
Kemarin adalah hari yang paling menyakit kan dalam hidup ku, aku benar benar tidak menyangka kalau roy sudah bertunangan dengan orang lain.
Aku merasa tubuh ku masih sangat lemah dan akhirnya aku memutuskan untuk tidak masuk kuliah hari ini, dan pastinya fina juga akan mengizinkan ku, karena dia juga tau kejadian kemarin seperti apa.
Tidak lama kemudian, fina menghebungi ku dan juga kebetulan ibu sudah pergi bekerja jadi ibu tidak akan tau kalau aku tidak masuk kuliah.
" Na, kamu gak apa apa kan? Baik baik aja kan? " tanya fina.
" Iya fin gak apa apa kok, semalam aku sudah tidur dan bener bener pules banget, sampai pagi ini aku bangun ternyata ibu sudah pergi kerja " ucap ku sambil tersenyum.
" Ya sudah, kamu istirahat dulu aja yah, tenangin diri dan kamu gak usah masuk kuliah dulu, takut nya kamu nanti malah gak fokus kan sama mata pelajaran " ucap fina.
" Iya iya fin, nanti tolong izinin aku yah sama pak ahmad " ucap ku pada fina.
" Beres na, ya sudah kamu istirahat yah, janga nangis lagi dan jangan lupa makan " ucap fina dengan sangat perhatian.
" Siaap hehe " ucap ku sambil menutup telfon dari fina.
.
.
.
.
Setelah menutup telfon dari fina aku langsung mandi dan akan bersih bersih rumah, aku sengaja belum mengecek pesan whatsalp ku hari ini, aku sengaja tidak menghidupkan pemberitahuan pesan masuk whatsapp.
Aku menyibuk kan diri dengan menonton drama korea, mendengarkan musik dan membaca novel, tidak lama kemudian aku mendengar ada seseorang yang sedang mengetuk pintu rumah ku dan aku buru buru untuk melihat nya.
" Eh kak indra, masuk kak " ucap ku.
" Hehe, kenapa pesan kakak nggak kamu balas na? " tanya kak indra.
" Oh kakak whatsapp aku yah? Maaf yah kak emang aku lagi gak main hape hehe " jawab ku pada kak indra.
" Oh gitu, yah sudah gak apa apa kok " ucap kak indra.
" Oh iya kakak kok bisa tau rumah ibu disini " tanya ku pada kak indra.
" Karena kamu gak bales bales whatsapp kakak, jadi kakak ngeh hubungi ibu kamu na " ucap kak indra.
" Oh gitu, hehe iya deh kak, kakak mau minum apa? " tanya ku pada kak indra yang seperti nya cukup haus.
" Terserah kamu aja na mau kasih kakak minum apa hehe " ucap kak indra sambil tertawa.
" Ya sudah air kobokan aja gimana kak? Ahhaha " ucap ku sambil meledek kak indra.
" Mending kakak pulang aja deh dari pada minum air kobokan " ucap kak indra.
" Yeey kak indra merajuk hehe " ucap ki sambil mencubit tangan kak indra.
" Gak kok, berhubung kamu cantik jadi kakak gak bakal merajuk sama kamu " ucap kak indra sambil menatap ku.
" Heeh, ya sudah kak aku bikinin sirup dulu yah buat kakak " ucap ku.
Kak indra membalas nya dengam senyuman sambil mengangguk, aku langsung pergi kedapur untuk membuat kan sirup dan menyiapkan kue yang ku ambil dari dalam kulkas, kemarin ibu membeli kue itu tapi aku tidak sempat memakan nya.
" Ini kak, silahkan minum dan makan kue nya yah " ucap ku sambil meletakan nampan itu di atas meja
.
" Iya iya, makasih yah na " ucap kak indra sambil mencicipi kue itu.
Kami berbincang bincang sedikit dan suasana ini cukup menghibur ku dan aku sedikit bisa melupakan kejadian yang aku alami kemarin.
.
.
.
.
Kak indra bertanya pada ku tentang perasaan nya lagi dan aku tidak terlalu memikirkan nya karena jujur saja aku benar benar tidak punya perasaan pada kak indra, aku hanya menganggap nya sebagai kakak saja.
" Na, kamu kangen gak sih sama kakak, kita udah lama loh gak ketemu hehe " tanya kak indra.
__ADS_1
" Kangen sih kak hehe tante sama om juga aku kangen, udah lama juga kan gak ketemu sama mereka " jawab ku.
" Iya, mama sering loh nanyain kamu " ucap kak indra.
" Serius kak? Nanti sampaikan yah salam ku untuk tante sandra dan om juga " ucap ku pada kak indra.
" Iya nanti kakak sampai kan " ucap kak indra.
Aku hanya membalas nya dengan senyuman, dan kak indra terus bertanya pada ku.
" Gimana sama perasaan kamu? Udah mulai bisa menerima kakak kah? " tanya kak indra dengan wajah yang serius.
" Sampai saat ini pun aku gak punya perasaan sama kakak kecuali hanya sebatas kakak adik saja, jadi aku minta maaf yah kak " ucap ku sambil memegang tangan kak indra.
" Kenapa begitu? Kamu gak mau gitu nyobain pacaran sama kakak siapa tau kan nant nya kamu berubah pikiran " ucap kak indra.
" Hmm gak bisa kak, aku gak mau kalau menjalin hubungan dengan terpaksa, sebenernya aku sudah cinta sama orang lain " ucap ku lagi.
" Sama siapa? " tanya kak indra.
" Ada, namanya roy, maaf banget loh kak aku gak bermaksud menyakiti perasaan kakak " ucap ku.
" Oh gitu, ya sudah gak apa apa kok, makasih yah na kamu udah mau jujur sama kakak " ucap kak indra.
" Sekali lagi aku minta maaf yah kak, terserah deh kakak mau mebenci aku atau gimana " ucap ku sambil menatap kak indra.
" Ngapain juga kakak mau marah, itu kan hak kamu na, gak apa apa kok " ucap kak indra.
Setelah kami membahas masalah itu dan suasana nya juga sudah mulai terasa tidak nyaman, dan akhinrya kak indra pun berpamitan untuk pulang, dan aku langsung mengantar nya, membukakan pintu pagar untuk kak indra....
.
.
.
.
Setelah kak indra pulang, aku langsung menutup pintu pagar dan berjalan masuk kedalam rumah, tapi ketika aku ingin mengunci pintu seseorang datang memanggil ku.
" Dianaa.... " panggil roy.
" Ada apa? " tanya ku dengan wajah yah malas.
" Boleh kak aku masuk " tanya roy.
" Oh iya " ucap ku sambil membuka pintu gerbang, dan roy langsung memarkirkan mobil nya di depan rumah.
" Ada perlu apa roy? " tanya ku dengan ketus.
" Aku tadi datang ke kampus kamu buat ngantar kamu pulang, tapi kata teman teman kamu, kamu gak masuk kuliah dan juga sebelumnya aku mengirim kan pesan whatsapp tapi kamu gak bales bales " ucap roy.
" Iya aku sibuk, kemarin ada kerjaan sama ibu mangkanya gak bisa kuliah har ini, terus ada apa lagi yang ingin kamu katakan? " tanya ku pada roy.
" Hmmm, maaf fin aku yah na, aku tau kamu kemarin sempat datang kan ke hotel itu dan melihat acara itu, aku benar benar minta maaf yah na " ucap roy.
" Iya gak apa apa kok, semoga kamu bahagia yah roy " ucap ku dengan cukup tenang.
" Tapi aki bakal batalin pertunangan itu na, aku sadar kalau aku sudah jatuh cinta sama kamu dan aku mau serius sama kamu " ucap roy sambil memegang tangan ku.
" Jangan begitu lah, aku gak mau yah ngerusak hubungan kamu sama wanita itu, lagian juga kan kalian sudah pacaran lama " ucap ku sambil melepaskan tangan roy.
" Iya aku tau, aku sudah pacaran lama sama meta, tapi sekarang aku benar benar mencintaimu na tolong kasih aku kesempatan buat buktiin sama kamu " ucap roy.
" Sudah lah roy, jalani saja apa yang sudah terjadi, anggap saja perasaan kamu sama aku itu hanya angin lewat " ucap ku sambil melangkah masuk ke dalam rumah.
" Aku mohon na, dengerin alasan aku dan kasih aku kesempatan lagi " ucap roy sambil mengejar ku masuk.
Aku langsung bergegas masuk dan mengunci pintu rumah, roy terus mengetuk dan memanggilku, tapi aku tidak menjawab nya, aku benar benar kecewa dengan roy.
.
.
.
.
__ADS_1
Hampir satu jam roy berdiri di depan rumah ku, hujan pun turun, aku tidak tau jika roy masih berdiri di sana, ia terus berdiri di depan teras ku.
Hingga ibu pulang dan terkejut melihat roy berdiri di teras sambil basah kehujanan, ibu langsung menyuruh nya masuk.
" Nak roy? Kenapa hujan hujanan nak? " tanya ibu.
" Gak apa apa tante, diana lagi marah sama roy jadi roy mau minta maaf sama diana " ucap roy.
" Ya ampun, kamu masuk dulu yah, keringin baju kamu, nanti kamu sakit " ucap ibu.
Roy pun masuk ke dalam rumah, dan ibu memberikan handuk bersih untuk roy agar bisa membersihkan tubuh nya yang basak kuyuk akibat air hujan.
Ibu langsung ke kamar dan berusah berbica pada ku.
" Nak.... " panggil ibu sambil memeluk ku.
" Ibu.... " ucap ku sambil menangis di pelukan ibu.
" Kamu ada masalah apa sama roy? Sampai sampai dia berdiri di sana sambil hujan hujanan " ucap ibu.
" Roy masih ada di luar bu? " tanya ku sangat terkejut.
" Iya, tapi sudah ibu suruh masuk dan ibu suruh dia buat bersihin pakaian nya yang basah akibat hujan biar gak sakit " ucap ibu.
" Oh iya sudah bu " ucap ku lagi.
" kamu jangan gitu lah nak, kasihan juga sama dia kalau dia sakit lagi nanti gimana? " tanya ibu.
Dan aku langsung mulai sedikit meluluh dan berjalan keluar kamar untuk melihat kondisi roy, roy duduk di ruang tamu sambil memegang handuk, aku menghampiri nya.
" Roy, " panggil ku.
" Maaf in aku yah na, kasih aku satu kesempatan lagi, please " ucap roy sambil memeluk ku dengan sangat erat.
Hati ku benar benar luluh aku juga sangat mencintai roy aku tidak ingin roy menjadi milik orang lain.
" Iya, aku bakal kasih kamu kesempatan dan ingat kamu harus buktiin sama aku kalau kamu mau serius " ucap ku pada roy.
Roy langsung melepaskan pelukan nya dan ia mencium kedua pipi ku dan juga kening ku dengan sangat manja, dan terakhir roy memeluk ku dengan sangat erat sambil tertawa bahagia, begitu juga dengan ku, aku benar benar sangat bahagia.......
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
.
Jangan lupa di like yah kakak dan tungguin episode selanjutnya yah ಥ⌣ಥ