Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 19


__ADS_3

Hari ini aku benar benar sangat tidak bersemangat, aku masih tidak menyangka jika kak indra akan menyatakan cinta nya pada ku dengan cara seperti itu.


Ketika aku sampai di rumah, nenek menanyakan kepada ku tentang kak indra.


“ Dimana si indra? Kok kamu pulng sendirian sayang? “ tanya nenek kepada ku.


“ Tadi waktu di acara ka indra banyak bertemu dengan teman nya dan tidak enak jika harus cepat cepat pulang, karena aku sedikit lelah nek mangkanya aku pulang duluan “ jawab ku pada nenek.


“ Oh seperti itu, ya sudah kamu makan lah kalau belum makan, tadi nenek sudah masak “ ucap nenek.


“ Tadi aku sudah makan nek, waktu di acara teman nya kak indra, sekarang aku mau istirahat dulu di kamar “ ucap ku.


Aku langsung berjalan menuju kamar ku dengan perasaan yang campur aduk, ketika aku baru saja istirahat kemudian handpone ku berbunyi.


“ Gimana diana? Sudah sampe rumah belum? “ tanya kak indra lewat telfon.


“ Iya kak ini juga baru sampe kok “ jawab ku.


“ Kalau begitu kamu harus istirahat dulu yah, nanti kalau gak ada kerjaan hubungin kakak yah “ ucap kak indra.


“ Heeeh iya kak “ ucap ku, lalu aku mematikan telfon dari kak indra itu.


.


.


.


.


Dalam hati ku “ Kok kak indra jadi malesin gini sih, jujur aja sih aku makin risih, padahal aku senang sekali bisa akrab sama dia, dan ternyata dia malah suka, jadinya aku males deh “.


Setelah aku mandi dan sudah tidak ada pekerjaan lagi, aku langsung terbaring di tempat tidur ku, aku langsung memejam kan mata dan kemudian tertidur.


Cukup lama aku tertidur, sekitar jam 10 malam aku terbangun, karena ingin buang air kecil dan sesudah itu aku tidak bisa tidur lagi.


Aku melanjutkan dengan bermain handpone sampai jam 1 malam, aku melihat adaa 3 panggilan tidak terjawab dari kak indra, aku tidak menelfon nya balik, aku hanya melihat nya kemudian mengabaikan nya saja, hingga aku kembali tertidur dan bangun besok pagi.


Di pagi hari kak indra terus saja menelfon ku, aku benar benar merasa terganggu.


“ Belum pacaran saja sudah seperti ini, apa lagi kalau aku nerima dia? Bisa bisa 24 jam kami akan telfonan haah yang benar saja “ ucap ku dalam hati dengan wajah yang sangat kesal.


Aku sengaja tidak mengiraukan nya, aku cepat cepat pergi dari rumah, takutnya dia nanti datang kerumah nenek dan ingin mengantar ku, jujur saja aku merasa canggung dengan nya setelah kejadian kemarin dan aku perlahan lahan ingin menjauhi dia.


Pukul 9 pagi aku sampai ke kampus ku, aku berjalan dengan cepat dan sesampai nya di kelas, aku langsung mengajak fina, ria dan rani untuk berbicara tentang apa yang aku alami kemarin.


“ Eh kalian sini bentar “ ucap ku pada ria, fina dan rani.


“ Ada apa sih? Kayaknya serius banget deh ? “ tanya ria.


Kemudian mereka pun mendekati ku dan mulai mendengarkan apa yang aku ceritakan kepda mereka.


“ Aku mau cerita nih, jadi nenek itu punya teman kan terus teman nya itu punya anak dan kebetulan anak mereka ada yang masih kuliah juga, awalnya kami berteman biasa biasa saja, tapi memang akhir ini kami cukup dekat, kita keluar bareng, makan bareng sampai ketawa ketawa bareng, aku sih nganggep dia kayak kakak kandung sendiri, tapi gak tau nya dia nangkep nya lain “ ucap ku dengan sangat panjang.


.

__ADS_1


.


.


.


“ Ya ampun jadi ceritanya dia baper gitu sama kamu? “ tanya rani.


“ Ya kurang lebih sih gitu, dia beli jam couple untuk kami, ya aku sih biasa aja “ ucap ku.


“ Emang dia udah nembak kamu na? “ tanya fina.


“ Iya kemarin dia nembak aku, dan kalian tau dimana dia nembak? Dia nembak di hotel Griya kencana, jadi dia sewa aula dan undang teman teman nya, awalnya dia bilang mau ke acara teman nya, ya aku sih percaya aja eh waktu sampai disana dan tau maksud nya dia ngajak aku kesana, astaga aku benar benar terkejut sumpah, dia bilang di depan semua teman teman nya, aku malu banget sumpah “ ucap ku lagi.


“ Serius san? Gila sih dia berencana banget tauk, terus kamu bilang apa sama dia “ tanya ria.


“ Aku bilang, tolong kasih aku waktu karena aku gak bisa jawab nya sekarang, terus aku bilang kalau mau pulang dan masih ada urusan yang harus aku kerjakan “ ucap ku.


“ Tapi dia hebat banget loh, sampai segitu nya, tapi percuma sih kalau kamu gak suka yah gimana dong kan gak cinta gak bisa di paksaain “ ucap rani.


“ Nah mangkanya itu, dia sih memang ku akuin baik banget, pengertian juga bahkan dia itu sangat loyal, tapi yah itu aku Cuma menganggap dia sebagai kakak gak lebih “ jawab ku.


“ Nanti kamu bilang aja sama dia baik baik, oke jangan menghilang dulu sebelum kamu bilang kayak gitu sama dia, nanti takutnya kalau kamu menjauh tiba tiba yang ada dia malah sakit hati gimana? Iy agak “ ucap fina.


“ Nah iy bener, aku sependapat sama fina, kamu jelasin dulu alasan kenapa kamu gak bisa nerima dia terus baru deh setelah kamu perlahan lahan menjauh dari dia “ ucap rani.


.


.


.


.


“ Boleh juga sih, atau ajak dia ketemu langsung juga bagus tuh “ ucap rani.


“ Nah bener banget, tapi kalau kamu agak gimana gitu kalau ketemu langsung, telfon duluan juga gak apa apa lah “ ucap ria.


“ Okelah nanti malam aku coba hubungin dia dan jelasin apa jawaban aku yah “ ucap ku lagi.


“ Oke semoga dia bisa nerima keputusan kamu yah na “ ucap fina.


“ Iya amiin, dan makasih yah sudah dengerin keluhan ku pagi ini huhhhu “ ucap sambil menatap wajah fina, ria dan rani dengan penuh harapan.


Kemudian mereka bertiga memeluk dan alhasil kami berpelukan bertiga dan tentu nya teman teman kelas kami yang lain melihati kami dengan perasaan yang aneh hehehe.


Aku melewati hari ini dengan cukup baik dan menyiapkan tenanga dan juga kata kata unruk menelfon kak indra dan aku akan berbicara jujur dengan nya.


Ketika aku sampai kerumah dia terus saja menghubungi ku tetapi aku tidak merespon nya, aku sudah membulat kan tekad bahwa aku akan menghubungi nya nanti malam.


Setelah makan malam dan nenek sudah masuk kedalam kamar nya, dan melanjutkan merajut sebuah baju, kemudian aku juga masuk ke kamar ku, aku bersiap siap untuk menelfon kak indra dengan perasaan yang cukup takut dan tegang.


“ Tuuuuttttttttttttt !!!!! “ aku mencoba menghubungi kak indra dan ternyata dia tidak menjawab nya.


“ Ttuuuuuutttttttttttttt !!!!! “ aku mencoba menelfon nya untuk kedua kali dan ternyata ka indra menjawab nya.

__ADS_1


“ Hallo diana, selamat malam hehe “ ucap kak indra dengan basa basi.


“ Hallo juga kak hehe “ ucap ku dengan singkat.


“ Gimana? Kangen yah mangkanya nelfon kakak? Hehe “ ucap kak indra.


“ Hehe ih kakak, gini kak aku mau jawab tentang masalah kemarin “ ucap ku


“ Akhirnya kamu mau jawab yah kirain kamu bakal lupa tentang kemarin hehe “ ucap kak indra.


“ Gak lah kak aku gak bakal lupa kok hehe “ ucap ku sambil sedikit tertawa.


.


.


.


.


“ Oke deh, jadi gimana jawaban kamu, kakak gak sabar mau denger nya secara langsung “ ucap kak indra dengan sangat percaya diri.


“ Maaf yah kak sebelumnya, aku Cuma mau jelasin sama kakak, aku tau kakak itu orang nya baik banget, bener bener care sama aku bahkan kakak juga sangat royal sama aku dan aku menghargai itu, aku menganggap kakak itu sebagai kakak ku sendiri bahkan udah kayak kakak kandung loh, dan jujur aja kalau untuk menjadi pacar kayak nya gak deh, karena aku memang gak punya perasaan sama kakak beneran, maaf kalau kata kata ku ini menyakiti perasaan kakak karena aku Cuma mau jujur dan gak mau kalau Cuma manfaatin kakak “ ucap ku dengan sangat panjang.


“ Ya sudah kakak hargain perasaaan kamu dan pendapat kamu itu, kakak bersyukur karena kamu sudah mau dekat dengan kakak “ ucap kak indra yang sepertinya putus asa.


“ Sekali lagi maaf yah kak, kakak sangat baik kok aku percaya di luar sana udah ada yang nungguin kakak “ ucap ku.


“ Iya diana gak apa apa kok, kakak gak akan marah sama kamu tenang aja, tapi kakak mohon sama kamu, kamu jangan menghindra dari kakak, biar kakak berjuang sendiri hingga suatu saat nanti kamu bakal nerima kakak “ ucap kak indra dengan serius.


Aku sempat terdiam karena kata kata ka idnra benar benar mebuat ku terkejut dan tidak tau harus berkata seperti apa.


“ Diana gak bakal jauhin kakak kok, karena aku itu udah nganggep kakak yah seperti kakak kandung ku sendiri “ ucap ku lagi.


“ Iya dan kakak akan terus berjuang buat dapetin kamu, hingga kamu luluh nantinya dan bisa menerima kakak “ ucap kak indra.


“ Itu terserah kakak dan aku tidak akan melarang nya, dan aku juga tidak akan menghindra dari kakak kok hehe “ ucap ku sambil tertawa agar suasana tidak terlalu tegang.


“ Iya iya hehe, sudah malam yah kamu harus tidur dan istirahat oke “ ucap kak indra.


“ Iya kak hehe, kakak juga yah “ ucap ku sambil menutup telfon.


.


.


.


.


Setelah menjelaskan itu kepada kak indra perasaan ku benar benar sangat legah, untung nya kak indra tidak marah atau pun sakit hati dengan jawaban ku, dan malam ini aku bisa tidur dengan nyenyak deh hehehe.


Lagi lagi sebelum tidur aku mencoba menghubungi nomor roy dan tetap saja tidak bisa di hubungi, atau memang ada satu angka yang salah dari nomor itu, entahlah aku sangat ingin bertukar kabar dengan roy seperti orang orang pada umunya, karena aku merasa roy seperti menutupi sesuatu dari ku dan aku mulai menyadari itu.............


Akibat aku tertidur sangat lelap akhirnya aku bangun kesiangan dan aku benar benar merasa kesal akibat bangun siang, aku meninggalkan sarapan dan cepat cepat memesan ojek online, selama di perjalanan menuju kampus aku berdoa agar tidak terlambat dan untung nya ketika aku sampai di kelas dosen nya belum datang.

__ADS_1


“ Ibu rika tadi menelfon ku katanya anak nya sedang sakit jadi gak bisa masuk hari ini “ ucap angel sebagai ketua kelas.


Dan ini benar benar membuat ku kesal, aku bahkan tidak sarapan dan pergi ke kampus dengan terburu buru dan ternyata mata kuliah hari ini tidak masuk...... ingin ku berkata kasar :’)


__ADS_2