Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 1


__ADS_3

Di sebuah kota yang sangat ramai akan masyarakat terdapat rumah yang cukup unik, tidak terlalu besar tetapi memilik taman yang sangat indah dan juga ditutupi pagar yang agak rendah, jadi semua orang yang lewat dapat melihat keindahan rumah tersebut.


Didalam rumah itu hanya ada dua penghuni yaitu nenek perempuan dan 1 cucu perempuan nya. Dia bernama diana yang berusia 20 tahun, dan dia seorang mahasiswa bahasa di sebuah universitas negeri di kota itu.


" Diana..... " panggil seorang wanita yang agak tua.


" Iya nek? ada apa? aku sedang menghidupkan keran air " ucap diana.


" Ya sudah, nanti saja jika kamu sudah selesai kamu harus kesini yah " ucap wanita tua itu.


" Iya nek " jawab diana.


" Iya, dia adalah nenek ku, yang sudah merawatku hampir 8 tahun ini, ayah dah ibu ku sudah bercerai 8 tahun yang lalu, jadi aku memutuskan untuk tinggal bersama nenek, nenek adalah ibu dari ayah ku ".


Hari hari ku sama seperti manusia pada umumnya, pergi ke kampus dan ketika pelajaran selesai aku akan pulang untuk menjaga nenek, karena aku tidak terlalu suka dengan keramaian.


Dari kecil aku terbiasa main di sekitar rumah bahkan teman teman ku pun tidak banyak dan aku adalah tipe orang yang memilih sebuah pertemanan.


Bukan karena aku ingin berteman dengan orang kaya, pintar atau pun cantik, bukan!.


Aku ingin berteman dengan orang yang jujur dan menghargai dirinya sendiri.


Aku memiliki sahabat dari aku kecil, Rumi dan Tiwi, mereka adalah sahabatku dari kecil dan sekarang kami terpisah karena aku tinggal dirumah nenek.


Tapi sesekali mereka akan datang dan melihatku bahkan mereka akan menginap beberapa hari, aku sangat menyayangi mereka.


Nenek ku sudah tua tapi ia masih mampu untuk berjalan di sekitar rumah dan ia sangat menyayangi ku lebih dari orang tua ku sendiri.


Ayah dan ibu sering datang melihat ku, meskipun mereka sudah bercerai tapi mereka tidak melupakan aku dan nenek.


" Nek, nenek tadi manggil diana yah? " tanya ku kepada nenek.


" Iya na, coba kamu cicip ini " ucap nenek sambil mengarah kan sebuah sendok ke mulut diana.


" Kurang sedikit garam deh nek " jawab ku.


" Segini cukup lah yah " tanya nenek lagi.


" Iya nek segitu cukup " ucap ku sambil mengaduk nasi di magic.


Setelah nenek selesai masak, aku dan nenek pun langsung makan siang, aku sangat menyukai masakan nenek, karena waktu masih tinggal dengan orang tua, ibuku jarang sekali masak karena dia sibuk bekerja.


Tetapi semenjak aku tinggal dengan nenek berat badan ku selalu bertambah hehe, yah karena nenek suka sekali masak dan masakan nya itu enak banget.


Makan siang selesai, aku pun langsung membereskan meja makan dan langsung mencuci piring sedang kan nenek sudah beristirahat di depan Tv.


Kami hanya tinggal berdua karena kakek ku sudah meninggal 6 tahun yang lalu karena kecelakan bermotor.


" Nek, diana ke luar sebentar yah mau beli pambalut di minimarket depan " ucap ku kepada nenek.


" Iya iya, hati hati yah, beli in nenek ice cream yah hehe " ucap nenek.


" Ih nenek mah, nanti gigi nya yang imut itu sakit loh kan sudah pada berjarak haha alias ompong " ucap ku sambil meledek nenek.


" Ini nenek masih punya 4 gigi loh, sudah pergi sana jangan lupa yah ice cream nya " pesan nenek kepada diana sambil tertawa.


" Iya nek siap " aku langsung pergi dan menunggu ojek online menjemputku.


Setelah sampai di minimarket aku langsung mencari pembalut dan beberapa makanan ringan dan tidak lupa dan tidak boleh lupa yaitu ice cream milik tuan putri. -,-


Antrian di kasir tidak terlalu panjang dan selagi menunggu aku sambil memesan ojek online untuk pulang.

__ADS_1


Aku pun menunggu di teras depan minimarket dan sontak membuat ku terkejut, yaitu ada kecelakan di seberang jalan waktu aku tanya dengan orang orang yang berkumpul disana, mereka mengatakan bahwa anak laki laki itu tidak sengaja menghindari kucing yang ingin menyebrang tetapi ada mobil yang memotong nya sehingga ia terjatuh cukup parah, darah mengalir dari kepala nya.


Dan untung nya mobil yang menabraknya bertanggung jawab dan membawa ia ke rumah sakit, aku yang melihat kejadian itu sangat merinding karena aku teringat dengan kejadian kakek ku 6 tahun lalu yang membuat ku trauma dengan darah.


Tidak lama kejadian itu, ojek yang ku pesan pun datang dan aku langsung pulang kerumah.


" Assalamualaikum nek " ucap ku


" Wa'alaikumussalam, kok cepet banget? kamu terbang yah? " tanya nenek sambil tertawa.


" Enggak nek aku menghilang " jawab ku sambil meledek nenek.


" Mana pesanan nenek " tanya nenek yang sudah tidak sabar.


" Ya ampun, aku lupa nek, duh gimana yah " ucap ku sambil menahan tawa.


" Yah kamu gimana sih, padahal nenek sudah ngiler loh gara gara iklan di Tv tadi " ucap nenek yang sangat kecewa.


" Hehe enggak deng, ini tuan putri " ucap ku sambil memberikan ice cream itu kepada nenek.


" Nenek sih sudah tau kalau kamu bohong " ucap nenek yang tidak mau kalah.


" Iya deh iya, eh nek tau gak tadi yah waktu aku mau pulang ada orang kecelakaan didepan minimarket itu " ucap ku.


" Lah terus orang itu gimana? " tanya nenek.


" Kayak nya dia pingsan, darah yang keluar dari kepala nya banyak banget loh nek, ih serem " ucap ku.


" Duhh itu bahaya loh, terus yang nabrakan nya gimana? tanggung jawab gak? " tanya nenek dengan penasaran.


" Iya nek dia tanggung jawab, dan langsung bawa ke rumah sakit " ucap ku.


" Iya lah nek, kan tadi banyak orang yang liat masak dia mau kabur, cari mati dia " ucap ku sambil makan ice cream.


" Ya sudah abis ini kamu mandi yah, terus siap siap sholat " ucap nenek.


" Siap tuan putri " ucap ku sambil mencubit kulit gelambir nenek yang sangat imut.


Setelah perbincangan kami selesai, aku pun pergi kekamar dan bersiap untuk mandi karena hari sudah mulai sore dan setelah itu aku akan mengerjakan tugas kuliah karena besok mau persentasi.


Selesai sholat maghrib nenek memanggilku untuk makan malam, dan setelah selesai nenek mengajak ku kedalam kamar nya, sepertinya ada yang ingin ia bicarakan atau ia ingin memberiku sesuatu hehe.


" Na, ayo kekamar nenek " ucap nenek.


" Siap nek, ada apa sih emang " tanya ku sangat penasaran.


" Ada yang mau nenek kasih ke kamu " ucap nenek sambil mengambil sebuah kotak di lemarinya.


" Ini kamu pakek yah " ucap nenek.


" Cincin? ini punya nenek? " tanya diana.


" Iya punya nenek, masih bagus ya kan " ucap nenek.


" Iya masih bagus, aku suka nek hehe " ucap ku sambil memakai cincin itu.


" Jangan dilepas yah nanti hilang, kamu kan ceroboh, itu cincin turun temurun, dari nenek nya nenek dulu loh " ucap nenek.


" Serius nek? tapi kok aku gak pernah liat ibu atau bibi yang lain pake cincin ini? " tanya k dengan penasaran.


" Iya emang nenek gak pernah nyerahin cincin ini kemereka karena anak nenek gak ada yang bener, semuanya mau enak sendiri sedangkan ibumu sudah bercerai kan, jadi nenek memutuskan untuk memberikan cincin ini kepada kamu na, karena kamu cucu kesayangan nenek " ucap nenek dengan serius.

__ADS_1


" Iya nek, aku bakal menjaga cincin ini kok tenang saja " ucap ku sambil melihat lihat cincin itu.


" Iya kamu harus janji sama nenek untuk menjaga cincin itu, ya sudah kamu balik ke kamar yah, jangan tidur malam malam, besok kan mau kuliah " ucap nenek.


" Oke nek, nenek juga tidur yah atau mau aku pijitin? " tanya ku kepada nenek.


" Enggak usalah cu, nenek gak capek kok cuma ngantuk " jawab nenek.


" Ya sudah nek ana kembali kekamar yah " ucap ku sambil berdiri dan berjalan keluar dari kamar nenek.


Setelah masuk kekamar aku langsung mengerjakan tugas ku kembali dan sekitar pukul 10 malam aku pun langsung tidur.


.


.


.


Aku pergi kekampus menggunakan transportasi umum karena aku tidak bisa mengendarai motor ataupun mobil karena aku sangat trauma dengan kejadian kakek ku dulu.


Aku adalah mahasiswa biasa yang tidak terlalu pintar tapi juga tidak bodoh, dikampus aku memiliki 3 teman sejak masak ospek dulu dan kami berteman sampai sekarang, mereka adalah Ria, Rani dan Fina.


" Gimana na lu udah siap buat persentase hari ini? " tanya Ria.


" Siap gak siap sih, bissmillah aja " ucap ku yang berpura pura tenang.


" Heh bisa aja lu padahal tegang banget kan " ucap fina.


" Dia tuh cuma pura pura santai fina haha sudah tau gak bisa bohong, emang dasar lu na " ucap rani.


" Haha kalian tau aja sih kan gue pura pura strong gitu tapi nyatanya gemeteran setengah mati " ucap ku sambil tertawa.


" Eh itu pak Rozi " ucap fina.


Semua siswa yang ada diruangan itu pun langsung duduk dan pak Rozi langsung membuka pembicaraan diruangan itu.


Seperti yang sudah di jadwalkan di pertemuan sebelumnya jika yang persentase hari ini adalah Diana, angel, Bimo.


Diana awalnya sangat gemeteran tapi setelah dia satu persatu menyampaikan isi materi nya, dia mulai tenang dan mulai santai hingga waktu persentase yang berdurasi 20 menit pun selesai.


Aku pun dipersilahkan duduk kembali dan giliran angel yang untuk maju kedepan, hati ku sangat legah karena aku menyampaikan materiku sesuai dengan ke inginanku yang sudah aku susun semalam.


1 jam 30 menit sudah berlalu dan mata kuliah pak Rozi pun selesai, kami langsung keluar kelas dan sedikit mengirup udara segar sebentar karena kelang 20 menit akan ada mata kuliah selanjutnya.


" Eh fin katanya lu putus yah? " tanya ku kepada fina.


" Iya sih dia putus haha kasihan banget kan padahal dia cinta mati loh " ucap Rani sambil menertawakan fina.


" Beneran fin? " tanya Ria dengan serius.


" Iya gue putus, puas kan kalian hmm biar kita jomblo semua " ucap fina sambil memasang wajah yang masam.


" Hahaha mangkanya jangan pacaran, duuh kasihan " ucap ku sambil menggoda fina.


" Kalian yah emang bener bener sih, bukannya di kasih semangat malah asik tertawa " ucap fina.


" Eh fin buat apa mikirin cowok kayak gitu, masih banyak diluar sana yang baik dan gak mainin cewek " ucap rani.


" Iya tuh, betul banget ayo dong move on " ucap ku sambil mencubit hidung fina.


Dan kami ber 4 pun saling menjahili fina dan membuat fina tertawa dengan lepas, mereka berharap fina akan mendapatkan laki laki yang lebih baik nantinya.

__ADS_1


__ADS_2