Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 24


__ADS_3

Hari ini aku bersemangat untuk pergi ke kuliah, karena ada mata kuliah yang aku sukai hari ini dan juga dosen nya sangat asik dan tidak membosan kan selama proses pembelajaran.


Ibu juga sudah berangkat bekerja tadi pagi karena ia masuk ke kantor pukul 9 dan dari jam 7 pagi ia sudah pergi.


Weekend minggu depan baru ibu akan datang dan menemani ku lagi, aku benar benar kesepian, jika aku ikut ibu maka aku akan meninggalkan rumah ini dan juga jarak dari tempat tinggal ibu ke kampus ku cukup jauh sekitar 1 jam lebih.


Selama proses pembelajaran aku selalu memperhatikan dosen itu berbicara dan mencatat nya karena aku gampang sekali lupa dan juga aku bisa belajar sendiri nanti dirumah.


Kebetulan hari ini, fina, ria dan rani mengajak ku untuk pergi ke cafe, mereka ingin menghiburku karena mereka ber 3 tahu kalau aku sangat kesepian di rumah.


Aku sangat senang bisa pergi bersama teman teman ku dan juga aku sedikit bisa melupakan kesedihan yang ada di pikiran ku.


" Kita ke cafe itu yah karena nanti jam 2 bakalan ada band dan katanya mereka cakep cakep hehe " ucap ria kepada kami.


" Beneran? kalau gitu aku mau dandan dulu lah hahaha " ucap rani.


" Eh kalian apa sih, tujuan nya mau bersenang senang atau cuma mau liatin cowoo cowok cakep hah? " tanya ku pada mereka ber 2.


" Iya nih, kalian giman sih, eh tapi kalau ketemu cowok cowok cakep itu kan termasuk bersenang senang? iya gak sih hahaha " ucap fina.


" Nah beneer itu hahahs " jawab ria.


" Bagus kamu ada di pihak kami fin hahaha " ucap rani.


" Yah fin kamu mah, aku kira bakalan waras gak tau nya sama aja kayak mereka ber 2 hmmm " ucap ku sambil menghela nafas.


" Kapan lagi gak sih na, haha betul gak " ucap rani.


" Iya dong kapan lagi kan " ucap ria dan fina.


" Yaah terserah kalian deh, aku ngikut aja " ucap ku.


Fina, rani dan ria pun menertawakan aku dan terus meledeku, aku sangat tidak mengerri kenapa teman teman ku ini hanya memikirkan laki laki hahha.


Kami pergi ke cafe itu, dan beruntung nya ada satu meja yang masih kosong dan kami dengan cepat menduduki kursi kursi nya, setelah itu kami langsung memesan makanan.


Makanan dan minuman disini cukup terjangkau dan pas untuk anak kuliahan, dan juga rata rata yang datang ke cafe ini ada mahsiswa.


Ria dan rano sibuk mempercantik diri agar bis berkenalan dengan anak anak dari kampus lain, sedangkan aku dan fina sedang asik melihat ponsel kami masing masing dan sesekali menunjukan hal yang aneh di sosmed kemudian tertawa bersama.


Sesudah kami makan, kami pun duduk dan menunggu penampilan Band, tidak butuh waktu lama, Band tersebut pun tampil.


Memang sih wajah wajah mereka sangat tampan tetapi itu bukan lah tipe ku, mereka terlalu putih dan aku kurang suka sedangkan teman teman ku yang lain hampir tidak berkedip karena melihat ketampanan member Band itu.


Kami bernyanyi bersama bahkan suara vokalis itu sangat bagus awal nya aku menyaka bakal biasa biasa saja ternyata mereka benar benar keren dan sudah banyak juga yang mengagumi mereka.


Pukul 5 sore dan aku langsung pulang ke rumah dan di antar oleh fina, karena jika aku pulang dengan bus akan sampai maghrib dan fina tidak tega.


Setelah aku sampai dirumah aku melihat mobil ayah di depan gerbang, karena aku mengunci pintu gerbang itu ketika pergi kuliah tadi.


Ayah melihat ku pulang, dan aku langsung membuka kan pintur gerbang kemudian ayah langsung membawa mobil nya masuk dan di parkirkan di teras rumah.


Aku bahkan tidak memperdulikan ayah sama sekali, aku langsung membuka pintu rumah dan langsung masuk ke dalam kamar untuk bergenti baju.


Aku juga melihat kalau ada istiri nya di dalam mobil, aku sangat muak melihat merek berdua yang selalu muncul di hadapan ku.


Ayah memnggilku untuk berbicara, dan aku dengan sangat terpaksa menuruti nya.


" Diana, sini sebentar nak ada yang mau ayah bicarakan " ucap ayah pada ku.


" Kenapa yah? mau bicara apa? " aku bertanya dengan ketus.


" Ayah ingin bertanya sama kamu, apa kamu gak bosan tinggal sendirian di rumah ini? " tanya ayah pada ku.


" Enggak, emang kenapa? " aku mulai merasa aneh dengan pertanyaan ayah.

__ADS_1


" Bagaimana kalau kamu tinggal sama ibu kamu saja nak? " ucap ayah.


" Kenapa seperti itu? kalau aku pergi ke tempat ibu rumah ini bakalan kosong dong dan aku gak mau ninggalin kenangan baik dirumah ini " ucap ku pada ayah.


" Rencana nya rumah ini mau ayah jual nak, nanti hasilnya bakal kita bagi ber 4 dan tenang aja kok kamu pasti dapat bagian juga sayang " ucap ayah.


" Hah? aku gak salah denger kan? ayah mau jual rumah nenek ini? alasannya apa cobak? " tanya ku pada ayah.


" Lumayan kan nak kalau rumah dan tanah ini kita jual, uang nya bisa kita bagi dengan anak anak nenek lain nya, dari pada gak ada yang nempatin kan? " ucap ayah.


" Aku mau kok nempatin nya, ayah ini kenapa sih tiba tiba mau jual rumah nenek, aku mau kok ngerawat nya " ucap ku dengan tegas.


" Kamu gak bisa tinggal di sini lagi nak, pokoknya rumah ini bakal ayah jual dan hasil nya akan kita bagi bagi " ucap ayah.


Dan aku yang mendengar itu langsung menatap ayah dengan wajah kebencian dan aku melihat wajah wanita itu sangat bahagia, aku merasa kalau wanita itu lah yang berinisiatif untuk menyuruh ayah menjual rumah nenek dan kakek ini.


Aku tidak menjawab pertanyaan ayah sedikit pun, aku langsung pergi ke kamar ku dan mencoba menghubungi ibu.


" Tuuuut.... Tuuuttttt " aku mencoba menelfon ibu dan ibu langsung mengangkat nya.


" Iya sayang? ada apa? " tanya ibu.


" Bu, ayah ada dirumah dan ibu tau apa yang di katakan ayah pada ku? " ucap ku pada ibu.


" Tumben sekali ayah kamu datang kesana ada perlu apa dia sayang? apa yang dia katakan sama kamu? " tanya ibu.


" Ayah bilang, kalau aku harus ikut tinggal sama ibu karena rumah ini mau ayah jual " ucap ku dengam nada yang kesal.


" Astaga, sungguh ibu benar benar tidak mengerti dengan pikiran ayah mu itu, bisa bisa nya dia mau menjual rumah kakek dan nenek mu begitu saja bahkan nenek saja belum 40 hari " ucap ibu dengan kesal.


" Aku juga tidak mengerti bu, aku benar benar sudah muak dengan ayah dan aku tidak ingin lagi bertemu dengan nya " ucap ku dengan tegas.


" Ya sudah kamu ikut tinggal sama ibu, ibu juga gak mau lagi kamu terlibat dengan ayah mu, ibu nanti akan kesana, dan kamu kemasi saja barang barang mu ya nak " ucap ibu.


" Iya bu aku akan mebereskan semuanya " ucap ku pada ibu.


" Nanti ibu minta antar sama teman ibu yang punya mobil yah nak, kamu beresin saja barang barang mu dan jangan memikirkan apa apa " ucap ibu yang sangat khawatir pada ku.


" Iya bu, nanti ibu hati hati yah " ucap ku sambil menutup telfon.


Aku langsung membereskan baju baju ku, buku buku dan semua peralatan milik ku bahkan aku sudah membereskan barang barang nenek yang berharga karena aku ingin membawa nya, aku ingin menjaga barang barang nenek, dan menaruh nya di rumah ibu.


Setelah semuanya selesai aku tinggal menunggu kedatangan ibu, dan ayah masih duduk di ruang tamu bersama istri nya.


Ayah menghampiri ku ke kamar dan mencoba berbicara pada ku.


" Diana.... " panggil ayah.


" Jangan masuk! aku tidak ingin melihat mu! " ucap ku dengan tegas.


" Tolong dengar kan ayah nak, ayah mau bicara dengan kamu " ucap ayah sambil berdiri di depan pintu.


" Tidak! setelah aku keluar dari rumah nenek ini aku bukanlah anak mu lagi! " ucap ku dengan emosi.


" Kenapa kamu bicara seperti itu nak, ayah tetap lah ayah kam sayang " ucap ayah sambil mencoba membuka pintu.


" Aku bilang menjauh dari ku, aku sudah tidak tahan lagi dengan mu, kau menyebut dirimu ayah ku? hah yang benar saja! aku benar benar muak dengan mu! menjauh lah! " ucap ku.


" Kamu tenang dulu yah, dengar kan penjelasan ayah sayang " ucap ayah.


Dan tidak lama kemudian ibu datang dan buru buru menghampiri kamar ku.


" Menjauh lah, dia ingin keluar dan pergi bersama ku " ucap ibu dari luar kamar.


" Ayo bu kita pergi, barang barang nya sudah aku taruh semua di luar " ucap ku sambil berjalan ke arah ibu.

__ADS_1


" Iya sudah di angakat teman ibu ke dalam mobil nak, ayo kita pergi " ucap ibu sambil memegang tangan ku.


" Sayang kamu dengerin ayah dulu, ayah mau minta maaf sama kamu " ucap ayah yang berusaha memegang tangan ku dan menghenti kan ku.


" Aku bilang menjauh! aku tidak akan menganggap mu sebagai ayah ku! jadi berhentilah memanggilku dengan sebutan anak! kau terus terusan menyakiti perasaan ku! dan kau bilang aku anak mu? " ucap ku sambil menatap wajah ayah.


" Ayah benar benar minta maaf sayang, ayah gak bermaksud menyakiti kamu, beneran tolong maafin ayah " ucap ayah yang terus memohon pada ku.


" Lepaskan aku, setelah aku pergi hari ini jangan lagi menemui ku atau menghubungi ku anggap saja kau tidak mengenalku! " ucap ku dengan tegas.


Aku langsung mengajak ibu keluar dari rumah dan kami masuk ke dalam mobil dan meninggalkan rumah itu.


Hati ku sangat legah bisa jauh dari ayah, dan ayah juga tidak perlu lagi melihat ku.


Selama di perjalanan aku memeluk ibu dan tertidur di pelukan nya, sekitar pukul 7 malam kami sampai di rumah ibu.


Aku belum pernah berkunjung kesini karena ibu baru saja pindah, rumah ini tidak terlalu besar, hanya ada ruang tamu, satu kamar, dapur dan kamar mandi, sangat minimalis sekali.


Tetapi aku sangat bahagia bisa tinggal bersama ibu tanpa di ganggu lagi oleh ayah karena ayah juga tidak tau tempat tinggal ibu yang baru.


Aku langsung memblokir nomor ayah di ponsel ku, aku benar benar muak dengan ayah, aku berharap suatu saat ia kan sadar betapa menyesal nya dia sudah menyia nyiakan aku dan ibu.


Hari ini sudah berlalu begitu saja dan besok nya aku bersiap siap untuk pergi ke kampus karena perjalanan dari rumah ibu ke kampus sekitar 1 jam lebih dan aku juga belum terbiasa menaiki bus dari jalur ini.


Hari ini kami pulang jam 2 siang dan aku makan siang di kantin karena jika tidak makan sekarang aku bakal kelaparan sampai rumah.


Ketika aku sampai rumah aku melihat ibu sudah pulang dan aku sangat heran kenapa ibu pulang sangat cepat dari biasa nya.


" Kok ibu sudah pulang? " tanya ku pads ibu.


" Tubuh ibu sedang tidak enak sayang, sangat panas dan kepala ibu benar benar pusing " ucap ibu dengan nada yang lirih karena menahan sakit.


" Ibu kita ke rumah sakit yah, nanti ibu malah kenapa kenapa lagi " ucap ku sambil memerika kondisi badan ibu.


" Iya nak, ibu juga mau minta resep obat nanti nya " ucap ibu.


Aku langsung memesan Grab car dan membawa ibu ke rumah sakit, ibu langsung di periksa oleh dokter.


" Ibu terkena magh bu dan ibu harus memperhatikan pola makan ibu dan juga tidak boleh terlalu capek " ucap dokter.


" Jadi gimana dok, saya mau di kasih resep atau gimana yah " tanya ibu.


" Iya nanti saya racik kan obat nya dan silahkan ditebus yah nanti " ucap dokter.


" Iya dokter, makasih banyak yah " ucap ku pada dokter itu.


Aku dan ibu langsung ke luar dari ruangan dan menunggu di tempat duduk sambil menunggu dokter itu memberikan resep nya.


Ketika kami sedang duduk, ada sebuah pasien yang mau di bawa masuk ke dalam ruangan itu, dan ada dua orang laki laki dan perempuan yang sudah cukup tua yang menunggu di luar ruangan.


" Paman ada apa yah? " tanya ku pada paman itu.


" Itu keponakan kami baru saja sadar dari koma nya setelh beberapa bulan " ucap paman itu.


" Oh syukurlah paman kalau begitu " ucap ku.


" Kamu bukan nya yang waktu itu yah? gimana kabar nenek nya? " tanya paman itu dan aku ingat dia dan istri nya sedang duduk di sebelah kami sambil menunggu keponakan nya yang sedang koma.


" Oh iya paman, aku ingat paman dan bibi hehe " ucap ku sambil tersenyum dan ibu juga ikut menyapa mereka.


" Nenek kami baru saja meninggal sudah sekitar 3 minggu " ucap ku pada paman dan bibi itu.


" Ya ampun, kami ikut turut berduka cita yah, semoga keluarga nya diberikan ketabahan " ucap bibi.


" Iya bibi terimakasih " ucap ku sambil tersenyum kepada mereka.

__ADS_1


Tidak lama kemudian seseorang keluar dari ruangan itu dan menyapa paman dan bibi.


" Roy sekarang sudah sadar, dia masih memulihkan diri nya " ucap wanita itu.......


__ADS_2