Happiness With My Sunshine

Happiness With My Sunshine
Episode 14


__ADS_3

Sudah beberapa hari aku tidak melihat si roy, bahkan nomor nya juga tidak pernah aktif. Ketika pulang kuliah aku selalu duduk di taman entah 20 sampai 30 menit, tetapi tetap saja aku tidak melihat si roy sama sekali, pasti roy sangat sibuk akhir akhir ini.


Sudah 2 minggu berlalu dan aku juga belum bertemu dengan roy, aku juga tidak tau rumah nya dimana, dan tidak mungkin kan aku menunggu di kampus nya, aku juga belum pernah ke universitas pertiwi.


" Na kamu belajar gak hari ini? " tanya fina pada ku.


" Belajar dikit sih, abis itu aku tidur haha " ucap ku sambil tertawa.


" Nanti kasih tau aku yah kalau aku gak bisa jawab " ucap fina.


" Beres lah, kamu juga kalau tau jawaban nya kasih tau aku hehe " ucap ku pada fina.


" Siaap " ucap fina sambil hormat kepada ku.


Hari ini kami mulai ujian semester, biasanya tempat duduk akan dipisah jadi dua bagian, aku dan fina biasa nya akan duduk di sebelah kiri, sedangkan ria dan rani akan duduk di sebelah kanan.


" Selamat pagi " ucap Buk Fitri.


" Selamat pagi juga buk " kami menjawab dengan kompak.


Ibu fitri adalah dosen kami yang paling muda, tentu saja dia sangat gaul dan sangat bersahabat bahkan buk fitri sudah seperti kakak kami sendiri hehe.


" Sudah siap kan untuk ujian? " tanya buk fitri pada kami.


" Siap gak siap harus siap buk " jawab kami dengan serentak dan membuat ibu fitri tertawa.


Ibu fitri menyuruh kami untuk membuat dua bagian tempat duduk, dan ditengah tengah nya di beri jalan, untuk buk fitri lewat, agar dia bisa memantau kami selama ujian berlangsung.


Perlahan ibu fitri mulai memberikan angket kepada kami satu satu dan memberikan kertas soal beserta lembar jawaban nya, kami di beri waktu 45 menit untuk mengerjakan soal soal nya.


Buk fitri juga mengatakan jangan saling mencontek, tapi tetap saja kami semua akan bertukar jawaban dan ibu fitri pasti mengetahui nya dan ia hanya diam saja, ibu fitri kan masih muda dan tidak mungkin lah kalau dia tidak tau murid murid sedang bekerja sama untuk menjawab soal soal dari nya.


Karena di kelas kami tidak ada siswa yang ingin memiliki nilai yang besar sendiri, kami akan saling berbagi dan membantu satu sama lain, kelas kami sangat kompak hehe apa lagi kalau soal ulangan...


45 menit sudah berlalu, dan waktu nya untuk mengumpulkan hasil jawaban kami, ibu fitri juga mengatakan.


" Nilai kami akan di masuk kan di website kampus nanti, dan selamat berlibur, maaf kan ibu jika selama proses pelajaran ada kata kata yang menyakiti kalian, sekali lagi ibu mohon maaf dan terimakasih sudah menjadi murid yang baik selama di pelajaran ibu " ucap buk fitri dengan serius.


" Iya buk sam sama, kami juga minta maaf sama ibu jika selama proses pembelajaran kami sering main main " ucap angel sebagai ketua kelas kami.


" Tidak apa apa kok, ibu sangat senang memiliki murid seperti kalian, ibu pamit dulu yah, semoga nanti kita bisa bertemu kembali, dan ingat jika di luar kalian bertemu dengan ibu, tolong tegur ibu yah hehe " ucap buk fitri dengan penuh haru.


" Iya ibuk, sampi berjumpa lagi nanti " ucap rani.


Buk fitri pergi meninggalkan ruangan kami sambil memberikan senyuman yang sangat tulus kepada kami.


.


.


.


.


Ujian kami sudah selesai hari ini, dan aku berharap bisa bertemu dengan roy, karena jika liburan kuliah nanti akan sulit bagi kami untuk bertemu, roy bagaikan di telan bumi, sudah 2 minggu lebih aku tidak melihat nya.


" Apakah dia sedang fokus untuk ujian semester? " tanya ku di dalam hati.


Sambil berdiri di tepi jalan aku menunggu Bus lewat, dan tidak sengaja bertemu dengan wanita yang mencari ku waktu itu, lagi lagi dia menatap ku dengan tajam, yang membuat ku merasa sangat tidak nyaman.


Aku pura pura tidak melihat nya, tapi aku menyadari bahwa dia terus menatap ku, dia seperti punya dendam tersendiri pada ku, tapi aku mengingat ingat masa lalu, kalau saja aku pernah menyakiti hati nya dulu, tapi aku tidak mengingat nya sama sekali dan wajah nya itu benar benar asing menurut ku.


Kebetulan sekali bus ke arah rumah ku sudah datang dan aku langsung menaiki bus itu, dia terus melihati ku sampai aku menaiki bus, aku benar benar takut dengan wanita itu, dia seperrti ingin memakan ku.


Tapi untung lah aku sudah naik bus, hari ini aku cukup kecewa karena tidak bisa bertemu dengan roy, padahal aku ingin mengajak nya pergi ke suatu tempat sebelum libur semester, tapi tidak apa apa, aku masih berfikiran positif tentang roy.

__ADS_1


Ketika aku sampai dirumah, aku melihat mobil yang tidak asing menurut ku, yah itu adalah mobil kak indra anak nya tante sandra.


" Assalamualaikum nek " kata ku.


" Wa'alaikumussalam sayang, sudah pulang yah " tanya nenek.


" Iya nek, kan lagi ujian jadi pulang nya cepat " kata ku.


Kemudian kak indra keluar dari kamar mandi kami dan aku langsung menyapa nya.


" Loh kak indra? " tanya ku pada kak indra.


" Sudah pulang yah diana? " kak indra balik bertanya pada ku.


" Iya kak, kami kan lagi ujian dan kebetulan hari ini adalah ujian terakhir " kata ku pada kak indra.


" Oh gitu hehe, mau liburan semester dong " ucap kak indra sambil duduk di kursi.


" Iya kak, lburan nya kerumah nenek hehehe " kata ku sambil bercanda.


Dan kak indra juga orang nya sangat enak, dia sangat nyambung berbicar dengan ku, ia tidak merasa sok pintar apa lagi sok tau.


" Kakak mau ajak diana jalan ke luar, mau gak? " tanya kak indra.


" Hari ini kak? " aku balik bertanya.


" Nanti lah 2 tahun lagi hehe, yah sekarang lah diana kamu gimana sih " ucap kak indra sambil tertawa.


Dan nenek juga ikut tertawa meliahat tingkah laku cucu nya.


Aku langsung meminta izin pada nenek untuk pergi bersama dengan kak indra.


" Nek, boleh yah aku pergi sama kak indra " tanya ku pada nenek.


" Iya jangan malam malam yah pulang nya, jagain dianw yah indra " ucap nenek kepada ku dan juga kak indra.


.


.


.


.


Aku dan kak indra pun pergi ke salah satu mall yang ada di kota ku, aku sangat senang sekali aku merasa sedang pergi bersama kakak kandung ku sendiri, kak indra sangat baik dan juga sopan kepada nenek.


" Kita nonton bioskop yuk " tanya kak indra pada ku.


" Ada filn apa emang kak? " aku kembali bertanya pada kak indra.


" Kita lihat saja dulu disana haha kakak juga gak tau ada film apa " ucap kak indra.


Aku dan kak indra pun berjalan menuju bioskop dan langsung melihat film film apa yang sedang tayang, tetapi tidak satu pun menarik minat ku untuk menonton nya, termasuk kak indra.


" Kayak nya gak ada film yang bagus deh " ucap kak indra pada ku.


" Iya kak, banyak kan film action dan aku gak suka " kata ku pada kak indra.


" Iya sudah dek, kita main aja yuk kayak di fun city gitu " ucap kak indra.


" Oke kak " aku menjawab dengan singkat.


Sambil berjalan menuju tempat permainan, kak indra menarik tangan ku untuk membeli ice cream.


" Diana, mau beli ice cream gak? " tanya kak indra.

__ADS_1


" Mau kak hehe " jawab ku sambil tertawa.


" Kamu mau rasa apa? " tanya kak indra lagi.


" Strawberry aja kak, kalau kakak rasa apa? " tanya ku pada kak indra.


" Rasa yang pernah ada hehe gak deng rasa oreo " ucap kak indra sambil tertawa menghibur ku.


" Ih kakak apaan sih? Mau melawak atau gimana nih haha " kata ku sambil ikut tertawa.


Kak indra pun mengantri untuk membeli ice cream, sedangkan aku duduk dan menunggu kak indra di samping toko ice cream sambil bermain Handphone.


Sejujur nya kak indra sangat baik, jika aku tidak menyukai roy mungkin sekarang aku sudah menyukai kak indra hehe, karena dia juga tipe ku sebenarnya hehe.


Kak indra langsung memberikan ice cream strawberry milik ku, dan kami melanjutkan perjalan (eaahhh perjalanan), kami menuju tempat permainan sambil memakan ice cream sambil sedikit bercanda.


Setelah sampai disana, kak indra langsung menukar kan uang nya menjadi koin, awalnya aku masih malu malu untuk bermain, tapi aku tidak bisa menutupi kepribadian ku yang sebenarnya tidak bisa diam.


Aku langsung menunjukan jati diri ku, aku bermain bahkan tertawa dengan suara yang lantang dan nampak nya kak indra juga sangat bahagia.


Kami pun asyik tertawa bersama, aku melupakan segala pikiran yang mengganggu kepala ku akhir akhir ini, dan aku ingin ber senang senang untuk menghilangkan stress.


.


.


.


.


Sesudah bermain, aku pun sangat lelah dan seperti nya kak indra juga sama seperti ku, kami pun mencari tempat makan.


" Kita cari tempat makan saja yah " ucap kak indra.


" Iya kak " kata ku dengan singkat.


Kami mendapatkan tempat makan yang kelihatan nya enak dan juga harga nya cukup terjangkau, di lantai 2....


Kami langsung mencari tempat duduk, kemudian melihat daftar menu, memesan makanan sesuai selera kami masing masing.


Sambil menunggu pesanan kami datang, kak indra bertanya pada ku.


" Pacar kamu kuliah atau sudah bekerja? " tanya kak indra.


" Oh, aku gak punya pacar kak hehe, masih betah sendiri " kata ku sambil sedikit tertawa.


" Oh gitu, kirain pacar kamu satu kampus kan hehe " ucap kak indra.


" Enggak kak, terus kakak gimana? " aku balik bertanya pada kak indra.


" Apanya? Pacar kakak? Kakak mah baru saja putus hehe " ucap kak indra.


" Oh gitu, baru jomblo dong hehe " ucap ku sambil bercanda.


Kemudian kami bertukar nomor whatsapp dan tidak lama itu juga pesanan kami datang, kami mulai menyantap nya, karena jujur saja aku memang sangat lapar hehe....


Setelah makan kami bersiap siap untuk pulang, karena kak indra sebelumnya mendapatkan telfon dari tante sandra dan ternyata kak indra ingin mengantar tante sandra ke rumah sakit untuk melihat teman nya yang baru saja operasi.


Kak indra mengantar ku pulang, kemudian izin pulang kepada nenek.


" Hati hati yah kak, titi salam sama tante sandra " ucap ku pada kak indra.


" Iya, makasih juga yah diana sudah mau nemenin kakak hari ini hehe " ucap kak indra.


" Okee " ucap ku sambil menunjukan ibu jari yang membentuk lambang oke hehe.

__ADS_1


Kak indra tersenyum kepada ku dan langsung pulang dengan mobil warna putih nya......


__ADS_2