Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 8


__ADS_3

Setelah aku memijat kaki nenek dan nenek pun langsung tertidur dengan pulas, hingga ia terbangun 2 jam kemudian, aku mengajak nenek untuk makan siang.


Dan benar keadaan nenek sudah lebih baik lagi, sudah bisa berjalan dengan normal lagi meskipun kadang kadang masih sedikit sakit tapi setidaknya aku sudah merasa legah karena nenek sudah baik kan.


Hari itu setelah aku menyelesaikan semua pekerjaan rumah dan aku sudah membawa nenek ke dalam kamar nya, aku menyuruh nenek untuk beristirahat saja karena aku juga harus menyelesaikan tugas kuliah ku.


Jadi aku kembali kekamar ku, aku mulai mengerjakan tugas yang hampir selesai dan kemudian aku berinisiatif untuk mencoba mengubungi nomor telfon milik roy.


" Tuttttt.... tutttt nomor yang anda hubungin sedang tidak aktif atau berada di luar jangkauan " ucap operator itu.


" Oh tidak aktif, mungkin dia sedang tidur karena mungkin jadwal kuliah nya sangat padat hehe, tidak apa apa yang penting aku sudah punya nomor handphone nya " ucap ki dalam hati.


Sekitar jam 11 malam, tugas ku pun selesai dan aku bersiap siap untuk tidur, dan untung nya besok mata kuliah pertama di mulai jam 9 pagi jadi aku bisa berangkat dari rumah pukul 8 pagi dan tidak terlalu pagi menurut ku hehe.


.


.


.


Setelah aku terlelap dan tidak terasa nenek sudah membangunkan ku, nenek juga sudah membuatkan sarapan untuk ku, aku terkejut melihat nenek sudah kembali normal lagi seperti biasanya.


" Sayang, bangun sudah jam 7 pagi ini " panggil nenek sambil membuka tirai jendela ku.


" Kok cepet banget sih nek, sudah jam 7 pagi aja " ucap ku sambil membuka mata pelan pelan.


" Kamu nya yang tidur seperti kerbau hahaha " ucap nenek meledek ku.


" Eh nenek sudah sehat dong? hehe " ucap ku sambil melihat kaki nenek.


" Iya sudah tidaks sakit lagi nak, ayo kamu cepat mandi terus sarapan nanti telat loh baru tau rasa " ucap nenek sambil menarik tangan ku.


" Hmmm iya iya tuan putri " ucap ku sambil menguap katena nyawa ku belum terkempul masih sekitar 70% hahaha.


Setelah mandi aku langsung menyetrika baju dan celana yang aku gunakan hari ini, habis itu aku mulai menyisir rambut dan mengunakan bedak yang tidak terlalu tebal kemudian pakai bluss on dan lipstik, hanya itu yang pakai waktu kuliah, No eyeliner, no bulu mata dan Maskar haha.


Kemudian aku menuju meja makan dan menyantap sarapan buatan nenek, seperti biasa masakan nenek tidak pernah mengecewakan ku hehe.


Semuanya sudah selesai dan tidak ada barang yang ketinggalan, aku pun langsung berpamitan pada nenek, dan mengingatkan nenek untuk berhati hati.


" Nek ana pergi yah, kalau nenek mau beli sayur kalan nya lamat lambat saja " ucap ku pada nenek.


" Iya nak, kamu hati hati yah, cepat pulang kalau tidak ada pekerjaan di kampus " ucap nenek.


Aku langsung pergi dan mengunci pagar rumah, sebenarnya menggunakan ojek online lebih cepat sampai ke kampus tapi tidak bisa bersantai seperti naik bus, mangkanya aku lebih suka naik bus. jika ingin saja baru aku menggunakan jasa ojek online.


.


.


.


Ketika sampai di depan kampus aku masih saja melihat ke arah taman, siapa tau ada roy disana, tapi kenyataan nya tidak seperri itu, di taman tidak ada siapa siapa mungkin di pagi hari orang orang masih sibuk beraktivitas.

__ADS_1


Aku langsung meneruskan langkah ku menuju kelas dan tiba tiba anton memanggilku dari arah belakang.


" Hey na, baru sampai yah? " tanya anton sambil berdiri disebelah ku.


" Iya nih ton hehe, kami masuk jam 9 soalnya " jawab ku.


" Oh gitu, mata kuliah apa yang pertama na? " tanya anton lagi.


" Sastra ton, ada tugas juga nih kebetulan hehe " jawab ku.


" Lah sama dong, barusan saja kami selesai mata kuliah sastra hehe, tugas nya gimana? sudah selesai? " tanya anton lagi.


" Sudah kok, semalam aku ngerjain nya sampai jam 11 malam hehe " jawab ku lagi.


" Syukurlah kalau sudah, kalau belum nantibaku bantuin hehe " ucap anton.


" Enggak kok, sudah selesai ton hehe ya sudah aku masuk dulu yah 10 menit lagi kelas bakal di mulai " ucap ku sambil tersenyum ke arah anton.


" Iya iya, nanti pulang nya aku antar yah na " ucap anton yang membuat ku merasa tidak enak.


" Lihat saja nanti yah hehe bye " ucap ku sambil berjalan meninggalkan anton.


Anton selalu saja ingin mendekati ku tapi aku juga tidak enak jika harus selalu menghindari nya, di satu sisi aku juga tidak ingin memberi nya harapan.


" Ya sudahlah jalani saja, jika bisa ku hindari si anton yah bakal ku hindari " ucap ku dalam hati.


Mata kuliah pertama sedang berlangsung, entah kenapa mata kuliah sastra benar benar membuat ku bosan dan mengantuk, bukan hanya aku tapi juga anak yang lain, bahkan si ria sudah tertidur.


Dosen sastra kami memang tidak memperdulikan siswa yang tidur di pelajaran nya asalkan ketika ujian semester nanti kami semua mengerti dan bisa menjawab soal dengan benar.


Tidak terasa mata kuliah pertama pun selesai dan kami benar benar merasa puas jika sudah melewati mata kuliah sastra.


Selang 20 menit disusul lah mata kuliah ke 2, dan tentu saja gaya mengajar dosen nya berbeda jadi kami tidak akan mengantuk.


.


.


.


Kuliah hari ini pun selesai, karena memang kampus ku biasanya cuma sampai jam 2 siang tidak ada yang sampi sore atau malam, dan kami biasanya jam 12 sudah pulang.


Seperti biasa aku langsung pulang kerumah karena ingin masak makanan nenek, lagi lagi aku melihat di sekeliling taman, kali saja ada roy disana karena sekarang sudah siang kan.


Tapi ketika aku sudah mendapatkan bus dan naik, kemudian aku mengintip lagi ke arah taman dari jendela dan ternyata roy tetap tidak ada.


Aku pun langsung duduk kembali, dan berusaha agar tidak tertidur lagi haha bahaya jika aku kelewatan lagi.


Selang 25 menit di perjalanan, akhirnya aku pun sampai di rumah nenek, tapi ketika akan ingin membuka pagar aku melihat ada mobil.


Yah, itu adalah mobil ayah ku, pasti dia datang ingin menanyakan tentang masalah ke inginan nya menikahi wanita itu.


Dengan wajah yang datar aku masuk ke dalam rumah dan hanya ada ayah disana, dia tidak mengajak wanita itu, syukurlah aku benar benar muak melihat wajah wanita itu.

__ADS_1


" Anak ayah sudah pulang yah " panggil ayah sambil menyodorkan tangan nya.


" Iya " aku langsung menyalami nya dengan wajah yang datar.


" Kenapa nak? kok lesu sekali? capek yah? " tanya ayah.


" Iya capek, nungguin bus lama " jawab ku dengan singkat.


Nenek langsung menyuruh ku untuk masuk kedalam kamar dan bergenti baju, kemudian makan siang.


Ayah terus berbicara kepada nenek tapi aku tidak bisa mendengar nya dan juga aku bergegas mengganti pakaian dan berjalan menuju meja makan, aku ingin mendengar apa yang di bicarakan ayah dengan nenek.


Sambil makan aku mendengarkan ayah berbicara tapi dengan nada yang sangat pelan aku hampir tidak bisa mendengar nya.


" Buk, aku sudah mempersiapkan pernikahan dengan dewi " ucap ayah.


" Apa tidak kamu pikir kan terlebih dahulu? kenapa cepat sekali? " tanya nenek.


" Aku sudah memikirkanya sejak lama buk, dan ini sudah benar benar bulat " ucap ayah.


" Apa kamu sudah menanyakan pada diana dan ibu nya? apa mereka setuju? kamu jangan sembarang yah, kamu juga harus dengerin anak kamu " ucap nenek yang mulai emosi.


" Nanti aku bicarakan dengan diana, dia pasti setuju dan untuk ibunya diana, untuk apa lagi aku menanyakan pada dia buk? aku sudah tidak punya hubungan apa apa lagi dengan dia kan, jadi tidak masalah " ucap ayah.


" Kata siapa diana setuju? seharus nya sebelum kamu memutuskan untuk menikah, kamu harus menanyakan dulu pada anakmu, jika dia tidak setuju kamu mau gimana? tidak jadi menikah? dan juga meskipun kamu dan ibu nya diana sudah tidak memiliki hubungan apa apa, setidak nya kamu memberi tahu dia " ucap nenek yang sudah mulai kesal dengan ayah.


" Diana harus setuju buk, karena ini untuk kebahagiaan ku dan juga dia nanti nya, dia pasti mengerti maksud ku dan tidak mungkin acara ini aku batalkan karena sudah hampir siap " ucap ayah yang semakin membuat ku dan nenek jengkel.


" Kamu ternyata masih sama, masih saja egois, ibu tau apa yang kamu lakukan di masa lalu dengan wanita itu! " ucap nenek dengan wajah yang marah.


" Maksud ibu bagaimana? aku tidak mengerti bu " ucap ayah yang berpura pura tidak tau.


" Kamu selingkuh kan dengan si dewi itu, istri kamu yang memergoki kalian berdua sedang melakukan hubungan yang terlarang itu, aku tau semuanya! " ucap nenek dengan penuh emosi.


" Siapa yang mengatakan nya buk, ibu diana kah yang memberi tahu ibu? iya kan? " tanya ayah dengan panik.


" Sudahlah yah, kami sudah tau semuanya, ayah bisa bisa nya mengkhianati ibu ku! " ucap ku dengan sangat emosi.


" Kamu dengerin ayah dulu nak, ayah bisa jelasin kok, tidak seperti itu cerita nya" ucap ayah sambil memegang tangan ku.


" Kalau begitu, jelasin apa yang sebenarnya terjadi? " aku kembali bertanya pada ayah.


Ayah sibuk mencari alasan agar dia bisa menyalahkan ibu, tetapi aku sudah melihat tingkah laku nya yang ketakutan karena tidak bisa berbohong.


" Ayah gak bisa kan jelasin nya? ya karena emang bener kayak gitu kejadiannya, ayah masih mencari alasan kan buat menyalahkan ibu " ucap ku sambil melepaskan tangan ayah.


" Nak, ibu dengar dulu penjelasan ku " ucap ayah sambil memohon.


" Ayo jelasin, kami akan mendengarkan nya " ucap nenek dengan sangat ketus.


Ayah hanya terdiam, dan tidak tau harus mengarang cerita apa agar aku dan nenek bisa percaya dengan kata kata nya itu.


" Ayah benar benar tega yah, ayah benar benar jahat, kurang sabar apa ibu yah kurang sabar apa? dia tidak pernah mengeluh kan, dia bekerja karena penghasilan ayah memang tidak mencukupi kebutuhan kita, dan ayah malah berselingkuh dengan wanita jahat itu, bahkan dia adalah teman ibu sendiri! " ucap ku sambil menangis.

__ADS_1


" Ayah bilang ibu tidak becus menjaga ku dan juga merawat rumah, tapi apa yang ayah sudah lakukan kepada ibu? ayah sudah mengkhianati ibu! ayah benar benar jahat! aku tidak sudih punya ayah seperti mu! ayah dan wanita itu memang sangat cocok!! kelakuan kalian memang sama! " aku benar benar emosi dan terus menangis.


Beberapa detik kemudian suasana menjadi hening seketika aku dan nenek terus menangis dan sangat kesal dengan ayah, sedangkan ayah masih bersujud di hadapan kami...


__ADS_2