Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 16


__ADS_3

Hari ini aku di tugaskan nenek untuk merapikan tanaman nya karena nenek masih sakit dan tidak bisa berdiri terlalu lama, aku sebenarnya tidak bisa merawat tanaman seperti nenek tapi aku sering melihat nenek merawat tanamannya, jadi aku akan mencoba nya hari ini.


Aku menggunting daun daun yang sudah mulai membusuk terlebih dahulu, merapikan tanah nya, dan mulai menyirami tanaman itu, kemudian aku mulai memotong rumput di halaman rumah, ketika aku sedang mulai menggunting rumput, sebuah mobil berhenti di depan pagar.


Aku menunggu sampai seseorang di dalam mobil itu turun, dan ternyata orang itu adalah kak Indra, ia keluar dari mobilnya dan ingin membuka pagar.


Aku langsung mendekatinya, dan langsung membuka pintu pagar, kemudian ia memberikan senyuman yang sangat tulus pada ku.


“ Kok gak bilang bilang kak kalau mau kesini “ tanya ku pada kak Indra.


“ Sengaja sih, mau bikin kejutan sama kamu hehe “ jawab kak indra sambil memarkirkan mobil nya.


“ Ya elah, si kakak bisa aja “ ucap ku sambil tertawa.


“ Dimana nenek? “ tanya kak indra pada ku.


“ Ada di dalam kak, nenek habis sakit kemarin, dan sekarang sudah mulai membaik kak “ jawab ku pada kak indra...


“ Benarkah? Syukurlah kalau nenek sudah mulai sehat, kayaknya kamu belum mandi yah? “ tanya kak indra sambil menutup hidung nya.


“ Sudah dong kak, kakak kali yang belum mandi, bangun tidur langsung siap siap kesini iya kan? Ngaku aja deh... “ ucap ku sambil menunjuk nunjuk ke arah kak indra.


“ Wah enak aja, sudah dong mandi, kamu gak nyium aroma yang sangat wangi ini apa? “ tanya kak indra sambil nada yang songong.


“ Itu pasti wangi parfum kan, kakak Cuma menyemprotkan parfum saja kan biar wangi, biar terlihat seperti sudah mandi, iya kan, sebenarnya kakak itu masih bauk tauk hahaha “ ucap ku sambil tertawa mengejek kak indra.


“ Hmmmm mulut kamu itu yang sangat dekat dengan hidung hahaha “ ucap kak indra sambil menarik hidung ku.


.


.


.


.


Dan aku mencoba melepaskan nya karena hidung ku sangat sakit dan sepertinya sudah memerah.


Aku dan kak indra berjalan menuju kamar nenek, dan kak indra seperti nya membawakan nenek sesuatu.


“ Halo nek, kata diana nenek sakit yah “ tanya kak indra pada nenek sambil menyalimi nya.


“ Ya ampun, ini indra yah?, iya kemarin nenek sakit sampai gak bisa berangkat dari tempat tidur dan untung nya sekarang sudah mendingan “ ucap nenek kepada kak indra.


“ Syukurlah kalau nenek sudah mulai membaik, oh iya nek, ini ibu bawain nenek kue “ ucap kak indra sambil memberikan bungkusan itu kepada nenek.


“ Ya ampun repot repot sekali hehe tapi makasih yah nak indra sudah mau datang kesini dan bilangin makasih juga sama ibumu nanti yah “ ucap nenek sambil tersenyum pada kak indra, dan kak indra juga membalas senyuman nenek dengan sangat tulus.


Aku yang melihat nya juga ikut tersenyum, tante sandra dan keluarga nya benar benar sangat baik sekali.


Setelah asik berbincang bincang dengan nenek, aku dan kak indra langsung keluar, dan aku melanjutkan kembali tugas ku memotong rumput, kemudian kak indra ingin membantu ku.


“ Kakak tunggu disini saja dulu yah, aku mau memotong rumput di depan, karena tadi belum selesai “ ucap ku pada kak indra.


“ Nanti kakak bantuin deh biar cepet selesai hehe “ ucap kak indra.


“ Beneran kak? Emang gak ngerepotin? “ tanya ku pada kak indra.


“ Ya enggak lah, biasa aja kali hehe kakak juga sering motongin rumput dirumah kalau sudah panjang, biasanya satu minggu sekali kakak bakal potongin rumput di depan rumah “ ucap kak indra.


Kak indra yang memotong rumput itu, sedangkan aku membersihkannya, memasukan nya kedalam skop dan membuang nya ke tempat sampah, tidak butuh waktu lama kami sudah menyelesaikan pekerjaan ini.

__ADS_1


Memang kalau pekerjaan itu di lakukan bersama sama akan terasa cepat hehe.


.


.


.


.


Setelah rumput selesai di potong, aku mulai menyiram nya menggunakan selang, tetapi kak indra sangat jahil, ia memercik kan air kepada ku, awalnya aku tidak ingin merespon nya, tetapi kak indra terus mengganggu ku, sehingga aku memutuskan untuk membalas nya dengan menyemprot kan selang air itu ke wajah kak indra.


“ Eh sudah sudah, cukup “ ucap kak indra sambil memohon kepada ku.


“ Gak mau.... tadi yang mulai duluan siapa hah? “ ucap ku yang terus menyemprot kan air kepada kak indra.


“ Iya tadi kakak gak pake selang itu loh hha kamu curang “ ucap kak indra sambil mencoba mengambil selang itu dari tangan ku.


“ Sini coba ambil selang ini dari aku, huhhu “ ucap ku sambil berlari.


“ Kamu yah bandel banget kalau di omongin “ ucap kak indra sambil mengejar ku.


Kak indra terus mengejar ku dan aku tidak ingin tertangkap oleh nya, sampai aku berhenti karena keran air itu mati dan kak indra langsung menangkap ku, ia memeluk tubuhku dan aku benar benar sangat terkejut.


“ Akhirnya kamu ketangkap juga yah hahaha “ ucap kak indra yang sangat senang.


“ Karena keran air nya mati hmmm “ ucap ku sambil menatap wajah kak indra yang juga sedang menatap ku.


Kami saling menatap satu sama lain cukup lama seperti di film film india eeyaaahh.....


Aku langsung melepaskan tangan kak indra dari pinggang ku, dan mengajak nya untuk masuk kedalam, mengeringkan pakaian dan juga rambut nya yang sangat basah.


“ Ayo kak kita masuk haha itu kakak sudah basah semua “ ucap ku sambil menarik tangan kak indra.


Sesampai nya di dalam rumah aku langsung mengambilkan handuk yang bersih dan memberikan nya kepada kak indra, kemudian aku juga membuat kan minuman yang segar untuk nya, karena cuaca diluar yang sangat panas, dan pasti kak indra sangat ke hausan.


Kami menonton TV bersama, dan saling menjahili satu sama lain, aku menganggap kak indra sudah seperti kakak kandung sendiri, tapi aku melihat kak indra selalu memperhati kan ku sambil tersenyum bahkan ia terus melihati ku dan jujur saja aku sangat gerogi di tatap nya dan aku tak menghiraukan nya, aku tidak menoleh ke arah nya sedikit pun....


Aku takut jika ia menyukai ku hehe GR an sekali yah aku ini, tapi memang benar, aku melihat gerak gerik nya bahwa ia seperti punya rasa kepada ku, ia terus menelfon ku hampir setiap malam dan aku selalu mencari alasan untuk tidak berlama lama telfonan dengan kak indra hehe karena sejujur nya aku tidak suka telfonan.....


Sekitar jam 5 sore kak indra pulang dan aku mengantar nya sampai depan gerbang kemudian kak indra berpesan pada ku untuk menjaga nenek.


“ Nanti kalau nenek sudah sembuh, kita jalan yah keluar “ ucap kak indra.


“ Iya kak, bisa di atur nanti hehe “ ucap ku.


“ Ya sudah, kakak pulang dulu yah, kalau kangen telfon kakak yah hehehe “ ucap kak indra yang sedang menggoda ku.


“ Ya ampun PD sekali anda hahaha, hati hati yah kak titip salam juga sama om dan tante oke “ ucap ku sambil tertawa.


“ Oke, bye bye “ ucap kak indra sambil masuk kedalam mobil.


.


.


.


.


Dan aku melambaikan tangan ke arah kak indra, yang juga dibalas sama kak indra, kak indra menutup kaca ,mobilnya kemudian pergi.

__ADS_1


Aku langsung masuk kedalam dan mengunci pintu gerbang.


Hari ini mood ku cukup bagus, tapi aku masih sangat kesal karena nomor handpone roy masih saja tidak bisa dihubungi, aku sangat penasaran tentang roy, aku seperti tidak tau apa apa tentang hidupnya roy dan itu membuat ku sangat sedih, dan aku berencana untuk datang ke taman besok, kali saja roy datang kesana.


Aku pergi ke kamar nenek untuk melihat bagaimana ke adaan nya, ternyata nenek sedang merajut baju yang hampir selesai, nenek ku sangat suka sekali merajut, ia sering membuatkan pakaian untuk almarhum kakek dulu, nenek dan kakek memang sangat romantis meskipun mereka sudah tua tetapi nenek dan kakek tetap memperlihatkan kemesraan nya, bahkan dulu aku sangat iri kepada mereka.


Nenek yang akan memasak dulu sedangkan kakek memotong sayuran, dan setiap hari mereka melakukan nya, dan juga kakek sering mengajak ku pergi keluar dengan mengendarai motornya, jujur saja aku sangat merindukan masa masa dulu bersama dengan kakek...


Ibu sudah pulang dari kantor sekitar jam 7 malam dan membawakan makanan untuk nenek dan juga aku, kami makan bersama di kamar nenek, kemudian setelah makan aku berinisiatif untuk memijat ibu karena sepertinya ibu sangat kelelahan.


“ Ibu, sini aku pijatin “ ucap ku sambil mendekati ibu.


“ Boleh hehe, ibu akan berbaring disini yah “ ucap ibu.


“ Iya bu “ aku menjawab nya.


“ Waaah enak sekali nak, kamu sepertinya punya bakat dalam memijat, bagaimana kamu nanti membukan salon pijat saja hahaha “ ucap ibu sambil tertawa mengejek ku.


“ Ah ibu ini apaan sih hahaha “ ucap ku sambil mencubit tangan ibu.


Dan nenek juga ikut menambahkan.


“ Beruntung sekali nanti suami diana ini, sudah cantik, rajin bersih bersih rumah dan juga pandai memijat “ ucap nenek yang sedang memujiku.


“ Iya dong nek hahaha kan cucunya nenek ini “ ucap ku dengan sombong.


“ Gimana sama Iindra? “ tanya nenek dengan tiba tiba yang membuat ku terkejut.


“ Kak indra sangat baik sih nek terus pintar juga hehe orang nya sangat lucu “ ucap ku pada nenek.


“ Indra siapa sih buk? “ tanya ibu pada nenek.


“ Itu loh indra anaknya sandra yang ibunya temen ibu dulu “ ucap nenek pada ibu.


“ Sandra yang dosen itu? “ tanya ibu lagi.


“ Iya, kamu ingat kan. Sekarang anaknya yang nomor 2 yang masih kuliah itu sedang dekat sama diana hehehe “ ucap nenek yang sangat senang.


“ Ih nenek apaan sih “ ucap ku sambil memijat kaki ibu.


“ Oh iya iya aku ingat, memang keluarga mereka sangat baik yah bu, sykurlah kalau diana sedang dekat dengan anak nya mbak sandra “ ucap ibu yang sepertinya sedang bahagia juga.


.


.


.


.


Sedangkan aku hanya tertawa licik karena aku tau apa maksud pembicaraan nenek dan ibu itu apa tapi aku pura pura tidak mendengar nya, sampai saat ini aku hanya menganggap kak indra itu sebagai kakak sekaligus keluarga ku saja dan aku tetap menyukai roy meskipun sekarang aku tidak tau bagaimana kabarnya.....


Pagi ini kebetulan ibu sedang libur karena kantor nya sedang renovasi dan aku memutuskan untuk datang ke taman depan kampus, tempat biasa aku dan roy bertemu.


Aku duduk di kursi itu sambil bermain handpone dan memastikan nomor roy aktif atau tidak, tetapi setelah aku mencoba untuk menghubunginnya ternyata nomor nya tetap tidak aktif, aku tidak menyerah aku bahkan menunggu nya sampai siang, dan ketika aku sedang menunggu aku melihat wanita yang sebelumnya yang menghampiri ku di depan kelas itu dan bahkan dia juga memandangi ku dengan tatapan yang sinis.


Dia terlihat sedang bermain dengan kucing nya, sesekali juga menatap ku tetapi aku tidak menghiraukan nya aku pura pura tidak melihat wanita itu.


Tapi aku sangat penasaran dengan nya, rasanya aku ingin bertanya pada dia, apakah aku pernah ada salah dengan nya tetapi ia malah pergi bersama kucing nya dan aku mengurungkan niat ku untuk berbicara dengan nya.


Dia benar benar sangat misterius aku sampai merinding di buat nya.

__ADS_1


Sudah jam 2 siang dan sepertinya roy tidak datang ke taman hari ini, aku sedikit kecewa karena kami sudah lama tidak bertemu dia seperti di telan bumi, aku sangat menyesal karena dulu aku tidak menanyakan dimana rumahnya, jika aku tau pasti sekarang aku sudah mendatangi rumahnya, aku benar benar sedih.


Dan akhirnya aku memutuskan untuk pulang karena perut ku sudah sangat lapar, aku masuk kedalam bus dan sesekali melirik ke taman lagi.... dan ternyata roy ada disana.....


__ADS_2