Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 25


__ADS_3

Aku sepertinya tidak asing dengan wajah bibi yang baru keluar dari ruangan itu, aku langsung mengingat ngingat nya kembali dan yah aku mengingat nya.


Dia sama persis yang ada di mimpi ku waktu itu, dia adalah ibu nya roy? dan bukan kah dia juga tadi mengatakan bahwa roy sudah sadar dari koma nya dan sedang memulihkan diri?.


Aku langsing terdiam dan mencoba mencari tau bahkan aku memberi tahu pada ibu.


" Bu, ibu dengar kan apa yang bibi itu katakan tadi? " tanya ku pada ibu.


" Iya ibu mendengar bahwa keponakan nya sudah sadar dari koma, memang nya kenapa nak? " tanya ibu.


" Ibu tau gak, wanita yang baru keluar dari ruangan itu yang sedang berbicara sama bibi itu dia wanita yang ada di mimpi ku bi, dia adalah ibu nya roy yang sebelum nya aku berhalusinasi tentang dia dan ibu tau dia menyebut kan nama siapa tadi? " ucap ku pada ibu.


" Roy? benar kah? yang benar saja nak? kenapa bisa sama persis " tanya ibu dengan heran.


" Mangkanya bu aku juga heran, aku harus memastikan benar tidak itu roy yang ada dalam pikiran ku atau bukan " ucap ku pada ibu.


" Iya nak, kamu harus cari tau, atau kamu tanya tanya saja sama ibu nya itu? " ucap ibu.


" Nah iya bu, ide yang bagus yah " ucap ku.


Dan aku memanggil wanita yang seperti ibu nya roy itu dan dia datang mendekati ku.


" Bibi, aku mau bertanya sama bibi boleh? " tanya ku pada wanita itu.


" Iya sayang boleh kok, panggil saja tante Reni " ucap wanita itu.


" Oh iya tante, pasien yang di dalam kamar itu anak tante? " tanya ku pada tante reni.


" Iya nak, di anak tante yang sudah koma hampir 5 bulan ini, dan syukur lah dia sekarang sudah sadar meskipun masih lemah " ucap tante reni.


" Kalau boleh tau namanya siapa tante? " tanya ku pada tante reni.


" Nama nya Roy nak " jawab tante reni dengan sangat lembut.


" Roy? yang kuliah di universitas global yah tante dan sekarang udah masuk semester 6? " tanya ku dengan penasaran.


" Iya nak, sebenernya roy udah semester 6 cuma gara gara sakit ini jadi dia masih semester 4, kok kamu bisa tau nak? " tanya tante reni.


" Oh, iya tante aku cukup tau sih sama roy tapi gak terlalu akrab hehe " ucap ku.


" Oh gitu, kamu mau liat roy di dalam? " tanya tante reni.


Aku sangat ingin sekali melihat dan memastikan sekali lagi apakah itu memang roy yang aku kenal atau bukan.


" Iya tante boleh " ucap ku.


Aku dan ibu pun masuk ke dalam ruangan itu, dan ketika aku melihat seseorang yang terbaring di atas tempat tidur itu aku benar benar terkejut dan sampai tidak percaya.


" Roy.....? " ucap ku.


Dan ibu langsung memegang tangan ku, aku melihat roy terbaring di atas tempat tidur dengan ke adaan sedang tertidur, dan aku memutuskan untuk meninggalkan ruangan itu karena aku benar benar terkejut dan tidak percaya.


" Ya sudah tante, diana mau pulang dulu yah kasihan si roy mau istirahat tante " ucap ku pada tante reni.


" Oh ya sudah nak, makasih yah sudah mau liat roy nanti kalau roy sudah bangun bakal tante kasih tau kalau kamu habis berkunjung kesini " ucap tante reni.


" Eh gak usah tante, hehe diana pulang dulu yah tante " ucap ku.


.


.


.


.


Aku dan ibu pun keluar dari ruangan roy dan ketika sampai di luar aku langsung menanyakan kepada ibu.


" Buk, ibu denger sendiri kan? ibu lihat sendiri kan kalau itu roy? " tanya ku pada ibu.


" Iya nak, ibu liat kalau itu roy dan ibu juga benar benar terkejut " ucap ibu.


" Ibu, ini beneran kan? gak halusinasi ku aja? " tanya ku pada ibu untuk meyakinkan ku bahwa ini nyata.


" Iya sayang, ini nyata dan ibu juga sangat heran kenapa bisa seperti ini " ucap ku sangat bingung.


" Ya sudah nak, mending an kita pulang dulu yah, nanti selanjutnya kita pikir kan lagi diruamah yah " ucap ibu pada ku.

__ADS_1


" Iya buk, ayo kita pulang " ucap ku sambil memegang tangan ibu.


Selama di perjalanan pulang aku terus memikirkan roy, aku sangat tidak menyangka jika roy itu benar ada, dan yang aku lihat sebelum nya itu adalah arwah nya roy.


Ini benar benar seperti mimpi, aku tidak tau mau bagaimana, aku takut jika roy nanti tidak mengenali ku.


Tapi nanti aku akan mencoba melihat roy kembali dan memastikan apakah roy masih mengingat ku atau tidak.


Setelah sampai dirumah, aku menyuruh ibu untuk beristirahat saja dan akan mengerjakan semua pekerjaan di rumah.


" Ibu langsung istirahat yah di kamar, nanti biar aku yang bersihin rumah " ucap ku sambil berjalan mengantar ibu ke dalam kamar.


Aku membawa kan air putih untuk ibu minum dan menyuruh ibu untuk meminum obat nya, aku akan merawat ibu karena aku tidak ingin kehilangan ibu.


.


.


.


.


Aku membersihkan rumah dan sambil memikirkan roy karena aku masih sangat tidak percaya dengan kejadian ini.


Beberapa hari kemudian, ibu sudah sembuh dan sudah berangkat bekerja seperti biasa nya, aku benar benar sangat legah karena ibu sudah membaik.


Ketika pulang kuliah nanti aku akan pergi kerumah sakit untuk melihat roy lagi dan ingin menanyakan kabar nya secara langsung.


Mata kuliah pun berakhir dan aku pergi kerumah sakit itu, dan datang keruangan tempat roy di rawat.


Dan aku melihat tante reni, aku langsung memanggil nya.


" Tanteee " panggil ku kepada tante reni.


" Eh kamu nak, siapa namanya? " tanya tante reni.


" Diana tante hehe " ucap ku sambil menyalami nya.


" Oh iya iya diana, mau lihat roy yah? " tanya tante reni.


" Ya udah, ayo masuk yuk " ucap tante reni.


Aku dan tante reni pun masuk ke dalam ruangan dan roy sedang duduk di atas tempat tidur sambil memakan buah buahan.


" Roy.... ini loh yang waktu itu ibu ceritain, yang pernah datang jenguk kamu " ucap tante reni pada roy.


" Oh, iya iya silahkan duduk " ucap roy dengan sangat sopan.


Aku langsung duduk di kursi itu sambil sesekali menatap ke arah roy.


Tante reni sedanf membereskan pakaian pakaian yang ada di ruangan itu dan roy bertanya pada ku.


" Apakah kita teman satu kampus? " tanya roy pada ku.


" Ahh. enggak aku anak kampus Pertiwi " ucap ku pada roy.


" Hah? kok bisa kenal sama aku? " tanya roy.


" Iya dulu sebelum kamu sakit, kita pernah ketemu dan mungkin kamu juga sudah lupa " ucap ku sambil tersenyum ke arah roy.


" Oh iya iya bisa jadi yah, karena mungkin pengaruh koma ku kemarin " ucap roy sambil memegang kepala nya.


" Iya gak apa apa kalau kamu gak inget " ucap ku.


" Maaf yah, nanti lah lama lama juga bakal ingat kok, oh iya kamu siapa namanya? " tanya roy.


" Namaku diana " ucap ku.


" Diana? kayaknya aku gak asing dengan nama itu deh, hmm kayaknya aku bener bener lupa " ucap roy.


Dan aku pun terdiam, aku berharap kalau roy akan mengingat ku meskipun tidak semuanya dia akan ingat.


" Kamu kenapa bisa sampai koma seperti ini? " tanya ku dengan penasaran.


" Beberapa bulan lalu, aku habis mengunjungi rumah teman ku dan aku sedang membawa motor dengan ke adaan mengantuk dan menyebabkan aku kecelakaan, kejadian nya tepat di depan mini market dekat fly over " ucap roy.


" Mini market dekat fly over? kejadian nya sekitar 6 bulan yang lalu? " tanya ku pada roy.

__ADS_1


" Iya kurang lebih lah seperti itu " ucap roy.


.


.


.


Aku sambil mengingat kejadian itu dan benar ternyata orang yang pernah aku lihat kecelakan waktu itu di depan mini market adalah roy, dan aku menanyakan lagi pada roy untuk memastikan lagi apakah dugaan ku benar atau tidak.


" Kamu waktu pakai motor ninja warna merah? " tanya ku lagi pada roy.


" Iya benar, kok kamu tau banget sih? " roy balik bertanya pada ku.


" Waktu itu, kebetulan aku habis membeli sesuatu di mini market dan aku melihat kecelakan itu, aku melihat semuanya tapi aku tidak melihat wajah kamu roy karena di tutupi oleh darah " ucap ku.


" Oh gitu yah, pantes aja kamu tau semuanya hehe kok bisa kebetulan kayak gitu yah " ucap roy sambil tertawa.


" Gak tau juga hehe, aku kan gak tau kalau yang kecelakaan itu kamu " ucap ku.


Tidak lama kemudian ibu pun menelfon ku dan menanyakan kapan aku pulang. dan setelah itu langsung berpamitan mau pulang pada roy dan juga tante reni.


" Ibu ku barusan menelfon dan menyuruh ku untuk pulang, aku pamit dulu yah roy " ucap ku.


" Makasih yah sudah repot repot datang kesini, oh iya diana kamu pulang naik bus? " tanya roy.


" Iya, kok kamu tau " aku bertanya pada roy.


" Gak tau juga sih kok bisa tau yah, mungkin dulu aku pernah liat kamu naik bus kali mangkanya aku bisa ingat hehe " ucap roy.


Aku hanya membalas senyuman nya dan ketika aku mau pulang tante reni memanggil ku.


" Nak, sering sering datang kesini yah, dan jiga mungkin sebentar lagi roy akan pulang kerumah karena keadaan nya sudah sangat membaik " ucap tante reni.


" Iya tante kalau gak sibuk, diana akan berkunjung untuk melihat ke adaan roy " ucap ku pada tante reni.


Aku pun keluar dari ruangan itu, sambil berjalan keluar rumah sakit aku mebayangkan jika roy perlahan lahan akan ingat dengan ku, dan aku benar benar sangat bahagia hari ini karena bisa bertemu dengan roy dan mengobrol dengan nya secara nyata.


Selama di dalam bus aku terus tersenyum di balik masker, dan ini benar benar nyata bukan hanya sekedar halusinasi ku saja hehehe....


.


.


.


.


Sekitar pukul 5 sore aku sudah sampai di rumah, dan kemudian ibu menelfon ku menanyakan aku mau beli makan apa, dengan perasaan yang masih bahagia aku menyuruh ibu membeli apa saja sesuai dengan selera nya...


Setelah aku mandi dan bersih bersih rumah ibu pun pulang, hingga kami makan malak sekitar jam 7 malam dan aku menceritakan semua kejadian hari ini dengan ibu.


Ibu sangat bahagia mendengar cerita ku dan menyuruh ku untuk bersabar karena roy akan mulai mengingat ku perlahan lahan walau pun akan membutuhkan waktu yang cukup lama.


Aku sangat senang sekali karena ibu juga sangat mendukung ku, selama satu pekan ini aku sangat sibuk kuliah dan hari hari ku sangat menyenangkan sehingga aku belum sempat menjenguk roy.


Ketika weekend tiba aku mengunjungi rumah sakit dan aku bertemu dengan roy, roy bersiap siap mau pulang kerumah karena dia sudah sembuh dan akan beraktivitas kembali.


" Diana " panggil roy.


" Sudah boleh pulang yah? " tanya ku pada roy.


" Iya nih, sudah sehat dong hehe " ucap roy sambil tertawa.


Dan aku melihat ada satu perempuan yang berdiri di dekat roy, dia memandangi wajah ku dengan sangat angkuh bahkan aku menyapa nya tapi tidak ia respon sama sekali.


" Aku mau pulang kerumah, kamu mau ikut? " tanya roy.


" Oh gak usah hehe, karena aku cuma bisa liat kamu sebenar disini dan masih ada pekerjaan lain " ucap ku.


" Oh gitu ya sudah, oh iya aku boleh minta kontak whatsapp kamu " tanya roy.


Dan aku langsung menyerahkan ponsel ku, kemudian roy mencatat nomor ku dan menyimpan nya.


Wanita itu terus melihat ku dengan tatapan yang sangat tajam dan membuat ku sangay tidak nyaman. Aku langsung pulang setelah roy menyimpan nomor ku.


Aku berharap setelah dia meminta nomor ku, aku akan lebih sering lagi berkomunikasi dengan nya hehehe.....

__ADS_1


__ADS_2