Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 20


__ADS_3

Hari ini cuaca tidak bersahabat karena pukul 7 pagi hujan sangat lebat sedangkan aku masuk kuliah pukul 9 pagi dan seperti nya aku akan memesan grab car saja, aku sedang menunggu hujan redah sambil bermain handpone di depan TV, hingga pukul setengah 9 hujan juga belum renda dan aku langsung memesan grab car.


Aku berpamitan pada nenek dan untunglah jalanan tidak macet karena cuaca sedang hujan, aku sampai ke ruangan dan fina, ria dan rani juga sudah menunggu ku.


“ Kirain kamu gak masuk hari ini “ ucap fina.


“ Sebenernya sih gak mau masuk Cuma sayang sih absen nya hehe, jadi aku pesan grab car aja “ ucap ku.


“ Bagus deh haha, soalnya kami mau main kerumah kamu na hari ini “ ucap ria.


“ Oh mau main kerumah? Boleh boleh “ ucap ku dengan bersemangat.


Aku tidak sabar mereka datang kerumah nanti karena kami tidak pernah berkumpul ber 4 dirumah ku.


Mata kuliah hari ini cukup menyenangkan karena 2 dosen yang mengajar hari ini masih terbilang masih muda jadi cara mereka menyampaikan materi nya tidak membosankan, aku cukup mengerti dengan apa yang mereka ajar kan dan aku menyukai sistem pembelajaran kedua dosen itu.


Setelah mata kuliah selesai kami ber pun bersiap siap untuk pulang kerumah ku, aku bersma fina dan ria dengan rani, ketika keluar gerbang aku melihat ke arah taman sambil tersenyum dan fina, ria, rani melihati ku kemudian aku membalas senyuman mereka.


Kami sampai kerumah nenek pukul 2 siang, dan nenek menyambut dengan hangat kehadiran mereka, aku bahkan sangat bahagia karena bisa membawa teman teman ku bermain kesini.


.


.


.


.


“ Hallo nek, hehe kita temen nya diana di kampus, nenek masih ingat kan “ ucap fina sambil menyalami nenek.


“ Iya dong nenek masih ingat sama kalian, dan tumben banget kalian dateng nya bareng bareng biasa nya kan Cuma sendiri sendiri, nenek seneng loh kalian mau main kesini tolong yah kalian sering sering datang kesini “ ucap nenek sambil tertawa.


“ Iya nek beres hehe “ ucap rani,


Aku mengajak mereka ber 4 untuk naik ke kamar tetapi fina mau ke toilet sebentar, katanya dia bakal lama karena sakit perut dan akhirnya kami ber 3 duluan yang masuk kamar.


Dan setelah fina dari kamar mandi fina melihat nenek diana sedang merajut sebuah baju di depan TV, kemudian fina menghampiri nenek diana, sepertinya ada yang mau fina ceritakan kepada nenek.


“ Nek, nenek ngapain? “ tanya fina dengan basa basi.


“ Ini nenek lagi merajut baju buat diana hehe, kamu masih sakit perut? “ tanya nenek.


“ Masih sedikit sih nek hehe “ ucap ku.


“ Minum air hangat sana, ambil saja di dapur biar sakit nya hilang “ ucap nenek dengan sangat perhatian.


“ Iya nenek nanti fina ambil, oh iya nek ada yang mau fina bicaraan sama nenek tentang diana “ ucap fina mulai serius.


“ Ada apa sayang? Apa ada yang salah dengan diana? “ tanya nenek sambil berhenti merajut dan mencoba mendengarkan perkataan fina.


“ Diana sehat kan nek? “ tanya fina.


.

__ADS_1


.


.


.


“ Iya diana sehat kok nak, emang kenapa? “ tanya nenek balik.


“ Begini nek, ada yang tidak beres dengan diana, sudah hampir beberapa bulan ini diana itu suka bicara sendiri “ ucap fina sambil memegang tangan nenek.


“ Maksud kamu gimana sayang? Nenek gak ngerti “ tanya nenek.


“ Jadi nek, sudah hampir beberapa bulan ini, aku, ria, rani dan ada satu teman lagi yang namanya sari, si sari itu sering banget nek main di taman depan kampus karena dia suka bikin cerita novel gitu, dan suatu ketika dia ngeliat diana itu duduk disana seperti sedang bercerita dengan seseorang, awalnya dia menyangka kalau diana itu sedang telfonan dengan temannya tetapi setelah sari menyadari nya ternyata memang diana itu berbicara sendiri, kemudian sari mencari tau diana itu anak kelas berapa dan jurusan apa, dia datang ke kelas kami untuk memastikan apakah itu benar diana yang ia temui waktu itu, dan ternyata memang benar “ ucap fina.


“ Terus nak gimana lagi? Ayo ceritakan semuanya sama nenek “ ucap nenek yang mulai sedih.


“ Setelah itu sari datang menemui kami nek, dia menceritakan apa yang ia lihat tentang diana, awalnya kami tidak percaya, tapi kami mencoba membuktikan nya, ke esokan hari nya, aku melihat ia ingin menyebrang ke taman ia seperti memegang tangan seseorang nek seperti gandengan tetapi tidak ada orang, ia sambil bercerita dan tertawa, terus ia duduk di kursi taman itu, cukup lama dan diana bercerita selayaknya dengan teman nek, orang orang melihatinya dengan sangat aneh, dan benar aku juga menyadari nya bahwa diana sedang berhalusinasi “ ucap ku lagi.


“ Terus bagaimana lagi nak, apakah ada yang lebih membahayakan lagi tentang diana? “ tanya nenek.


“ Terus si ria juga melihat diana nek, sebelumnya diana ingin mengenalkan seseorang ke pada kami tapi kami tidak bisa dan ria pulang bersama teman nya, tetapi pas di depan gerbang, ria bertanya sama diana mau kemana, dan diana bilang mau ketaman karena seseorang sedang menunggu nya, ria dan pacarnya sangat bingung, karena di taman itu kosong tidak ada orang satu pun, dan mereka juga menyadari nya kalau diana sedang berhalusinasi “ ucap ku.


“ Bahkan rani pun melihat kejadian yang sama, ia melihat diana yang mau masuk bus tetapi seperti sedang berbicara dengan seseorang di depan pintu, ia bahkan tersenyum dengan bahagia nek, rani melihat orang orang sedang melihat nya dengan aneh, dan ketika liburan semester kemarin sari bermain di taman dengan peliharaan nya nek, dan ia tidak sengaja melihat diana sedang duduk ditaman itu seperti sedang menunggu seseorang, sari terus melihati nya dari kejauhan nek sekitar 2 jam diana pun pulang naik bus dengan wajah yang kecewa, sepertinya seseorang itu tidak datang, sari sering melihat diana asik tertawa sendirian nek ditaman bahkan banyak mahasiswa lain juga menganggap nya gila, dan terakhir gubernur kampus kami pernah melihat diana bercerita dengan seseorang di aula waktu kampus kami ada pameran, dan disana diana sangat asik bercerita, tertawa sangat bahagia, diana tidak tau nek kalau banyak orang yang melihati nya dengan anek, karena diana berbicara sendirian, kami meliati nya dari jauh kemudian ketika diana sudah tidah bisa di kontrol lagi kami pun mendekati nya agar ia tidak berhalusinasi lagi, entah apa yang ada di pikiran diana nek, mangkanya kami memutuskan untuk datang kesini dan menanyakan pada nenek, kami takut jika nanti diana akan bertambah parah “ ucap fina sambil menetes kan air mata.


“ Nenek benar benar tidak tau nak apa yang dilakukan diana nak, tapi jika dirumah diana nampak normal sekali, ia tidak pernah menunjukkan keanehan sedikit pun, nenek sangat berterima kasih karena kalian sudah mau bicara pada nenek dan tolong bantu nenek untuk menyembuhkan diana yah sayang “ ucap nenek sambil menangis dan memohon kepada fina.


.


.


.


.


“ Iya sayang, sekali lagi nenek berterima kasih yah sama kalian semua “ ucap nenek sambil memeluk fina.


“ Ya sudah nek sekarang sudah mulai sore dan kami akan pamit yah nek, aku harap nenek bisa menjelaskan nya pada diana agar diana bisa mengerti “ ucap fina.


“ Iya iya, kalin harus hati hati yah “ ucap nenek.


Fina berjalan menuju kamar diana, dan mengajak ria dan rani untuk pulang dengan alasan ia ingin mengantar ibu nya pergi.


“ Ran, ria yok pulang, ibu ku cerewet banget nih, dia mau minta anterin “ ucap fina yang sebelumnya mereka ber 3 sudah berse kongkol.


“ Hayuk lah kalau begitu “ ucap ria dan rani.


“ Nanti main lagi yah kesini, hari ini kalian Cuma bentar doang “ ucap ku.


“ Iya kita pasti main kesini lagi kok “ ucap ria sambil memeluk ku, dan kami ber 4 pun saling berpelukan, entah apa maksud mereka seperti itu.


Setelah mereka bertiga pulang, dan nenek mengajak ku untuk pergi ke kamar nya, ada yang mau nenek cerita kan pada ku.


“ Nenek mau bertanya sama diana? “ tanya nenek dengan halus.

__ADS_1


“ Ada pa nek? “ tanya ku kembali, aku takut nenek menanyakan tentang kak indra.


“ Diana lagi deket sama seseorang di kampus mungkin? “ tanya nenek pelan pelan.


“ Kenapa nek? Kak indra maksud nenek? “ aku balik bertanya.


“ Bukan, yang lain? “ tanya nenek lagi.


“ Ada sih nek tapi anak kampus lain, kenapa nek? “ aku terus bertanya dengan rasa penasaran.


“ Sering jalan bareng? “ nenek bertanya lagi.


“ Gak pernah sampai jalan bareng sih nek, paling Cuma duduk aja di taman depan kampus, dia juga pengen kerumah Cuma motor nya lagi rusak, mangkanya belum bisa kenalin dia ke nenek hehe “ ucap ku sambil tersenyum.


Nenek langsung memeluk ku sambil mengelap air mata, nenek bilang pada ku.


.


.


.


.


“ Kamu kenapa sayang? Apa yang salah sama kamu? “ tanya nenek yang membuat ku bingung.


“ Maksud nenek apa? Aku benar benar merasa nenek sangat aneh loh “ ucap ku pada nenek.


“ Kamu ngerasa ada yang salah gak sayang sama diri kamu “ ucap nenek sambil mengusap rambut ku. Aku semakin penasaran.


“ Emang ada apa sih nek, kayaknya ada yang nenek sembunyiin deh “ tanya ku pada nenek.


“Nenek mau bicara jujur yah sayang, ini demi kebaikan kamu juga, kamu itu beberapa bulan ini suka ngomng sendirian, suka ketawa sendiri dan nenek menceritakan semua yang fina ceritakan sebelum nya “ ucap nenek.


Dan aku benar benar tidak mengerti dengan ucapan mereka ini seperti mimpi, aku merasa tidak ada yang salah dari diri ku, kemudian nenek tetap menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi.


“ Coba kamu ingat ingat lagi dan pikirkan dengan baik baik apakah kamu merasa ada yang janggal sayang “ ucap nenek.


Cukup lama aku memikir kanya, akhirnya pikiran ku sedikit demi sedikit mulai terbuka, aku mengingat kembali hal hal bersama roy, mulai dari kami bertemu di taman, roy tidak pernah bergenti pakaian, nomor nya tidak bisa di hubungi, dan orang orang memperhatikannya ketika ia berbicara dengan roy, tetapi aku penasaran kenapa bisa aku berhalusinasi seperti itu, bahkan itu sangat nyata.


“ Iya nek aku juga sangat janggal dengan roy itu yang ada dipikiranku itu, kenapa aku bisa berhalusinasi sampai sedalam itu, dan kenapa aku bisa memikirkan laki laki seperti itu “ tanya ku pada nenek sambil menangis.


“ Sepertinya itu ada hubungan dengan cincin yang kamu pakai itu sayang “ ucap nenek.


“ Maksud nenek cincin ini? “ tanya ku sambil menunjuk cincin itu.


“ Iya cincin itu sudah sangat lama, memang dulu ketika nenek memakainya nenek sering melihat sesuatu yang tidab bisa dilihat oleh mata manusia, dan sepertinya itu terjadi juga dengan kamu “ ucap nenek.


“ Astaga benar kah nek? Jadi roy itu gak nyata nek? “ tanya ku lagi sambil memeluk nenek sambil menangis.


“ Iya sayang, itu sama seperti arwah, jadi dia itu tidak nyata dan kamu harus bisa menerimanya dan mulai sekrang kamu tidak usah lagi memakai cincin itu “ ucap nenek yang berusaha menenangkan ku.


“ Aku benar benar tidak merasa akan jadi seperti ini nek, ternyata orang yang aku cintai selama ini adalah arwah dan tidak nyata “ ucap ku sambil terus menangis di pelukan nenek.

__ADS_1


Dan nenek hanya bisa memeluk ku dan mengelus ngelus rambut ku, ia mengatakan bahwa aku harus sadar dan melupakan roy, karena roy itu tidak ada.


Setelah beberapa saat aku mulai merasa tenang dan aku juga sudah melepaskan cincin itu, aku perlahan lahan akan mulai membuka pikiran ku dan meyakinkan diri sendiri bahwa roy itu tidak ada, dan aku sempat mengecek nomor telfon nya dan ternyata tidak ada nama roy di daftar kontak ku.........


__ADS_2