
Sudah banyak kejadian kejadian yang menyakit kan yang sebelum nya ku alami tapi aku tidak percaya bahwa aku bisa melewati ujian hidup yang sudah Tuhan berikan pada ku.
Aku selalu mengambil hikmah di setiap kejadian yang sudah aku alami dan aku percaya jika suatu saat nanti aku akan merasakan kebahagiaan.
" Nak ibu mau pergi ke kantor yah, mungkin malam ibu baru bisa pulang soalnya ada rapat nanti di kantor, kamu jangan lupa makan yah dan cek dulu pintu dan jendela sebelum kamu pergi ke kampus " ucap ibu pada ku.
" Iya bu, ibu juga hati hati yah " ucap ku sambil menyalimi tangan ibu dan ibu mengecup kening ku dengan sangat manja.
Setelah ibu pergi, seperti biasa aku membersihkan rumah dan mandi untuk pergi ke kampus.
Minggu minggu ini kami akan melakukan ujian semester dan akan segera libur jadi aku sudah mempersiapkan soal soal yang sudah aku pelajar sebelum ujian semester.
Aku berharap nilai semester ku kali ini akan tetap naik atau paling tidak bertahan seperti semester kemarin karena jika nilai semester ku turun bisa bisa beasiswa ku bakal di cabut.
Jadi aku akan berusaha keras untuk mendapatkan nilai yang baik agar nilai ku tidak anjlok, tapi aku juga tidak sungkan untuk membagi hasil jawaban ku pada teman teman yang lain.
Begitu juga dengan mereka, kami satu kelas tidak ada yang ingin menonjol sendiri, kami ingin terlihat baik semuanya, jadi kami akan bekerja sama.
" Na kamu belajar kan yah hahaha " tanya rani.
" Belajar sih ran, yah cuma gak tau bakal masuk gak materi yang aku pelajarin itu kedalam soal ujian nant " ucap ku dengan nada yang pasrah.
" Kalau misal kan aku gak tau nant aku liat yang kamu yah na hehe " ucap ria.
" Iya iya santay aja, begitu juga dengan aku yah, kalau misalkan aku gak bisa jawab, tolong bantu aku yah " ucap ku sambil memeluk mereka bertiga.
" Masalah nya kalau kamu gak bisa jawab, kami juga pasti gak bisa jawab lah na, kan IQ kami jauh di bawah kamu haha gimana sih " ucap fina.
" Hmm kali aja kan kalian belajar yang gak aku pelajarin " ucap ku sambil tertawa.
Setelah kami berbincang bincang tentang ujian, pak ahmad pun datang, kami semua duduk di kursi masing masing dan pak ahmad mulai mebagikan lembar jawaban beserta soal nya.
Kami langsung membagikan satu persatu ke belakang, aku langsung melihat soal soal itu, mengecek apakah materi yang aku sudah pelajari masuk atau tidak kedalam soal, dan ternyata ada sekitar 9 soal yang aku bisa dari 12 soal.
.
.
.
.
Kami di beri waktu 1 jam 40 menit untuk menyelesaikan soal soal yang sudah pak ahmad berikan.
Tentu saja kami langsung bertukar jawaban ketika pak ahmad sedang menelfon ke luar ruangan, sehingga dengan cepat lembar jawaban kami sudah terisi semua dan siap untuk menyerahkan nya pada pak ahmad.
Semua siswa di dalam kelas itu sangat bahagia ketika lembar jawaban mereka sudah terisi dengan penuh dan tinggal menunggu pak Ahmad datang kemudian mengumpulkan nya.
" Ada yang sudah selesai? " tanya pak ahmad.
Satu persatu dari kami berdiri dan mengumpulkan hasil jawaban ke meja dosen.
" Semoga hasil nya nanti memuaskan semua yah nak " ucap pak ahmad.
" Aamiin " jawab kami dengan sangat kompak.
" Terimakasih yah untuk antusias kalian dengan mata kuliah yang bapak ajarkan selama satu semester ini, semoga kita semua di berikan kesehatan oleh Tuhan dan selalu di berikan ke bahagia an aamiin " ucap pak ahmad sambil memasuk kan kertas kertas ujian ke dalam map.
" Aamiin " ucap kami.
" Terimakasih juga pak sudah sangat sabar dalam menyampaikan materi kepada kami " ucap ketua kelas.
" Iya sama sama, bapak pamit dulu yah " ucap pak ahmad dengan tersenyum.
Kami juga membalas senyum pak Ahmad dengan sangat kompak, kami sangat menyukai sistem pembelajaran dari pak Ahmad, tidak pernah membosan kan, di setiap pertemuan ia selalu mencairkan suasana agar kami tidak terlalu tegang.
Dan kami bisa menyerap materi dengan mudah tapi tetap santay.
Masih ada 4 mata kuliah lagi yang belum di ujikan, dan tentu nya masih ada 4 hari lagi sebelum kami libur semester.
Hari ini sebelum pulang aku ingin membeli kan ibu kue dan juga mencari kan kado untuk ibu, karena hari ini ibu berulang tahun yang ke 40.
Aku sangat tidak sabar untuk merayakan ulang tahun ibu, ketika sampai di mall aku mencari kue yang tidak terlalu besar karena yang makan nya hanya kami berdua, bertuliskan " Happybirthday ibu sayang ".
Aku juga membelikan ibu sepatu, karena sepatu kerja ibu tinggal satu, yang satu nya lagi sudah mulai robek ujung nya.
Tidak lupa juga aku membeli lilin dengan angka 40 tahun.
__ADS_1
Setelah aku membeli semua keperluan, aku pun pulang dan mempersiapkan kejutan untuk ibu nanti.
Sampai dirumah, aku sambil menunggu ibi pulang, sesekali mengecek ponsel dan ternyata tidak ada pesan masuk satu pun.
Aku lagi lagi bertanya, " kemana kah roy? apa dia menghilang lagi? tapi terserah lah karena aku sudah kasih dia kesempatan untuk yang terakhir kali nya " ucap ku di dalam hati.
.
.
.
.
Sekitar jam 7 malam ibu pulang, aku langsung mematikan lampu di ruang tengah dan ibu membuka sendiri pintu, karena ibu membawa kunci juga dan takut menganggu ku.
Aku berdiri di belakang pintu, bersiap siap ketika ibu masuk nanti aku akan mengejutkan nya.
" Happybirthday ibu, happybirthday ibu, happybirthday happybirthday, happybirthday ibu...... yeeeeyy!!!!. Selamat ulang tahun ibu ku sayang " ucap ku sambil memeluk ibu.
" Ya ampun sayang, ibu aja gak inget kalau hari ini ulang tahun ibu " ucap ibu sambil terharu dan mencium pipi ku.
" Ayo bu tiup lililn nya, sambil berdoa yah " ucap ku pada ibu.
Ibu langsung memejam kan mata nya sambil berdoa di dalam hati, kemudian ibu meniup lilin itu.
Ibu benar benar merasa terharu, ketika sudah meniup lilin, ibu kembali memeluk ku.
" Makasih yah sayang sudah bikin kejutan buat ibu " ucap ibu.
" Iya bu, sama sama kok, cuma kejutan kecil sih hehe " ucap ku pada ibu.
Ibu tersenyum ke arah ku, sambil mengelap air mata nya, ia menutup pintu.
" Bu, sini deh ada yang mau diana kasih lagi buat ibu hehe " ucap ku sambil menarik tangan ibu menuju meja.
" Apa nak? dikasih kejutan kayak gitu aja ibu sudah seneng banget loh " ucap ibu.
" Hehe ibu buka aja yah sendiri " ucap ku sambil menyerahkan hadiah itu kepada ibu.
Ibu kemudian membuka nya pelan pelan, dengan wajah yang sumringah ibu melihat sepasang sepatu yang sangat cantik dari balik kotak itu.
" Ibu suka kan sama hadiah yang aku kasih ini " aku bertanya pada ibu.
" Iya, ibu suka banget, makasih yah kesayangan nya ibu " ucap ibu yang lagi lagi memeluk ku.
" Sama sama bu, nanti besok kerja di pakek yah hehe " ucap ku lagi.
" Pasti nya dong hehe pasti langsung ibu pakek besok hehe, oh iya kamu sudah makan nak? " tanya ibu.
" Belum bu, ibu beli lauk kan, karena emang aku gak masak hari ini " jawab ku.
" Iya lah ibu beli, ayo kita siap siap buat makan, kasihan anak ibu ini belum makan malam " ucap ibu sambil membawa hadiah dari ku dan menaruh nya di rak sepatu.
Aku menyiapkan makanan yang sudah ibu beli itu di atas meja, setelah ibu mandi dan sholat, kami berdua langsung makan.
Aku sangay bahagia bisa melihat ibu tersenyum dengan sangat manis, aku berharap ibu selalu sehat agar bisa mendampingi ku sampai tua nanti.
Dan ayah semenjak ia menikah dan menjual rumah nenek, kami tidak tahu lagi kabar nya sepeti apa, bahkan ia juga tidak berniat ingin melihat ku.
.
.
.
.
Tidak terasa hari ini adalah ujian terakhir di semester 6, aku benar benar tidak sabar untuk menyelesaikan ujian ini agar bisa berlibur dan bersantai di rumah.
Ibu reni masuk kedalam ruangan, dan seketika kelas menjadi sunyi dan mungkin semut lewat pun tidak berani, karena ibu reni itu sangat cerewat dan selalu ingin memenangkan pendapat nya sendiri.
" Singkir kan barang barang yang ada dibatas meja selain pulpen " perintah bu reni.
Kami semua langsung memasuk kan barang barang kedalam tas kecuali pulpen.
" Silahkan taruh tas kalian de dekat papan tulis " perintah bu reni lagi.
__ADS_1
Kami satu persatu meletakkan tas di dekat papan tulis dengan wajah yang mulai pucat dan tegang.
" Diana, angel, tolong bagikan lembar jawaban dan soal ini yah " perintah bu reni.
" Iya bu " ucap ku dan angel, kami langsung berdiri menuju meja dosen dan membagi kan lembar jawaban beserta soal nya.
Ketika kami sudah selesai membagikan nya, bu reni pun berbicara lagi.
" Ibu kasih waktu kalian buat mengerjakan soal ini selama 1 jam 20 menit, karena buat apa lama lama kan sebelum nya kalian sudah mempelajari materi ini, kalau sampai kalian ketahuan saling bertukar jawaban, siap siap nilai kalian F " ucap bu reni.
" Astaga, ya ampun, yang benae saja, gila.... " itu lah ucapan dari teman teman kelas ku.
Tidak menunggu waktu lama, aku langsung mengerjakan soal soal itu, meskipun ada beberapa yang tidak aku tau jawaban tapi aku akan berusaha menulis nya, entah itu benar atau tidak yang penting lembar jawaban ku penuh hahaha.
Setelah waktu ujian berakhir, nampak semua wajah kami sangat stress dan juga pusing, karena soal yang ibu reni buat sangat lah sulit, ada yang wajah nya jengkel, ada juga yang ingin menangis.
Aku yang melihat wajah wajah dari teman ku itu rasanya ingin tertawa tapi aku juga sedih, karena bisa bisa nilai ku jelek untuk mata kuliah ini.
" Terimakasih untuk satu semester nya, semoga nilai kalian memuaskan nanti nya, ibu pamit dulu yah " ucap ibu reni dengan ekspresi wajah yang datar.
" Iya bu, terimakasih juga untuk materi yanh sudah ibu ajarkan pada kami " ucap fina sebagai perwakilan kami.
Bu reni hanya membalas dengan senyuman da kemudian pergi meninggalkan kelas, kami sangat legah karena sudah menyelesaikan semester ini dengan baik dan tinggal menunggu hasil nya saja.
" Na, kita duluan yah " ucap fina, ria dan rani dengan kompak.
" Eh iya iya, kalian hati hati yah, sampai bertemu di semester depan " ucap ku sambil memeluk mereka ber tiga.
Kami saling memeluk satu sama lain, aku akan benar benar merindukan mereka.
.
.
.
.
Aku perlahan berjalan menuju gerbang dan ketika aku sampai di sana, aku benar benar terkejut.
" Diana, aku mau ke tahap yang lebih serius sama kamu " ucap roy dengan sangat kencang sambil membuka kotak yang isi nya cincin.
Ada banyak orang disana yang melihati roy, bahkan fani, ria dan rina juga ikut berdiri di sebalah roy.
Aku benar benar terkejut dan tidak bisa berkata apa apa.
" Maksud nya apa ini roy? " tanya ku dengan heran.
" Kalau kamu terima cincin ini, berarti hari ini kita resmi bertunangan " ucap roy sambil menatap ku dengan serius.
Semua orang bersorak dan mendesak ku untuk mengatakan " Iya ".
" Tapi bagaimana dengan pertunangan mu dengan meta? " tanya ku.
" Sudah kita putuskan, aku sudah bilang sama mama dan papa kalau aku cinta nya sama kamu, dan keluarga meta juga udah nerima, tapi meta nya aja yang belum nerima, lama lama dia bakal ngerti kok " ucap roy yang berusaha meyakinkan aku.
" Beneran? " tanya ku lagi.
" Iya, buat apa aku bohong, kalau gak percaya ayo kita ketemu orang tua ku, mereka juga suka sama kamu " ucap roy.
" Hmmm, ya sudah aku mau heha " ucap ku dengan pelan.
" Apa? gak kedengeran? " tanya roy yang membuat ku malu di depan teman teman kampus.
" Iya aku mau tunangan sama kamu " ucap ku dengan lantang dan kemudian menutup wajah ku dengan kedua tangan.
Semua orang yang melihat kami pun bersorak da ikut bahagia.
Fina, ria dan rani langsung memeluk ku, mereka sangat bahagia dan sambil menetes kan air mata, mereka sangat terbaru melihat perjalanan asmara ku.
Kemudian roy memakai kan cincin di jari ku, aku sampai menangis terseduh seduh karena masih tidak percaya, kemudian roy juga memeluk ku dengan sangat erat bahkan mencium kening ku dengan penuh ke hangatan.
Aku benar benar bahagia, dan juga aku sangat menyayangi dan mencintai roy.....
Terimakasih tuhan sudah memberikan orang orang yang sangat istimewa dalam hidupku, Nenek, kakek, Ibu dan juga Roy, aku sangat menyayangi kalian!!! ... (◍•ᴗ•◍)❤
~ S E L E S A I ~
__ADS_1
( Semoga kita semua selalu bahagia dengan orang orang yang kita sayangi yah ❤ )