Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 6


__ADS_3

Sebuah kisah yang kelam di masa lalu, yaitu pada waktu itu aku pergi bersama kakek, menggunakan sepeda motor nya, kami ingin pergi kerumah sakit untuk menjenguk teman nya yang baru selesai operasi.


Tapi ketika di perempatan jalan tepat nya sebelum rumah sakit umum kami mengalami kecelakaan, ada sebuah motor yang melaju sangat kencang dari arah yang berlawanan kemudian kakek tidak sempat menghindari nya, alhasil kami pun terjatuh, aku terjatuh di rumput rumput sedangkan kakek terpental di jalanan dan naas nya ada mobil pangangkut kayu yang tidak tau bahwa ada kakek disana, mereka kemudian menabrak kakek tapi tidak melindas nya.


Semua orang yang berada di sekitar sana langsung berkerumun melihat kakek yang sudah berlumuran darah, dan aku pelan pelan mulai berdiri dan berjalan secara perlahan menghampiri kakek.


Orang orang disana sibuk menelfon ambulan, dan aku hanya terdiam sambil melihati kakek yang mungkin sudah tidak bernyawa lagi, aku masih merasa bahwa ini bukanlah kenyataan, aku terus bertanya pada diriku, apakah ini nyata? atau aku sedang bermimpi?.


Setelah itu aku dan kakek di bawa ke rumah sakit dan orang orang itu pun mengambil handphone kakek dan mencari nomor yang bisa di hubungi.


Sedangkan aku masih memandangi kakek dengan penuh cinta yang di iringi oleh air mata, aku menggenggam tangan kakek dengan sangat erat, aku tidak ingin ada sesuatu yang terjadi pada kakek.


Selang beberapa menit ayah dan nenek pun datang kerumah sakit dengan wajah yang pucat dan sangat cemas, mereka langsung melihat ku memastikan keadaan ku baik baik saja, kemudian mereka melihat kakek dari luar ruangan, karena kakek sedang berada di dalam UGD.


Nenek menangis sambil memeluk ku dengan sangat erat, tidak lama kemudian dokter keluar dari ruangan itu, dia mengatakan bahwa kami harus kuat dan mengikhlaskan kakek.


Perasaan ku benar benar hancur pada saat itu, aku tidak percaya bahwa kakek pergi meninggalkan kami begitu cepat, dan nenek yang mendengar itu langsung terjatuh pingsan.


.


.


.


Butuh waktu lama untuk menghilangkan trauma itu, dan nenek juga tidak bisa mengikhlaskan kakek pergi begitu saja, nenek masih menganggap bahwa kakek itu masih ada, tapi setelah 3 bulan berlalu, nenek mulai terbiasa dan mulai mengikhlaskan kepergian kakek, ia tidak ingin berlarut larut dalam kesedihan.


Begitu juga dengan aku, setelah kejadian itu rasa trauma ku pelan pelan menghilang, walaupun masih ada tapi tidak setakut dulu, aku hanya merinding ketika melihat darah apa lagi orang kecelakaan.


Itulah kejadian yang sangt menakutkan dalam hidupku dan aku berharap kejadian seperti itu tidak lagi terulang di masa depan.


.


.


.


" Na...... " panggil nenek.


" Iya nek, ada apa? " tanya ku sambil menyusun buku dan memasukan nya kedalam tas.


" Oh sudah bangun yah, nenek hanya memastikan saja nak " ucap nenek.


" Iya nek, aku masuk pagi hari ini " ucap ku sambil berjalan ke arah meja makan.


Aku dan nenek pun sarapan pagi bersama, kami selalu sarapan bersama, makan siang bersama jika aku tidak telat pulang kuliah, dan juga makan malam bersama, karena tidak enak jika kita makan sendirian.


Hari ini ada sebuah acara di aula dimana ada beberapa universitas lain juga yang datang untuk melihat pameran di kampus kami.


Setelah mata kuliah pertama selesai, fina, rani dan ria mengajak ku untuk melihat pameran, karena mata kuliah ke 2 akan dimulai 2 jam lagi.


Aku pun setuju, dan kami berjalan bersama menuju aula.


" Kali aja kan disana banyak cowok cowok yang ganteng hehe " ucap fina.


" Ya elah, jadi itu tujuan kamu datang ke aula hah? " tanya rani sambil menyekik fina.


" Sebenarnya sih iya haha, kan kapan lagi gitu bisa liat anak anak dari kamus lain " jawab fina.


" Sudah sudah jangan pada ribut ah, gak enak di denger orang " ucap ku sambil merangkul fina.


Sedangkan ria merangkul rani, kami ber 4 berjalan beriringan menuju aula, dari luar aula sudah kelihatan bahwa disana sangat ramai, kami pun berjalan makin semangat.

__ADS_1


Dan tiba lah kami di dalam, memang benar disana benar benar ramai, ada sekitar 8 kampus lain yang datang, kami ber 4 berjalan terpisah karena aku sibuk melihat patung dari pahatan kayu, sedangkan fina melihat kosmetik, ria yang melihat pakaian rajutan, sedangkan rani sibuk mencari makanan yang enak.


Aku sibuk memperhatikan patung patung ini, bahkan kau sangat takjub kenapa bisa ada orang orang yang sehebat ini, hingga seseorang memanggil ku dari belakang.


" Diana ! " panggil roy.


" Eh roy! kamu dateng juga ke sini? " tanya ku pada roy.


" Iya nih, teman ku yang memberitahu aku bahwa ada pameran di kampus kamu " jawab roy.


" Oh gitu, hehe kamus sudah lama disini? " aku bertanya lagi.


" Adalah sekitar 30 menit dan beruntung aku bisa ketemu kamu hehe " jawab roy lagi.


" Iya nih, ke betulan mata kuliah kita yang pertama baru selesai jadi baru bisa datang kesini deh " ucap ku pada roy.


" Hehe iya iya, untung yah kita ketemu, kirain di kampus sebesar ini dan juga ramai dari kampus lain, kita gak akan bisa ketemu " ucal roy.


" Gak tau nya kita bisa ketemu kan hehe " ucap ku sambil tertawa.


" Yuk kita duduk disana " ucap roy sambil menunjuk sebuah kursi di sudut aula.


" Oke " jawab ku sambil berjalan beriringan dengan roy.


Setelah kami sampai di kursi itu, kami duduk bersebelahan dan mulai bercerita satu sama lain.


" Itu almamater kampus ku " ucap roy yang menunjuk teman teman yang menggunakan almamater warna merah.


" Oh itu yah warna almamater kalian, sering sih liat nya " ucap ku sambil memperhatikan mereka.


" Kamu pergi kuliah naik apa dari rumah? " aku bertanya pada roy karena aku selalu melihat nya di taman tanpa kendaraan.


" Pantes yah aku lihat kamu di taman gak ada kendaraannya hehe " ucap ku pada roy, berharap jika dia bawa motor dia akan mengantar ku pulang hehe.


" Nanti kalau motor ku sudah bener, aku bakal antar kamu pulang yah hehe " ucap roy yang membuat ku terkejut.


" Eh iya iya, janji yah hehe " ucap ku sambil menahan kegembiraan, aku sangat terkejut mendengar respon nya, dia seperti tau apa isi pikiran ku.


" Hey diana " panggil salah satu teman kelas ku.


" Hey ngel! " aku menjawab panggilan angel.


" Gak gabung sama yang lain? kok cuma duduk duduk disana " tanya angel lagi.


" Lagi capek ngel, makanya aku duduk dulu hehe " ucap ku sambil melirik wajah roy.


" Hmm iya deh, sebentar lagi masuk na jangan lupa yah " ucap angel yang mengingatkan ku.


" Oke ngel siap " aku menjawab pesan angel.


Angel pergi meninggal kan ku dengan wajah yang sedikit aneh, aku merasa angel sedang tidak mood.


" Abis ini masih ada Mata kuliah yah? " tanya roy pada ku.


" Iya nih, masih ada satu pelajaran lagi " aku menjawab pertanyaan roy.


" Masuk jam berapa emang na? " tanya roy lagi.


" Jam 11 sampai 12:30 " aku menjawab dengan singkat.


" Oh begitu hehe semangat yah, aku kebetulan gak ada mata kuliah lagi " ucap roy.

__ADS_1


" Waah enak dong bisa lama lama liat pameran hehe, oh iya roy boleh gak aku minta nomor kamu " ucap ku pada roy.


" Oh tapi nomor ku jarang sekali aktif, karena orang tua ku suka melarang, adikku itu pencandu game, mangkanya mereka melarang ku untuk terus menurus bermain handphone " ucap roy.


" Oh gitu yah hehe " ucap ku dengan nada yang sedikit kecewa karena tidak bisa mendapatkan nomor Hp nya.


Kemudian roy memberikan nomor Hp nya pada ku, dan seketika mood ku jadi baik kembali hehe.


" Sini handphone kamu biar aku ketik nomor ku " ucap roy.


" Ini.... " aku sambil memberikan handphone ku pada roy.


Dan roy langsung mengetikkan nomor nya dan menyimpan nya dengan nama Roy Tampan yang membuat ku terkejut dan sangat malu hehe mungkin wajah ku sekarang sedang memerah.


" Eh na, ayo masuk sebentar lagi mata kuliah mau mulai " panggil ria.


" Eh iya iya " ucap ku pada mereka.


" Aku masuk dulu yah roy, kamu lanjutin aja liat pameran nya, " ucap ku pada roy.


" Iya iya, hati hati ya diana, semangat hehe " ucap roy yang membuat jantung ku bergetar.


Aku pun pergi meninggalkan roy dan berjalan ke arah fina, ria dan rani.


" Ngapain sih " tanya fina.


" Gak apa apa hehe " aku menjawab.


" Kayak nya kamu seneng banget yah? " tanya ria


" Ya gitu deh haha " aku menjawab dengan tertawa.


" Kalau lagi deket sama cowok tolong dikenalin lah sama kita kita " ucap rani.


" Iya nih ana payah! kenal sama cowok diem diem aja " ucap fina.


" Lain kali bakal aku kenalin deh sama kalian hehe " aku menjawab sambil tersenyum.


Kami ber 4 berjalan bersama menuju kelas, tentu saja aku sangat bahagia hari ini, bisa bertemu lagi dengan roy, dan juga aku mendapatkan nomor Hp nya.


Aku menjalani hari ini dengan sangat gembira, aku bersemangat dengan mata kuliah ini hehe tentu saja karena dapat semangat dari roy tadi.


Pukul 12:30 mata kuliah selesai dan kami bergegas pukang, tetapi ada anton yang sedang menunggu ku di luar kelas.


" Ana !!! " panggil anton.


" Eh anton, ada apa ton? " tanya ku pada anton.


" Kamu mau pulang yah? mau aku antar? " tanya roy.


" Iya nih mau pulang hehe, nanti ngerepotin kamu loh gak usalah biar aku naik ojek saja " ucap ku pada roy.


" Eh gak apa apa kok na, gak ngerepotin kok beneran " ucap anton lagi.


" Tapi aku udah pesan ojek loh ton, gak enak kan mau di cancel " padahal aku berbohong hehe.


" Oh gitu, ya sudah jangan di cancel na kasihan sana driver nya, kamu hati hati yah " ucap roy.


" Iya makasih anton hehe kamu juga hati hati yah " ucap ku sambil berjalan pergi meninggalkan anton.


Aku sebenarnya tidak enak jika selalu berbohong dan menghindari anton tetapi aku tidak mau jika ia berharap terlalu tinggi pada ku, anton adalah orang yang baik dan banyak yang mengidolakan dia, tapi aku tidak menyukainya aku lebih suka jika kami hanya berteman bukan menjalani hubungan sebagai kekasih................

__ADS_1


__ADS_2