kelayaban sama temen-temen, bukannya ngurusin suami."


Veronika meraih kunci mobil lalu mendecak pelan. "Banyak protes banget ya Nek."


"Panggil Omah!!" Ucap Ararka dengan tegas.


Veronika pergi begitu saja, Veronika memang sesantai itu dan sekanak-kanakan itu. Sikapnya itu yang membuat Ararka kesal padanya, Veronika tidak ada sopan santun.


"Omah, Ane mau nyuci dulu, Omah nonton TV ya."


Ane memegang kursi roda Omah namun tangannya ditindih tangan Ararka. "Omah biar aku yang bawa."


Ane segera menjauhkan tangannya pada Ararka.


"I-iya Tuan silakan."


Ane segera pergi ke dapur namun dia terhenti melihat Ghania yang sedang menangis di depan wastafel, ada apa lagi dengan wanita itu. Ane mengusap punggung Ghania.


"Nyonya kenapa."

__ADS_1


Ghania segera mengusap pipinya yang basah, lalu tersenyum pada Ane. "Enggak kok.. Aku cuma kelilipan, udah ya An, aku ke kamar dulu."


"Iya, Nyonya istirahat saja."


Ane berhenti memutar sabun, saat mencuci piring karena tangan seseorang memegang tangannya.


"Biar aku yang nyuci."


"Jangan Ar, lebih baik kamu jaga jarak."


"Aku makin tersiksa An."


Ane mencuci tangannya melihat Ararka menunduk di dekatnya.


"Maksud kamu."


"Aku gak bisa, aku gak bisa mendua An, aku bahkan tidak bisa menyentuh tubuhnya."


Ane hanya menarik sudut bibirnya. "Mana mungkin, kamu pernah bilang kamu melaksanakan tugasmu sebagai seorang suami, aku juga sakit saat kamu bilang gitu, tapi mau gimana lagi, aku udah dimadu."


Ane menepis tangan Ararka. "Kamu gak perlu cari alasan apapun Ar."


Ararka mengacak rambutnya. "Terserah, yang jelas aku gak bisa meniduri Veronika karena aku cuma pengen kamu, aku gak bisa An meniduri wanita selain kamu, cinta aku ke kamu gak boleh kotor karena ku."


Ane menyeka air matanya. "Aku gak bakal berhenti dari kerjaan ini, aku harus ngerawat Omah."


Ararka meraih tangan Ane dan memperhatikan goresan kecil di tangannya. "Tangan kamu pasti sakit An."


"Enggak kok."


"Aku udah transfer buat biaya sekolah Rahma dan Nadia."


Ane mengangguk. "Rahma kepengen ke sekolah favorit."


"Nanti aku usahain, nanti aku transfer lagi," ucap Ararka.

__ADS_1


Ararka memang sangat baik pada keluarga Ane, bahkan dia ingin adik-adik Ane bersekolah di sekolah unggulan dan meraih cita-citanya.


"Ane," panggil Aksara.


"Iya Tuan."


"Aku mau kamu nemenin aku ke suatu tempat."


Ane melirik Ararka yang hanya mengerutkan keningnya. Ararka menahan tangan Ane saat Aksara menarik tangan Ane.


Aksara melihat Ararka dengan aneh. "Kak lepasin, aku mau ngajak Ane!"


"Gak boleh, tugas Ane hanya di dapur!"


Aksara melepaskan pegangan tangannya lalu mendekati Ararka.


"Maksud lo apa, larang-larang, apa hak lo."


Ararka sekuat mungkin menahan dirinya untuk tidak marah pada Aksara si bungsu.


"Bukan begitu Aksara, Ane harus di dapur buat masak."


"Gue cuma mau ngajak dia buat ngeliat tanaman yang gue beli, supaya dia bisa rawat nanti gue gaji."


Ararka hanya mengangguk. "Kamu gak ada maksud lain kan, ingat, Ane sudah punya suami."


"Ya, gue tau! Udah lah jangan bawel Kak!"


Ararka hanya menggulum bibir melihat istrinya digandeng adiknya sediri, pikiran Ararka makin kacau takut Aksara menyukai istrinya.


"Aku harus cari cara supaya bisa bikin Ane berhenti dan pulang ke rumah."


***


Vite dan komennya ya...

__ADS_1


__ADS_2