
Hari ini adalah weekand jadi aku tidak pergi kekampus aku akan menghabiskan waktu dirumah saja karena jujur saja selama di semester 5 ini jadwal kuliah kami sangat padat dan hanya libur di hari sabtu dan minggu.
Jadi aku akan memanfaatkan nya dengan beristirahat dirumah, memperhatikan tanaman milik nenek, membaca novel atau menonton drama korea yang sudah aku tunggu tunggu.
" Na, kita mau masak apa hari ini? " tanya nenek kepada ku.
" Sepertinya ikan gurami asam manis dan acar enak deh nek " ucap ku.
" Iya juga yah, kayak nya enak " ucap nenek.
" Ya sudah nek kita masak itu saja yah " ucap ku lagi.
" Oke lah, nanti kamu dengerin yah kalau tukang sayur itu lewat kasih tau nenek " ucap nenek.
" Siap tuan putri " ucap ku pada nenek, nenek tidak pernah ke pasar karena lokasi pasar cukup jauh dari rumah kami.
Tapi tukang sayur keliling yang sangat komplit selalu lewat di depan rumah nenek jadi kami tidak perlu pergi ke pasar.
Setelah 30 menit berlalu dan aku sedang menyampu teras kemudian tukang sayur itu lewat dan meneriaki " Sayur... sayur ".
Aku langsung memanggilnya, dan kemudian bapak itu berhenti dan aku menyuruhnya untuk menunggu, dan aku berlali ke dalam rumah sambil memanggil nenek.
Nenek sangat terkejut melihat ku berlarian dengan sangat kuat hehe.
" Ada apa sih kok lari lari " tanya nenek.
" Itu nek ada tukang sayur di depan " aku menjawab dengan nafas yang tergesah gesah.
" Capek kan? mangkanya jangan lari lari " ucap nenek.
" Hehe takutnya si bapak sayur itu pergi nek " ucap ku sambil tertawa.
" Ya sudah nenek mau lihat sayur dulu, kamu lanjutin nyapu nya " ucap nenek.
" Oke tuan putri laksanakan " ucap ku sambil tertawa meledek nenek.
Karena aku sangat suka memanggil nenek dengan sebutan tuan putri, dan aku sangat menyayangi nya.
.
.
Aku meneruskan menyampu sedangkan nenek sibuk mencari sayur kemudian memanggil ku untuk membawa barang belanjaan nya.
" Na.... sini bentar " panggil nenek
" Siap tuan putri " ucap ku sambil berlari ke arah nenek.
" Ini kamu bawa ke dalam yah " perintah nenek.
" Siap boss " ucap ku sambil memberi hormat yang membuat bapak penjual sayur itu tertawa.
Dengan sigap aku membawa belanjaan nenek kedalam dan setelah itu aku langsung membersihkan sayuran itu seperti, timun, wortel dll untuk membuat acar.
Sedangkan nenek akan membersihkan ikan gurami itu karena aku tidak bisa membersihkan ikan hehe.
__ADS_1
Setelah tugas ku membersihkan sayuran selesai aku akan melanjut kan tugas yang lain seperti mencuci kemudian mengepel.
Karena jika aku tidak kuliah maka aku akan menjadi ijah haha.
Sekitar 2 jam sudah berlalu dan pekerjaan ku sudah selesai begitu pun dengan nenek, nenek sudah bersantai di depan Tv sambil menunggu jam 12 siang untuk makan.
Habis itu aku langsung bergegas mandi karena bau tubuh ku sudah tidak sedap dan setelah itu kami akan makan siang.
Setelah aku selesai mandi dan kami pun bersiap untuk makan, aku benar benar tidak sambar makan dengan menu itu.
Masakan nenek benar benar enak, nafsu makan ku tidak pernah turun semenjak aku tinggal dengan nenek, aku hampir tidak pernah makan makanan di luar karena aku sangat tidak enak jika tidak memakan masakan nenek.
Nenek sudah susah payah memasak untuk ku dan jika aku tidak memakan nya terus siapa yang memakan nya kan? jadi itulah kenapa aku jarang sekali makan diluar.
Setelah kami makan dan perut ku benar benar kenyang, masih ada sisa lauk untuk kami makan nanti malam.
Aku tinggal dengan nenek tidak pernah kekurangan uang karena, kakek dan nenek ku punya gaji pensiunan bahkan ayah dan ibu pun memberi nenek uang untuk menghidupi ku.
Ya kakek ku dulu adalah seorang polisi dan nenek adalah seorang guru SMP jadi mereia mempunyai gaji pensiun.
Aku sangat bersyukur memiliki nenek sebaik ini dan sebenarnya nenek disebelah ibuku juga masih ada tapi aku tidan terlalu dekat dengan nya.
Memang dari kecil nenek dari sebelah ayah sudah sering mengunjungi ku sedangkan nenek dari sebelah ibu jarang sekali bertemu paling satu tahun sekali bahkan 2 tahun sekali, karena mereka tinggal di kota yang berbeda.
Setelah makan, aku langsung membereskan meja makan dan langsung mencuci piring, dan ikut nenek menonton Tv.
Tapi belum sampai 5 menit aku duduk di sofa, terdengar suara orang membuka pagar dan nenek langsung menyuruh ku melihat nya.
Dan ketika aku melihat keluar ternyata yang datang adalah ibu dan aku langsung memberitahukan kepada nenek.
" Gimana kabar kamu nak? " tanya ibu sambil memeluk ku.
" Baik bu, ibu gimana? libur kerja? " aku bertanya kepada ibu.
" Iya ibu sehat, kan weekand ibu gak kerja " jawab ibu.
" Biasanya juga kalau weekand ibu gak pernah main kesini " ucap ku dengan ketus.
" Ih kamu, ibu kan sibuk cari uang, mana nenek " ucap ibu sambil merangkul aku dan berjalan ke arah nenek.
" Buk apa kabar? " ucap ibu sambil menyalami nenek dan memeluk nya.
" Sehat kok, kamu gimana? sudah lama gak gak kesini " ucap nenek.
" Iya buk, akhir akhir ini banyak pekerjaan di kantor mangkanya baru bisa liat diana " ucap ibu pada nenek.
" Ya sudah, istirahat dulu, atau mau makan, lauk nya di dalam lemari " ucap nenek.
" Sebelum kesini akan sudah makan buk " ucap ibu.
Kemudian aku, ibu dan nenek menonton Tv dengan santai dan aku melihat wajah ibu yang cukup lelah.
" Kamu kenapa gak tinggal disini saja sih " ucap nenek kepada ibu.
" Rumah ibu sama kantor ku jauh banget loh buk " ucap ibu.
__ADS_1
Memang sih jarak rumah nenek ke kantor ibu bisa 45 menit kalau tidak macet dan kalau macet bisa 1 jam lebih.
Ibu tinggal sendiri di perumahan tempat ia bekerja karena karyawan disana di siapkan tempat tinggal jadi tidak perlu mencari tempat tinggal lagi.
" Eh iya, ada yang mau ibu tanya kan sama kamu " ucap nenek kepada ibu.
" Ada apa buk, kayaknya serius banget? " tanya ibu dengan penasaran.
" Kamu tau kalau ayah diana mau menikah lagi? " tanya nenek.
" Menikah lagi? aku gak tau buk, dia belum bilang sama aku " ucap ibu pada nenek.
" Iya sekitar seminggu yang lalu dia datang kesini dan meminta izin sama ibu " ucap nenek.
" Sama siapa buk? " tanya ibu lagi.
" Kamu pasti tau lah sama siapa " ucap nenek sambil membuat ibu pusing.
" Sama dewi? " ibu balik bertanya dan aku ikut menjawab.
" Iya bu, sama wanita itu " ucap ku dengan wajah yang tidak terima.
" Hah sudah bisa ku tebak " ucap ibu dengan wajah yang sedikit serius.
" Bisa bisa nya sih dia mau menikahi wanita itu, pasti alasan kalian bercerai karena dia kan? " tanya nenek.
" Sebenarnya iya buk, tapi sudah lah memang sudah takdir nya kita berpisah buk " ucap ibu dengan pasrah yang membuat ku sangat sedih.
" Coba jelaskan ada masalah apa waktu itu, sampai kalian bisa bercerai? " ucap nenek.
" Aku sama dewi itu sudah berteman lama buk dia dulu adik kelas ku waktu SMA bahkan kuliah pun dia mengambil jurusan yang sama dengan ku, setelah itu aku dekat dengan ayah diana dan menikah, yang aku tau dia juga punya pacar, setelah diana lahir dan sudah cukup besar kami masih akrab, dia sering mengunjungi rumah bersama pacar nya, setelah itu aku dapet kabar bahwa pacar nya meninggal kecelakaan dan membuat nya sangat terpuruk, aku yang mendengar itu pun langsung mendatangi nya bersama ayah diana, aku menguatkan nya dan memberikan motivasi agar dia bisa meng ikhlaskan nya, waktu berlalu begitu cepat dan dia sudah bisa melupakan pacar nya itu, dan sering datang kerumah kami dengan alasan sudah terlalu sore jika mau pulang. dan mendengar itu aku tidak masalah bu dan menyuruh nya untuk menginap dirumah kami ".
" Satu kali dia datang dan menginap aku tidak keberatan, tapi seterusnya dia selalu datang dan seperti ada sesuatu yang ia inginkan dari ku, hingga suatu hari aku ingin berangkat bekerja dan dia belum pulang dengan alasan teman nya akan menjemputnya sebenyar lagi, aku berpura pura pergi padahal aku bersembunyi di warung sebelah rumah kami, dan benar selang 10 menit ayah diana pulang entah ada barang apa yang tertinggal, sedangkan dewi masih ada di dalam rumah ".
" Membuat ku semakin penasaran dan aku berinisiatif untuk melihat kedalam rumah dengan mengendap ngendap melalui pintu belang, aku melihat mereka tidak ada di dapur, di ruang Tv dan bahkan diruang tamu pun mereka tidak ada, perasaan ku sudah mulai kacau, hingga terbesit di dalam pikiran ku, apakah mereka di dalam kamar? tanya ku dalam hati, dan ketika aku membuka kamar kami ternyata mereka sedang melakukan hubungan suami istri, aku yang melihat kejadian itu langsung terdiam buk tidak bisa bicara apa apa sedangkan mereka sangat cemas dan ketakutan ".
" Aku tidak bicara sedikit pun dan aku langsung duduk diruang tamu sambil menangis dan berkata (kenapa kalian tega berbuat seperti itu di belakang ku ) aku benar benar frustasi dan ingin bunuh diri bu, aku benar benar membenci mereka, sedangkan mereka langsung sujud dihadapkan ku sambil meminta maaf, maka hari itulah aku memutuskan untuk bercerai dengan nya " ucap ibu sambil menangis.
Aku dan nenek yang mendengar cerita ibu itu langsung menangis dan nenek langsung memeluk ibu.
" Kenapa dulu kamu gak bilang nak " ucap nenek sambil menangis.
" Aku tidak ingin membuat nya jelek di mata mu buk, karena kau adalah orang tuanya dan aku tidak ingin ibu dan ayah membenci nya " ucap ibu.
" Tapi ibu gak tega lihat kamu menanggung beban ini sendirian " ucap nenek lagi.
" Aku memutuskan untuk tidak mengingat kejadian itu lagi bu, aku hanya memikirkan diana itu saja, aku takut dia akan membenci ayah nya " ucap ibu sambil memeluk ku.
Aku terus menangis dan tidak menyangka ayah mampu melakukan itu kepada ibu, dan aku benar benar membenci nya, aku sangat kasihan kepada ibu, dia menanggung semua sakit ini sendirian, dan dia harus bekerja keras untuk menghidupi dirinya dan juga aku.
Aku memeluk ibu dengan sangat erat, aku tidak ingin melihat ibu bersedih lagi dan nenek juga mengambilkan segelas air untuk ibu agar ibu bisa lebih tenang.
Selama ini aku menganggap ibu sangat egosi dan tidak memperhatikan ku, bahkan ibu hanya datang 1 bulan sekali, tidak seperti ayah hampir 2 minggi sekali dia akan datang. dan ternyata aku salah menilai ibu, aku benar benar menyesalinya.
Aku dan nenek menyuruh ibu untuk istirahat dan ibu menuruti nya, terlihat di wajah nenek yang sangat kesal dengan ayah bahkan ia beberapa kali melontarkan kata kata kasar kepada ayah.
__ADS_1
Ya karena kami tidak menyangka jika ayah melakukan itu kepada ibu demi wanita jahat itu.......