Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 3


__ADS_3

Setelah mendapat serangan kata kata ingin "menikah lagi" dari ayah sore kemarin membuat ku tampak lelah dan akhirnya tidur dengan pulas di kamar nenek, dan ketika nenek membangunkan ku ternyata hari sudah subuh, bahkan aku tidak bangun dan makan di malam hari.


Pantas saja ketika bangun perut ku sangat lapar, setelah sholat aku langsung membuat sarapan untuk kami berdua, sedangkan nenek masih mengaji.


Aku memasak nasi goreng dan telur dadar karena itulah menu masakan yang mudah dan aku bisa haha.


" Nek, itu sarapan sudah aku siapkan yah, aku mau mandi dulu " ucap ku pada nenek.


" Iya iya nanti saja, tunggu kamu sudah selesi mandi " ucap nenek.


" Oke tuan putri " ucap ku sambil bergegas ke kamar mandi.


Setelah mandi dan mempersiapkan baju untuk ku pakai kuliah nanti, aku langsung menuju ke meja makan dan mengajak nenek untuk sarapan.


" Ayo nek kita sarapan " ucap ku.


" Iya sayang, tolong ambilkan teh disana yang sudah nenek buat tadi " ucap nenek.


Aku langsung mengambil teh hangat di dekat kompor dan menaruh nya di atas meja makan, kemudian kami sarapan dan aku hanya makan sedikit karena takut akan BAB nanti hehe.


Setelah selesai sarapan aku langsung memesan ojek online dan bersiap untuk pergi ke kampus.


" Nek nanti aku pulang sore yah karena teman teman ngajakin keluar sebentar " ucap ku sambil menyalani nenek.


" Iya, hati hati yah, jangan malam malam pulang nya " ucap nenek.


" Siap tuan putri " ucap ku sambil memaki sepatu.


" Uang saku masih ada kan? " tanya nenek.


" Masih kok nek, aku pergi ya nek ojek nya sudah ada di depan " ucap ku sambil meningglkan rumah.


" Iya iya hati hati sayang " ucap nenek sambil melihatku menaiki motor ojek itu.


Selang 15 menit aku pun sampai ke kampus dan turun dari motor kemudian langsung membayar tarif ojek itu, dan ketika aku ingin berjalan ke arah gerbang aku melihat laki laki yang waktu itu duduk di taman sambil membaca novel.


Dia berjalan di sebrangan jalan tempat ku berdiri, aku terus melihati nya, mungkin dia sadar kalau aku sedang memperhatikan dia, kemudian dia melihatku dan tersenyum dengan manis ke arah ku.


Awalnya aku mengira dia tersenyum dengan seseorang tetapi aku melihat disekitar ku tidak ada orang lain, dan dia menunjuk ke arah ku, mungkin yang ia maksud adalah aku.


Kemudian aku membalas senyumnya dan benar benar seperti mimpi, aku terus bertanya pada diriki " Apakah ini mimpi atau hanya ilusi ku saja? "


Tapi itu emang kenyataan bahwa dia tersenyum ke arah ku, hati ku benar benar bergetar dan sangat bahagia.


Dia masih berdiri disana dan kemudian dia berbicara dan aku mendengar nya.


" Ayo masuk nanti telat " ucap laki laki itu.


" Hah, iya iya " ucap ku dengan sangat gemetar, aku melihat jam di tangan ku menunjukan kelas akan segera dimulai dan aku memutar badan ku sambil berjalan ke arah gerbang.


Aku berharap bisa bertemu kembali dengan laki laki itu karena aku ingin sekali menanyakan nama nya, karena kami sudah 2 kali bertemu dan aku juga belum mengetahui namanya.


.


.


.


Sepanjang mata kuliah mood ku sangat baik dan hari ini nampak nya kan menjadi hari yang bahagia dalam hidup ku,


" Eeh na lihat ada yang nungguin kamu tuh " ucap rani kepada diana.


" Siapa? " tanya diana sambil melihat ke arah jendela.

__ADS_1


" Cieee cieee cieeee " ucap ria dan fina kepada diana.


" Itu anton kan? mau ngapain dia " tanya diana dengan penasaran.


" Ya gak tau lah, samperin gih " ucap fina.


" Ogah, nanti dia kira aku ke geeran " ucap ku sambil mengeluarkan handphone dari dalam tas.


Setelah dosen keluar dari ruangan itu kemudian anton pun masuk dan menghampiri diana.


" Na, mau ke kantin gak? " tanya anton pada diana.


" Enggak deh ton, tadi aku sudah sarapan di rumah " ucap ku sambil sedikit tersenyum.


" Oh gitu, ya sudah, kamu kenapa jarang bales whatsapp aku? " tanya anton lagi.


" Iya aku jarang aktif soalnya, ini aja lagi buka buka grup nih banyak banget hehe " ucap ku sambil melihat pesan di whatsapp.


" Ya sudah, kalau gak sibuk chat aku yah hehe, aku ke kantin dulu yah " ucap anton sambil berdiri dan berjalan ke luar ruangan.


Aku hanya membalas nya dengan senyuman, sedangkan Fina, Rani dan Ria sibuk menertawakan aku, mereka sangat setuju jika aku berpacaran dengan anton.


Sedangkan aku hanya menganggap nya teman biasa, memang anton itu sangat baik dan juga pintar dia juga selalu membantu ku jika aku ada kesulitan, aku dan anton pertama kali bertemu di ospek fakultas dimana kami satu kelompok dan dari sana lah kami mulai akrab.


Tapi aku hanya menganggap nya teman biasa, aku sebenarnya tau jika anton menyukaiku dari perlakukan nya yang tidak biasa dan juga tingkah laku nya jika berhadapan dengan ku, meskipun dia tidak memberitahu ku tapi aku sudah mengetahuinya.


" Na kenapa gak kamu terima aja sih dia itu kasihan tau dianggurin lama lama " ucap Ria.


" Iya nih si ana, anton itu baik tauk " ucap Rani.


" Jujur yah, dia itu emang baik dan juga pintar, tapi aku gak suka gimana dong, dan juga aku gak mau nerima orang cuma karena terpaksa apa lagi kasihan " ucap ku dengan tegas.


" Iya juga, bener juga apa kata kamu na, gak boleh mainin hati seseorang, lebih baik di tolak dari pada di terima cuma mau manfaatin doang " ucap fina.


" Iya kan fin, gak salah kan " ucap ku.


" Emang aku gak kasih dia harapan kok, buktinya chat dia jarang aku balas dan ketika dia ngajak makan atau pulang bareng selalu ku tolak " ucap ku kepada mereka.


" Bagus, intinya kalau kamu gak suka jangan kasih dia harapan ya na nanti takutnya di baper lagi " ucap rani.


" Siap siaap " ucap ku dengan tegas.


" Eh aku mau bilang kalau aku gak bisa ikut kalian jalan hari ini, soalnya mau pergi sama orang tua ku " ucap fina.


" Ya sudah fin gak papah, aku juga mau pergi sama kakak ku " ucap Ria.


" Lain kali aja deh kita pergi nya, tunggu semua nya bisa " ucap ku.


Dan kami berempat menyetujui nya, kemudian kami langsung turun kebawah dan bersiap untuk pulang, dan dari kejauhan aku melihat laki laki itu.


Aku berpamitan kepada fina, ria dan rani, kemudian aku berjalan menyebrangi jalan dan memberanikan diri untuk menyapa laki laki itu.


.


.


.


" Hey, masih inget gak " ucap ku pada laki laki itu yang sedang duduk di taman depan kampus kami.


" Hey ayo duduk, iya lah masih inget hehe, siapa nama kamu " tanya laki laki itu.


" Diana hehe, kamu siapa? " tanya ku balik.

__ADS_1


" Perkenalkan aku Roy " ucap laki laki itu.


" Eh iya roh hehe " ucap ku sambil tersenyum dan sangat bahagia bisa mengetahui namanya.


" Kamu kuliah disini? jurusan apa? " tanya Roy.


" Iya hehe, aku ambil jurusan bahasa indonesia " ucap ku.


" Oh gitu, sudah semester berapa? " tanya roy lagi.


" Baru masuk semester 5 nih, kamu gimana? kuliah atau kerja? " tanya ku dengan penasaran.


" Iya kuliah juga, tapi di universitas swasta sama kayak kamu semester 5 juga " ucap boy sambil tersenyum.


" Ternyata kita sama yah hehe, kenapa kamu sering main kesini? " tanya ku pada roy.


" Karena disini ada taman dan udaranya sangat enak, sedangkan di kampus ku tidak ada taman " ucap roy sambil tertawa.


" Iya sih taman disini emang enak banget " ucap ku, aku memang tau kamus roy itu tidak memiliki taman dan jarak nya tidak terlalu jauh dari kampus kami.


" Rumah kamu dimana? " tanya roy.


" Di daerah seberang deket fly over " ucap ku.


" Oh arah sana, aku sering lewat sana sih hehe ada temab ku rumah nya di arah sana juga " ucap roy.


" Kapan kapan mampir lah kerumah ku " ucap ku yang sangat genit ini.


" Iya iya nanti aku bakal mampir kalau lewat sana " ucap boy sedikit memberikan ku harapan.


" Kamu gak ada mata kuliah? " aku bertanya pada roy.


" Gak ada, hari ini kebetulan kosong, dan aku juga lagi nunggu teman kita mau pergi " ucap roy.


" Oh gitu ya sudah aku mau pulang dulu yah sudah mau sore soalnya hehe " ucap ku sambil tersenyum dengan malu.


" Iya iya kamu hati hati yah " ucap roy.


Orang orang melihatiku, sepertinya karena aku terus tersenyum dan aku langsung bergegas menaiki Bus dan ketika di dalam mobil aku terus melihati roy dari arah belakang dan sambil tersenyum.


Setelah 30 menit di dalam Bus dan akhirnya aku pun sampai di rumah, dan nenek melihat ku terus tersenyum dan bertanya pada ku.


" Abis duit emang? " tanya nenek.


" Maksud nya? " aku balik nanya ke nenek.


" Iya kamu dari tadi senyum senyum terus, emang kamu nemu duit? " ucap nenek.


" Haha gak gitu sih nek " ucap ku sambil tertawa.


" Jadi ada apa? " tanya nenek dengan penasaran.


" Enggak kok hehe, ya sudah nek aku mau mandi dulu yah " ucap ku sambil berjalan ke arah kamar.


" Hmmm anak muda jaman sekarang suk aneh emang " ucap nenek.


Setelah sampai dikamar aku langsung mengambil handuk dan segera mandi karena aku sangat gerah dan ingin makan karena perut ku sangat lapar.


Habis mandi sambil berpakaian aku mengingat kejadian hari ini dan aku pun tersadar kenapa tidak meminta nomor whatsapp nya.


" Duuh kenapa sih aku gak minta nomor nya hehe emang dasar payah " ucap ku sangat menyesali diri sendiri.


" Ya sudah deh nanti kalau ketemu aku harus minta nomor dia hehe, eh kenapa aku yang kesannya gatel yah? eh gak papalah bodo amat " ucap ku sambil meyakinkan diri bahwa aku bisa lebih dekat lagi dengan roy.

__ADS_1


Setelah itu aku langsung berjalan ke meja makan dan langsung membuka tudung saji kemudian mengambil nasi dengan raut wajah yang bahagia, dari arah Tv nenek hanya melihatiku dan merasa bahwa aku sangat aneh.


Hari ini adalah hari terbaik ku hehe aku sangat bahagia sekali .........


__ADS_2