
Dikehidupan seperti sekarang ini pendidikan sangat lah penting, dimana hampir semua pekerjaan melihat latar belakang pendidikan, bahkan sudah banyak sekali sarjana yang ada di Indonesia.
Dan hal itulah yang membuat Diana bersemangat untuk kuliah dan ingin menyelesaikan pendidikan strata 1 nya, dan habis itu ia akan bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri.
Hari itu, setelah mata kuliah selesai Diana dan teman temannya meninggalkan kampus tapi ketika mereka berjalan ke arah pintu keluar diana melihat laki laki yang sedang duduk di taman depan kampus nya.
Teman teman diana satu persatu pulang dengan kendaraan nya sedangkan diana masih menunggu ojek online yang ia pesan.
Sambil berjalan ke arah gerbang dan sesekali ia melihat ke arah laki laki itu, laki laki itu sedang membaca sebuah novel.
" Ya ampun manis banget sih, apa dia anak fakultas ini? " tanya ku dalam hati.
Kemudian laki laki itu melihat ke arah ku dan sontak membuat ku jadi salah tingkah, aku ingin memberika senyum kepada nya tetapi aku takut ia akan berpikiran yang aneh aneh tentang ku.
Laki laki itu pun terus melihat ke arah ku, dan nampaknya ia agak terkejut karena aku terus menatapnya, tidak lama kemudian ojek yang aku pesan pun datang dan aku langung bergegas pulang, sambil dijalan aku memipirkan wajah laki laki itu.
Dan sepertinya aku menyukai dia hehe,karena laki laki itu duduk ditaman dan asik membaca sebuah novel dimana sekarang laki laki seperti itu sangat jarang ku temui.
.
.
.
Setelah sampai dirumah dan nenek langsung menyuruh ku bergenti pakaian kemudian makan, nenek ku sangat perhatian.
Sambil melepas baju aku masih memikirkan laki laki yang ku lihat tadi, aku terus bertanya apakah dia kuliah disana juga dan siapa namanya, aku berharap lain hari bisa bertemu dengan nya.
" Nek, nenek masak apa siang ini? " tanya ku pada nenek.
" Sambal ikan sama sayur sop, cepetan makan ini sudah jam 2 nanti kamu sakit perut " ucap nenek sambil menonton Tv.
" Waaah, aku lapar sekali nek " ucap ku sambil mengambil nasi dan meletakkan di atas piring.
" Makan yang banyak, biar gak kayak tulang berjalan " ucap nenek meledek ku karena aku sangat kurus.
" Garing tau nek kayak kerupuk " ucap ku sambil makan di meja makan.
" Abis kamu makan, keluarin sampah itu yah na " perintah nenek.
" Beres tuan putri " ucap ku sambil makan dengan lahap.
Setelah aku makan dan langsung mencuci piring yang habis ku gunakan itu, karena nenek sangat tidak suka melihat piring menumpuk, mangkanya kami berdua setelah makan akan langsung mencuci nya.
Aku bergegas untuk membuang sampah di Bak sampah seberangan jalan karena biasanya Tim kebersihan akan mengambilnya pagi hari atau sore hari.
Selesai membuang sampah aku pun langsung mencari selang dan akan menyirami tanaman milik nenek, dan tidak lama kemudian ada mobil hitam yang sedang membuka gerbang, aku yang melihat itu langsung berlari untuk melihat siapa yang datang.
Dan ternyata itu adalah Ayah ku, aku sangat bahagia akhirnya dia datang, setelah sampai di depan teras rumah nenek, ayah pun keluar dan langsung memeluk ku.
Kemudian ayah memanggil seseorang dari dalam mobil dan menyuruh nya untuk keluar dan masuk ke dalam rumah.
" Ayo keluar " panggil ayah dengan seseorang di dalam mobil.
Keluar lah perempuan yang terbilang lebih muda dari usia ayah dan nampak nya aku mulai menyadari dia siapa.
" Siapa yah? " tanya ku pada ayah dengan penasaran.
" Masak gak inget nak? " ayah balik nanya.
Aku masih bingung dan terus melihat ke arah wanita itu, dan wanita itu terus tersenyum kepada ku.
__ADS_1
" Dia tante Dewi temen ibu kamu dulu yang sering main kerumah " ucap ayah dan menyuruh ku bersalaman dengan wanita itu.
" Heh aku lupa yah " ucap ku dengan singkat.
Dan ayah mengajak wanita itu kedalam dan sepertinya akan mengenalkan nya kepada nenek.
Aku tidak ingin masuk karena tidak suka ayah membawa wanita itu, aku berpura pura menyirami tanaman saja padahal pekerjaan ku sudah selesai.
Tapi aku bisa mendengar percakapan mereka dari sini dan aku mendengar ayah memperkenalkan wanita itu kepada nenek.
" Bu, gimana kabar? sudah makan? " tanya ayah.
" Iya sudah, tadi makan sebelum diana pulang kuliah, kamu gak kerja? " tanya nenek.
" Lagi libur bu, mangkanya main kesini mau liat ibu sama diana " ucap ayah.
" Oh gitu, kalau belum makan, makan sana, masih ada lauk " ucap nenek.
" Kita sudah makan bu sebelum datang kesini, bu aku mau kenalin bu sama dewi " ucap ayah sambil tersenyum.
" Oh iya iya, kalian satu kantor kan? " tanya nenek.
" Iya bu kita satu kantor " ucap wanita itu.
" Apa sih ibu ibu, itu bukan ibu kamu kali " ucap ku dengan sangat jengkel.
" Temen nya Yana kan? (Nama ibunya diana ) " tanya nenek lagi.
" Iya buk, kita dulu satu SMA dan sampai kuliah karena aku adik kelas nya yana " ucap wanita itu.
" Oh gitu, iya iya aku tau dan masih inget dulu kamu sering main kerumah mereka kan " ucap nenek.
Nenek ku sepertinya tidak menyukai wanita itu karena terlihat jelas dari wajah dan juga kata kata nya yang sangat tidak bersahabat.
" Yah duduk duduk saja yah disini atau mau makan silahkan, ibu mau ke kamar dulu karena mau ambil salep kaki " ucap nenek.
" Ibu bisa sendiri? atau mau aku antar ke kamar? " tanya ayah ku.
" Tidak usah lah, kamu temani saja si dewi atau kamu ajak makan " ucap nenek sambil berjalan ke arah kamar nya.
Melihat nenek pergi ke kamar, aku pun menyusul nenek dengan masuk kerumah melalui pintu belakang dan mengendap ngendap masuk ke kamar nenek.
" Nek ngapain sih ayah bawa wanita itu " tanya ku dengan kesal.
" Nenek juga gak tau na apa maksud ayah kamu ngajak dia " ucap nenek.
" Kirain ayah mau ajak aku jalan keluar kek atau mau nginep disini gak tau nya malah ngajak wanita itu " ucap ku dengan wajah yang masam.
" Kita tunggu saja na apa maksudnya dia ngajak wanita itu " ucap nenek.
Dan benar setelah kami berbicara iti tersengar suara langkah menuju kamar nenek dan nenek menyuruh ku untuk berpura pura tidur.
" Nek kayaknya ada yang mau kesini " tanya ku pada nenek.
" Kayaknya ayah kamu mau ke kamar ini, kamu pura pura tidur, cepat " ucap nenek.
"Tok...tok...tok buk apakah ibu tidur? " tanya ayah.
" Enggak masuk saja " ucap nenek.
" Lah ada diana? " tanya ayah.
__ADS_1
" Iya dia tidur, kecapean pulang kuliah langsung makan dan menyiram tanaman " ucap nenek.
" Oh ya sudah biarkan dia istirahat " ucap ayah.
" Bu, jadi begini ada yang mau aku sampaikan sama ibu " ucap ayah dengan serius.
" Emang ada apa? kayaknya hal yang penting? " tanya nenek.
" Begini buk, rencananya aku sama dewi mau menikah 2 bulan lagi " ucap ayah yang membuat nenek dan juga aku terkejut.
" Kamu yakin? kamu sudah memikirkan ini sebelumnya? " tanya nenek.
" Iya buk aku sudah yakin, aku mau menikahi dewi " jawab ayah seperti sudah terkena mantra.
" Tapi bagaimana dengan diana? apakah kamu sudah meminta izin padanya? " tanya nenek lagi.
" Masalah diana gampang buk, pasti dia bakal setuju karena dewi itu sangat baik dan pasti diana akan menyukai nya " ucap ayah.
" Ya sudah itu adalah keputusan mu, tapi ingat jangan pernah memaksa diana " ucap nenek dengan tegas.
" Iya buk nanti aku bakal bicara dengan nya, ya sudah buk aku sama dewi pamit dulu yah, mau ada yang di urus " ucap ayah.
" Pulang dulu yah buk " ucap wanita itu sambil bersalaman dengan nenek.
Nenek langsung mengantar mereka keluar sedang kan aku masih tidak percaya dengan apa yang barusan aku dengar, aku tidak menyukai wanita itu karena dulu ketika ayah dan ibu masih bersama dia sering datang kerumah kami bahkan dia juga sering menginap dirumah kami.
Bukan kah tidak baik jika seorang wanita tidur dirumah teman nya yang sudah memiliki suami? bahkan ayah pun sangat baik padanya.
Aku terus berpikir bahwa dia lah penyebab ayah dan ibu bercerai karena aku melihat bahwa dia seperti menyukai ayah sejak lama.
Dan tidak lama kemudian nenek masuk kekamar dan membicarakan perihal keinginana ayah yang mau menikah dengan wanita itu.
" Sayang Kamu dengar sendiri kan apa yang ayah kamu bicarakan tadi? " tanya nenek.
" Iya nek, aku dengar kok, dan aku gak kau wanita itu jadi ibu tiri ku " ucap ku dengan sangat kesal.
" Nenek juga gak suka ayah kamu nikah sama dia, kenapa gak cari wanita yang lebih baik, kenapa harus dia " ucap nenek yang nampaknya juga sangat kesal.
" Dari dulu nek aku gak suka sama wanita itu, setiap dia datang kerumah aku selalu berdiam di dalam kamar " ucap ku.
" Iya nenei tau, ibu kamu sering cerita dengan nenek, ibu kamu tidak enak mangkanya dia menerima kedatangan dewi itu, awalnya ibu kamu biasa saja tapi setelah itu dia sering datang kerumah kalian entah apa alasan nya " ucap nenek.
" Iya nek bahkan dia sering tidur dirumah kami, dan bukannya itu tidak baik kan? " tanya ku pada nenek.
" Benarkah? nenek baru tau loh kalau wanita itu sampai menginap dirumah kalian " jawab nenek.
" Iya nek, aku merasa bahwa wanita itulah penyebab ayah dan ibu bercerai, karena aku melihat bahwa sepertinya wanita itu menyukai ayah sejak lama dan ayah juga menyukai wanita itu, emang dasar " ucap ku.
" Benar benar yah, ayah kamu juga gimana sih kok gampang sekali tergoda, perasaan nenek dan kakek mu gak ada yang ngajarin kayak gini, nenek bener bener kecewa " ucap nenek dengan kesal.
" Namanya laki laki nek, padahal wanita itu temannya ibu dari lama kan masak iya suka sama ayah, gila bener dah " ucap ku yang sangat membenci wanita itu.
" Nanti suruh ibumu kesini lah, kita tanya apa masalah yang sebenarnya, dan ingat ya sayang kalau ayah kamu nikah nanti kamu tetap tinggal sama nenek, gak usah mau tinggal sama mereka " ucap nenek.
" Iyalah nek, aku juga gak mau apalagi tinggal sama wanita itu, aku akan tinggal sama nenek, aku jadi males sama ayah " ucap ku
" Nah begitu, ini baru kesayangan nenek, yah sudah kamu istirahat dulu nant nenek telfon ibu kamu suruh dia kesini " ucap nenek dengan sangat perhatian dan juga menyuruh ku untuk menenangkan diri.
" Iya nek, aku tidur dulu yah " ucap ku sambil menarik selimut dengan wajah yang masih jengkel dan kesal.
" Iya sayang tidurlah " ucap nenek sambil keluar kamar dan menutup pintu kamarnya denga hati hati.
__ADS_1