
Ternyata waktu liburan hanya di habiskan di rumah saja itu sangat membosankan, tetapi jika aku pergi berlibur, misalnya ketempat ibu atau pergi keluar kota bersama teman teman ku, maka aku kasihan pada nenek ia akan tinggal sendirian, dan aku takut jika terjadi sesuatu pada nenek nanti nya.
Jadi aku memutuskan untuk tetap di rumah saja, dan sesekali pergi keluar bersama teman teman ku, dan sesekali juga ibu akan datang kerumah nenek, menginap juga ketika weekend.
Ketika suatu hari, aku baru saja membeli sayur dan mobil ayah datang, aku langsung membukakan gerbang untuk nya, meskipun sebenarnya aku tidak ingin berbicara dengan ayah.
Setelah memarkirkan mobil nya ayah langsung memanggilku tetapi aku hanya menyalami ayah saja dan meneruskan perjalanan ku menuju dapur untuk meletakan belajaan yang sudah aku beli tadi.
Ayah langsung menuju kamar nenek dan aku pergi ke kamar ku, karena jujur saja aku sangat malas bertemu dengan ayah, pasti ujung ujung nya ia akan membahas tentang pernikahan nya.
Karena penasaran aku akhirnya pergi ke kamar nenek untuk mendengarkan percakapan mereka.
“ Akhir akhir ini aku banyak pekerjaan di kantor buk, mangkanya aku baru bisa datang melihat ibu “ ucap ayah pada nenek.
“ Aku tau, kalian semua pada sibuk dan melupakan aku “ ucap nenek dengan santai sambil merajut.
“ Bukan seperti itu buk, pekerjaan ku benar benar tidak bisa di tinggalkan “ ucap ayah.
“ Kalian menganggap ku masih ada saja aku sudah sangat bersyukur “ ucap nenek dengan maksud menyinggung.
“ Ibu bica apa? Ibu tidak boleh berbicara seperti itu “ ucap ayah lagi.
“ Kenapa kamu datang kesini? Mau kasih tau ibu kalau acara pernikahan kamu sudah beres? “ tanya nenek pada ayah.
“ Sebenarnya aku datang kesini memang ingin mengatakan itu kepada ibu, tapi juga aku datang kesini ingin melihat ibu karena aku sangat merindukan ibu “ ucap ayah.
“ Meskipun nanti kau menjemput ku di hari pernikahan mu, aku tetap tidak akan datang begitu juga dengan Diana “ ucap nenek.
“ Tapi aku berharap kalian bisa datang buk, aku memohon dengan sangat tulus kepada ibu “ ucap ayah sambil memegang tangan nenek.
“ Sudah ku katakan kalau aku tidak akan datang, dan kau jangan memaksa Diana! “ ucap nenek dengan tegas dan membuat ayah terdiam.
“ Lebih baik kau pergi, jika terlalu lama disini kepala ku akan pusing “ ucap nenek lagi.
.
.
.
.
Ayah pun pergi dari kamar nenek, untung nya aku sudah masuk kedalam kamar ku.
“ Diaanaaa, ayah pulang dulu yah nak!!! “ ucap ayah.
Dan aku tidak menjawab nya, aku sangat kesal mendengar percakapan ayah dengan nenek tadi, bisa bisa nya ayah hanya datang untuk memberitahu masalah pernikahan nya, bukannya melihat kondisi nenek yang masih lemas.
Aku benar benar kecewa pada ayah, apa kah ayah sudah gila, samapai sampai mengabaikan nenek demi pernikahan nya dengan wanita licik itu.
Hari demi hari kesehatan nenek mulai memburuk, mulai dari panas tinggi, batuk, dan sering pusing. Aku menghubungi ibu dan menyuruh ibu untuk datang melihat kondisi nenek.
Semua anak anak nenek tidak ada yang bisa di andal kan, mereka semua tidak pernah datang sampai hari ini kecuali ayah yang datang beberapa hari yang lalu, itu pun hanya untuk membahas pernikahan nya.
“ Ibu, badan nenek panas, batuk dan juga kepala nya sering pusing “ ucap ku lewat whatsaapp.
Tidak lama kemudian ibu langsung membalas pesan ku.
__ADS_1
“ Yampun, nenek sudah minum obat sayang? “ balas ibu.
“ Iya bu, habis minum obat penurun panas dan juga penghilang pusing “ balas ku lagi.
“ Ya sudah nanti pulang bekerja ibu datang kesana yah, kamu tetap jagain nenek jangan kemana mana ya sayang “ ucap ibu pada ku.
“ Iya bu “ aku membalas pesan ibu dengan singkat.
Pakaian yang sudah aku jemur tadi pun sudah kering, aku langsung melipat nya, karena Cuma sedikit, habis itu aku langsung mengunci pintu dan jendela kemudian pergi ke kamar nenek untuk melihat bagaimana kondisi nenek.
Dan ternyata nenek sedang tidur, aku yang melihat nenek tertidur sangat pulas, langsung menarik selimut dan menutupi bagian tubuh nenek agar tidak kedinginan, aku berbaring di sebelah nenek sambil bermain handpone.
Cukup lama aku bermain handpone mungkin sekitar satu jam dan aku pun mengantuk, aku meletakan handpone di meja sebelah tempat tidur kemudian aku langsung tidur di sebelah nenek.
Sekitar 2 jam aku tertidur, dan aku mendengar suara ibu dari luar, aku langsung melihat nya dari jendela dan ternyata benar itu adalah ibu, aku langsung membukakn pintu untuk nya.
“ Bu, baru sampai yah? “ tanya ku pada ibu.
“ Iya nak, ibu tadi pergi ke apotik untuk mencari obat untuk nenek “ ucap ibu.
.
.
.
.
Aku dan ibu kemudian berjalan menuju kamar nenek, ibu yang melihat nenek tertidur sangat pulas pun tidak ingin membangun kannya, alhasil aku dan ibu pun keluar dari kamar nenek, kami menonton TV bersama dengan volume yang cukup kecil karena takut mengganggu nenek nanti nya.
“ Apa nenek sudah makan nak? “ tanya ibu pada ku.
“ Ya sudah kalau begitu, nanti kalau nenek sudah bangun baru kita suruh makan lagi “ ucap ibu pada ku.
“ Bu tau gak, minggu kemarin ayah datang kesini, kirain mau liat kabar nenek tapi ternyata mau kasih tau kalau persiapan pernikahan nya hampir selesai, dan tentu saja nenek sangat marah bu “ ucap ku dengan serius.
“ Benarkah? Aneh sekali ayah mu itu, ibu sudah tidak mengerti lagi dengan jalan pikirannya, hatinya seperti sudah tertutup untuk orang lain kecuali calon istri nya itu “ ucap ibu pada ku.
“ Dan dia juga menyuruh nenek dan aku untuk datang bu, ya tentu saja nenek langsung menolaknya dengan keras, yang benar saja kami di suruh datang dan melihat ia tersenyum bahagia dengan wanita jahat itu “ ucap ku dengan sangat kesal.
“ Ya sudah jangan terlalu di pikir kan, kita pikirkan saja nak kalau nenek akan sembuh, ayah mu itu sangat egois dari dulu memang tidak pernah berubah, dan dengan wanita itu ibu masih sakit hati, tapi ibu sudah mulai memaaf kan nya “ ucap ibu dengan santai yang membuat ku sangat tersentuh.
“ Iya bu aku juga tidak terlalu memikir kannya, ayah kan memang selalu memutuskan keinginan nya sendiri tanpa mendengarkan pendapat orang lain, apa lagi nenek, ayah tidak mendengarkan nya sama sekali, jelas jelas nenek itu adalah ibu nya “ ucap ku lagi dengan nada yang sangat jengkel.
“ Kita lihat saja nak bagaimana pernikahan mereka, karena ayah mu itu sangat egois dan selalu memenangkan pendapatnya sendiri, sedangkan wanita itu yang ibu tau, dia sangat manja dan selalu bergantung pada seseorang, tidak bisa mandiri dan juga sangat malas “ ucap ibu sambil sedikit tertawa.
“ Benarkah bu? Kalau begitu aku tidak sabar bu melihat pernikahan mereka nanti, apakah harmonis atau tidak haha “ ucap ku dengan tertawa yang licik.
Ibu juga tertawa mendengar perkataan ku yang seperti orang tua yang sudah berpengalaman masalah rumah tangga sja......
Waktu sudah menunjukkan pukul 11 malam, aku dan ibu juga sudah mulai mengantuk, kami pergi ke kamar nenek untuk melihat apakah nenek sudah bangun atau belum.
“ Sepertinya nenek sangat lelah bu “ ucap ku pada ibu.
“ Iya nak, biarkan saja, nanti kalau nenek bangun dan ingin makan ia pasti memanggil kamu kan, biarkan nenek istirahat siapa tau besok atau lusa nenek sudah sembuh “ ucap ibu sambil memegang tangan ku.
Di dalam kamar nenek ada sebuah kursi yang cukup besar, ibu menyuruhku untuk tidur di kasur bersama nenek, sedangkan ibu akan tidur di kursi itu, tetapi aku menolaknya dan membiarkan ibu saja yang tidur di kasur bersama nenek.
__ADS_1
“ Kamu tidur di kasur yah nak sama nenek, biar ibu tidur di kursi ini karena jika kita bertiga tidur di sana, kasihan nenek akan kesempitan “ ucap ibu sambil mengambil selimut dari lemari nenek.
“ Ibu saja tidur disini, biar aku yang tidur di kursi, dan aku juga tadi sebelum ibu datang aku sudah tidur hehe, ayo ibu saja yang tidur disi “ ucap ku sambil menarik tangan ibu sampai ke kasur.
“ Kamu beneran gak apa apa tidur di situ? “ tanya ibu lagi.
“ Iya bu gak apa apa kok, kan kursi nya besar juga “ ucap ku pada ibu.
“ Ya sudah kalau begitu, nanti kalau nenek manggil dan ibu gak denger kamu bangunin ibu yah “ ucap ibu.
“ Iya iya beres, ibu tidur lah duluan karena aku masih ingin bermain handpone “ ucap ku pada ibu.
“ Iya, jangan malam malam tidur nya, gak baik untuk kesehatan “ ucap ibu yang sangat cerewet.
“ Iya ibu, sudah gih ibu tidur sana “ ucap ku sambil melihat lihat foto di galeri handpone ku.
.
.
.
.
Ketika sedang asik bermain handpone ada teman satu kelas ku yang mengirim kan sebuah foto, awalnya aku mengira itu adalah foto aib kelas kami tapi ternyata setelah aku buka, itu adalah foto kuntilanak yang sangat menyeramkan, aku benar benar terkejut dan hampir menjatuhkan handpone ku, aku langsung menghapus chat dari nya dan juga langsung mengucap istighfar beberapa kali.
Sekitar jam 12 malam aku mulai lelah melihat handpone ku karena tidak ada yang menarik, akhirnya aku memutuskan untuk tidur...
Selama aku tertidur ternyata aku bermimpi tentang roy, mungkin efek kami sudah lama tidak bertemu mangkanya membuat ku sangat rindu sampai samapi memimpikan nya.
Di dalam mimpi itu dia sangat tampan menggunakan celana sepan hitam dan baju kemeja garis garis putih biru, gaya nya sangat rapih, ia memegang satu buket bunga mawar asli dan di sekeliling nya ada banyak teman temannya, ada juga 2 orang yang terlihat seperti orang tuanya karena wajah laki laki itu cukup mirip dengan roy.
Aku bertanya tanya, kenapa roy sangat berpakaian rapih dan juga banyak teman temanya bahkan kedua orang itu, yang aku sangka adalah orang tua roy, mereka sangat bahagia seperti menantikan sesuatu yang akan muncul seperti seseorang.
Aku juga menantikan nya, aku menggu seseorang itu muncul, dan benar saja seorang wanita muncul dari balik tiray, ia menggunakan baju gaun berwarna putih bergaris biru sama seperti yang digunakan roy tadi, tapi aku tidak bisa melihat wajah nya karena ditutupi oleh sinar mata hari, aku berusa untuk melihat nya tetapi tetap saja tak terlihat.
Namapak semua orang sangat bahagia dengan kehadiran wanita itu, sepertinya ini adalah acara lamaran.
Dan tidak lama kemudian ibu membangunkan ku, padahal sebentar lagi mungkin aku bisa melihat wajah wanita itu, sungguh ibu membuat ku bad mood di pagi hari.
“ Diana bangun nak sudah siang ini “ ucap ibu membangun kan ku.
“ Ih ibu ganggu saja tauk, orang lagi mimpi enak kok malah dibangunin sih “ ucap ku sambil menatap ibu dengan mata tajam.
“ Ya ampun nak kamu mimpiin apa sih samapi semarah itu ibu bangunkan haha “ ucap ibu sambil tertawa.
“ Ah ibu mah ganggu, jadi males kan “ ucap ku lagi.
“ Tuh lihat nenek sudah sarapan, sedangkan kamu baru bangun itu pun ibu yang bangunin “ ucap ibu sambil menunjuk ke arah nenek yang sedang makan di atas tempat tidur.
“ Nenek sudah mendingan kan? “ tanya ku pada nenek.
“ Iya sayang nenek sudah merasa lebih baik, ayo kamu mandi sana terus sarapan “ ucap nenek.
“ Iya mandi dan sarapan sana, ibu mau pergi bekerja, kamu jagain nenek yah nak, nanti pulang kerja ibu kembali kerumah buat ambil baju dan perlengkapan lainnya, kemudian baru datang kesini “ ucap ibu.
“ Kamu harus menginap disini yah selama beberapa hari “ perintah nenek kepada ibu.
__ADS_1
“ Iya bu hehe “ jawab ibu sambil tertawa.
Aku sangat bahagia karena nenek sudah mulai tertawa lagi dan ibu juga akan menginap disini, jadi aku bisa tidur bersama ibu......