Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 7


__ADS_3

Sekian lama aku tidak bertemu dengan teman teman ku masa kecil yaitu Tiwi dan Rumi, kami biasanya bertemu 5 bulan sekali karena kesibukan masing masing.


Dan hari ini mereka berdua akan datang kerumah nenek dan rencana nya akan menginap satu hari disini karena mereka berdua tidak memiliki jadwal kuliah besok hehe sama aku juga gak kuliah besok gak ada mata kuliah.


Aku senang sekalian, akhirnya kami bisa berkumpul lagi bertiga, terakhir kali kami bertemu adalah waktu liburan kuliah akhir tahun, meskipun kami tinggal di kota yang sama tapi rumah kami sangay jauh dan berlawanan arah, dan juga rumi dan tiwi sibuk di organisasi nya masing masing, mangkanya kami sulit sekali bertemu.


" Assalamualaikum..... " panggil tiwi dan rumi dari teras.


" Wa'alaikumsalam, hehe akhirnya sampe juga yah kalian, kirai lupa jalan kesini " ucap ku sambil menyuruh mereka masuk.


Rumi membawa mobil sendiri, sebenarnya tiwi juga sudah membawa mobil tetapi tidak mungkin kan mereka bawa sendiri sendiri, sayang nya aku tidak seberani mereka yang sudah bisa membawa kendaraan sendiri.


" Kita sengaja sih agak siang perginya, biasa nya pagi suka macet kan, nanti sih tiwi malah keasyikan tidur hahah " tanya rumi.


" Eh malah nyalahin aku, siapa sih yang biasanya suka tidur di jalan hmmm " ucap tiwi yang tidak terima dengan ucapan rumi.


" Haha mulai nyolot kan " ucap rumi sambil mencubit hidung tiwi.


" Sudah sudah, kalian berdua tu emang sukanya ribut yah, coba kalau jauh pada kangen kan " ucap ku.


" Mana nenek na? " tanya tiwi.


" Itu ada di dalam kamar " ucap ku pada rumi dan tiwi.


Rumi dan tiwi langsung menemui nenek dan mereka nampaknya sangat merindukan nenek, sedangkan aku membawa tas mereka masuk kedalam kamar.


Habis itu aku menyuruh rumi dan tiwi untuk makan siang terlebih dahulu, mereka sudah tau sejak lama jika makanan nenek sangat enak, mangkanya mereka sangat bersemangat dan langsung makan siang tanpa di suruh haha biasa kan kalau kita sudah bersahabat sudah tidak ada malu lagi hehe.


" Eh gimana na kuliah mu? " tanya rumi.


" Ya gitu deh dibilang padet sih enggak tapi santai juga enggak " ucap ku.


" Sama sih, aku juga gitu, biasa biasa aja gak terlalu padat waktu awal awal semester " ucap tiwi.


" Iya sekarang sih kita paling presentasi atau gak kerjaa kelompok ya kan gak kayak dulu satu mata kuliah satu tugas, kan pusing " ucap rumi sambil menyantap makanan nya.


" Bener banget, sekarang mah udah mulai santai, tapi gak tau kalau semester 7 dan 8 nanti haha " ucap ku pada rumi dan tiwi.


" Bakalan capek dong, mau magang, PPL, KKN, gak bisa santai santai lagi hmm " ucap tiwi.


" Iya sih bener, tapi kan nikmati aja kan mau cepet wisuda haha biar cari kerja terus menikah ahha " ucap rumi dengan semangat.


" Ya nikah muluk sih yang di pikirin " ucap ku sambil mencubit hidung rumi.


Kami asik tertawa bertiga karena kami sangat merindukan satu sama lain, dan kedepan nya kami mungkin akan sangat sulit bertemu, karena sibuk kuliah.


Setelah tiwi dan rumi selesai makan, seperti biasa mereka langsung mencuci piring nya dan menyusul ku ke kamar, mereka sudah menganggap rumah nenek seperti rumah mereka sendiri.


Dan nenek juga sangat menyukai rumi dan tiwi, nenek menilai kepribadian mereka berdua sangat cocok dengan ku, mangkanya nenek tidak pernah melarang aku berteman dengan tiwi dan rumi.


Awalnya kami menonton drama korea bersama karena drama yang kami tonton sebelumnya sudah memasuki episode terakhir dan memang kami memutuskan untuk menonton nya bersama.


Setelah 1 jam 30 menit kami pun selesai menonton drama korea tersebut, kemudian dilanjutkan dengan sesi curhat hehe, biasa lah kalau cewek cewek sedang ber kumpul heeh kalau gak curhat kan gak afdol.

__ADS_1


" Rum, gimana sama kak aryo? " aku mulai membuka pembicaraan.


" Gimana maksudnya? masih jadian gitu? haha " tanya rumi pada ku.


" Ya iyalah, gak mungkin kan aku nanyain kamu sudah punya anak apa belum sama kak aryo? " ucap ku sambil mengerenyit kan dahi.


Sontak tiwi dan rumi pun tertawa melihat tingkah ku.


" Gak gitu juga lah haha, kirai kamu nanya lain kan huuuuu, masih lah walaupun kita agak jarang ketemu, karena akhir akhir ini kak aryo sering lembur dan kami hanya ketemu weekend, tapi komunikasi tetep lancar kok " ucap rumi.


" Yaah syukur deh, suruh kak aryo cari uang yang banyak, biar setelah wisuda dia langsung nikahin kamu hahaha " ucap ku sambil tertawa.


" Hahaha iya nih aku doain juga biar kalian berjodoh, ingat baju seragam untuk kami berdua dan pasangan huhuu " tiwi ikut menambahkan.


" Iya iya doain yah biar lancar haha, kalian gimana sudah punya gandengan kah? tiw yang ngedeketin kamu kemarin gimana? " tanya rumi.


" Gak tau nih, belum ada kemajuan sama sekali hmm " ucap tiwi dengan wajah yang pasrah.


" Lah minta kepastian dong jangan cuma ngalur aja haha kasihan banget sih " ucap ku sambil tertawa.


" Iya nih si tiwi oon banget, masak mau di diemin aja sih kalai sekiranya kalian cuma berteman yah sudah jangan kasih harapan " ucap rumi.


" Aku juga gak terlalu lagi kok sama dia, sesekali aja kalau dia ngajak jalan yah hayuk " ucap tiwi sambil memainkan boneka milik ku.


" Bagus bangus " ucap ku sambil merangkul tiwi.


" Kamu gimana na? jangan bagus bagus doang haha " tanya tiwi.


" Nah iya, gimana lagi deket sama siapa? masak mau jomblo terus sih " ucap rumi.


" Cieee cieee " ucap rumi dan tiwi sambil melempari boneka kepada ku.


" Akhirnya kamu ada kemajuan yah na, ahha syukur deh, semoga kalian semakin dekat yah huhuu " ucap rumi dengan bahagia.


" Iya nih, nanti kalau ada kesempatan kenalin lah sama kita berdua haha " tiwi ikut menambahkan.


" Beres lah haha, gampang mah kalau sudah akrab banget " ucap ku sambil tertawa.


Dan tidak terasa hari sudah semakin sore, karena cukup lelah kami pun tertidur sangat pulas hingga nenek pun tidak ingin membangun kan kami.


Malam itu tidak ada yang bangun satu pun, semuanya masih tertidur dan nenek membangunkan kami pagi harinya, dan kami terkejut dong kalau itu sudah pagi.


Tiwi dan rumi pulang siang hari nya karena jika kesorean jalanan akan macet dan kami berjanji untuk bertemu lagi waktu liburan kuliah nanti.


.


.


.


Ke esokan harinya aku pergi ke kampus sekitar pukul 8 pagi dan berharap aku bisa bertemu dengan Roy, dan tentu saja tidak karena tau sendiri kan roy bukanlah mahasiswa disana, dia hanya suka duduk ditaman kampus ku, jadi dia tidak setiap hari datang ke taman itu.


Aku langsung meneruskan perjalanan ke ruangan kelas ku, tapi begitu sampai di ruangan si fina bilang kalau dosen nya tidak masuk.

__ADS_1


" Na pak Budi gak masuk katanya anaknya sakit, barusan dia whatsapp angel " ucap fina.


" Demi apa? baru juga sampi yaampun " ucap ku dengan sangat jengkel.


" Iya na, ria sama rani udah aku hubungin dan mereka gak jadi ke kampus " ucap fina.


" Enak banget yah mereka, tau gitu aku belum berangkat deh " ucap ku dengan nada yang lesu.


" Haha sama na, aku juga hmm yook pulang nanti aku antar " ucap fina.


" Hayuk lah, aku ingin tidur lagi masih ngantuk haha " ucap ku pada fina.


Dan akhirnya kami pulang, fina ingin mengantar ku, dan ketika lewat di depan gerbang sesekali aku menoleh ke taman, untuk memastikan ada atau tidak roy disana, dan ternyata tidak ada.


Aku langsung membuang pandangan ku dari taman, aku dan fina langsung pergi menggunakan motor milik fina.


Tapi ternyata Roy ada disana, dia sedang duduk tapi bukan di kursi biasanya dia sedang bermain dengan kucing peliharaan orang lain dan nampak nya dia dan kucing itu sangat akrab dan kelihatan nya juga roy sangat bahagia.


Sayang sekali diana tidak bisa bertemu dengan roy huhhu, mungkin di lain waktu yah hehe.


.


.


.


Akhirnya diana pun sampai kerumah dan fina tidak bisa mampir karena harus pulang dan mengantar ibu nya pergi.


" Assalamualaikum nek " panggil diana sambil menunggu nenek membukakan pintu.


" Wa'alaikumsalam na, masuk saja gak nenek kunci kok " teriak nenek dari ruang tengah.


Aku yang mendengar itu langsung masuk dan membuka sepatu ku lalu menaruh nya di rak sepatu, kemudian aku menghampiri nenek, nenek terlihat kesakitan sambil memegang kedua kaki nya.


" Nenek kenapa? " tanya ku pada nenek.


" Waktu nenek mau belanja sayur, tidak sengaja terkilir na, tersandung batu " ucap nenek dengan wajah yang menahan sakit.


" Ya ampun nek, ya sudah sini aku pijat kaki nenek " ucap ku sambil mengambil minyak urut di kamar nenek.


Kemudian setelah dapat, aku langsung memijat kaki nenek dengan pelan pelan, dan aku berharap sakit nya akan segera sembuh dan nenek bisa berjalan dengan normal lagi.


Aku sangat khawatir melihat nenek kesakitan seperti itu, setelah aku memijat nenek dan seperti nya nenek kelelahan kemudian tertidur, aku langsung membiarkan nenek beristirahat, kemudian aku berinisiatif untuk memasak sendiri.


Karena nenek sedang sakit dan tidak mungkin aku membiarkan nya untuk masak, meskipun aku tau masakan ku tidak enak haha, setidak nya ketika nenek bangun dia langsung bisa makan hehehe.


Kebetulan nenek hanya membeli sayur yang sederhana, jika hanya memasak sayur asam, sambal udang dan menggoreng ikan asin aku bisa sih hehe cuma kalau menu menu yang ribet tentu saja aku gak bisa.


Dengan bermodalkan youtube aku mendengarkan lagu lagi agar aku bisa lebih bersemangat seperti chef chef haha (lebay banget kan padahal cuma masak itu doang).


Aku membutuhkan waktu 2 jam untuk memasak dan ternyata selesai juga, meskipun keadaan dapur yang sangat kacau seperti kapal pecah.


Tapi tidak apa apa, yang penting masak selesai, dan aku langsung membersihkan dapur, mulai dari menyapu, mengepel, dan mengelapi kompor dan sekitar nya, bahkan aku langsung mencuri piring piring yang kotor.

__ADS_1


Setelah semuanya selesai aku hampir lupa memasak nasi haah, untung saja ak langsung teringat kan.


Ketika senuanya beres aku langsung duduk di depan Tv sambil menunggu nenek bangun dan kami akan makan siang bersama.


__ADS_2