
Setelah 3 hari aku tidak masuk kuliah dan hari ini aku mulai masuk kembali, rasa nya tidak ingin meninggalkan nenek sendirian di rumah tapi aku juga harus masuk kuliah.
Hari ini mata kuliah di mulai jam 9 pagi dan aku berangkat dari rumah pukul 8, seperti biasa aku menggunakan bus.
Lagi lagi aku selalu melihat ke arah taman, kalau saja ada roy disana, tetapi ternyata tidak ada, sudah lama aku tidak bertemu dengan nya bahkan nomor roy selalu tidak aktif.
Kuliah hari ini aku sangat tidak bersemangat, pertama memikirkan nenek dan juga aku ingin melihat roy hehe.
Fina tidak masuk kuliah hari ini karena sedang diare, padahal aku sudah merindukan teman teman ku, dan rencana nya kami akan menjenguk fina pulang kuliah nanti.
Mata kuliah pertama sudah selesai dan 2 jam lagi kami baru menyambung mata kuliah ke 2, ria pergi keluar sebentar dengan pacar nya sedangkan rani akan mengerjakan tuga bersama kelompok nya, karea aku dan kelompok ku sudah melakukan persentase.
Jadi aku memilih untuk pergi ke taman saja, sebelumnya aku membawa novel dari rumah dan sesampai nya disana aku langsung mengeluarkan novel ku, sekitar 20 menit berlalu dan ada seseorang yang berdiri di depan ku, kemudian aku pun melihat ke atas.
" Roy? hehe ngapain berdiri disitu " ucap ku sambil tersenyum.
" Aku sengaja mau kasih surprise ke kamu heh mangkanya aku berdiri dulu disini " ucap roy sambil duduk di sebelah ku.
" Kamu dari mana? gak kuliah? " tanya ku pada roy.
" Tadi aku naio bus dan dari jauh aku sudah lihat kamu mangkanya aku stop hehe " jawab roy.
" Oh gitu hehe, kirain kamu gak bakalan lagi kesini " ucap ku sambil senyum senyum malu.
" Gak lah, kalau aku gak sibuk pasti aku bakal kesini, karena taman ini nyaman banget, kamu gak kuliah lagi? " tanya roy.
" Masih ada mata kuliah, tapi mulai nya pukul 12:30 " jawab ku pada roy.
" Masih banyak waktu buat ngobrol dong yah hehe, aku gak ganggu kamu kan? " tanya roy lagi.
" Enggak kok biasa aja hehe justru aku malah seneng kalau punya temen ngobrol, karena teman teman ku sibuk semua " jawab ku dengan perasaan yang mulai campur aduk.
" Oh iya, kenapa nomor handphone kamu gak aktif terus? " aku beritanya pada roy.
" Oh itu.... hmmmm. aku jarang menggunakan handphone, sebelumnya aku sudah bilang kan kalau adik ku pencandu game dan orang tua ku sudah melarang kami untuk terus bermain gadget " jawab roy.
Aku awal nya merasa aneh, karena di zaman sekarang kan gak mungkin gak mainin Hp? tapi aku tidak mempermasalahkan itu sih.
" Ya sudah kalau begitu hehe, kamu mau minum apa? nanti aku beli disana " aku bertanya pada roy.
" Aku gak haus kok, seharian ini aku minum terus di kampus, kamu aja yah kalau kamu haus " jawab roy.
" Gak sih hehe aku juga bawa minum sendiri, aku minum yah " ucap ku sambil membuka tutup botol.
.
.
.
Selama aku minum, roy melihati ku sambil tersenyum dan tentu saja perasaan ku benar benar campur aduk, rasanya aku ingin sekali menjerit karena sangat bahagia hehehe.
" Sudah minum nya? " tanya roy dengan sangat perhatian.
" Iya sudah hehe, kamu kayak nya suka banget sama baju ini " aku bertanya pada roy karena baju yang ia gunakan hampir sama.
" Masak sih? emang kebanyakan baju ku kemeja semua sih, dan aku suka banget yang model ini, ada 3 malahan hehe, kebetulan aja kali setiap ketemu sama kamu aku pakai baju ini " jawab roy sambil tertawa.
Dalam hati ku " astaga si roy pake ketawa pulak, makin cakep tauk, ihh sebel haha ".
" Nanti kamu pulang jam berapa? " tanya roy.
__ADS_1
" Jam 2 an mungkin, kenapa roy? " aku balik bertanya sambil penasaran.
" Aku nanti nunggu kamu disini yah, kamu naik bus kan? nanti aku temenin kamu sampai kamu dapet bus hehe gak apa apa kan? pacar kamu gak marah kan? " tanya roy lagi.
" Tapi nanti kamu bakal lama nunggu disini? sebenarnya gak apa apa sih, tapi aku gak enak, aku gak punya pacar hehe " aku menjawab pertanyaan roy.
" Gak masalah sih, kan aku belum bisa nganterin kamu pulang, hehe bagus deh kalau begitu hehe " ucap roy.
" Ya sudah kalau begitu hehe, sudah jam 12 lewat aku masuk ke kelas dulu yah, gak apa apa kan? " aku bertanya lagi.
" Iya iya masuk gih, belajar yang bener yah, aku bakal nungguin kamu disini hehe " ucap roy sambil tertawa.
Aku pun berjalan menuju gerbang dan sesekali menoleh ke arah taman, dan roy melambaikan tangan ke arah ku, hati ku benar benar bergetar, perasaan ku campur aduk dan aku hanya bisa senyum senyum sendiri.
Bahkan aku pun tidak bisa mengeluarkan kata kata, 2 jam tadi itu sangat berarti untuk ku hehe, aku tidak sabar pulang nanti melihat roy lagi.
Akhirnya aku sampai ke ruangan, ria dan rani memandangi ku karena aku terus tersenyum seperti orang gila.
" Ada apa sih na? abis kesambet? " tanya ria.
" Enggak lah amit amit, tadi aku ketemu sama temen ku hehe dia cakep banget " ucap ku kepada ria dan rani.
" Eh siaapa nih yang bisa buat kamu senyum senyum kayak orang gila seperti ini, kenalin dong sama kita " ucap rani.
" Hehe nanti yah pasti akan aku kenalin sama kalian, eh pulang nanti deh, soalnya dia nungguin aku di taman " ucap ku dengan malu malu.
" Ciaa elah kamu bisa aja na haha gesit sekali yah si ana kayak belut haha " ucap ria.
Kami ber 3 pun tertawa sambil si ria memeragakan belut, kami sampai sakit perut dan tiba tiba kami berhenti karena dosen nya sudah masuk ke dalam ruangan.
.
.
.
" Eh na maaf yah ku udah di jemput nih nanti aja yah kenalin nya " ucap ria.
" Iya nih na aku juga mau buru buru nih, bilangin ke dia yah kapan kapan harus ketemuan sama kami " ucap rani.
" Oke deh, kalian hati hati yah " ucap ku sambil berjalan menuju gerbang.
Ketika aku ingin menyebrang kemudian ria lewat bersama pacar nya dan kemudian memanggilku.
" Na dimana gebetanmu? " ria bertanya.
" Itu disana hehe " ucap ku sambil menunjuk roy yang sedang duduk di kursi taman.
" Dimana? " tanya ria lagi.
" Itu loh disana " aku lagi lagi menunjuk ke arah taman.
" Hmm ya udah deh, titip salam aja yah ke dia bilang nanti harus ketemu sama kita kita, bye na " ucap ria kepada ku.
" Pulang dulu yah na " ucap pacar ria kepada ku dan aku balas dengan senyuman sambil mengangkat ibu jari.
Aku menyebrang dan diam diam berjalan dari arah belakang kursi, aku mengejut kan roy.
" Ddaaaarrrr!!!! " ucap ku sambil menepuk pundak roy.
Yang sotak orang orang melihati ku, mungkin mereka ikut terkejut, kemudian aku tersenyum kepada mereka, dan mereka masih menatao ku, tapi aku pura pura tidak melihat mereka hehe.
__ADS_1
" Aku gak terkejut loh na hehe " ucap roy.
" Ihh kok gitu sih " ucap ku sedikit jengkel.
" Aku lihat bayangan kamu loh di rumput hehe, ye aku gak jadi terkejut " ucap Roy sambil mencubit pipi ku.
" Awas aja nanti aku balas loh " ucap ku pada roy.
Aku sangat bahagai sekali bahkan roy sampai mencubit pipi ku, mungkin sekarang wajah ku sedang memerah seperti udang.
" Hayuk kita tunggu bus nya disana " ucap roy sambil memegang tangan ku.
" Hehe hayuk " aku juga memegang tangan roy dengan erat.
Dan kami berjalan dan menyebrang bersama sambil bergandengan tangan, dan berdiri di pinggir jalan, aku merasa kami seperti pasangan muda yang sedang jatuh cinta eaahhh, atau aku nya saja yang kepedean.
Tidak terlalu lama kami berdiri disan kemudian bus pun datang, dan aku langsung melepaskan tangan roy, roy juga mengucapkan selamat tinggal pada ku.
" Hati hati yah, lain kali kita ketemu lagi heha " ucap roy.
" Iya, kamu juga pulang nya hati hati yah, bye " ucap ku lagi.
Aku menahan senyum ku karena orang orang dalam bus melihati ku, aku sangat malu dan langsung mencari tempat duduk.
Selama di dalam bus aku selalu tertawa di balik masker karena takut orang mengira ku sudah gila, dan aku tidak ingin tertidur lagi di bus.
Aku sambil memainkan handphone dan melihat lihat story teman teman ku, kemudian aku juga ingin mengungkapkan kebahagiaan ku hari ini heeh.
" Good day ❤ " isi story whatsapp ku.
Banyak juga teman teman ku yang bertanya tentang story ku, yah karena aku memang jarang membuat story baik di whatsapp maupun instagram hehe.
Aku hanya membalas " Ada deh hehe " dari pesan pesan mereka, biar mereka semakin penasaran dengan cerita ku.
Akhirnya aku sampai kerumah, dan langsung bergegas melihat keadaan nenek, aku sangat merindukan nenek hehe.
.
.
.
" Nenek aku pulang " aku memanggil nenek.
" Eh sudah pulang yah? ayo genti baju dan makan siang, nenek sudah makan duluan tadi " ucap nenek.
" Loh nenek masak? " tanya ku pada nenek.
" Iyalah, kalau bukan nenek terus siapa yang mau masak? " nenek balik beritanya.
" Nenek kan masih sakit, aku bisa membeli lauk di luar kok nek " ucap ku.
" Nenek sudah sembuh kok, kan kamu tau kalau nenek tidak terlalu suka masakan diluar " ucap nenek lagi.
" Nenek mah, selalu nurutin kemauan sendiri nanti kalau sakit lagi gimana? " ucap ku lagi.
" Enggak lah, cuma masak kok, sisanya kamu yang kerjain hehe " ucap nenek.
" Ya sudah nenek istirahat lagi yah, aku mau makan dulu, habis itu bersih bersih rumah " ucap ku pada nenek.
Aku langsung menuju meja makan dan tidak sabar makan masakan nenek, yang sudah beberapa hari ini aku tidak bisa memakan nya karena nenek masuk rumah sakit...........
__ADS_1