
Weekend ku di mulai dengan sholat subuh, kemudian merendam pakaian dan nanti mencucinya, sedangkan urusan sarapan itu nenek yang mengatur nya hehe.
Setelah sekitar 1 jam aku merendam pakaian aku langsung mencuci nya, kami tidak menggunakan mesin cuci karena untuk menghemat listrik hehe gak deng karena aku suka bermain air mangkanya aku menyuruh nenek untuk tidak mencuci menggunakan mesin.
Lagian juga hanya pakaian kami berdua dan tidak terlalu banyak jadi aku bisa mencuci nya sendiri, setelah selesai aku langsung menjemur nya di samping rumah kemudian nenek memanggil ku untuk sarapan.
" Na, sudah belum? Kalau sudah ayo kita sarapan " panggil nenek.
" Iya nek tunggu sebentar " ucap ku kepada nenek.
Setelah selesai aku langsung masuk dan menutup pintu samping dan menuju meja makan, tapi nenek mengajak ku untuk makan di depan TV saja karena ia ingin makan sambil menonton, maklum lah nenek gaul kan hehe.
" Hari ini kamu gak ada jadwal keluar? " tanya nenek.
" Gak ada nek, emang kenapa? " tanya ku pada nenek.
" Temenin nenek tempat tante sandra yuk, dia itu anak dari temen nenek " ucap nenek.
" Boleh nek hehe, tapi sudah aku nyapu dan mengepel yah " ucap ku pada nenek.
" Iya lah, jam 11 an saja kita pergi kesana " ucap nenek.
" Oke tuan putri kuh " ucap ku sambil tertawa ke arah nenek.
Kami pun melanjutkan makan sambil menonton TV, aku menikmati suapan demi suapan haha karena masakan nenek tidak pernah mengecewakan ku.
.
.
.
.
" Ayah kamu tidak pernah datang lagi, mungkin dia sudah menikahi wanita itu " ucap nenek dengan nada yang serius.
" Mungkin saja nek, semenjak nenek pulang dari rumah sakit dia juga tidak melihat nenek disini kan atau sekedar menelfon, bahkan anak anak nenek yang lain juga tidak mengunjungi nenek " ucap ku sambil melihat ke arah nenek.
" Iya, anak anak nenek tidak ada yang peduli, bahkan ibu mu jauh lebih perduli dengan nenek di bandingkan mereka, dan nenek cuma punya kamu sayang, jangan pernah tinggalkan nenek yah " ucap nenek sambil meneteskan air mata.
Aku benar benar sedih medengar nenek berkata seperti itu, sungguh mereka anak anak nenek tidak punya perasaan, padahal ibu mereka baru saja keluar rumah sakit bukannya datang melihat tapi sampai sekarang mereka tidak datang bahkan menelfon nenek pun tidak!.
Mereka seperti sudah melupakan jasa jasa nenek yang sudah nenek lakukan untuk mereka sehingga mereka bisa hidup enak seperti sekarang, setiap nenek menyuruh mereka untuk datang mereka selalu bilang kalau sedang sibuk, dan nanti kalau tidak sibuk baru mengunjungi nenek.
Orang tua mana yang tidak sedih mendengar anak nya bilang seperti itu, nenek tidak minta uang dari mereka, nenek cuma ingin di kunjungi itu saja! Nenek ingin melihat anak anak serta cucu nya berkumpul, bahkan hari lebaran pun mereka akan datang di hari ke dua, itu pun hanya beberapa jam seharus nya mereka datang dan menginap di rumah nenek.
Nenek merasa bahwa anak anak nya sudah tidak membutuhkan dia lagi, dan nenek hanya bisa pasrah saja, jika mereka mau datang ya datang, jika tidak ya sudah tidak apa apa, nenek tidak ingin lagi menelfon mereka memaksa mereka untuk datang, nenek ingin melihat kesadaran dari mereka saja.
Bahkan nenek tidak terlalu dekat dengan cucu nya yang lain, dan hanya aku yang sangay dekat dengan nenek.
.
.
.
Setelah selesai sarapan, aku langsung membawa piring yang habis aku dan nenek pakai, dan langsung mencuci nya, setelaj itu aku langsung menyapu dan juga mengepel, itu lah pekerjaan ku sehari hari, nenek bilang perempuan itu tidak boleh malas, jika malas maka suami akan tidak tahan.
Meskipun aku tidak terlaku pintar memasak tetapi aku bisa mengerjakan pekerjaan rumah yang lain hehe, jadi tidak sabar berumah tangga hehe tapi pingin nya sih sama roy hehe .....
Semua pekerjaan rumah sudah selesai, aku pun bersiap siap untuk pergi kerumah tante sandra bersama nenek, kami akan naik grab car, karena tidak mungkin mengajak nenek untuk naik bus, butuh waktu sekitar 35 menit kerumah tante sandra dan tenryata nenek masih ingat dengan rumah nya.
__ADS_1
" Hebat yah nenek masih ingat rumah tante sandra itu hehe " ucap ku sambil tertawa.
" Iya lah, meskipun nenek sudah tua tapi nenek tidak pikun dong " ucap nenek dengan tegas sampai driver nya pun ikut tertawa bersama kami.
" Nanti di pertigaan itu belok ke kiri yah pak " ucap nenek kepada driver itu.
" Baik buk hehe " ucap driver itu.
Ketika dari pertigaan itu dan belok ke kiri, ternyata rumah tante sandra itu tidak terlalu jauh dan memang mudah untuk di ingat, pantas saja nenek bisa ingat hmmm nenek emang dasar yah haha tapi aku salut sih sama nenek, meskipun sudah tua dia teteap ingin terlihat muda dan ingin tetap terlihat segar meskipun sudah sering sakit sakitan.
Kami sampai didepan rumah tante sandra itu, setelah nenek membayar tarif grab car itu nenek langsung mengajak ku untuk memanggil tante sandra, dan memang benar tante sandra sudah menunggu kedatangan nenek dan aku.
.
.
.
.
" Assalamualaikum " panggil nenek.
" Wa'alaikumussalam buk, ya ampun akhir nya ibu dateng loh hehe " ucap tante sandra sambil menyalami nenek.
Aku juga langsung menyalami tante Sandra.
" Ini diana yah buk? " tanya tante sandra kepada nenek.
" Iya san ini diana hehe " ucap nenek.
" Ya ampun cantik sekali, sama kayak ibu nya yah buk, ayo buk masuk dulu, ayo sayang kamu juga " ucap tante sandra yang sangat ramah.
Aku dan nenek langsung meminum nya, kemudian tante sandra juga memberikan beberapa pertanyaan kepada ku hehe.
" Diana sudah semester berapa kuliah nya? " tanya tante sandra.
" Baru semester 5 tante hehe " ucap ku dengan sangat lugu Haha padahal nyatanya tidak selembut itu.
" Oh gitu, kalau anak tante yang kedua sudah masuk semester 7 dan baru sudah selesai magang " ucap tante sandra.
" Oh iya tante hehe " ucap ku dengan singkat karena aku tidak tau harus menjawab apa.
Tante sandra juga mengeluarkan beberapa makanan dan nenek juga langsung mengambilnya kemudikan menyantap nya dengan sangat lahap haha.
" Ibu gimana kabar nya? " tanya tante sandra pada nenek.
" Yah beginilah san, namanya sudah tua jadi yah penyakit ada saja yang datang " ucap nenek dengan nada yang sendu .
" Iya juga sih buk, sama kayak ibu ku, dia juga sudah mulai sakit sakitan, intinya ibu harus banyak banyak istirahat dan jangan terlalu memikirkan masalah yang tidak terlalu penting yah " ucap tante sandra.
" Iya san, ibu akhir akhir ini selalu istirahat yang cukup, dan makan juga ibu teratur kok, gimana kabar ibu mu, sudah lama aku tidak bertemu dengan dia " ucap nenek.
" Nah iya begitu, jangan makan sembarang juga loh buk, kondisi ibu sama lah seperti ibu ini, dibilang sehat tapi kadang kadang sakit, tapi dibilang sakit juga gak sakit sakit banget hehe, ibu tinggal sama kakak ku yang pertama buk dan disana enak banyak cicit nya " ucap tante sandra lagi.
" Ibu sudah jarang loh makan makan di luar, ibu selalu memasak sendiri, tanya saja sama diana, enak dong ibu mu banyak temen mainnya, kalau ibuk mah sendirian kalau dina pergi kuliah, sedangkan cucu cucu yang lain jarang sekali datang kerumah " ucap nenek.
" Iya tante nenek hampir gak pernah makan makanan dari luar, nenek selalu masak sendiri hehe " ucap ku pada tante sandra.
" Iya nak, kamu harus mengawasi nenek yah, jangan sampai nenek kenapa kenapa, ya sudah buk sabar aja ibu juga bisa menonton TV kalau bosan, lagian juga diana kan tidak terlalu sering jalan jalan bersama teman teman nya, biarin saja kalau anak anak ibu tidak mau datang " ucap tante Sandra.
Sepertinya nenek sering bercerita kepada tante sandra tentang anak anak nya.
__ADS_1
" Diana, kamu harus jagain nenek yah, telfon tante kalau ada apa apa " ucap tante sandra.
" Iya tante hehe " ucap ku sambil sedikit tertawa.
" Gimana kabar ibu mu nak? sehat kan? " tanya tante sandra lagi.
" Sehat kok tante hehe kalau weekend ibu akan datang kerumah nenek dan menginap disana " ucap ku pada tante sandra.
" Syukur lah kalau begitu yah nak " ucap tante sandra, kemudian aku hanya membalas nya dengan senyuman.
Tante sandra benar benar baik, pantas saja dia sangat dekat dengan nenek, tapi aku baru satu kali ini bertemu dengan tante sandra.
.
.
.
.
" Assalamualaikum " ucap seseorang dari luar.
" Wa'alaikumsalam, itu salami nenek dan juga ini cucu nya nenek " ucap tante sandra kepada laki laki itu.
" Halo nek " ucap laki laki itu sambil menyalami nenek dan juga aku.
" Itu anak tante yang nomor 2 diana hehe, yang sudah semester 7 itu " ucap tante sandra.
" Oh iya tante " ucap ku dengan singkat sambil tersenyum.
Anak laki laki tante sandra itu cukup tampan sama sepeti tante sandra yang cantik, tapi tetap saja aku tetap menyukai roy hehe.
Setelah kami cukup lama disana dan akhirnya nenek mengajak ku untuk pulang, dan tante sandra memanggil anak nya untuk mengantar kami pulang.
" Indraaaaa " panggil tante Sandra.
" Iya mah? Kenapa? " tanya indra.
" Kamu antar nenek dan diana pulang yah " ucap tante sandra kepada anak nya.
" Oh iya mah, tunggu sebentar " ucap si indra itu.
Kemudian aku dan nenek pun masuk kedalam mobil, dan selama di perjalanan indra itu bertanya kepada ku.
" Kamu ambil jurusan apa? " tanya si indra.
" Bahasa indonesia, kamu jurusan apa? " aku balik bertanya kepada nya.
" Aku ambil jurisan teknik pertambangan " ucap nya.
" kamu lahir tahun berapa emang? " tanya si indra lagi.
" Tahun 1999 hehe, kenapa emang ? " tanya ku dengan penasaran.
" Berarti tuan aku dong hehe aku lahir tahun 1997 " ucap si indra itu.
" Wah berarti aku manggil kamu kakak dong hehe " ucap ku.
" Yah gitu deh haha " ucap kak indra sambil tertawa.
Begitu juga dengan nenek dan aku, sepertinya nenek sangat menyukai indra, dan seperinya juga nenek berharap aku dan indra bisa saling dekat satu sama lain......
__ADS_1