Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 18


__ADS_3

Waktu liburan kami akan segera berakhir diaman besok kami sudah mulai masuk kuliah lagi seperti biasa dan mulai besok aku sudah masuk semester 6 hehe, sudah mendekati masa yang sulit dimana akan mendekati magang dan juga KKN hehe, tapi aku sangat siap.


Aku sudah mempersiapkan semuanya, pakaian, jadwal yang sudah ku cetak, aku sangat tidak sabar bertemu dengan teman teman ku besok, bahkan nenek menyuruh ku untuk tidak bergadang malam ini agar besok tidak bangun kesiangan.


“ Nek diana pergi dulu yah dan gak tau nanti pulang nya jam berapa “ ucap ku sambil menyalami nenek, karena hari ini adalah hari pertama di semester 6.


“ Iya, kamu hati hati yah nak “ ucap nenek sambil mengantar ku samapi pintu.


Aku sudah memesan ojek online, dan pakak ojek itu sudah menunggu di luar pagar, kemudian aku langsung pergi menghampirinya.


Hingga sampai di depan gerbang kampus ku aku kembali melihat taman itu, aku berharap nanti aku bisa bertemu lagi dengan roy.


Hari pertama kuliah kami hanya perkenalan saja antar mahasiswa dan dosen, dan pertemuan selanjut nya baru mulai memasuki materi, hari ini hanya ada 2 mata kuliah dan kami pulang sekitar pukul 1 siang.


.


.


.


.


Ketika aku berjalan di lapangan menuju gerbang aku melihat seseorang dari sebrang jalan yang seperti nya sudaah menunggu ku, aku melihat ke arah nya.


“ Ya ampun itu roy, benarkah itu roy? “ tanya ku dialam hati.


Aku benar benar tidak percaya dengan apa yang ku lihat, dia terus menatap ku sambil tersenyum dari seberang jalan, dan ketika tidak ada mobil yang lewat roy menghampiri ku.


“ Sudah lama yah gak ketemu hehe “ ucap roy pada ku.


“ Iya, sudah lama baget dan aku coba menghubungi kamu tapi gak pernah aktif “ ucap ku pada roy.


“ Iya aku pergi persama keluarga ku selama liburan ini, oh iya ayo kita duduk dulu di taman itu “ ucap roy.


Kami menebrang jalan dan roy memegang tangan ku dengan sangat erat, aku benar benar sangat bahagia karena bisa bertemu lagi dengan roy.


“ Kita duduk disini yah hehe seperti biasa, aku pake baju ini lagi “ ucap roy sambil menunjuk baju nya.


“ Iya nih, kayak nya kamu suka benget yah sama baju itu hehe, basah kering yah kayak nya bagu itu “ ucap ku sambil tertawa.


“ Iya hehehe, gimana liburan nya kemarin? “ tanya roy dengan serius.


“ Gak kemana mana sih, dirumah aja nemenin nenek dan paling sesekali keluar ke mall atau gak cafe “ jawab ku.


Roy duduk berhadapan dengan ku, ia menatap ku dengan tajam bahkan mendengarkan aku berbica dengan sangat serius, tentu saja membuat ku sangat gerogi.


“ Kamu sendiri liburan nya kemana? “ tanya ku pada roy.


“ Sebenarnya kami sekeluarga mau berlibur ke thailand tapi kakek ku sakit keras dan setelah melawan penyakitnya akhirnya kakek ku meninggal dan kami sangat kehilangan kakek, jadi selama liburan aku dan keluarga ku beridam disana sambil menemani nenek “ ucap roy dengan nada yang sangat frustasi.


“ Ya ampun, aku benar benar tidak tau, kalau kau mengalami masa sulit selama liburan, aku sesekali menunggu mu disini, berharap kau datang ke taman ini, tapi tidak apa apa, aku sangat sedih mendengar cerita mutadi roy “ ucap ku sambil memegang pundak roy.


“ Maaf yah sudah membuat mu menunggu, aku juga sebenar nya ingin bertemu dengan mu, aku ingin mendatangi rumah mu diana tapi aku juga tidak tau dimana rumah mu “ ucap roy sambil meminta maaf dan memegang tangan ku.


“ Iya iya tidak apa apa, lain kali aku akan menunjukkan rumah ku “ ucap ku.


“ Sebentar lagi motor ku akan selesai di perbaiki, karena kemarin keluarga ku kehabisan uanng, uang kami dipakai untuk kebutuhan kakek dan juga nenek, mangkanya aku belum bisa membenarkan motor hehe maaf yah “ ucap roy yang membuat ku terharu.


“ Gak apa apa kok, aku bisa pulang sendiri, aku gak mau ngerepotin kamu hehe tapi nanti kalau motor kamu sudah bener ajak aku jalan jalan yah atau gak antar aku pulang “ ucap ku sambil tertawa.


.


.


.

__ADS_1


.


“ Itumah gampang hehe, gimana kuliah nya tadi? “ tanya roy pada ku.


“ Pertemuan pertama sih Cuma perkenalan aja sama dosen nya, dan mungkin di pertemuan kedua baru mulai masuk materi “ ucap ku.


“ Oh gitu, sama sih, tapi kampus kami baru masuk bulan depan hehe “ ucap roy.


“ Benarkah? Ternyata gak sama yah “ ucap ku sambil menatap roy.


Roy masih memegang tangan ku dengan sangat lembut, dan beberapa kali dia menatap ku dan juga aku membalas tatapan nya, kami pun tertawa.


Aku benar benar menyesal sudah sering mengeluh karena tidak bisa bertemu dengan roy, setelah mendengar cerita roy tadi aku sangat membenci diri ku sendiri, aku sangat khawatir dengan perasaan roy, karena ia akan merasa sulit dengan keadaan nya sekarang.


“ Aku Cuma bisa ketemu kamu sebentar hari ini maaf yah, karena nenek mau datang kerumah kami siang ini “ ucap roy pada ku.


“ Oh iya sudah gak apa apa kok, aku paham dengan kondisi kamu “ ucap ku sambil memegang tangan roy.


“ Kamu pulang nya hati hati yah, nanti setelah motor ku benar bakal aku anter terus deh kamu pulang hehe “ ucap roy.


“ Heehehe iya iya, aku pulang sekarang yah “ ucap ku.


“ Iya aku juga mau pulang sekarang, tapi mau nunggu sepupu ku jemput dulu “ ucap roy.


Kemudian roy mengantar ku sampai di depan bus dan dari luar ia melambaikan tangan nya kepada ku, tentu saja aku membalas nya dengan wajah yang sangat bahagia.


Dan ternyata wanita yang sangat misterius itu lagi lagi memperhati kan ku dari depan gerbang......


.


.


.


.


Setelah sampai dirumah dengan wajah yang sangat bahagia, kemudian aku melihat mobil kak indra yang sedang parkir, awal nya aku biasa saja karena juga kak indra sudah sangat sering datang ke sini.


“ Eh sudah pulang yah “ tanya ka indra.


“ Iya kak, kakak gak kuliah emang? “ tanya ku pada kak indra.


“ Besok kakak baru masuk hehe “ jawab kak indra.


“ Oh gitu, terus mau ngapain nih mau ajak aku jalan jalan kah? “ tanya ku sambil bertanya.


“ Iya nih, kakak mau ajak kamu ke acaranya teman kakak, mau yah “ ucap kak indra.


“ Hmmm oke deh, aku ganti baju dulu yah kak “ ucap ku sambil berjalan menuju kamar, dan tidak butuh waktu lama aku akhirnya keluar dari kamar dan langsung menghampiri ka indra yang sedang duduk di ruang tamu.


“ Ayo kak “ ucap ku pada kak indra.


“ Oke hehe “ ucap kak indra yang awalnya bengong melihat ku keluar dari kamar.


Selama di perjalanan aku terus bermain handpone karena suasana hati ku sangat baik habis bertemu dengan roy, dan kak indra juga tidak mengajak ku berbicara.


Sekiat 25 menit kami diperjalanan dan akhirnya kami sampai di hotel itu dan katanya acara teman kak indra itu di aula nya hotel ini.


Aku menungu kak indra yang sedang memarkir mobil, dengan bertanya di dalam hati.


“ Emang teman kak indra mau ngapain sih? Oh mungkin ada yang ulang tahun kali yah “ ucap ku dalam hati.


“ Ayo kita masuk “ ucap kak indra sambil memegang tangan ku.


.

__ADS_1


.


.


.


Aku sangat terkejut kenapa kak indra tiba tiba menggenggam tangan ku, awalnya aku mencoba melepaskan nya tetapi ia terus memegang nya dengan sangat erat, hingga kami sampai di teman acara itu, sudah banyak teman teman kak indra yang sudah hadir.


“ Eh ndra kamu sudah dateng yah “ ucap teman teman nya.


“ Iya nih, tadi gak terlalu macet sih emang “ ucap kak indra sambil berjabat tangan dengan teman teman nya.


“ Oh jadi ini ya ndra hehe, kenalin dong “ ucap salah satu teman kak indra.


“ Iya iya, kenalin ini diana, anak kampus Global dia sudah masuk semester 6 “ ucap kak indra.


“ Heeh aku diana “ ucap ku sambil berjabat tangan dengan teman kak indra satu prsatu.


Dengan perasaan yang cukup tidak enak aku berharap agar acara ini cepat selesai karena aku sangat canggung dengan teman teman nya kak indra, aku hanya duduk di kursi sambil mengambil minuman.


Dan tiba tiba ka indra naik ke atas panggung dan meminta mc untuk meminjam kan mic nya kepada ka indra.


Aku mengira kak indra akan menyanyi.


“ Sebelum nya, saya mengucapkan terima kasih pada teman teman semua yang sudah datang hari ini dan juga untuk mempersingkat waktu saya ingin memberi tahu kan alasan saya membuat acara ini “ ucap kak indra dengan wajah serius.


“ Jadi ini bukan acara teman nya? Gimana sih kak indra, jadi ini acara apa dan punya siapa? Kok gak jelas baget sih ? “ ucap ku dalam hati dengan sedikit kesal.


“ Hari ini, aku ingin memberitahu kan sesuatu yang sudah aku persiap kan dari juah jauh hari dan sepertinya sekarang adalah waktu yang tepat untuk ku mengatakan nya “ ucap kak indra.


.


.


.


.


“ Ayo ayo kami tidak sabar “ ucap teman teman kak indra sambil berteriak.


“ Aku ingin mengatakan dengan jujur tentang perasaan ku pada seseorang yang akhir akhir ini sangat dekat dengan ku, aku merasa ia juga merasakan hal yang sama seperti ku hehe, wanita itu sangat perhatian kepada ku, selalu menemaniku prgi dan kami hampir tiap malam berkomunikasi, dan aku akan jujur siapa wanita itu...... “ ucap kak indra dengan serius.


Semua orang sangat penasaran dan begitu juga dengan aku, aku ingin tau siapa wanita itu yang yang di sukai oleh kak indra.


“ Wanita itu ada disini hehe dan dia memakai baju berwarna cream “ ucap kak indra.


Dan semua orang mencari cari wanita itu termasuk aku, aku langsung menoleh ke kanan, kiri dan juga belakang.


Hingga kak indra turun dari panggung dan berjalan ke arah ku, aku sangat heran kenapa kak indra kesini, dia kan belum mengatakan siapa wanita itu, kenapa ia malah turun dari panggung.


“ Kamu adalah wanita itu, wanita yang aku sayangi “ ucap kak indra kepda ku, ia berdiri tepat di hadapan ku.


Aku hanya terdiam dan benar benar tidak mengerti, semua orang yang ada disana melihati ku dan sambil bersorak.


“ Maksud kakak gimana? “ tanya ku pada kak indra dengan sangat bingung.


“ Kakak sayang sama kamu, kamu mau gak jadi pacar kakak? Nanti kita setalh tabungan cukup dan kamu juga sudah lulus kakak akan menikahi kamu “ ucap kak indra sambil memegang kedua tangan ku.


“ Gimana ya kak, ini bener bener di luar nalar ku loh, dan aku gak bisa jawab nya sekarang “ ucap ku sambil pelan pelan melepaskan tangan kak indra.


“ Gak apa apa kalau kamu belum bisa jawab nya sekarang, kakak bakal kasih kamu waktu kok hehe “ ucap kak indra sambil tersenyum dengan bahagia ke arah ku.


Dan aku hanya membalas nya dengan senyuman yang sedikit kurang tulus, aku benar benar tidak menyukai apa yang sudah di lakukan kak indra hari ini, rasa nya aku ingin meninggalkan acara ini begitu saja.


Setelah suasa mulai kembali membaik, aku meminta izin pulang dengan kak indra, awalnya ia menyuruhku untuk menunggu nya, tetapi aku bilang kalau aku sudah memesan ojek online dan ia mengizinkan ku pulang.

__ADS_1


Aku langsung buru buru pergi dari tempat itu dengan perasaan yang sangat jengkel.....


__ADS_2