Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 10


__ADS_3

Setelah beberapa jam aku dan ibu menunggu di depan ruangan nenek, akhirnya kami boleh masuk kembali dan diperboleh kan untuk tidur didalam ruangan.


Ketika di dalam, aku dan ibu langsung mendekati nenek dak nenek sudah bisa di ajak berbicara, meskipun dengan suara yang sangat lembut, ibu memberikan buah yang sudah di siapa kan oleh pihak rumah sakit kepada nenek.


Dan nenek menyuruh ibu dan aku untuk mencari makan dulu diluar, karena nenek tau kami belum makan malam.


" Ajaklah diana mencari makan, kasihan kalian belum makan, nanti dia kelaparan. Ibu tidak apa apa kok " ucap nenek dengan suara yang sangat lembut.


" Iya buk aku akan mengajak diana mencari makan diluar, ibu gak apa apa kan kami tinggal sebentar " ucap ibu kepada nenek.


" Iya iya gak apa apa, ayo cari makan " ucap nenek lagi.


Akhirnya aku dan ibu keluar dari rungan tempat nenek dan menuju kantin dirumah sakit itu, kami makan hanya sebentar sekitar 30 menitan habis itu kami masuk lagi ke dalam ruangan tempat nenek di rawat.


" Besok ibu pulang kerumah nenek sebentar yah, dan kamu jagain nenek disini, ibu mau ambil baju kami sama punya nenek dan beberapa perlengkapan lainnya " ucap ibu kepada ku dan juga di dengar nenek.


" Iya bu, beres " aku menjawab perintah dari ibu.


"Kamu besok ada jadwal kuliah? kalau ada izin saja dulu sama teman kamu yah bilangin kalau nenek masuk rumah sakit " ucap ibu.


" Iya bu, besok sebenarnya ada mata kuliah tapi gak apa apa aku bakal whatsapp teman ku, biar dia yang izinin ke dosen nya " aku menjawab.


" Ya sudah, ibu mau guling guling sebentar yah nak " ucap ibu.


Yang kebetulan pihak rumah sakit sudah menyiapkan tikar kecil untuk keluarga pasien.


" Iya buk " ucap ku sambil mengetik pesan whatsapp kepada fina agar besok mengizinkan ku.


Sekitar pukul 11 malam aku sudah mulai mengantung, dan nenek juga sudah tertidur, akhirnya aku pun tertidur disebelah ibu.


.


.


.


Besok pagi nya, ibu bersiap siap untuk kembali kerumah nenek, untuk mengambil beberapa baju untuk ku dan juga nenek, serta keperluan yang lainnya.


Aku menyuapi sarapan untuk nenek yang sudah di siapkan oleh rumah sakit, melihat menu makanan dirumah sakit membuat k mual karena hanya ada nasi putih seperti bubur, kemudian sayur bening, dan tahu, tempe yang tidak ada rasa nya.


Nenek saja tidak habis makannya apa lagi aku hehe, membayangkan nya saja aku sudah tidak mau.


Hampir 2 jam ibu pergi dan akhirnya ibu kembali lagi kerumah sakit pukul 10, dan aku langsung bergegas untuk mandi karena tubuh ku sudah benar benar gerah.


Selagi aku mandi, ibu mengelapi nenek kemudian menggantikan baju nenek, ibu sangat menyayangi nenek sama seperti ibu nya sendiri.


Nenek juga sangat berterima kasih kepada ibu dan nenek sangat menyesalinya kenapa bisa ayah menyia nyiakan wanita sebaik ibu.


Tentu saja ayah ku itu sangat bodoh dan sudah di butakan oleh wanita jahat itu.


Aku sudah selesai mandi dan menyuruh ibu juga untuk mandi, ibu tidak membawa pakaian dari rumah, jadi ibu menggunakan pakaian milik ku, kebetulan badan kami hampir sama, cuma aku memang lebih tinggi dari ibu.


" Ibu mau mandi ya nak, kamu sarapan dulu itu sudah ibu belikan nasi uduk tadi waktu perjalanan pulang ke sini " ucap ibu.


" Iya kamu makan saja dulu " ucap nenek juga.


" Siap siap aku akan sarapan hehe " ucap ku sambil membuka masi uduk.


Aku makan dengan sangat nikmat karena nasi uduk nya memang lezat, ketika aku sedang enak enak makan, ada yang datang dari luar.

__ADS_1


" Ibuuu, bagai mana keadaan ibu? " tanya ayah yang sangat panik.


Nenek hanya diam saja dan tidak menjawab pertanyaan ayah.


Ayah datang bersama wanita itu, dan mereka sepertinya tidak tau jika ada ibu disini, aku yang awal nya sangat nafsu makn tiba tiba selera nafsu ku hilang dan segera menutup wadah nasi uduk itu.


" Keadaan ibu susah lebih baik kan? ibu sudah sarapan? " tanya ayah lagi.


Tapi nenek tetap saja diam.


Aku tidak tahan melihat wajah ayah dan juga wanita itu, aku memutuskan untuk menunggu di luar saja.


Selang 15 menit ternyata ibu juga ikut keluar dan duduk bersama di sebelah ku, aku mulai menanyakan pada ibu bagaimana kondisi di dalam.


" Gimana buk reaks mereka ketika ibu keluar dari kamar mandi tadi? " tanya ku dengan penasaran.


" Ibu terkejut nak, mereka juga, tapi ibu langsung memalingkan wajah dan bilang ke nenek kalau ibu akan menunggu di luar, dan nenek menjawab iya jangan keluar jauh jauh " ucap ibu.


" Dari tadi ayah bertanya pada nenek buk, tapi nenek tidak menjawab nya " ucap ku pada ibu.


" Ya sudah nak, itu urusan ayah mu sama nenek, wajar saja jika nenek mu sangat marah pada nya sampai ia harus masuk rumah sakit seperti ini " ucap ibu.


" Nak ayo kita ke kantin, ibu lapar sekali, sarapan yang ibu beli tadi ada di dalam dan tidak enak kalau harus mengambil nya " ucap ibu.


" Ayo bu " jawab ku sambil memegang tangan ibu dan kami berjalan bersama.


.


.


.


Dan aku harus menjaga nenek dan ibu agar tidak terluka dan selalu sehat. setelah 1 jam kami berada di kantin, ibu mengajak ku untuk kembali kedalam.


" Yuk nak kita masuk, kali saja ayah mu sudah pulang " ucap ibu.


Kami pun sampai di depan ruangan nenek, dan aku mengintip apakah ayah masih ada didalam atau sudah pergi dan ternyata ayah sudah pergi.


" Bu, ayah sudah pergi, yuk kita masuk " ucap ku pada ibu.


" Yasudah " ucap ibu.


Kemudian didalam, kami langsung mendekati nenek dan nenek langsung bercerita kepada kami tentang ayah.


" Dia tau kalau nenek masuk rumah sakit dari paman ari " ucap nenek.


Paman ari adalah paman yang mengantar kami dan nenek kerumah sakit kemarin.


" Terus dia bilang apa lagi bu? " tanya ibu.


" Dia cuma minta maaf karena sudah membuat ibu sakit seperti ini, terus dia juga meninggalkan uang, dan wanita itu hanya diam saja tidak bicara sedikit pun " ucap nenek sambil menyerahkan uang itu kepada ibu.


" Diana saja yang menyimpan uang ini, jika nanti ada keperluan mendadak kan " ucap ibu dan memberikan uang itu kepada ku.


Dan aku langsung menyimpan uang itu di dalam tas, dan tas itu aku masukan di dalam lemari kecil sebelah tempat tidur nenek.


" Ya sudah bu, jangan lagi dipikirkan, ibu istirahat saja, yakinkan sama diri sendiri kalau ibu akan sembuh " ucap ibu yang membuat ku tersentuh.


Dan nenek pun selalu menuruti perintah yang ibu suruh.

__ADS_1


Sampai saat ini anak anak nenek yang lain belum ada yang datang, ayah memiliki 4 saudara dan hanya ayah yang baru datang.


Memang anak anak nenek sangat jarang sekali melihat nenek, aku juga tidak tau apakah mereka tau jika nenek masuk rumah sakit.


Aku akan melihat, apakah mereka akan datang atau tidak.


Siang harinya kakak ayah datang bersama istrinya dan membawa buah dan mereka cukup lama, tidak lama itu adik ayah juga datang mengunjungi nenek.


Dan disusul adik ayah yang bungsu datang juga sebelum maghrib, tapi dari mereka semua tidak ada yang menginap dirumah sakit, mereka hanya menjenguk saja tidak sampai menginap menjaga nenek.


Aku berfikir padahal mereka anak nya tetapi kenapa seperti orang lain? sedangkan ibu hanyalan mantan menantu nya? tetapi ibu sangat menyayangi nenek, menganggap nya seperti ibu nya sendiri.


Dan dari sini membuat ku yakin bahwa aku sangat menyayangi ibu dan juga aku sangat kasihan kepada nenek, anak anak nya tidak terlalu menghawatirkan keadaan nya.


Malam pun berlalu aku dan ibu seperti biasa kami tidur di tikar bawah, tapi kami tidak mempermasalahkan itu.


Dan pagi harinya setelah nenek sarapan, ibu dan juga aku sudah selesai mandi, doket pun datang dan mengatakan bahwa nenek sudah bisa pulang hari ini.


" Selamat pagi ibu, keadaan ibu sudah mulai membaik, ibu sudah di perbolehkan pulang yah hari ini " ucap dokter itu kepada nenek.


" Oh begitu, terimakasih yah dokter " ucap nenek.


" Nanti kalau pulang, ibu harus banyak banyak istirahat dan juga minum air putih yah bu " pesan dokter itu.


" Iya dokter " jawab nenek dnegan singkat dan sambil tersenyum.


" Ya sudah, saya permisi dulu yah bu " ucap dokter.


" Iya dokter makasih banyak yah " ucap ibu sambil mengantar dokter itu kedepan pintu.


" Nah akhirnya nenek bisa pulang hehe, aku bosan nek di rumah sakit ini, kangen rumah nenek " ucap ku mengeluh kepada nenek.


" Iya iya, sebenatar lagi kita pulang yah, nenek juga sudah tidak tahan di sini hehe " ucap nenek.


Aku dan ibu mulai membereskan segala barang barang kami dan bersiap untuk pulang, aku memesan Grab Car, ibu dan aku memegangi nenek dari sebelah kanan dan kiri hingga sampai di depan mobil, kemudian kami masuk dan pergi meninggalkan rumah sakit.


.


.


.


Hampir 40 menit kami di perjalanan dan akhirnya sampai dirumah nenek, aku langsung buru buru turun dan membuka pintu pagar, sedangkan ibu langsung membayar tarif Grab Car itu.


Kemudian kami memopong nenek masuk ke dalam rumah, dan langsung menuju kamar nenek, aku langsung mengambilkan air putih untuk nenek.


Setelag selesai nenek langsung istirahat sedangkan aku dan ibu bersantai di ruang tengah sambil menonton Tv, karena kami tidak ingin mengganggu nenek yang sedang istirahat.


Malam hari nya ibu harus pulang, karena besok ibu harus bekerja kembali, dan ibu menitipkan pesan kepada ku untuk menjaga nenek.


" Nak ibu pulang dulu yah, kalau ada apa apa telfon ibu, dan kalau ibu pulang cepat nanti ibu akan datang kesini " ucap ibu sambil memeluk ku.


" Iya bu, hati hati yah " ucap ku pada ibu.


" Kalau besok kamu kuliah, siapkan makanan dan air putih di kamar nenek, biar nenek gak perlu kemana mana oke " ucap ibu lagi.


" Siaap ibu, daahhh muaach " ucap ku sambil mencium pipi ibu.


Setelah ibu pergi aku pun langsung mengunci gerbang, dan pintu rumah, kemudian aku pergi ke kamar nenek. Malam ini aku akan tidur disini dan menemani nenek.

__ADS_1


" Selamat malam tuan putri ku hehe " ucap ku sambil memeluk nenek, dan nenek juga tersenyum sambil memeluk ku..............


__ADS_2